Anda di halaman 1dari 74

LAPORAN KASUS

OS Katarak Senilis stadium Matur


OD Pseudofakia
ODS Presbiopi

Disusun oleh :
Meilani Sulaeman
1420221145

Pembimbing:
dr. Dwidjo Pratiknjo, Sp.M
dr. YB. Hari Trilunggono, Sp.M

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
I. STATUS PASIEN

I.1 IDENTITAS PASIEN


Nama : Ny. N
Umur : 52 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kalijoso, RT 02/01, Kec.Secang
Pekerjaan : Pedagang
Tanggal Periksa : 10 Februari 2017
I.2 ANAMNESIS

A. Keluhan Utama :
Pandangan mata kiri semakin kabur
B. Riwayat Penyakit
Sekarang
Pasien datang dengan keluhan pandangan mata kiri
semakin kabur sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan mata
kabur sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu dan
mengenai kedua matanya. Awalnya pasien merasakan
pandangan kabur seperti ditutupi kabut tipis, dan saat itu
belum terlalu mengganggu aktifitas sehari-hari, perlahan-
lahan semakin lama dirasakan semakin kabur.
6 bulan yang lalu pasien merasakan bahwa melihat
pada malam hari lebih jelas dan nyaman daripada siang
hari. Selain itu pasien mengaku dapat membaca Quran
dengan jelas meski tanpa kaca mata baca. Saat itu pasien
tidak ada keluhan cekot-cekot pada mata, mual muntah
maupun melihat pelangi disekitar lampu atau sinar terang.
2 bulan yang lalu, penglihatan pada mata kiri
dan kanan terasa gelap sehingga
mengganggu aktivitasnya sebagai penjual
makanan di pasar. Oleh karena itu, pasien
berobat ke bagian Mata RST Soedjono. 1
bulan yang lalu pasien menjalani operasi
katarak pada mata kanannya serta
ditanamkan lensa buatan. Setelah menjalani
operasi pasien merasa penglihatan mata
kanannya masih samar-samar, namun lebih
baik daripada sebelum operasi. Keluhan nyeri
dan mata merah tidak ada, keluar lodok tidak
ada.
Pasien mengatakan tidak pernah ada riwayat
kecelakaan seperti terbentur, atau terkena suatu
benda pada kedua matanya, tidak ada riwayat
penggunaan obat nyeri sendi, obat penenang, dan
obat rematik. Pasien bukan seorang perokok. Pasien
mengatakan tidak memiliki riwayat darah tinggi
maupun kencing manis.
Pasien mengatakan sudah menggunakan
kacamata baca sebelumnya, yakni sejak 2 tahun
yang lalu. Awalnya pasien mengeluh pandangan
mulai tidak jelas saat membaca dekat dan lebih jelas
saat bacaan sedikit dijauhkan. Pasien memeriksakan
keluhannya ke dokter dan menggunakan kaca mata
yang dipakai saat pasien membaca saja.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Trauma pada mata :
disangkal
Riwayat konsumsi obat-obatan :
disangkal
Riwayat diabetes melitus : disangkal
Riwayat tekanan darah tinggi :
disangkal
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluhan serupa : disangkal
Riwayat diabetes meltus pada anggota keluarga
: disangkal
E. Riwayat Pengobatan
Pasien menggunakan obat tetes
mata rutin dari dokter mata setelah
operasi namun pasien lupa nama
obat.
Tidak konsumsi obat-obat tertentu.
F. Riwayat Pribadi dan Sosial :

Pasien seorang penjual makanan


ringan di Pasar. Tidak merokok. Biaya
pengobatan ditanggung oleh BPJS.
I.3 PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Aktifitas : Normoaktif
Kooperatif : Kooperatif
Status gizi : Baik

B. Vital Sign
Tekanan darah : 110/60 mmHg
Nadi : 80 x/menit
RR : 20 x/menit
Suhu : 36C
STATUS OFTALMIKUS
I.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. OS Katarak Senilis Stadium Matur


Tidak dilakukan pemeriksaan
penunjang
2.OD Pseudofakia
Tidak dilakukan pemeriksaan
penunjang
3.ODS Presbiopia
Tidak dilakukan pemeriksaan
penunjang.
I.5 DIAGNOSIS BANDING

1. Pandangan mata kiri kabur


ODS Katarak senilis stadium matur
Dipertahankan karena pada pasien ini dari hasil anamnesis mengeluhkan padangan
kabur. Pada pemeriksaan didapatkan penurunan visus, iris shadow (-), dengan
kekeruhan lensa menyeluruh dan fundus reflek yang suram.
ODS Katarak senilis stadium insipien
Disingkirkan karena pada katarak insipien visus belum terlalu turun, COA dalam
batas normal , tidak ditemukan iris shadow, kekeruhan lensa yang minimal, dan
fundus reflek masih cemerlang. Sedangkan pada pasien ini dari hasil pemeriksaan
didapatkan penurunan visus COA yang dalam, iris shadow (-), dengan kekeruhan
lensa sebagian dan fundus reflek yang suram..
ODS Katarak senilis stadium imatur
Disingkirkan karena terdapat penurunan visus, COA yang dangkal, didapatkan iris
shadow, dengan kekeruhan lensa sebagian dan fundus reflek yang suram
sedangkan pada pasien ini didapatkan visus yang sangat turun, COA yang dalam,
tidak ditemukan iris shadow, lensa keruh seluruhnya, dan fundus reflek negatif.
OS Katarak senilis stadium hipermatur
Disingkirkan karena pada katarak hipermatur didapatkan COA yang sangat dalam,
didapatkan pseudoshadow, kekeruhan lensa total, dan fundus reflek negatif.
Sedangkan pada pasien ini didapatkan visus yang sangat turun, COA yang dalam,
tidak ditemukan iris shadow, lensa keruh seluruhnya, dan fundus reflek negatif.
I.5 DIAGNOSIS BANDING (2)

2. Riwayat operasi katarak


OD Pseudofakia
Dipertahankan karena dari anamnesis didapatkan
riwayat pandangan kabur sebelumnya, riwayat
operasi katarak, pada pemeriksaan terdapat
jahitan post operasi katarak.
OD Afakia
Disingkirkan karena pada afakia tidak ditanamkan
IOL sedangkan pada pasien ditanamkan IOL.
I.5 DIAGNOSIS BANDING (3)

3. Sulit membaca dekat


ODS Presbiopi
Dipertahankan karena pada pasien didapatkan
keluhan jika membaca dekat kabur dan menjadi
jelas saat tulisan dijauhkan.
ODS Hipermetropi
Disingkirkan, karena pada hipermetropia
didapatkan keluhan membaca jauh kabur, dan
membaca dekat lebih kabur, sedangkan pada
pasien ini membaca dekat kabur membaca
sedikit dijauhkan menjadi jelas.
I.6 DIAGNOSIS KERJA

OS Katarak Senilis stadium Matur


OD Pseudofakia
ODS Presbiopi
I.7 TERAPI

1. ODS Katarak Senilis stadium Matur


a.Medikamentosa
Oral : -
Topikal : -
Parenteral : -
Operatif : EKEK dan pemasangan
IOL
b. Non medikamentosa : -
I.7 TERAPI

2. OD Pseudofakia
a. Medikamentosa
. Oral : Vitamin A 1x 1 tab
. Topikal : Cendo Lyteers (Natrium &
Kalium dengan Benzalkonium Cl) 0,01
%, 3 x 2 tetes OD
.Parenteral: -
.Operatif : -
b. Non medikamentosa : -
I.8 EDUKASI
1. Katarak senulis stadium matur
Menjelaskan kepada pasien bahwa penglihatan kabur pada mata
pasien disebabkan karena pada bagian mata yang disebut lensa,
mengalami kekeruhan, yang disebut katarak.
Menjelaskan bahwa penyakit katarak tidak dapat sembuh hanya
dengan terapi obat-obatan, bahwa terapi obat-obatan yang
diberikan hanya untuk memperlama proses kekeruhan pada lensa.
Dan supaya pengelihatan pasien membaik, pasien harus dioperasi
katarak.
Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini dapat sembuh
dengan operasi, dan dalam kondisi pasien seperti ini, maka harus
dilakukan operasi karena gangguan penglihatan pada pasien sudah
cukup buruk, dan sangat mengganggu pasien dalam aktifitas dan
pekerjaan pasien.
Menjelaskan jika tidak segera dioperasi maka akan timbul
komplikasi-komplikasi penyakit mata lainnya yang akan
memperberat kondisi dari pasien. Mengingat pasien mengidap
penyakit gula, sehingga kekeruhan lensa dapat berkembang dengan
cepat.
I.8 EDUKASI
2. OD Pseudofakia
Gunakan tetes mata dan konsumsi obat secara teratur.
Kontrol jika ada keluhan-keluhan pada mata

3. ODS Presbiopia
Menjelaskan kepada pasien mengenai keluhan pandangan kabur
saat membaca dekat yang dirasakan sejak 5 tahun lalu adalah
disebabkan oleh melemahnya fungsi salah satu organ yang disebut
lensa mata, karena faktor usia.
Menjelaskan bahwa penurunan tajam penglihatan yang terjadi
dapat diperbaiki dengan penggunaan kacamata baca yang
ukuruanya merujuk pada usia pasien.
Menjelaskan bahwa penurunan tajam penglihatan yang terjadi
masih bisa bertambah lagi seiring bertambahnya umur, sampai
umur 60 tahun.
I.9 RUJUKAN

Dalam kasus ini tidak dilakukan


rujukan ke Disiplin Ilmu Kedokteran
lainnya.
I.10 KOMPLIKASI

1. ODS Katarak senilis stadium


matur
Uveitis
2. OD Pseudofakia: -
3. ODS Presbiopi:-
I.11 PROGNOSIS
II. TINJAUAN PUSTAKA
II.1 KATARAK
1. Definisi
. Katarak berasal dari bahasa Yunani cataracta
yang berarti air terjun.
. Definisi katarak menurut WHO adalah
kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, yang
menghalangi sinar masuk ke dalam mata.
. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan
pada lensa yang terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan) lensa, denaturasi
protein lensa, atau keduanya.
Anatomi Lensa

Diameter 9-10 mm, Ketebalan 3.5-5


mm.
Lensa adalah suatu struktur
bikonveks, avaskular, tidak
berwarna dan hampir transparan
sempurna.
Lensa terdiri dari kapsul, epitel
lensa, korteks dan nucleus.
65% terdiri dari air, sekitar 35 %
protein (kandungan protein tertinggi
di antara jaringan-jaringan tubuh)
dan sedikit sekali mineral yang
biasa ada di jaringan tubuh lainnya.
Klasifikasi katarak
Menurut kejadian
1. Katarak Developmental
2. Katara Degeneratif

Menurut Umur
1. Katarak kongenital
2. katarak juvenil
3. katarak senil

Menurut Konsistensi
1. Katarak cair
2. Katarak lunak
Epidemiologi
Katarak senilis terjadi pada usia
lanjut di atas 50 tahun.
Insidensi di dunia 5-10 juta kasus
tiap tahunnya.
Stadium katarak
Secara klinis katarak terbagi
atas 4 stadium:
1. Stadium Insipien
2. Stadium Imatur
3. Stadium Matur
4. Stadium Hipermatur
Stadium Insipien
Pada stadium ini kekeruhan lensa tidak teratur, tampak
seperti bercak-bercak yang membentuk gerigi dangan dasar
di perifer dan daerah jernih di antaranya.Kekeruhan biasanya
terletak di korteks anterior dan posterior. Kekeruhan ini pada
awalnya hanya nampak jika pupil dilebarkan. Pada stadium
ini terdapat keluhanpoliopia yang disebabkan oleh indeks
refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk
ini kadang menetap untuk waktu yang lama.
Stadium Imatur
Pada katarak imatur terjadi kekeruhan yang lebih tebal, tetapi belum
mengenai seluruh lapisan lensa sehingga masih terdapat bagian-
bagian yang jernih pada lensa. Terjadi penambahan volume lensa
akibat meningkatnya tekanan osmotikbahan lensa yang
degeneratif. Pada keadaan lensa yang mencembung akan dapat
menimbulkan hambatan pupil, mendorong iris ke depan,
mengakibatkan bilikmata dangkal sehingga terjadi glaukoma
sekunder. Pada pemeriksaan iris shadow, maka akan terlihat
bayangn iris pada lensa, sehingga hasil uji shadow test positif.
Stadium matur
Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai
seluruh lensa. Proses degenerasi yang berjalan
terus maka akan terjadi pengeluaran air
bersama hasil disintegrasi melalui kapsul,
sehingga lensa kembali ke ukuran normal. Bilik
mata depan akanberukuran kedalaman normal
kembali. Tidak terdapat bayangan iris pada lensa
yang keruh, sehingga uji iris shadow negatif.
Stadium hipermatur
Merupakan proses degenerasi lanjut lensa, sehingga masa lensa yang

mengalami degenerasi akan mencair dan keluar melalui kapsul lensa. Lensa

menjadi mengecil dan berwarna kuning. Bila proses katarak berjalan lanjut

disertai kapsul yang tebal, maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak

dapat keluar, maka korteks akan memperlihatkan sekantong susu dengan

nukleus yang terbenam di korteks lensa. Keadaan ini disebut sebagai katarak

Morgagni. Pemeriksaan iris shadow memberikan gambaran pseudo positif.

Cairan/protein lensa yang keluar dari lensa tersebut menimbulkan reaksi

inflamasi dalam bola mata karena di anggap sebagaibenda asing. Akibatnya

dapat timbul komplikasi uveitis dan glaukoma karena aliran melalui COA kembali

terhambat akibat terdapatnya sel-sel radang dan cairan/protein lensa itu sendiri

yang menghalangi aliran cairan bola mata.


Katarak senilis menurut lokasi
kekeruhannya

40
Katarak
nukleus

perubahan proses penuaan normal yang


berlebihan yang melibatkan nukleus lensa.
Pada awalnya menyebabkan terjadinya rabun
jauh atau bahkan mengalami peningkatan
kemampuan penglihatan dalam membaca.
lama kelamaan, lensa berubah kuning secara
bertahap dan akhirnya menyebabkan
penglihatan berkabut.
lensa akan berubah menjadi coklat kesulitan
membedakan warna.

41
arak kortikal

Katarak kortikal melibatkan korteks


anterior, posterior atau equatorial.
Kekeruhan awalnya berupa
belahan atau vakuola antara serat
lensa akibat hidrasi korteks
membentuk cuneiform (bentuk
irisan) atau bentuk kekeruhan
radial.
silau karena pemghamburan
cahaya.

42
Katarak subskapular

Katarak subkapsular posterior berada


hanya di bagian depan kapsul posterior
dan bermanifestasi berupa tampilan
vakuola, granular atau mirip plak pada
biomikroskop slit lamp oblik dan terlihat
gelap pada retroiluminsai.
Melihat dekat sering terganggu daripada
melihat jauh.
43
Manifestasi klinis katarak
Gejala Subyektif : Gejala Obyektif :
Bila Kekeruhan tipis, penurunan visus sedikit Pada lensa tidak ada tanda-tanda inflamasi

atau sebaliknya. Jika mata diberi sinar dari samping: Lensa

Penderita mengeluh adanya bercak-bercak putih tampak keruh keabuan atau keputihan dengan

yang tak bergerak. latar hitam


Pada stadium imatur bisa terdapat gejala Pada fundus refleks dengan oftalmoskop:

kontroversi yaitu pasien lebih jelas saat melihat kekeruhan tersebut tampak hitam dengan latar

malam hari daripada siang hari dan pada oranye. Dan pada stadium matur hanya

penderita presbiopi dapat membaca jelas tanpa didapatkan warna putih atau tampak kehitaman

menggunakan kacamata presbiopia. tanpa latar orange, hal ini menunjukkan bahwa

lensa sudah keruh seluruhnya


Kamera anterior menjadi dangkal dan iris

terdorong kedepan, sudut kamera anterior

menyempit sehingga tekanan intraokuler

meningkat, akibatnya terjadi glaukoma


Penatalaksanaan katarak
Katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat, obat yang
digunakan hanya untuk memperlambat pertumbuhan katarak,
antara lain:
Aldose reductase inhibitor
Aspirin
Agen glutathione-raising, dan
Antioksidan vitamin C dan E

Tatalaksana definitif: ekstraksi lensa (operatif)


Intra Capsular Cataract Extraction (ICCE)
Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE)
Fakoemulsifikasi
Small Incision Cataract Surgery (SICS)
Jenis-jenis operasi katarak
dan prosedurnya

ICCE ECCE

Phac
oemu
lsific SICS
ation
ICCE ( Intra Capsular
Cataract Extraction)
Merupakan tindakan bedah yang
umum dilakukan pada katarak senil.
Lensa beserta kapsulnya dikeluarkan
dengan memutus zonula Zinn yang
telah mengalami degenerasi. Pada
saat ini pembedahan intrakapsuler
sudah jarang dilakukan.
Pada ekstraksi lensa intrakapsular dilakukan tindakan dengan
urutan sebagai berikut:
1.Dibuat flep konjungtiva dari jam 9-3 melalui jam 12.
2.Dilakukan pungsi bilik mata depan dengan pisau.
3.Luka kornea diperlebar seluas 160 derajat.

4.Dibuat iridektomi untuk mencegah glaukoma blokade pupil


pasca bedah.
5.Dibuat jahitan korneosklera.
6.Lensa dikeluarkan dengan krio.
7.Jahitan kornea dieratkan dan ditambah.
8.Flep konjungtiva dijahit.
ECCE ( extra Capsular
Cataract Extraction)
Tindakan pembedahan pada lensa katarak
dimana dilakukan pengeluaran isi lensa dengan
memecah atau merobek kapsul lensa anterior
sehingga massa lensa dan kortek lensa dapat
keluar melalui robekan. Pembedahan ini
dilakukan pada pasien katarak muda, pasien
dengan kelainan endotel, implantasi lensa intra
ocular posterior, perencanaan implantasi
sekunder lensa intra ocular, kemungkinan akan
dilakukan bedah glukoma,
Phacoemulsification
Phakoemulsifikasi (phaco) maksudnya
membongkar dan memindahkan kristal
lensa. Pada tehnik ini diperlukan irisan
yang sangat kecil (sekitar 2-3mm) di
kornea. Getaran ultrasonic akan digunakan
untuk menghancurkan katarak,
selanjutnya mesin PHACO akan menyedot
massa katarak yang telah hancur sampai
bersih. Sebuah lensa Intra Okular yang
dapat dilipat dimasukkan melalui irisan
tersebut.
SICS (Small Incision
Cataract Surgery)
SICS adalah salah satu teknik operasi
katarak yang pada umumnya
digunakan di negara berkembang.
Teknik ini biasanya menghasilkan
hasil visus yang bagus dan sangat
berguna untuk operasi katarak
dengan jumlah yang banyak.
Pada ekstraksi SICS dilakukan tindakan sebagai berikut:
1.Flep konjungtiva antara dasar dengan forniks
padalimbus superior seluas 90 derajati limbus
2.Dibuat alur linear pada sclera 2,53 mm dar.

3.Dibuat insisi runnel sejauh 1-1,5 mm ke arah kornea.

4.Melalui insisi rubbel dilakukan kapsulotomi anterior.

5.Nukleus lensa dikeluarkan dengan menggunakan


sinskey hook.
6.Sisa korteks lensa dilakukan irigasi sehingga tinggal
kapsul posterior saja.
7.Dimasukkan lensa intraokuler.
II.2 PSEUDOFAKIA
Definisi
Pseudofakia adalah suatu keadaan dimana mata
terpasang lensa tanam setelah operasi katarak.
Gejala dan Tanda
Pseudofakia
Penglihatan kabur
Visus jauh dengan optotype Snellen
Dapat merupakan myopi atau
hipermetropi tergantung ukuran
lensa yang ditanam (IOL)
Terdapat bekas insisi atau jahitan
Letak lensa didalam bola mata dapat bermacam macam, seperti :
Pada bilik mata depan, yang ditempatkan didepan iris dengan kaki
penyokongnyabersandar pada sudut bilik mata
Pada daerah pupil, dimana bagian ulti lensapada pupil dengan
fiksasipupil
Pada bilik mata belakang, yang diletakkan pada kedudukan lensa normal
dibelakang iris. Lensa dikeluarkan dengan ekstraksi lensa ekstra kapsular
Padakapsullensa.

Padasaatinipemasanganlensaterutamadiusahakanterletak di
dalamkapsul lensa. Meletakkan lensa tanam didalam bilik mata
memerlukan perhatian khusus :
Endotelkorneaterlindung
Melindungi iristerutama pigmeniris
Melindungi kapsulposteriorlensa
Mudah memasukkannya karenatidak memberikancedera pada
zonulalensa.
Keuntungan pemasangan lensa :
Penglihatan menjadi lebih fisiologis karenaletak lensa yang
ditempatkan pada tempat lensa asli yang diangkat.
Lapang penglihatansama denganlapang
pandangannormal
Tidak terjadipembesaran benda yang dilihat
Psikologis,mobilisasilebih cepat.

Pemasangan lensa tidak dianjurkan kepada :


Mata yang seringmengalami radang intraokuler (uveitis)
Anak dibawah 3tahun
Uveitismenahun yangberat
Retinopati ultifoc ultifocale berat
Glaukoma neovaskuler
II.3 Presbiopia
Presbiopia merupakan kondisi mata dimana lensa
kristalin kehilangan fleksibilitasnya sehingga
membuatnya tidak dapat fokus pada benda yang dekat.
Presbiopi adalah suatu bentuk gangguan refraksi,
dimana makin berkurangnya kemampuan akomodasi
mata sesuai dengan makin meningkatnya umur.
Biasanya terjadi diatas usia 40 tahun, dan setelah
umur itu, umumnya seseorang akan membutuhkan kaca
mata baca untukmengkoreksi presbiopinya.
Etiologi presbiopia
Terjadi gangguan akomodasi lensa pada usia lanjut.
Kelemahan otot-otot akomodasi.
Lensa mata menjadi tidak kenyal, atau berkurang
elastisitasnya akibat kekakuan (sklerosis) lensa.
Patofisiologi presbiopia
Pada mekanisme akomodasi yang normal terjadi
peningkatan daya refraksi mata karenaadanya
perubahan keseimbangan antara elastisitas matriks
lensa dan kapsul sehingga lensa menjadi cembung.
Dengan meningkatnya umur maka lensa menjadi
lebih keras (sklerosis) dan kehilangan elastisitasnya
untuk menjadi cembung. Dengan demikian
kemampuan melihat dekat makin berkurang.
Penatalaksanaan presbiopia
Digunakan lensa positif untuk koreksi presbiopi. Tujuan
Kekuatan
koreksi adalah untuk mengkompensasi Usia
ketidakmampuan mata untuk memfokuskan objek- Lensa Positif
objek yang dekat. (tah
Kekuatan lensa mata yang berkurang ditambahan yang
dengan lensa positif sesuai usia dan hasil pemeriksaan un)
subjektif sehingga pasien mampu membaca tulisan
dibutuhkan
pada kartu Jaeger 20/30.
40 +1.00 D
Karena jarak baca biasanya 33 cm, maka adisi +3.00 D

adalah lensa positif terkuat yang dapat diberikan pada

pasien. Pada kekuatan ini, mata tidak melakukan


45 +1.50 D
akomodasi bila membaca pada jarak 33 cm, karena

tulisan yangdibaca terletak pada titik fokus lensa


50 +2.00 D
+3.00 D.
55 +2.50 D

60 +3.00 D
Terima Kasih
DAFTAR PUSTAKA

Ilyas, S. 2014. Presbiopia dalam Kelainan Refraksi dan


Koreksi Penglihatan. Edisi 5. Jakarta: Penerbit FKUI. hal:
75-76.
Ilyas, S. 2014. Retinopati Diabetik dalam Ilmu Penyakit
Mata. Edisi 5. Jakarta: Penerbit FKUI. hal: 230-234.
James, Bruce,Chris C., Anthony B..2005. Lecture Notes
Oftalmologi. Edisi 9. Jakarta : Erlangga. Hal: 35.
Nema HV., 2002. Text Book of Opthalmology, Edition 4,
Medical Publishers, New Delhi, page: 249-251.
Riordan, Paul, Whitcher, John P. 2010. Vaughan &
Asbury Oftalmologi Umum. Jakarta: EGC. Hal: 211-214.
a. Retinopati Diabetika Proliferatif (PDR)
: dari NPDR yang tidak tertangani dengan
baik (DM tidak ditangani /tidak terkontrol)
PDRiskemia retina yang
progresifmerangsang pembentukan
pembuluh darah baru (NVD dan
NVE)kebocoran protein
serumneovaskularisasi mudah
rapuhpecahterjadi perdarahan di korpus
viterus yg masif penurunan penglihatan
mendadak.
Rubeosis iridis
Tand glaukoma glaukoma
neovascular
Vitreus peradarahan floaters kalo
masih dini
Ablasio retina kilatan cahaya