Anda di halaman 1dari 30

HIPERTENSI

Gabriella Diandra Nurbianto


G99142118

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD Dr. MOEWARDI
SURAKARTA
2015
Contoh KASUS
Nama : Ny.N

Umur : 52 Tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Agama : Islam

Pekerjaan : PNS

Alamat : Boyolali, Jawa Tengah

Tanggal Pemeriksaan : 1 2014


Keluhan ini telah dirasakan hilang timbul sejak
Riwayat
Riwayat Kebiasaan
Pemeriksaan fisik
Vital Sign
Keadaan
Kepala
Bentuk kepala normal, mata konjungtiva pucat, pupil
isokor, reflek cahaya +/+
Leher
Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Jantung
Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi dalam batas
normal
Pulmo
Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi dalam batas
normal
Abdomen
Inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi dalam batas
normal
Definisi
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
darah persisten dimana tekanan sistoliknya
di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik
diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut usia,
hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90
mmHg (Sheps, 2005).
Klasifikasi
Tekanan Sistolik Tekanan Diastolik
Klasifikasi
(mmHg) (mmHg)

Normal <120 <80

Pre Hipertensi 120-139 80-89

Stadium I 140-159 90-99

Stadium II 160 100


Patogenesis
1. Curah jantung dan tahanan perifer
2. Sistem Renin-Angiotensin
3. Sistem Saraf Otonom
4. Disfungsi Endotelium
Gejala Klinis
Nyeri kepala, kadang-kadang disertai mual dan
muntah
Penglihatan kabur akibat kerusakan retina
Ayunan langkah yang tidak mantap akibat
susunan saraf pusat telah rusak
Nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal
dan filtrasi glomerolus
Edema dependen dan pembengkakan akibat
peningkatan tekanan kapiler
Penatalaksanaan
target tekanan darah <140/90 mmHg,
untuk individu beresiko tinggi (diabetes,gagal
ginjal proteinuri) <130/80 mmHg
TUJUA penurunan morbiditas dan mortalitas penyakit
kardiovaskuler
N mengahambat laju penyakit ginjal proteinuri
NON MEDIKAMENTOSA
a. menghentikan merokok

b. menurunkan berat badan yang berlebihan

c. menurunkan konsumsi alkohol yang berlebihan

d. latihan fisik

e. menurunkan asupan garam

f. meningkatkan konsumsi buah dan sayur

g. menurunkan asupan lemak


Tujuan Terapi
Menurunkan tekanan darah sampai <140/90 mmHg.
Modifikasi Gaya Hidup
Berhenti merokok.
Farmakologis
Jenis-jenis Diuretika, terutaman jenis thiazid atau aldosterone antagonist
obat
antihipertensi Beta bloker (BB)
untuk terapi
farmakologis Calcium Channel Blocker atau Calcium Antagonist
hipertensi
yang
Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACE Inhibitor)
dianjurkan
oleh JNC 7
adalah : Angiotensin II Receptor Blocker atau AT1 receptor antagonist/blocker (ARB)
Farmakologis
Diuretik
Farmakologis
Diuretik Kuat
ACE - Inhibitor
Mekanisme:
renin ACE
Angiotensinogen ---- Ang I ------- Ang II (efek vascon kuat) -----
Aldosteron (volume darah)

Indikasi :
1. HT ringan, sedang, berat.
2. Hipertensi pada pasien DM (terbukti memiliki efek mengurangi
resistensi insulin), obesitas dan penyakit jantung kongestif
(meringankan beban jantung krn menurunkan volume)

Efek sinergis dengan pemberian diuretic


Efek adiktif bila dikombinasi dengan beta blocker.
Penghambat Reseptor Angiotensin
(Arb)

Mekanisme
inhibitor kompetitif dari resepptor Angiotensi II (tipe I).
Pengaruhnya lebih spesifik pada Ang II dan mengurangi atau
sama sekali tidak ada produksi/metabolisme bradikinin

Contoh: Losartan, valsartan, candesartan,


irbesartan, telmisartan, eprosartan, zolosartan
Beta Blocker
Mekanisme
1) menurunkan frekuensi jantung menurunkan stroke volume -> menurunkan tekanan darah
2) menghambat sekresi renin di sel jukstaglomerular ginjal menurunkan produksi angiotensin
II
3) efek sentral menurunkan kerja syaraf simpatis dan menambah sensitifitas baroreseptor

Efek penurunan tekanan darah berlangsung lebih lambat, efek setelah 24 jam 1 minggu

Lebih efektif untuk pasien muda, kurang efektif untuk pasien tua

Indikasi:
pasien dgn HT ringan sedang, pasien jantung coroner (post Infark miocard
akut), pasien aritmia supraventrikel
Kontraindikasi:
pasien asma bronchial (beta blocker memicu bronkospasme), pasien DM (sebaiknya
diberikan Beta1-blocker karenaefek hiperglikemia lebih rendah)
Antagonis Calsium
MK: menghambat influx kalsium pada otot polos, pembuluh darah dan m
relaksasi arteriole penurunan resistensi perifer

Pada orang tua dapat memberikan efek hipotensi berlebihan

Kadar puncak cepat, sehingga penurunan TD cepat, dapat menginduks


miocard atau serebral

Waktu paruh umumnya pendek, harus diberikan 2-3x sehari

Metabolisme di hati, hati-hati penggunaan pada pasien lansia atau siros

Bisa diombinasi dengan ACE-inhibitor atau beta blocker, namun kombin


diuretic tidak jelas meningkatkan efek antihipertensi antagonis cals
Cont
oh
Rese
p
Pembahasan
Obat
Hidrochlorotiazid
Indikasi Kontra indikasi Mekanisme kerja :
pengobatan udem akibat gagal
hipokalemia yang refraktur Bekerja pada tubulus distal untuk
jantung hiponatremia menurunkan reabsorpsi Na+
pengobatan hipertensi, baik hiperkalsemia dengan menghambat kotransporter
sebagai obat tunggal atau gangguan ginjal dan hati yang Na+/Cl- pada membran lumen.
kombinasi dengan obat hipertensi berat
lain. hiperurikemia yang simptomatik
penyakit adison

Dosis Efek samping :


Edema : dosis awal 12,5-25 mg, hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan
kurangi untuk pemeliharaan impotensi (reversibel bila obat dihentikan);
jika mungkin; untuk pasien hipokalemia, hipomagnesemia, hiponatremia,
dengan edema yang berat dosis hiperkalsemia, alkalosis hipokloremanik, hiperurisemia,
awalnya 75 mg sehari pirai, hiperglikemia, dan
Hipertensi : dosis awal 12,5 peningkatan kadar kolesterol plasma;
mg sehari; jika perlu jarang terjadi ruam kulit, fotosensitivitas,
ditingkatkan sampai 25 mg gangguan darah (termasuk neutropenia dan trombositopenia, bila
pada pagi hari diberikan pada masa kehamilan akhir);
pankreatitis, kolestasis intrahepatik dan reaksi hipersensitivitas .
Paracetamol
Paracetamol merupakan obat analgetik non
narkotik dengan cara kerja menghambat sintesis
prostaglandin terutama di sistem saraf pusat
(SSP). Efek analgesic paracetamol serupa
dengan salisilat yaitu menghilangkan atau
mengurangi nyeri ringan sampai sedang.
Pada kasus ini, paracetamol digunakan untuk
menghilangkan nyeri kepala bila diperlukan.
Terima
kasih