Anda di halaman 1dari 45

diskusi

Seorang laki-laki berusia 34 thn, datang ke Puskesmas denga


n keluhan batuk darah sebanyak kurang lebih gelas air min
eral. Sebelumnya pasien mengaku bahwa ia mengalami batu
k berdahak sejak tiga bulan yang lalu, yang disertai demam, b
erkeringat terutama malam hari serta badan terasa lemah.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan: kesadaran composmen
tis, lemah, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 90x/mnt, frekue
nsi nafas 26x/mnt, suhu 360 C, habitus asteniku. Hemitoraks
kanan: fremitus taktil dan vokal meningkat, perkusi sonor da
n ronkhi basah kasar di apeks paru. Jantung dan abdomen da
lam batas normal.
Pemeriksaan laboratorium: Hb 11 g/dL, LED 60 mm/jam, L
eukosit 9000/ L, BTA sputum (+/+/+). Pemeriksaan rontgen th
oraks: infiltrat dan cavitas pada 1/3 atas paru-paru kanan.
Cari tahu
Bagaimana patofisiologinya
Apa diagnosa keperawatannya
Bagaimana intervensi keperawatannya
Pulmonary Tuberculosis

Argi Virgona Bangun


Etiologi
Tuberculosis adalah penyakit infeksi
yang disebabkan oleh mycobacteriu
m
Tuberculosis biasanya menyerang pa
ru, dan juga tkadang menyerang CNS,
lymphatic system, circulatory system,
genitourinary system, tulang, sendi &
kulit.
MTB aerobic bacterium gram-p
ositive bacterium
Transmisi
Transmisi hanya dapat terjadi dari pender
ita TB active.
Probabilitas transmisi tergantung pada :
Jumlah droplet yang dikeluarkan oleh seoran
g carrier
Keefektifan ventilasi
Durasi paparan
Virulensi MTB
How Are TB Germs Spread?
Mengapa diagnosis penting?
Diagnosis tuberculosis pada sebagian besar
kasus
Diagnosis klinis berdasarkan presentasi klinis (riwaya
t kesehatan& pemeriksaan fisik)
Pada 15-20% pasien dengan suspected TB
Konfirmasi lab tidak pernah didapatkan
Diagnosa awal keefektifan terapi
Mengurangi morbidity & mortality TB
Meminimalisasi penyebaran infeksi
Patofisiologi
Outline
Screening untuk infeksi awal
Tuberculin skin test
Diagnosis TB paru
Riwayat kesehatan
Pemeriksaan fisik
Rontgen dada
Pemeriksaan bakteriologis
Screening untuk infeksi aw
al
Tuberculin skin test
Screening untuk infeksi awal
Siapa?
Populasi dengan prevalensi resiko tinggi terk
ena HIV
Bagaimana?
Mantoux tuberculin test (ie, purified protein
derivative/PPD, tuberculin skin test)
Interpretasi?
Tentukan diameter maksimum induration me
lalui palpasi
Mantoux Tuberculin Test
Metoda yang dipilih untuk infeksi TB pada
anak & dewasa
Tuberculin skin testing berguna untuk
Memeriksa individu yg tidak sakit namun did
uga terinfeksi
Menentukan jumlah sekelompok orang yang
terinfeksi
Memeriksa individu yang memiliki gejala TB
Mantoux test
Injeksi intradermal 0.
1 ml 5TU PPD tubercu
lin
Menghasilkan benjola
n berdiameter 6-10 m
m
Menunjukan DTH (del
ayed type hypersensit
ivity)
Membaca Mantoux test

Baca reaksi 48-72 jam


stlh injeksi
Hanya ukur induratio
n
Catat reaksi dalam m
m
Klasifikasi reaksi tuberkulin

>5 mm diklasifikasikan positif pada :


Individu dengan HIV-positive
Belum lama berselang menderita TB
Individu dengan perubahan fibrotic pada che
st x-ray (CXR), hasilnya konsisten dgn individu
yang telah pulih lama dari TB
Pasien dengan transplantasi organ dan ggn f
ungsi imun (immunosuppressed)
Klasifikasi reaksi tuberkulin

>10 mm diklasifikasikan positif pada :


Baru berkunjung ke daerah/ negara dengan p
revalensi TB tinggi
Pengguna obat injeksi
Penghuni & pekerja di area beresiko tinggi
Personel lab Mycobacteriology
Individu beresiko tinggi
Anak <4 tahun, atau anak & remaja yang terp
apar dengan orang dewasa beresiko tinggi
Klasifikasi reaksi tuberkulin

>15 mm diklasifikasikan positif pada :


Individu yang tidak memiliki faktor resiko TB
Faktor-faktor yang dapat me
mpengaruhi TST
False negative
Aplikasi tidak tepat
Acute TB (2-10 mg utk mengkonversi)
Usia sangat muda (< 6 bulan)
Live-virus vaccination
False positive
Vaksinasi BCG (biasanya <10 mm pada dewasa)
Infeksi non tuberculous mycobacteria
Boosting
Beberapa individu dengan LTBI mungkin
mempunyai reaksi skin test (-) saat diperi
ksa setelah terinfeksi
Skin test awal dapat menstimulasi (boost)
kemampuan bereaksi thd tuberculin
Reaksi (+) terhadap subsequent tests dap
at disalahartikan sebagai infeksi baru
Two-Step Testing
Penggunaan two-step testing untuk skin test
awal pada orang dewasa yang akan tes ulan
g dalam waktu 1-3 minggu
Jk tes pertama (+), pertimbangkan org tsb terinf
eksi
Jk tes pertama (-), lakukan tes kedua 1-3 mg ke
mudian
Jk tes kedua (+), pertimbangkan org tsb terinfek
si
Jk tes kedua (-), pertimbangkan org tsb tidak teri
nfeksi
Diagnosis TB Paru
Diagnosis penyakit

Riwayat kesehatan
Pemeriksaan fisik
Chest x-ray
Pemeriksaan bacteriologic
Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan
Gejala penyakit
Riwayat terpapar , infeksi atau penyakit T
B
Pengobatan TB di masa lalu
Faktor resiko demografi TB
Kondisi medis yang meningkatkan resiko
penyakit TB
Riwayat Kesehatan
Populasi prevalensi tinggi
Lebih mudah terpapar dan terinfeksi bacillus
Imigran dari area prevalensi tinggi
Penghuni atau pekerja di penjara, pabrik dll
Fasilitas Long term care
Kontak langsung dengan penderita active TB
Riwayat Kesehatan
Populasi resiko tinggi
Lebih mudah berkembang dari infeksi menjadi active
TB
HIV (+) atau penyakit immunodeficiency lainnya
Chronic Renal Failure
Diabetes Mellitus
Alcoholics
Malnutrisi
Maligancy
Gastrectomy
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik
Batuk produktif dan lama (durasi ~3 minggu)
Nyeri dada
Hemoptysis
Demam/Menggigil
Keringat di malam hari
Hilang nafsu makan
Penurunan BB
Fatigue
Chest X-Ray
Chest X-Ray
Tampilan radiograph klasik
Infiltrasi
Cavitation
Fibrosis
Pembesaran hilar & mediastinal lymph node
Reaksi TB
Classically fibrocavitary apical disease
Primary TB
Knsolidasi lobus middle atau lower
Chest X-Ray
Abnormalitas seringk
ali terlihat pada segm
en apical atau posteri
or dari lobus atas ata
u segmen superior da
ri lobus bawah

Pada individu dgn HI


V-positive mungkin di
dapatkan hasil yg ber
beda
cavity in patients RUL
classic" for adult-type, reactivation
Classic adult TB CXR

PA view
diffuse parenchymal
disease dgn multiple
cavities & bulla forma
tion di sblh kiri
Pemeriksaan sputum
(+)
Chest X-Ray
Tidak ada pola X-ray yang typical absolut
TB
10-15% pasien yang pemeriksaan kulturn
ya (+) tidak didiagnosa dgn X-ray
40% pasien yang didiagnosa menderita T
B berdasarkan pemeriksaan x-ray saja, tid
ak memiliki active TB
Evaluasi berdasarkan
pemeriksaan X-ray msbbkan
over-diagnosis TB
Over-
diagnosis

NTI, Ind J Tuberc, 1974


Pemeriksaan Bacteriologic
Pengumpulan Specimen
Dari 3 spesimen sputum untuk pemeri
ksaan smear & culture
Individu yang tidak mampu mengeluarka
n sputum
rangsang sputum
bronchoscopy
gastric aspiration
Ikuti infection control precautions selama
pengumpulan spesimen
3 Specimens
Three specimens optimal
Specimen pada kunjungan pertama; wadah s
putum diberikan pada pasien
Sputum di pagi hari pada hari berikutnya
Specimen saat kunjungan kedua
3 sputum smears optimal
Jumlah sampel sputum yang dibutuhkan

Secara keseluruhan pemeriksaan sputum


berkaitan dengan :
Kuantitas sputum (sedikitnya 5 mL)
Kualitas sputum
Sampel multiple diambil pada waktu yang be
rbeda
3 sampel diambil minimum berjarak 8 jam denga
n salah satunya diambil di pagi hari
Penatalaksanaan Medis
Agen yg Dosis Efek samping yg Ket :**
umum harian paling umum
digunakan dewasa
Isoniazid 300 mg Neuritis perifer, Bakterisid
hipersensitivitas
Rifampin 600 mg Hepatitis, mual Bakterisid
muntah
Streptomisin 15mg/ kg Kerusakan NC VIII, Bakterisid
nefrotoksik
Pirazinamid 25mg/ kg Hiperurisemia, Bakterisid
hepatotoksik
Etambutol 15mg/ kg Neuritis optik, ruam Bakteriostatik
kulit
Penataklaksanaan Medis
Obat Anti TB (OAT) kombinasi sedikitny
a 2 obat yg bsifat bakterisid
2 Fase :
Fase awal intensif, memusnahkan populasi basil
Fase lanjutan, sterilisasi basil/ bakteriostatik
Terapi Diet
Untuk memperbaiki & mencegah kerusakan j
aringan
Pencegahan
Bacillus Calmette-Guerin (BC
G) vaccine infant
Surveilance untuk transmisi T
B
Edukasi masyarakat
Diagnosa Keperawatan
Bersihan jalan nafas tidak efektif bd sekre
si tracheobronkial >>
Ketidakpatuhan terhadap regimen pengo
batan
Intoleransi aktivitas bd keletihan, peruba
han status nutrisi & demam
Kurang pengetahuan ttg regimen pengob
atan & tind kesehatan preventif
Masalah Kolaboratif
Malnutrisi
Efek samping terapi obat-obatan
Resistensi banyak obat
Penyebaran infeksi TB (TB miliaris)
QUESTIONS
DONT SHOUT OUT Please ra
ise your hand