Anda di halaman 1dari 10

Digital Video

Broadcasting
Terrestrial -
Demodulasi

Arif Putra Adhitama


135060301111038
Galoh Utomo 135060301111047
Ramadhona Ashiddiqy
135060307111017
D I G I TA L V I D E O
BROADCASTING -
TERESTRIAL(DEMODULASI)

Digital Video Broadcasting -


TerestrialatauDVB-Tadalah teknologi standar
penyiarantelevisi digitalyang saat ini banyak
digunakan di seluruh dunia untuktransmisitelevisi
terestrial.
Demodulasi adalah proses suatu sinyal modulasi
yang dibentuk kembali seperti aslinya dari suatu
gelombang pembawa (carrier wave) yang
termodulasi oleh rangkaian
S TA N D A R T D V B -T
Standar terrestrial untuk transmisi program TV digital ditentukan dalam

ETS 300744 yang berhubungan dengan proyek DVB-T. Kanal DVB-T bisa

berada pada bandwidth 6, 7 atau 8 MHz. Ada dua mode operasi yang

berbeda pada sistem ini yaitu mode 2K dan mode 8K dimana mode 2K

untuk IFFT dengan 2046 titik dan mode 8K untuk IFFT dengan 8192 titik.
KEUNGGULAN DVB-T
DVB-T memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat mengirimkan sejumlah besar data pada
kecepatan tinggi secara point-to-multipoint. Sistem DVB-T, merupakan sistem penyiaran langsung
dari pemancar bumi (terrestrial) ke pemirsa di rumah. Fungsi pemancar bumi adalah untuk
mentransmisikan data digital MPEG-2 yang telah dimodulasi menjadi gelombang VHF/UHF untuk
dipancarkan menggunakan antena pemancar. Sistem modulasi digital yang dipakai dalam sistem
DVB-T adalah modulasi OFDM (orthogonal frequency division multiplex) dengan pilihan tipe
modulasi QPSK, 16QAM atau 64QAM. Dengan menggunakan sistem ini, bandwidth yang
digunakan (sekitar 6 hingga 8 MHz) dapat menjadi efisien sehingga memungkinkan pemakaian satu
kanal untuk beberapa konten. Pada unit penerima, dibutuhkan sistem penerima digital yang
berupa set-top-box (STB) yang fungsinya menerima sinyal modulasi DVB-T dan mengolahnya
sehingga siarannya dapat ditonton melalui televisi biasa.
Pada siaran digital DVB-T menggunakan kekuatan
pemancar 2,5 KW, hal ini setara dengan 10 KW pada
pemancar analog.
Harus membeli STB sebagai penerima DVB-T
Blok diagram penerima DVB-T yang terdiri atas tiga blok utama yaitu blok

syncronozation dan channel estimation blok channel decoding dan source

decoding dan demultiplexing.


RECEIVER
Secara garis besar pada sistem penerima DVB-T akan
terjadi proses sebagai berikut:

1. Front-end dan ADC: sinyal RF analog dikonversi ke base


band dan diubah menjadi sinyal digital, menggunakan
konverter analog-ke-digital (ADC).
2. Sinkronisasi waktu dan frekuensi: sinyal base band digital
dicari untuk mengidentifikasi awal frame dan blok. Jika ada
masalah dengan frekuensi dari komponen sinyal juga
dikoreksi. Guard interval pada akhir simbol yang
ditempatkan juga di awal dimanfaatkan untuk menemukan
awal dari sebuah simbol OFDM yang baru.
3. Pembuangan guard interval: cyclic prefix
dihapus
4. OFDM demodulasi
5. Ekualisasi frekuensi: sinyal pilot menyamakan
sinyal yang diterima
6. Demapping
7. Internal deinterleaving
8. Internal decoding: menggunakan algoritma
Viterbi.
9. Eksternal deinterleaving
10.Eksternal decoding
11.MUX adaptasi
12.MPEG-2 demultiplexing dan pendekodean
sumber