Anda di halaman 1dari 16

Drug Utilility Study

Cirroshis hepatic + Ascites


Pendahuluan
Cirrhosis hepatic penyakit kronis hepar yang irreversible yg ditandai oleh
fibrosis disertai nodul. Adanya perubahan struktur permanen hati dikarenakan
kerusakan sel yang berkepanjangan (penyakit hati kronis 6 bulan)
Patofisiologi
Struktur sel hepar sudah berubah secara histopatologi akibat
penumpukan matrix extracelluler hepar mengecil &
mengeras aliran darah sulit masuk ke hepar peningkatan
tekanan darah di vena portal (Hipertensi portal) Hipertensi
portal menyebabkan menumpuknya cairan di ruang peritoneal
(ascites) dan pembesaran limfa (Spenomegali)
Guideline

American Association for the Study of Liver


Diseases (AASLD)
American Association for the Study of Liver
DiPiro ed.9
Diseases (AASLD
Studi Kasus
Data base
Nama/Umur : Tn. IDM (L)/50th
No. RM : 155817
Ruang : Antorium
Status pasien : BPJS Non-PBI
Tanggal MRS : 17/2/2017
Tanggal KRS : 25/2/2017

Bapak IDM (50thn) MRS tanggal 17/2/2017. pasien mengeluhkan nyeri dan
rasa panas pada perut. Pasien 5 hari yll operasi hernia.
Hasil Lab
Lanjutan...
Riwayat Penggunaan Obat
Objektif
Pemeriksaan Nilai Normal 18/2 19/2 20/2 21/2 22/2 23/2 24/2

TD 150/80 130/80 150/80 150/90 150/80 150/100 120/80


120/80 mmHg

Nadi 80 88 81 88 90 86 84
60-100 kali/menit

RR 20 20 22 28 28 24 18
18-20 kali/menit

Suhu 37,5 36,5 36 36,3 36,7 36,5 36


36,5-37 oC
Cirrhosis hepatic + Ascites
Analisa :
- Cefotaxime terapi profilaksis terhadap SBP (Spontaneous Bacteri Peritonitis)
pada pasien cirrhosis hepatik + ascites (Dipiro ed. 9)
- Antrain & Buscopan mengatasi nyeri
Subjektif - OMZ & Sucralfate mengatasi gastritis
DRP
Ascites : Indikasi tidak diterapi
Plan : Direkomendasikan terapi kombinasi diuretik spironolactone 100 mg dan
furosemid 40 mg single dose u/ cirrhosis hepatic + Ascites
Nyeri : pemilihan obat kurang tepat (ESO)
Antrain (NSAID) yang dikontraindikasikan pada pasien dnegan ascites karena
dapat mengurangi pengeluaran urine (retensi urine) peningkatan vol. Cairan
Plan : antrain dihentikan digunakan Buscopan untuk nyeri perut, jika nyeri
berlanjut direkomendasikan penggunaan tramadol (analgetik opioid)
Gastritis : Terapi tanpa indikasi (Pasien tidak memiliki riwayat gastritis sehinga
tidak perlu pemberian OMZ & sucralfat)
Plan : Penggunaan sucralfate dihentikan
Monitoring
Monitoring tanda-tanda vital
Monitoring urine output
Monitoring kadar elektrolit
Monitoring keluhan nyeri perut akibat ascites
Monitoring kadar Leukosit
Monitoring SGOT ,SGPT
Hiperkalemia

Analisa
Subjektif
Meylon (Na bicarbonat) menaikkan
pH plasma kalium masuk kedalam
sel kadar kalium serum menurun
Actrapid (insulin) menstimulasi
pompa N-K-ATPase kalium masuk
kedalam sel Kalium serum menurun
D40 (glukosa) ditambahkan untuk
mencegah hipoglikemia
DRP : -
Plan : Terapi dilanjutkan hingga kadar
kalium serum masuk dalam range
normal
Monitoring : Kadar kalium serum
Hipoalbumin
Subjektif Analisa
Hipoalbumin disebabkan karena
kurangnya sintesis albumin akibat
kerusakan sel2 hati
DRP : indikasi tidak diterapi
Plan
Albumin sebaiknya diberikan sampai
kadar albumin pasien mencapai
range normal dilihat dari data kadar
albumin pasien
Monitoring : kadar albumin
Farmakoekonomi
Diagnosa : Cirrhosis hepatic + Ascites
Status pasien BPJS Non PBI Kelas II
Biaya yg diklaim BPJS : Rp5.706.200,-
Total biaya pengobatan : Rp1.505.884,-
Biaya obat 40% dari total klaim BPJS, kalau sudah > 40 %
maka harus di evaluasi supaya tidak terjadi over plafon dari
klaim BPJS.
SEKIAN
&
TERIMA KASIH