Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN DAN TERAPI LUKA

Oleh:
Elfan Mahfuzh, S. Ked I1A014044
Nurus Shuhbah, S.Ked I1A014109

Pembimbing : dr. Sulandri Gusasi, Sp.BP-RE

SMF ILMU BEDAH


PROGRAM KEPANITRAAN KLINIK RSUD ULIN BANJARMASIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

1
Pendahuluan
Ulkus adalah kerusakan lokal atau
terjadinya diskontinuitas dari permukaan
organ atau jaringan yang ditimbulkan
oleh terkelupasnya jaringan yang
merupakan akibat nekrosis jaringan yang
mengenai epidermis, dermis dan
subkutis.

Wound Healing Society, sekitar 15%


manula di Amerika Serikat menderita
luka kronik termasuk ulkus vena stasis,
ulkus tekanan (ulkus tirah baring), dan
ulkus diabetik pada kaki (neuropatik)

1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 2
Tujuan Manajemen Luka
mempercepat penyembuhan

Luka kronis mengembalikan proses penyembuhan

Debridement : proses pemisahan jaringan nekrotik,


benda asing, dan infeksi bakteri dari luka akut
maupun luka kronik.

Debridement > menghilangkan jaringan yang telah


rusak dan beberapa benda asing
Debridement berfungsi menghilangkan jaringan mati,
dengan harapan dapat mengembalikan fase
penyembuhan 1. luka
Shai A, normal, disamping
Maibach HI. Wound Healing and Ulcersmengoreksi
of the Skin. New

adanya kelainan sistemik.


York: Springer, 2010; 1-20 3
Metode

Mencuci luka Debridement Dressing


Irigasi dengan cairan Conservative Sharp Bahan balutan topikal
fisiologis Wound Debridement (luar) atau dikenal juga
povidone iodine, Chemical debridement dengan istilah dressing
hydrogen peroxide, Autolysis debridement mempertahankan
chlorine/sodium Mechanical kondisi lembab,
hypochlorite (dakins debridement mengontrol kejadian
solution) Surgical debridement infeksi, mempercepat
commercial wound penyembuhan luka,
cleanser misalnya mengabsorbsi cairan
feracrylum 1% luka yang berlebihan,
membuang jaringan
1. mati,
Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of thenyaman
Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 digunakan dan cost- 4
Ulkus sekret
kuning

Ulkus Kering
Hitam
Jenis
Luka Ulkus dengan
Slough

Ulkus Bersih
1.
Merah
Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 5
Salah satu pengobatan topikal yang menggunakan cairan berupa solusio.

Membersihkan kulit, menghilangkan kotoran,


krusta, skuama, bakteri dan sisa obat lokal
yang dipakai sebelumnya.
K
o Melindungi kulit dari pengaruh buruk
m lingkungan, baik kimiawi maupun trauma
p
r
e Mempercepat proses epitelisasi dengan
cara menciptakan lingkungan ulkus yang
s
relatif steril dan lembab.

Mengurangi perasaan gatal dan nyeri


1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 6
Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 7
Pilihan Rekosntruksi
Pilihan bedah rekonstruksi harus
dipertimbangkan untuk ulkus yang
telah terkena tulang, tendon dan ketika
daerah ulkus belum membaik lebih dari
10% setelah manajemen konservatif
selama 2 bulan. Pilihan bedah terdiri
dari cangkok kulit untuk flaps lokal,
regional atau bebas tergantung pada
jaringan donor yang tersedia.
1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 8
HASIL
Alat debridement Saat melakukan
debridement, hendaknya
melakukan desinfeksi
area luka. Apabila luka
tertutup, maka setelah
dilakukan debridement,
usahakan tidak
menghasilkan luka baru
yang terkontaminasi
dengan alat debridement.

1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 9
Debridement Per
Lapisan

Mathes SJ, Neligan PC. Plastic Surgery: 6 Volume Set, 3rd edition. Wasington: Elsevier, 2010. 10
Diskusi

1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 11
Patofisiologi ulkus dan
penyembuhannya

1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 12
Klasifikasi
Kelas / stage Shea (1975)
Terbatas pada lapisan epidermis yang
I
memperlihatkan dermis
Hilangnya lapisan kulit dengan
II ketebalan penuh disertai terlihatnya
lemak
Hilangnya lapisan kulit dengan
III ketebalan penuh beserta lemak yang
memperlihatkan fascia dalam
Cacat dan rusaknya lapisan kulit
IV dengan ketebalan penuh yang
Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers mengekspos tulang
of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 13
Diagnosis
Penilaian Ulkus:

Semua ulkus harus dinilai dan didokumentasikan untuk hal-hal:

1. Lokasi, ukuran, tahap: termasuk panjang, lebar, kedalaman, bentuk, tepi;


. Kulit sekitar (dalam 4 cm dari tepi ulkus) edema, indurasi, eritema, nyeri, maserasi,
ruam, tidak adanya rambut, kering, benda asing (saluran air, jahitan, dll)

2. Penampilan dasar ulkus dan warna.


. Jaringan sehat: granulasi (merah / merah muda dan gemuk); epitelisasi; bridging epitel
. Jaringan nekrotik: slough (kuning); skar (hitam, coklat)
. Bukti tunneling (suatu bagian bawah kulit memperluas ke segala arah melalui jaringan lunak
menciptakan ruang mati dengan potensi pembentukan abses) atau merusak (area kerusakan
jaringan bersama margin ulkus yang mendasari kulit utuh)
. Eksudat: jumlah, warna, jenis (serosa, serosanguinus, sanguinous, fibrinous, purulen

Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New York: Springer, 2010; 1-20 14
Kesimpulan
Ulkus dalam bahasa latin ulcus yang berarti sakit. Ulkus adalah kerusakan
lokal dari permukaan organ atau jaringan (diskontinuitas jaringan) yang
ditimbulkan oleh terkelupasnya jaringan yang merupakan akibat nekrosis
jaringan yang mengenai epidermis, dermis dan subkutis.

Ada beberapa macam etiologi ulkus kulit yang bisa terjadi, yaitu ulkus karena
penyebab vaskular, saraf, metabolik, hematologi, trauma, tumor,dan infeksi.

Ulkus prinsipnya secara umum ditangani dengan membersihkan luka dan


debridemen, dressing dan kompres. Penanganan paling utama adalah
debridemen untuk membuang semua materi dan jaringan nekrotik sehingga
hanya jaringan sehat yang tersisa. Sisa jaringan harus dipastikan bersih dari
infeksi dan tidak ada jaringan nekrotik yang tertinggal karena bisa
menghambat penyembuhan ulkus.

1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 15
1. Shai A, Maibach HI. Wound Healing and Ulcers of the Skin. New
York: Springer, 2010; 1-20 16