Anda di halaman 1dari 12

SISTEM UANG &

PERBANKAN ISLAM
Uang dalam Lintas Pemikir
Ekonomi Islam
Dinar dan Dirham
Orang Arab sudah mengenal dinar dirham
dari sebelum Islam datang
Dinar emas Romawi dibawa oleh para
pedagang dari Syam, dan dirham perak
Persia dari Irak.
Dinar dirham digunakan berdasarkan
beratnya bukan berdasarkan nilai
nominalnya.
Dinar dirham tidak dianggap sebagai mata
uang yang dicetak
Masa Rasulullah
Rasul mengakui muamalah dengan
menggunakan dinar Romawi dan
dirham Persia dan mengakui standar
timbangan yang berlaku.
Dilanjutkan sampai masa khalifah
Abu Bakar Ash-Shiddiq dan pada
awal kekhalifahan Umar bin Khatab.
Masa Khalifah Umar bin
Khatab
Pada tahun ke-8 kekhalifahan (Tahun
20 H) beliau mencetak uang dirham
baru menurut pola dirham Persia
hanya ditambah dengan lafad
Bismillah dan Bismillahi Rabbid
Pada awal pemerintahan Khalifah
Umar pernah ada pemikiran untuk
mencetak uang dari kulit, namun
dibatalkan karena tidak disetujui oleh
sahabat yang lain
Mata Uang di Masa Khalifah
Mata uang dengan ciri khusus baru dicetak oleh
pemerintahan Imam Ali r.a, namun peredarannya masih
terbatas
Mata uang gaya Persia dengan mencantumkan gambar
dan pedang Gubernurnya di Irak.
iyad juga mengeluarkan dirham dengan mencantumkan
nama Khalifah.
Pada masa Ibnu ubair untuk pertama kali dicetak mata
uang dengan bentuk bulat
Baru pada masa Abdul Malik (tahun 76 H) pemerintah
mendirikan tempat percetakan uang dibeberapa tempat
dan uang Khalifah dicetak secara terorganisir dengan
kontrol pemerintah
Ukuran Dinar dan Dirham
Nilai uang ditentukan oleh beratnya.
Mata uang dinar mengandung emas
22 karat terdiri dari pecahan
setengah dan sepertiga dinar
Dirham terdiri dari beberapa
pecahan yaitu 20 dirham (nash), 5
dirham (nawat), 1/60 dirham (sha ira)
Nilai tukar dinar:dirham adalah 1:10
Reformasi Moneter
Pada masa Ibnu Fagih (289 H) nilai dinar menguat
menjadi 1:17 namun kemudian stabil pada kurs 1:15
Reformasi dilakukan oleh Abdul Malik dengan merubah
dirham menjadi 15 karat, 1 dirham = 3,98 gram dan
dinar dikurangi beratnya dari 4,55 menjadi 4,25 gram.
Kejadian yang sama terjadi pada 1000 tahun kemudian
(1792-1834 M) di Amerika yaitu kurs mata uang emas
1:15 sementara di negara-negara Eropa nilai mata uang
emas menguat 1:15,5 sampai 1:16,6 dan Amerika tetap
mempertahankan kurs tersebut sehingga mata uang
emas mengalir ke luar dan mata uang perak masuk ke
Amerika. Kejadian ini dikatakan sebagai Good Money
drivers out bad money(Thomas Gressham, 1857)
Uang Pada Masa Ibnu Taimiyah
(1263-1328M)
Masa pemerintahan raja Mamluk, beredar banyak
jenis mata uang dengan nilai kandungan logam
mulia yang berlainan.
Beredar tiga jenis mata uang yaitu dinar, dirham
dan fulus
Peredaran dinar sangat terbatas, dirham
berfluktuasi kadang-kadang menghilang sedang
yang beredar luas adalah fulus
Fenomena ini yang dirumuskan oleh Ibn Taimiyah
bahwa uang dengan kualitas rendah akan
menendang keluar uang dengan kualitas baik
Fullus
Fullus merupakan uang tembaga yang diperkenalkan
pada masa Sultan Kamil Ayyubi karena desakan
kebutuhan masyarakat akan mata uang dengan
pecahan kecil
Keadaan memburuk ketika Fullus dicetak dalam jumlah
yang sangat besar oleh pemerintahan bani Mamluk
dengan nilai nominasi yang lebih besar dari kandungan
tembaganya.
Menyadari kekeliruannya Sultan Kiburgha menyatakan
fullus ditentukan nilainya dari berat bukan dari
nominasinya.
Dengan mengimpor tembaga, pabrik percetakan fullus
didirikan di Kairo dan Alexandria
Fullus
Fullus dipergunakan secara luas, dirham hilang dari
peredaran dan inflasi membumbung tinggi.
Kandungan tembaga dalam fullus banyak berkurang
Ibnu Taimiyah menasihati Sultan untuk
menghentikan turunnya nilai uang dan menentang
pencetakan uang yang berlebihan, beliau
menyarankan untuk berhenti berbisnis uang,
dengan menyarankan agar biaya percetakan uang
diambil dari Baitul Maal (APBN)
Pada masa ini akhirnya fullus dinyatakan tidak
berlaku dan pemerintah mengeluarkan mata uang
baru
Poin Penting dari Ibnu
Taimiyah
Perdagangan uang akan memicu inflasi
Hilangnya kepercayaan masyarakat akan
stabilitas uang akan mencegah orang
melakukan kontrak jangka panjang dan
mendalimi golongan masyarakat yang
berpenghasilan tetap.
Perdagangan domestik akan menurun karena
kekhawatiran stabilitas nilai uang
Perdagangan internasional akan menurun
Logam berharga akan mengalir ke luar negara
Uang Menurut Al-Ghaali
Uang diibaratkan cermin, tidak
mempunyai harga namun dapat
merefleksikan harga semua barang
(direct utility function dalam teori
neo-klasik)n