Anda di halaman 1dari 25

JENIS-JENIS STRUKTUR

SISTEM RANGKA BATANG 2 DIMENSI


o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
o Sambungan ujung-ujung batang dianggap sendi sempurna
o Beban luar harus berada di titik buhul
o Posisi tumpuan (sendi atau roll) berada di titik buhul
o Semua elemen batang hanya mengalami gaya aksial (tarik/tekan)
SISTEM RANGKA BATANG 3 DIMENSI
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam ruang
3-dimensi.
o Sambungan ujung-ujung batang dianggap sendi sempurna
o Beban luar harus berada di titik buhul dengan arah sembarang dalam
ruang 3-dimensi
o Posisi tumpuan (sendi atau roll) berada di titik buhul
o Semua elemen batang hanya mengalami gaya aksial (tarik / tekan)
SISTEM PORTAL 2 DIMENSI
Struktur terbentuk dari elemen-
elemen batang lurus yang dirangkai
dalam bidang datar
Sambungan antar ujung batang
diasumsikan kaku sempurna namun
dapat berpindah tempat dalam
bidang strukturnya dan dapat
berputar dengan sumbu putar tegak
lurus bidang struktur tersebut
Beban luar yang bekerja boleh pada
titik buhul maupun sepanjang batang
dengan arah sembarang namun
sebidang
Tumpuan (sendi, rol atau jepit) harus
berada pada titik buhul
X
Gaya dalam yang bekerja adalah gaya
aksial, momen lentur dan gaya geser
Y
SISTEM BALOK MENERUS
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai
dalam bidang datar
o Beban yang bekerja didominasi pada arah tegak lurus
sumbu batang
o Posisi tumpuan dapat berada di sepanjang bentang batang
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya aksial, momen lentur
dan gaya geser
SISTEM BALOK SILANG
o Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang dirangkai dalam
bidang datar
o Sambungan diasumsikan kaku sempurna namun dapat berpindah
tempat pada arah tegak lurus bidang struktur dan dapat berputar
o Beban yang bekerja boleh berada di titik buhul maupun sepanjang
batang dengan arah harus tegak lurus bidang struktur
o Posisi tumpuan (jepit/sendi) harus berada di titik buhul
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya geser, momen lentur dan
momen torsi

X
Y
Z
SISTEM PORTAL 3-
o DIMENSI
Terbentuk dari elemen-elemen batang lurus yang
dirangkai dalam ruang 3-dimensi
o Sambungan diasumsikan kaku sempurna namun dapat
berpindah tempat dan berputar dalam ruang 3-dimensi
o Beban luar bekerja pada titik buhul maupun di
sepanjang batang dengan arah sembarang
o Gaya dalam yang terjadi berupa gaya aksial, momen
lentur (2 arah), momen torsi dan gaya geser (2 arah)

Z
Y
X
DERAJAT KEBEBASAN
Derajat Ketidak-Tentuan
Statis
Bila struktur termasuk jenis Struktur Statis Tak Tentu, maka
untuk bisa diselesaikan dengan persamaan kesetimbangan,
struktur tersebut dibuat menjadi Struktur Statis Tertentu.
Sedangkan banyaknya kelebihan gaya, merupakan derajat
ketidaktentuan statis dari struktur tersebut.
Contoh:

Derajat ketidak-tentuan statis =


1

P
MA MB
A Derajat ketidak-tentuan statis =
2
RA
Derajat Ketidak-Tentuan
Kinematis
Derajat ketidak-tentuan kinematis adalah
banyaknya displacement (translasi dan rotasi) yang
belum diketahui pada suatu struktur.
Contoh:

Derajat ketidak-tentuan kinematis =


1

P
MA MB
A B
Derajat ketidak-tentuan kinematis =
0
RA RB
PERPINDAHAN
Deformasi Aksial
Akibat gaya P searah batang, maka batang akan
mengalami deformasi aksial dan menimbulkan
perpindahan translasi searah sumbu batang.

A = luas penampang
E = modulus elastisitas
L = panjang batang
Deformasi
Lentur
Akibat momen lentur (M), batang akan mengalami
deformasi lentur dan menimbulkan perpindahan berupa
translasi searah tegak lurus sumbu batang () dan rotasi
terhadap sumbu yang tegak lurus bidang struktur ()
Mc
c 1
Iz
Mc2
t
Iz
My
x
Iz
x My
x
E EI z
dx M M
d x dx d L x d L x dx
y EI z EI z
L L
M M ML2
d dx d L x dx
0
EI z 0
EI z 2 EI z
Deformasi
Geser
Akibat gaya geser (V), batang akan mengalami deformasi
geser dan menimbulkan perpindahan berupa translasi
tegak lurus sumbu batang (s).

f = shape
factor

V .Q
tegangan geser Regangan geser
I zb G
V .dx E
d G 6/5 10/9 2
GA 21
f .P
L
f .P.L G. A
s d shear rigidity
G. A 0
dx f
G. A
Deformasi
ATorsi
kib at m om en torsi (T), b atan g akan m en g alam i d eform asi
torsi d an m en im b u lkan p erp in d ah an b eru p a rotasi
terh ad ap su m b u yan g teg ak lu ru s b id an g stru ktu r ().

T .r .R 4
J momen inersia polar
J 2
T .R
max GJ kekakuan torsi
J
T .r

G G.J
max T .R
max
G G.J

max T
L
T
d dx dx d dx
R GJ 0
GJ
P ER SA M A A N A K SI-D EFO R M A SI
P
A, E, L B
PL
B
AE
P ER SA M A A N A K SI-D EFO R M A SI

12 EI 12 EI
L3 L3 Pb 2
6 EI 6 EI 3a b Pa 2
a 3b
L2 L2
L3 P L3
Pab2 Pa 2b
L Pa 3b 3
L2 L2

3EIL3
a b
L

qL qL
2 q 2 qL4
1

L
2
384 EI
qL2 qL2
12 12
PRIN SIP SU PERPO SISI
Pengaruh total pembebanan struktur adalah
jumlah dari pengaruh masing-masing pembebanan
yang dikerjakan sendiri-sendiri secara terpisah.

RA RA1 RA 2
RB RB1 RB 2 D D1 D2
A A1 A 2
M B M B1 M B 2
SU PERPO SISIPEM BEBAN AN
Metode Analisis Struktur dengan
Matriks
Metode gaya
Gaya merupakan variabel utama yang tidak
diketahui
D F A
Dimana D adalah displacement/perpidahan, F adalah
fleksibilitas dan A adalah aksi/gaya. Satuan F =
panjang/gaya
Metode Kekakuan / Perpindahan
Perpindahan merupakan variabel utama yang tidak
diketahui
A S D
Dimana S adalah stiffness/kekakuan.
Satuan S = gaya/panjang
PENGERTIAN FLEKSIBILITAS DAN KEKAKUAN
A
A,E,L
A
D D
Persamaan perpindahan: Persamaan gaya:
D FA A SD
F = fleksibilitas (panjang/gaya) S = kekakuan (gaya/panjang)
D = perpindahan
A = gaya
1
Sehingga: F S 1
S
Contoh:
Berdasarkan contoh pada gambar di atas,

L AE
D A A D
AE L
MATRIK KEKAKUAN ELEMEN BATANG
JIKA AKSIAL BATANG DI TINJAU
TRANSFORMASI KOORDINAT