Anda di halaman 1dari 22

ANALISA PROSES PENGOLAHAN AIR

BERSIH DI PERUM JASA TIRTA II


JATILUHUR
Periode 20 Oktober 2016 20 November 2016

Oleh
ANGGI RIVALDI AGUSTIAN
13030014
TEKNIK KIMIA

07/02/2017
SEJARAH PERUSHAAN
Waduk Ir H. Djuanda dibangun sejak tahun 1957 sampai

dengan tahun 1967. Waduk ini mulai dioperasikan pada tahun

1967 yang merupakan waduk serbaguna yang fungsinya antara

lain sebagai pemasok air irigasi dan air baku untuk air minum

serta air baku untuk industri di Jabotabek, perikanan dan

pariwisata.
VISI DAN MISI

VISI
Menjadi perusahaan yang terkemuka di ASEAN dalam bidang pengelolaan sumber
daya air

MISI
Pengoptimalan pengusahaan sumber daya air dengan cara yang efisien, efektif, inovatif
dan berkelanjutaan dengan tujuan menjaga kelestaraian dan pengelolaan Sumber Daya
Air.
Menciptakan Sumber Daya Manusia yang mempunyai daya kreativitas dan inovasi dalam
pengelolaan Sumber Daya Air.
Penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan.
Daerah Kerja PERUM
Jasa Tirta II Jatiluhur

Bidan Bidang
Pelayana
Usaha
g Lainya
n Umum

Usah
a
Bidang Usaha Pelayanan
Kelistrikan Laboratorium Pengelolaan
Usaha Air Irigasi dan
Baku.
Usaha
DAS
kepariwisataan
TUJUAN KHUSUS

Mengetahui secara langsung proses pengolahan air baku menjadi air bersih.

Mengetahui kualitas air bersih setelah melalui pemrosesan.

Mengetahui troubleshooting yang terjadi pada proses pengolahan air baku.


Latar Belakang

Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi mahluk hidup. Manusia
dan mahluk hidup lainnya sangat bergantung dengan air demi mempertahankan
hidupnya. Air yang digunakan untuk konsumsi sehari hari harus memenuhi
standar kualitas air untuk konsumsi. Dalam hal ini, air harus memenuhi baku mutu
sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.
AIR

AIR BERSIH ?????

STANDAR MUTU AIR


AIR BAKU Air Bersih
PP No.82 tahun PermenKes
No.416/MENKES/PER/IX/1990
2001
BLOCK DIAGRAM PENGOLAHAN AIR
BERSIH
KOAGULASI

Proses koagulasi bertujuan untuk mendestabilkan

V-notch muatan muatan koloid pada air yang pada umunya

memiliki muatan negatif sehingga sulit bergabung satu

dengan yang lainya yang menyebabkan air menjadi

keruh. Penggunaan tawas sebagai koagulan

memberikan muatan positif pada air sehingga partikel

koloid didalam air menjadi tidak stabil sehingga akan

berikatan satu sama lain dan membentuk flok halus.


KEBUTUHAN
ALUM
Kebutuhan Koagulan
Jenis koagulan : Alumunium Sulfat Powder (Al 17%) air pengolahan = 133, 2143 L/detik
Q
Suhu air : 30 C Konsentrasi alum =
Dalam 1 hari alum dilarutkan dalam 2 shift = per 12 = = 59,76 mg/L
jam per bak Kebutuhan Alum = Q air pengolahan
1 bak = 3 karung alum = 150 kg = 12 jam Konsentrasi alum 43200 detik

Volume air = volume bak = 1,81 m 1,83 m 0,94


m
= 133,2143 L 59,76 mg/L 43200 detik
= 343,89 kg per bak per 12 jam
= 3,11 m3 Kebutuhan alum dalam 24 jam = 687,79 kg
* Kondisi Lapangan = alum dalam 24
Kadar alum = 17% = 1.000.000 mg
jam = 300 kg
= 170. 000 mg
Konsentrasi larutan = 100% = 4,8176 %
Parameter Unit Koagulasi

Parameter Kriteria Desain Hasil Hitungan Keterangan

Waktu detensi (td) < 60 detik 72,96 detik Tidak Memenuhi

Gradien Kecepatan (G) 700 1000/detik 397,29/detik Tidak Memenuhi

Head Loss > 0,6 cm 1,2572 cm Memenuhi

G td 10000 60000 28986,43 Memenuhi


Flok yang terbentuk setelah
flokulasi
FLOKULASI

Flokulasi merupakan proses kelanjutan dari sistem koagulasi, setelah flok flok halus terbentuk karena

adanya penambahan koagulan. Maka partikel partikel kecil (koloid) ini menjadi bentuk yang tidak stabil

sehingga dapat saling berikatan membentuk partikel yang lebih besar (makroflok) sehingga pada

perinsipnya berat molekul partikel akan menjadi lebih berat dan partikel akan mudah mengendap.
PARAMETER UNIT FLOKULASI
Parameter Kriteria Desain Hasil Hitungan Keterangan

Kecepatan aliran (V) 0,1 0,3 m/detik 8,365 10-4 m/detik Tidak Memenuhi

Waktu detensi (td) 15 30 menit 16,13 menit Memenuhi

Gradien Kecepatan (G) 100-200/detik 201,64/detik Tidak Memenuhi

G td 10000 150000 195254,78 Tidak Memenuhi


SEDIMENTASI
Unit sedimentasi merupakan unit proses

selanjutnya yang berfungsi untuk memisahkan zat

padat tersuspensi melalui proses pengendapan

atau sedimentasi. Zat padat tersuspensi ini dapat

dipisahkan di unit sedimentasi, tetapi sebelumnya

harus mengalami proses koagulasi dan flokulasi,

sehingga di unit sedimentasi partikel akan lebih

mudah mengendap.
FILTRASI

FILTRASI
Filtrasi merupakan unit lanjutan dari proses sedimentasi. Unit filtrasi ini bertujuan untuk menyaring partikel yang

masuk kedalam unit filtrasi melalui zona outlet sedimentasi melaui perforated wall di unit filtrasi. Partikel yang di saring

di unit ini biasanya adalah partikel flokulen yang tidak bisa mengendap dikarenakan berat molekul yang ringan sehingga

mengapung pada saat masuk ke unit sedimentasi.


reservoir

Desinfeksi adalah proses mematikan mikroorganisme yang dimulai dengan rusaknya dinding sel mikroorganisme

tersebut, sehingga proses metabolismenya terganggu dan dapat menyebabkan matinya mikroorganisme tersebut.
Data Hasil Uji lab
27 FEBRUARI 2015
Hasil Analisa Hasil Analisa
NO Parameter Analisa Satuan Baku Mutu
air baku citarum air clear well

FISIKA

1 BAU - - TDK BERBAU TDK BERBAU

2 TDS mg/L 1500 174 173

3 KEKERUHAN NTU 25 0,56 0,8

4 DHL us/cm - 248 247

KIMIA

1 BESI (Fe) mg/L 1,0 0,044 0,087

2 FALOURIDA (F) mg/L 1,5 0,392 0,106

3 KESADAHAN mg/L / CaCO3 500 70 76

4 KLORIDA mg/L 600 15,6 20,4

5 MANGAN mg/L 0,5 0,096 < 0,02

6 NITRAT mg/L NO3- N 10 2,24 2,23

7 NITRIT mg/L NO2- N 1,0 0,008 0,327

8 pH - 6,5 9,0 7,23 7,12

9 SULFAT mg/L 400 30,92 33,02

11 ZAT ORGANIK mg/L 10 8,67 9,91


PERMASALAHAN YANG TERJADI
?
Kesimpulan
Proses pengolahan air di STP BIKI BARU meliputi proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan
desinfeksi.

Pada dasarnya menurut hasil uji lab yang mengacu pada baku mutu air bersih menurut Peraturan
Pemerintah No. 82 Tahun 2001. Air baku citarum sudah sangat layak dan memenuhi baku mutu air
golongan B. Hasil ini mengacu pada Standard Methode For The Examination of Water and Wastwater
22nd Edition 2012 (SMEWW) dan Standar Nasional Indonesia tahun 2004 (SNI).

Permasalahan yang terjadi pada proses pengolahan air bersih di STP BIKI BARU diantarnya.
a.
b.
c.