Anda di halaman 1dari 23

POTENSI SEL SURYA SEBAGAI

SUMBER ENERGI RAMAH


LINGKUNGAN

DISUSUN OLEH :

1. BUNGA FARIDA ( 140310140008 )

2. FEBY YULIANA PUTRI ( 140310140018 )


Latar belakang
SOLUSI ????
Salah satu Sumber Energi
yang Ramah Lingkungan
yaitu :

SEL
SURYA
Fotovoltaik
Fotovoltaik adalah konversi langsung cahaya menjadi listrik pada tingkat
atom.Beberapa bahan menunjukkan sebuah properti yang dikenal sebagai
efek fotolistrik yang menyebabkan mereka untuk menyerap foton cahaya
dan melepaskan elektron. Ketika elektron bebas ini ditangkap, dihasilkan
arus listrik yang dapat digunakan sebagai listrik.
PRINSIP SEL SURYA

- Ketebalan sel surya


minimum 0,3 mm
- Terbuat dari
semikonduktor dengan
kutub P dan N
- Dengan prinsip dasar evek
fotovoltaik seperti yang
ditunjukan pada gambar
disamping ( mengubah
langsung cahaya matahari
menjadi energi listrik)
Sel surya konvensional
bekerja menggunakan
prinsip p-n junction, yaitu
junction antara
semikonduktor tipe-p dan
tipe-n. Semikonduktor
adalah sebuah bahan dengan
konduktivitas listrik yang
berada diantara konduktor
dan isolator.
SEMIKONDUKTOR P-N JUNCTION
Ilustrasi cara kerja sel surya dengan prinsip p-n
junction
JENIS-JENIS SEL SURYA
1. Monocrystalline : efisiensi 15% - 20%.

2. Polycrystalline : efisiensi 13% - 16% .


.3. Thin Film Solar Cell (TFSC) :
a. Thin Film Solar Cell (TFSC) efisiensi : 6%-8%
b. Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cells. Efisiensi : 9% - 11%.
c. Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cells.
Efisiensi : sekitar 10% - 12%.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEL
SURYA

1. Ambient air temperature


2. Radiasi matahari
3. Kecepatan angin
4. Posisi letak sel surya terhadap matahari
KONDISI SEL SURYA SAAT INI
Hingga saat ini total energi listrik yang dibangkitkan dengan sel surya di
seluruh dunia baru mencapai sekitar 12 GW (bandingkan dengan total
penggunaan listrik dunia sebesar 10 TW). Dari 12 GW tersebut Jerman
merupakan negara terbesar yang telah menginstall sel surya nya yaitu
sebesar hampir 5 GW. Meskipun begitu setiap tahunnya terjadi peningkatan
produksi solar cell dimana pada tahun 2008 total produksi sel surya di
seluruh dunia telah mencapai angka 6,22 GW.
POTENSI PEMBANGKIT LISTRI TENAGA SURYA DI
INDONESIA
Intensitas Radiasi Matahari di indonesia
terlihat bahwa Nusa Tenggara Barat dan Papua mempunyai intensitas radiasi matahari
paling tinggi di seluruh wilayah Indonesia, sedangkan Bogor mempunyai intensitas radiasi
matahari paling rendah di seluruh wilayah Indonesia. Dalam penelitian potensi PLTS di
Indonesia ini, semua wilayah baik yang mempunyai intensitas radiasi matahari paling
tinggi maupun paling rendah dipertimbangkan.

Secara umum biaya pembangkitan PLTS lebih mahal dibandingkan dengan biaya
pembangkitan pembangkit listrik tenaga fosil, pembangkit listrik tenaga air, minihidro, dan
panas bumi. Tetapi seiring dengan adanya penelitian dari Amerika yang menyatakan bahwa
biaya investasi PLTS di masa datang akan menurun, sehingga dengan dihapuskannya
subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara bertahap dimungkinkan PLTS dapat
dipertimbangkan sebagai pembangkit listrik alternatif.
PLTS ( PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA SURYA)
Pemanfaatan PLTS per
Wilayah
1. pada tahun 2002 total kapasitas terpasang PLTS di wilayah Indonesia
hampir mencapai 3 MWp
2. seiring dengan adanya Bantuan Presiden (melalui BPPT) pada tahun 1996
tentang pemanfaatan PLTS di 15 provinsi di Indonesia, khususnya di
wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi
listrik nasional (PLN) dengan kapasitas 50 Wp per rumah tangga dengan
total unit sebanyak 3.430
3. pemerintah mencetuskan Program Listrik Sejuta Rumah, khususnya untuk 9
provinsi di Kawasan Timur Indonesia yang sampai saat ini telah terpasang
sebanyak 37.800 unit
Kelebihan
plts Kekurangan plts
1. Panel surya ramah lingkungan dan
tidak memberikan kontribusi
terhadap perubahan iklim seperti 1. Kerugian utama dari tenaga surya
pada kasus penggunaan bahan bakar adalah bahwa jelas energinya tidak
fosil karena panel surya tidak dapat diproduksi di malam hari.
memancarkan gas rumah kaca yang
2. Daya yang dihasilkan juga berkurang
berbahaya seperti karbon dioksida.
pada saat mendung (meskipun energi
2. Panel surya memanfaatkan energi masih diproduksi pada saat mendung)
matahari dan matahari adalah bentuk
3. Keluaran energi panel surya
energi paling berlimpah yang
maksimal ketika panel langsung
tersedia di planet kita.
menghadap matahari. Ini berarti
3. Masa pakainya yang panjang, bahwa panel di lokasi yang tetap,
mecapai 25-30 tahun, menggaransi seperti gedung di atas, akan
penggunanya akan menghemat biaya berkurang produksinya ketika
energi dalam jangka panjang pula. matahari tidak pada sudut yang
. optimal
kesimpulan
Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listik yang dapat digunakan
sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik saat ini.
Beberapa komponen penting pembangkit listrik tenaga surya yaitu solar panel yang
mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik, alat pengatur daya yang berfungsi
mengatur daya yang dihasilkan dari solar panel, baterai/aki untuk menampung hasil
daya dari solar panel, dan inverter DC-AC untuk mengubah arus listrik DC ke AC
yang dibutuhkan untuk penggunaan alat elektronik saat ini.
Dengan Intensitas radiasi matahari rata-rata di seluruh wilayah Indonesia sekitar
4,8 kWh/m2 yang berpotensi untuk membangkitkan energi listrik dan dapat
digunakan sebagai sumber energi alternatif. Kendala yang dihadapi pada penerapan
PLTS di Indonesia adalah tingginya biaya investasi, piranti utama PLTS yaitu
modul fotovoltaik masih diimpor dari negara lain dan efisiensi dari modul
fotovoltaik hanya sebesar 16% yang menyebabkan harga PLTS per kW masih
sangat tinggi.