Anda di halaman 1dari 74

PENYAKIT PARASIT PADA

SISTEM PERNAPASAN

dr. ISTIANA, M.Kes


Parasit yang menyerang
sistem pernapasan
Mikrofilaria
W.bancrofti / B.malayi
Pneumocystis jiroveci
Paragonimus westermani
Dermatophagoides spp
Tropical Pulmonary
Eosinofilia
Peny. Sistemik pada orang yang
tinggal di daerah endemis
Wuchereria bancrofti dan Brugia
malayi
Bisa akut / kronik
Distribusi : India, Asia Tenggara,
Pasifik selatan, Afrika Utara,
Amerika Selatan
Etiologi
Mikrofilaria dari W.bancrofti atau
B.malayi
Wuchereria bancrofti
(Bancroftian Filariasis)
Cacing dewasa :
lymphatic vessel &
lymphe node human
Mf : darah
densitas malam
hari
Morfologi :

- cacing dws warna


putih
- betina 2x jantan
- uk.80-100 mm x
0,2-0,3 mm
microfilariae : p =
230 m-275m,
sheathed, its body
is gently curved,
and the tail is
tapered to a point.
Epidemiology
Tersebar di daerah tropis dan subtropis
Indonesia: endemis dgn prevalensi rendah
(sumatra, kalimantan, sulawesi, lombok
timur)
Dua bentuk :
1. sub periodik diurnal (polynesia, new
calidonia)
2. periodik nokturna (sahara africa, west
africa) : vektor anophelin & culex
Determinating factors
- Man, Vektor, lingkungan : faktor
determinan variasi bentuk W.bancrofti
- Prevalensi, derajat infeksi & symtom
berhubungan dengan intensitas
transmisi
- Vektor :
Nyamuk anopheles lokal dan culicine
Brugia Malayi
Ditemukan di Malaysia, India,
Srilanka, Indonesia, New Zealand,
Thailand dan Vietnam serta
sebagian Cina, Korea, dan kepulauan
Hachijo-shima di Jepang. Distribusi
spesies ini overlapping dengan
W.bancrofti
Menyebabkan inflamatory & cronic
obstructive disease
Adenolymphangitis ekstremitas
2 bentuk : periodik nokturna &
subperiodik nokturna
Vektor penyakit : Mansonia,
Pada kepulauan Hachijoshima
vektornya adalah Aedes.
Hospes reservoir kera, anjing dan
kucing.
Morfologi
Larva berbentuk
panjang dgn
sheated dan
panjang 175-230
m.
Cacing dewasa
berukuran
W.bancrofti
Patogenesis
Belum diketahui pasti
Diduga karena hipersensitifitas
terhadap mikrofilaria
Hiperreaktivitas humoral (IgE
total, anti filaria IgE dan IgG)
Patologi
Lesi awal : infiltrat histiosit dalam
jaringan interstitial dan alveolar
Lesi lanjutan : sel infiltrat
terutama eosinofil, limfosit dan
histiosit berbentuk nodular
Gejala Klinis Awal
Malaise,demam ringan / sedang,
anoreksia,
Keluhan ringan saluran napas
atas
Berlangsung selama 14 minggu
Pembesaran limpa (sering)
Gejala Klinis Lanjut
Serangan sesak dan batuk hebat
mendadak setiap malam
Batuk : tidak produktif
Keringat (+), wheezing (+)
(mirip asma bronkiale)
Pemeriksaan fisik
Tidak khas
Kadang ada wheezing, ronki dan
krepitasi
Pembesaran KGB tu. pada anak
Laboratorium
Eosinofil darah > 2000/ml
IgE total meningkat, > 5000/ml
Antibodi anti filaria (+)
LED meningkat
Mikrofilaria sulit ditemukan
Foto Thoraks
Gambaran lesi interstitial luas
(bercak miler difus di hilus dan
basal kedua paru)
Kronik : pembesaran hilus /
corakan bronkovaskular yang
meningkat
Jarang : pneumotoraks dan
cavitasi
Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik dan
laboratorium
Foto thoraks
Diagnosis pasti : parasit (+)
Kriteria Diagnosis
Kriteria mayor :
1. Gejala paru : batuk interminten,
terutama malam hari disertai sesak
napas
2. Eosinofilia darah > 2000 /ml
3. Titer antibodi anti filaria
meningkat
4. Terapi dietilkarbamazin 6 mg /kgbb /
hari, 3 kali/hari selama 21 hari
memberikan respon klinik yang baik
Kriteria minor
1)Tinggal di daerah endemik (beberapa
bulan)
2) Terdengar ronki pada pemeriksaan
fisik
4) Foto toraks : bercak milier difus
terutama di hilus dan basal kedua paru
5) LED meningkat
6) Gejala nonspesifik : lemah, cepat
lelah, anoreksia berat badan menurun.
Diagnosis diduga positif
eosinofilia paru tropik bila
ditemukan seluruh kriteria mayor
atau bila salah satu kriteria
mayor tidak ada paling tidak
harus disertai dengan 3 gejala
minor
Terapi
DEC oral dengan dosis 6
mg/kgbb/hari, 3 kali/hari selama
3 minggu (rekomendasi WHO)
Ivermectin : antibiotika makrolid
yang efektif membunuh
mikrofilaria
Pencegahan
Sama seperti pencegahan infeksi
filaria
Pneumocystis jiroveci
- Menyebabkan Pneumo cystis pneumonitis
(PCP)
- Penyakit oportunistik yg umum terjadi pada
orang dengan sistem imun yang menurun
- Taxonomi :
Lebih mirip jamur dibandingkan protozoa :
* rRNA sequences (lokus 18s ribosom)
* thymidylate synthase
* dihydrofolate reductase
* beta tubulin
* mitochondrial DNA
* chitin in the cell wall
Cara masuk : tidak diketahui, krn
parasit smp saat ini hanya ditemukan
pada paru diduga : inhalasi
Pada sebagian besar individu :
bersifat dormant
Pada individu yg peka : parasit
berkembang dlm jumlah masif.
Pneumonitis cenderung terjadi pd
orang dengan kegagalan imunitas yg
diperantarai sel (plg banyak pada
AIDS).
Malnutrisi berat dan orang dengan
pengobatan imunosupresif pada
kanker atau transplantasi organ
peka terhadap infeksi ini.
Parasit dapat ditemukan pada
paru tikus, kelinci, sapi, domba,
kambing, simpanse dan manusia.
70% penduduk dunia diperkirakan
memiliki antibodi terhadap
P.jiroveci
Patogenesis
Masuk mll inhalasi
berikatan dgn sel alveolar tipe 1
proliferasi exudat
eosinofilik berbuih dan mengisi
rongga alveolar oksigenasi
menurun interstitial
menebal fibrosis
Gejala Klinis :
- Batuk
nonproduktif
- Sesak napas
- Demam
Pemeriksaan fisik:
tidak spesifik
Rontgen : diffuse
interstitial / perihilar
infiltrates
Faktor Risiko
Kekurangan T cell immunity
HIV AIDS :
- CD4+ T-lymphocyte cell count
<200
per mm3
- Unexplained fever of >37.7C
- History of oropharyngeal
candidiasis
- Previous episode of PCP
Diagnosis
biopsi terbuka paru
Sputum induction
Bilas bronkoalveolar dengan
bronkoskopi

dibuat spesimen dengan


pengecatan methenamine silver
Pneumocystis carinii
http://www.doctorfungus.org

Genus/Species: Pneumocystis carinii Title: EM Image of Pneumocystis carinii


Image Type: Microscopic Morphology Disease(s): Pneumocystis pneumonia

Legend: An electron micrograph of P. carinii cyst from rat lung tissue.


Pneumocystis carinii
http://www.doctorfungus.org

Genus/Species: Pneumocystis carinii Title: Pneumocystis carinii-infected


Image Type: Microscopic Morphology Rat Lung Tissue
Disease(s): Pneumocystis pneumonia
Legend: An H&E stain of a rat lung infected with P. carinii. It does not show any organisms, but shows the
proteinaceous exudate which results from Pneumocystis infection, and ultimately causes reduced gas exchange.
Pneumocystis carinii
http://www.doctorfungus.org

Genus/Species: Pneumocystis carinii Title: Pneumocystis carinii Silver Stain


Image Type: Microscopic Morphology Disease(s): Pneumocystis pneumonia

Legend: A silver stain of P. carinii cysts from rat lung tissue showing the typical 'deflated ball' shape.
Pneumocystis carinii
http://www.doctorfungus.org

Genus/Species: Pneumocystis carinii Title: EM Image of Pneumocystis carinii


Image Type: Microscopic Morphology Disease(s): Pneumocystis pneumonia

Legend: An electron micrograph of a P. carinii troph from rat lung tissue, showing its binding
to a type I pneumocyte.
Pengobatan
PCP Ringan - Moderat (oral
regimens)
First choice : Trimethoprim-
sulfamethoxazole Second choice :
Trimethoprim (Proloprim) dan
dapsone atau
Clindamycin
(Cleocin) dan primaquine
Third choice : Atovaquone (Mepron)
Pengobatan
PCP Moderat - berat (IV
regimens)
First choice : Trimethoprim-
sulfamethoxazole Second choice :
Trimetrexate/leucovorin dan oral
dapsone atau
Clindamycin
(Cleocin phosphate) dan
primaquine oral
Third choice : Pentamidine
Pengobatan
Untuk pdx AIDS : 3 minggu
Individu lain : 2 minggu
Oksigenasi sangat penting dlm
penanganan awal.
Prognosis
Pasien dengan kegagalan
pernapasan : buruk
Pencegahan
Pemberian profilaksis dgn
trimetoprim-sulfametoksazol atau
dapson
TREMATODA PARU
PARAGONIMIASIS
TREMATODA PARU
PARAGONIMIASIS
Distribusi
Kosmopolitan : Cina 10 juta
penduduk
Dunia 20 juta
penduduk
Klasifikasi
Phylum : Plathyhelminthes
Class : Trematoda
Subclass : Digenea
Order : Plagiorchiida
Suborder : Troglotremata
Family : Paragonimidae
Genus : Paragonimus
Spesies : P.westermani
Miyazaki (1978) : ada 2 jenis
P.westermani, yaitu P.pulmonalis
dan P.westermani
P.pulmonalis : lebih besar, jumlah
kromosom 33
P.westermani : lebih kecil, jumlah
kromosom 22
Perbedaan :
P.westermani :
- memiliki seminal receptacle
yg berisi
sperma
- uk.telur, larva dan dewasa >
kecil
- ditemukan di Asia bag.tropis
Perbedaan
P.pulmonalis :
- berisi telur dan sel viteline
- distribusi : Jepang, Korea dan
Taiwan
Ultrastruktur
Kim et al (1987) : menemukan 3 tipe
sensory papilae :
- large / non siliata (3-5 mikron) di
oral (12-13
buah) dan di ventral ( 6 buah)
- small (2-3 mikron) di ventral (30-32
psg), dorsal (40-42 psg)
- papila siliata di oral sucker (0,8-1,5
mikron)
di ventral dan dorsal (3-5 psg)
Ultrastruktur
Spina memanjang dr ant post
menutupi permukaan
metaserkaria kcl disekitar lubang
eksretori.
Spina berasal dari membran
dasar tegumen
Morfologi P.westermani
Telur
- ukuran 85 m x 53 m (antara: 68
118m x 39 - 67m).
- warna kuning kecoklatan, ovoidal atau
memanjang, kulit tebal dan
asimetrik di salah satu sisinya
- telur dikeluarkan mll bronkiolus, tdp
pd
sputum, atau tertelan dan keluar
bersama
feses
Telur P.westermani
Cacing Dewasa
- dalam kista di parenkim paru
(bronkiolus) manusia, serigala
keluarga feline.
- Berbentuk bundar lonjong seperti
biji
kopi ukuran 8-12 x 4-6 mm warna

coklat tua.
Cacing dewasa
Siklus hidup
Epidemiologi
Infeksi terjadi karena memakan
ketam atau udang yang dimasak
kurang matang yang
mengandung metaserkaria
infektif. Daerah endemis di dunia
adalah Cina, Filifina, Nigeria dan
Cameroon.
Patogenesis dan
patologi
Jalur migrasi : duodenum dinding
usus rongga abdomen diafragma
rongga pleura bronkiolus
Tergantung pada jalur migrasi larva
dan jaringan tempat mereka tinggal.
Reaksi alergi dan toksik mrpkn dasar
patogenesis paragonimiasis
Lesi granulomatus, kista tebal serta
abses dan kalsifikasi.
Patogenesis dan gejala
Metabolisme parasit :
- adanya aktivitas polyphenol
oxidase
dari kelenjar vitelin dan telur
- Asam amino yang berasal dari
kista
(alanin, metionin, valin, leusin,
lisin,
arginin, tirosin, proline dan histidin
2 teori patogenesis
pembentukan kista
Theory of softening of the lung
tissue:
Parasit menekan jaringan parenkim
paru dan alveoli, bronkiolus dan
kapiler shg menyebabkan inflamasi
yg diikuti pembentukan ruang kista
dikelilingi jaringan fibrosa kista
parasit tissue
The bronchiectatic tipe :
lapisan epitel kolumnar melapisi
bagian dalam kista, diikuti
pembentukan bundel otot pada
dinding kista
Reaksi alergi ditandai : epiteloid
tuberkel, plasma sel dan eosinopil
Beratnya gejala tgt pd : lamanya
infeksi, jumlah parasit dan reaksi
jaringan
Perubahan patologi :
- pleuritis fibrinosa dgn perdarahan
superfisial
- infiltrasi sel inflamasi di usus (hr
ke-8),
liver dan diafragma (hr ke-15)
Hemoragic bronkopneumonia dpt terjadi
pd hari ke-45
Proliferasi sel alveolar di sekitar cacing
(hr-45)
Kista parasit dikelilingi skar fibrosa dan
infiltrasi sel inflamasi dlm jumlah besar
(hr ke-60)
Hari ke 120, perdarahan tampak di
lumen bronkiolus dan pleura menebal.
Lab : hipergammaglobulinemia,
eosinofilia ringan moderat,
peningkatan LED
Manifestasi klinik
Demam ringan, batuk produktif, nyeri
dada dan sputum berwarna
kecoklatan bercampur darah.
P.miyazakii di Jepang : efusi pleura
dan pneumotoraks
Paragonimiasis serebral : meningitis
eosinofilia (nyeri kepala, kejang,
hemiplegi dan keterlibatan visual).
Diagnosis
1. Gejala klinis
2. Pemeriksaan fisik : tidak khas
3. Menemukan telur di dalam sputum,
feses, cucian lambung dan jaringan
4. Test serologi: IgG dan IgM
5. Pemeriksaan radiologi : infiltrasi pd
paru spt awan, gambaran nodular,
bintik kalsifikasi dan penebalan
pleura serta efusi pleura
6. Diagnosis laboratorium :
Peningkatan eosinofilia, IgE
Pengobatan
Long regimen (Bithionol S oxide
100 mg/kgbb/hari, dan Niclofan)
Drug of choice : Praziquantel
Obat lain : triclabendazole
Pencegahan
health education (masalah
makanan serta cara memasak
yang sesuai dengan kesehatan)