Anda di halaman 1dari 82

- MANAJEMEN RISIKO -

KESELAMATAN DAN KEAMANAN


RUMAH SAKIT

Ali Syahrul C, SKM, MKKK


Konsultan K3RS

Seminar Nasional, Rapat Kerja PERMAPKIN & Health Care Facilities


Expo I
28-30 Juli 2016
A ALI SYAHRUL C , SKM ,
bo MKKK
Tempat Tanggal Jakarta, 20 Oktober 1973
ut Lahir
M Pekerjaan - RS Tebet ( 1996 1998 )
e - RSUP Fatmawati (1995 Sekarang -
Komite K3)
- Tim Bimtek KARS Kemenkes
- Pokja MFK
Pengalaman - PARI -FOKKI
Organisasi JAYA -IKKESINDO
- PAKKI
Riwayat -S2K3 - AK3 Umum - Bimtek
Pendidikan & -S1K3 - AK3 KARS
Pelatihan -ATRO Kebakaran - BATAN-
- TPPK PPSDM JAERI
Alamat Kantor RSUP Fatmawati KOMITE K3RS
Jl. RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta
Selatan
Telp. 021-7660552, ext : 1448
Alamat Rumah Pasir Putih Residence Blok C No.4
Prepared by AliJl. Raya- 2016
Syahrul Pasir Putih, Gg. Kupu Bombay,
Fasilitas Pelayanan
Kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu
alat dan/atau tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan
kesehatan, baik promotif, preventif,
kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan
oleh Pemerintah, pemerintah daerah,
dan/atau masyarakat.
HAZARD, RISK, INCIDENT, ACCIDENT

Prepared by Ali Syahrul - 2016


Prepared by Ali Syahrul - 2016
PENGERTIAN
MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM
Manajemen risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan
dari manajemen proses. Manajemen risiko adalah bagian dari
proses kegiatan didalam organisasi dan pelaksananya terdiri
dari mutlidisiplin keilmuan dan latar belakang, manajemen
Risiko merupakan proses yang berjalan terus menerus.
MANAJEMEN RISIKO
PROSES BERTAHAP DAN
BERKESINAMBUNGAN
TUJUAN UTAMA Menurunkan risiko pada tahap yang tidak
bermakna sehingga tidak menimbulkan efek
buruk terhadap kesehatan pekerja
TUJUAN MANAJEMEN RISIKO di TEMPAT
KERJA :
Meminimalkan kerugian akibat kerugian dan sakit
Meningkatkan Kesempatan/Peluang untuk meningkatkan
produksi ( suasana kerja yang aman, sehat dan nyaman )
Memotong Mata Rantai Kerugian Akibat Kegagalan Produksi
Pencegahan Kerugian Akibat KAK dan PAK
RUANG LINGKUP
PROSES MANAJEMEN RISIKO TERDIRI DARI:
Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya
Identifikasi risiko,
Analisis risiko,
Evaluasi risiko,
Pengendalian risiko,
Pemantauan dan telaah ulang,
Koordinasi dan komunikasi.
Risiko adalah sesuatu yang berpeluang untuk
terjadinya kematian, kerusakan, atau sakit yang
dihasilkan karena bahaya.

Manajemen Risiko dalam sebuah organisasi adalah


organisasi yang dapat menerapkan metode
pengendalian risiko apapun sejauh metode tersebut
mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, memilih
prioritas, dan mengendalikan risiko dengan
melakukan pendekatan jangka pendek dan jangka
panjang.

Contoh Bagan : Penerapan manajemen risiko dalam


sebuah organisasi
Risiko/Potensi bahaya yang sudah diidentifikasi
dan dilakukan PENILAIAN memerlukan langkah
PENGENDALIAN untuk menurunkan tingkat
risiko/bahaya-nya menuju ke titik aman.

Pengendalian Risiko/Bahaya dengan cara


eliminasi memiliki tingkat keefektifan,
kehandalan dan proteksi tertinggi di antara
pengendalian lainnya. Dan pada urutan hierarki
setelahnya, tingkat keefektifan, kehandalan dan
proteksi .
Prepared by Ali Syahrul - 2016
Program Ada Program
Terkini atau di
Manajemen Risiko pada tahun
update
Fasilitas berjalan
1. Keselamatan
& kemanan Ada daftar
2. Bahan Dilaksanakan risiko (Lihat
berbahaya MFK 4, 5, 7 8
3. Manajemen 9)
emergensi Ada laporan
Ada evaluasi
4. Kebakaran insiden MFK
periodik
5. Peralatan 3.1)
Medis
6. Sistem Bukti evaluasi
utilitas
Ali Syahrul - 2016
DOKUMEN

Program manajemen risiko fasilitas terbaru (sesuai dengan


tahun berjalan) 6 bidang MFK jadi satu atau sendiri2
Daftar risiko, dengan alternatif sbb :

1. Daftar risiko yg jadi satu dengan daftar seluruh risiko


RS,

2. Daftar risiko fasilitas yang jadi satu untuk risiko


fasilitas

3. Daftar risiko untuk masing-masing bidang di MFK (ada 6


bidang)
. Laporan insiden (MFK 3.1)

. Bukti evaluasi program


Ali Syahrul - 2016
CONTOH

PROGRAM MANAJEMEN RISIKO FASILITAS


1. Pendahuluan

2. Latar belakang

3. Tujuan umum & khusus

4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan


4.1 . Kegiatan pokok
. Keselamatan dan Keamanan
. Bahan beracun dan berbahaya
. Disaster Plan
. Kebakaran
. Sistem Utilisasi Listrik, Air dan sistem pendukung yang
penting lainnya
. Peralatan Medis
Ali Syahrul - 2016
CONTOH

PROGRAM MANAJEMEN RISIKO FASILITAS


4.2. Rincian kegiatan
Rincian kegiatan dimasing2 kegiatan meliputi :
Identifikasi risiko
Analisa risiko
Evaluasi risiko
Tata kelola risiko
Pelaporan insiden
Monitoring dan Review insiden dan kegiatan
Edukasi staf tentang risk register
5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Skedul (jadwal) pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya
9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
Ali Syahrul - 2016
KEPEMIMPINAN DAN
PERENCANAAN

Standar MFK 3 Ada


Pengawas
Seorang atau lebih individu yang
manajemen
kompeten mengawasi
risiko fasilitas
perencanaan dan pelaksanaan Individu
program untuk mengelola risiko di Tim K3 RS
Tim manj
lingkungan pelayanan
Risiko

Ali Syahrul - 2016


KEPEMIMPINAN DAN PERENCANAAN
Elemen Penilaian MFK 3
1. Program pengawasan dan pengarahan dapat
ditugaskan kepada satu orang atau lebih.
2. Kompetensi petugas tersebut berdasarkan atas
pengalaman atau pelatihan
3. Petugas tersebut merencanakan dan
melaksanakan program meliputi elemen a) sampai g)
Maksud dan Tujuan.

DOKUMEN
Ada penunjukan pengawas manajemen risiko
fasilitas bisa individu / Unit/Inst/Tim K-3 RS atau
Tim manjemen risiko RS atau yg lainnya
Uraian tugas, ijazah dan sertifikat pelatihan
Program pengawasanAli Syahrul - 2016
PROGRAM PENGAWASAN/PROGRAM KERJA
INDIVIDU/TIM YG DITUNJUK MENGAWASI MANAJEMEN
RISIKO FASILITAS

1. Pendahuluan

2. Latar belakang

3. Tujuan umum & khusus

4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan


4.1 . Kegiatan pokok
. Menyusun program manajemen risiko fasilitas
bersama-sama dng unit/PIC terkait
. Melaksanakan program manajemen risiko

Ali Syahrul - 2016


PROGRAM PENGAWASAN/PROGRAM KERJA
INDIVIDU/TIM YG DITUNJUK MENGAWASI MANAJEMEN
RISIKO FASILITAS

Melakukan edukasi staf

Melakukan monitoring program dan melakukan


uji coba program baru;
Melakukan evaluasi dan revisi program manajjemen
risiko fasilitas secara berkala;
Memberikan laporan tahunan ke Direktur RS
tentang pencapaian program
Menyelenggarakan pengorganisasian dan
pengeleloaan secara konsisten dan terus-menerus

Ali Syahrul - 2016


KEPEMIMPINAN DAN
PERENCANAAN
Standar MFK 3.1
Program
Monitoring
Program monitoring yang insiden di RS
menyediakan data insiden,
cidera dan kejadian lainnya Pencatatan
yang mendukung dan Pelaporan
insiden/
perencanaan dan
kecelakaan
pengurangan risiko lebih
karena
lanjut. fasilitas yg
tidak aman

Ali Syahrul - 2016


KEPEMIMPINAN DAN PERENCANAAN
Elemen Penilaian MFK 3.1.
1. Ada program untuk memonitor semua aspek
dari program manajemen risiko fasilitas/lingkungan
2. Data monitoring digunakan untuk
mengembangkan/meningkatkan program

DOKUMEN
Program/ketentuan pencatatan
insiden/kecelakaan /kejadian akibat fasilitas yg
tidak aman
Ada hasil laporan dan analisa
Catatan :
Form laporan dan metode analisa dapat mengacu kepada
ketentuan yang ada di Patient safety
Patient safety, insiden krn asuhan pasien yg tidak aman
Insiden di MFK karena fasilitas & kegiatan yg tdk aman
Ali Syahrul - 2016
MANAJEMEN FASILITAS
& KESELAMATAN PROGRAM PENGAWASAN
a. merencanakan
program;
PROGRAM MANAJEMEN b. melaksanakan
RISIKO FASILITAS program;
c. mendidik staf;
d. memonitor & uji coba
program;
PERLU INDIVIDU YG
e. evaluasi dan revisi
MENGAWASI/TIM RISK
program;
MANJ/K-3 RS
f. memberikan laporan
tahunan
BUAT PROGRAM g. pengorganisasian dan
KERJA/PENGAWASAN pengeleloaan secara
konsisten dan terus-
menerus
Data dipergunakan
DATA HASIL
pengembangan/peningkata
PENGAWASAN/ DATA
n program
INSIDEN Ali Syahrul - 2016
C
O
NT
O
H

PENGENDALIA
N

Prepared by Ali Syahrul - 27 Feb


2016
Pada dasarnya urutan kegiatan dalam proses manajemen risiko ini
menggambarkan beberapa konsep dasar sebagai berikut:
Urutan tahapan manajemen risiko menggambarkan siklus
problem solving.
Manajemen risiko bersifat preventif.
Manajemen risiko sejalan dg konsep continuous improvement.
Manajemen risiko fokus pada ruang lingkup masalah yg
akan dikelola.

KOMPONEN UTAMA MANAJEMEN RISIKO


1. Penilaian Risiko risk assessment
Identifikasi Bahaya ( Hazard identification ),
Penilaian dosis/intensitas-efek ( dose-effect
assessment ),
karakterisasi risiko ( status kesehatan & penilaian
pajanan )
2. Surveilans Kesehatan
Surveilans
Pemantauan Biologis
PENGENDALIAN RISIKO
Setelah jenis dan besarnya risiko diketahui dalam
melakukan penilaian risiko, maka pengendalian risiko
dapat dilakukan dengan menentukan jenis pengendalian
yang ingin dilakukan.

Prepared by Ali Syahrul - 2016


Pengendalian risiko merupakan suatu hierarki (dilakukan
berurutan sampai dengan tingkat rIsiko/bahaya berkurang menuju
titik yang aman).

Hierarki Pengendalian Risiko K3


Eliminasi Eliminasi Sumber Bahaya
Substitus Tempat Kerja
Substitusi Alat/Mesin/Bahan
i /Pekerjaan Aman
Perancan Modifikasi/Perancangan Mengurangi
gan / Alat/Mesin/Tempat Kerja Bahaya
desain yang Lebih Aman
Prosedur, Aturan, Pelatihan,
Administr Durasi Kerja, Tanda Tenaga Kerja
asi Bahaya,Rambu, Poster, Aman
Label Mengurangi
Alat Perlindungan Diri Paparan
APD
Tenaga Kerja
Prepared by Ali Syahrul - 2016
POTENSI BAHAYA DI TEMPAT KERJA
JENIS POTENSI BAHAYA DI RUMAH SAKIT

Cara kerja yang salah, diantaranya posisi


kerja statis, angkat angkut,
membungkuk, menarik, mendorong.

Diantaranya limbah gas, limbah padat,


Bahaya
Limbah
limbah cair,
Aktifitas yg digunakan dlm identifikasi
bahaya, antara lain:

Konsultasi dengan pekerja.


Konsultasi dengan tim K3.
Melakukan pertimbangan.
Melakukan safety audit.
Melakukan pengujian.
Analisis rekaman data.
Mengumpulkan informasi dari
desainer/pembuat,
konsumen, supplier, dan organisasi.
Evaluasi Teknis dan keilmuan.
Pemantauan lingkungan dan kesehatan.
Melakukan survey terhadap fasilitas,
SDM, sarpras.
Surveilans Kesehatan ( MFK ?? )
Penilaian keadaan kesehatan pekerjaan secara
teratur dan berkala. Terdiri atas :
Surveilans Medis :
- Pemeriksaan kesehatan pra-kerja
- Pemeriksaan Kesehatan Berkala
- Pemeriksaan kesehatan khusus
Pemantauan Biologis :
Pemeriksaan yg dilakukan terhadap bagian
tubuh sebagai media biologis (darah, urin, liur,
jaringan lemak, dll) untuk mengetahui tingkat
pajanan atau efeknya pada pekerja.
Pengendalian Pajanan Bahaya Kesehatan
Untuk mencegah terjadinya pajanan bahaya
kesehatan atau menurunkan tingkat pajanan
sampai pada tingkat yang dapat diterima.
ALUR MANAJEMEN RISIKO
1. Membangun Konteks
Mengidentifikasi dan memahami lingkungan
kerja dan strategi dalam rangka mengefektifkan
program manajemen risiko 2. Identifikasi

Risiko
Upaya mengidentifikasi situasi yg dapat menyebabkan
cedera/kerugian
Menemukan, mengenal dan mendeskripsikan risiko dengan
Instrumen :
1. Laporan insiden ( KTD, KNC, KTC, KPC, Sentinel Eevent )
2. Review rekam medik, audit medik /klinis
3. Pengaduan / komplain pelanggan
4. Hasil survey / self assesment
Identifikasi risiko
5. Hasil survey terbagi
eksternal dua
( KARS, JCI,: ISO dll )
a. Proaktif : mencari risiko yang berpotensi dan berdampak
buruk, risiko belum muncul / manifest / perkiraan
b. Reaktif : setelah risiko muncul dalam bentuk
insiden/gangguan
IDENTIFIKASI HAZARD ??? P
E
N
G
E
D
A
LI
A
N
??

3/9/17 Ali Syahrul C, SKM, MKKK, 33


IDENTIFIKASI HAZARD ??? P
E
N
G
E
D
A
LI
A
N
??

Ada berapa HAZARD yang teridentifikasi ???


Area Risiko
Credentialing and staffing ( Tenaga Kesehatan non
keperawatan)
Clinical : patient safety, komunikasi, rekam medik, kerahasiaan,
inform consent, infection control, medical safety, emergency
response, edukasi , proses transfer , pengkajian pasien
Safety program, security program, facility management
Keuangan
SDM : kompensasi, kompetensi staff
Lingkungan
Reputasi
Konstruksi / renovasi
Teknologi : sistem informasi, alat medis dan non medis
3. Analisa Risiko
Proses untuk memahami sifat risiko dan menentukan peringkat
risiko Risk Grading Matriks
Tujuannya adalah untuk mendapatkan peringkat. Selanjutnya u/
mendapatkan prioritas penanganannya investigasi kejadian

Risk = P x Probability (P)


C consequence (C) Risk matriks

4. Evaluasi Risiko
- Risk ranking, Prioritize the risk, Cost benefit analysis,
Determine is the risk to be accepted or not

5. Penanganan Risiko
Proses memodifikasi risiko
a. Risk control : Upaya menghindari risiko
b. Risk financing / pembiayaan risiko : transfer risiko (asuransi,dll),
menanggung risiko / retention : risiko diterima dan ditangani
MEKANISME PEMANTAUAN

OTP / ICRA / KMMR


INDIKATOR /
Bid KPPI
SPM /SASARAN
SDM
MUTU / KPI / SIP
JCI/KARS

Bid LAPORAN
Fasm PEMANTAU BYM
ed AN

ACTION PLAN

K3
BYK
LAPORAN KFT
PEMANTAUAN
BULANAN /
TRIMESTER /
SEMESTER /
TAHUNAN
Risk Register
Pusat dari proses manajemen risiko organisasi
Alat manajemen yang memungkinkan suatu organisasi
memahami profil risiko secara menyeluruh
Merupakan tempat penyimpanan untuk semua informasi
risiko
Berisi catatan segala jenis risiko yang mengancam
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya

Risk assesmen tahunan Risk Register


Risk Register :
1. Risiko yang teridentifikasi dalam 1 tahun
2. Berisi : informasi insiden keselamatan pasien, komplain
pelanggan, insiden pegawai, external assesments,
infection control, masalah sdm, masalah fasilitas
SELEKSI PRIORITAS
Untuk menyeleksi prioritas, terdapat beberapa
pertimbangan, yaitu :
Keberadaan peraturan, persyaratan dan perundang-
undangan.
Pengendalian risiko yang ada.
Dalam menetapkan dan mendokumentasikan sasaran
mutu sebaiknya
S Specific memiliki nilai-nilai
= Tajam yang
Jelas, tidak disebut langsung
membingungkan,
SMART, yaitu: (berterus terang) dan dapat dimengerti

M Measurable = Dapat diukur Terukur secara kuantitas, kualitas, dan


atau uang

A Agreed = Disepakati Disepakati antara pihak-pihak yang


terkait

R Realistic = Realistis Berada dalam batas-batas kendali &


kapabilitas ybs.

T Timebound = Ada batas waktu Batas waktu tertentu untuk


penyelesaiannya
Program manajemen K3 harus menyediakan alokasi
tanggung jawab, wewenang, dan durasi waktu yang
sesuai dengan aktivitas. Selain itu manajemen K3
juga harus mengidentifikasi personel yang
bertanggung jawab dalam pencapaian sasaran K3,
identifikasi bahaya potensial, dan pengendalian risiko
MENILAI RISIKO DAN SELEKSI PRIORITAS
yang sesuai.
Merupakan proses untuk menentukan prioritas
pengendalian terhadap tingkat risiko kecelakaan
akibat kerja. Tujuannya adalah untuk
menentukan prioritas tindak lanjut karena tidak
semua aspek bahaya potensial dapat ditindak
lanjuti.
Metode untuk penilaian risiko, antara lain:
Untuk setiap risiko:
Menghitung setiap insiden.
Menghitung konsekuensi.
Kombinasi penghitungan keduannya.
Menentukan Peluang
Yg mempengaruhi terjadinya peluang sebuah
insiden, seperti:
Frekuensi situasi terjadinya, Jumlah orang yang
terkena
Keterampilan dan pengalaman orang yang
terkena
Karakteristik yang terlibat, Durasi kejadian
Pengaruh posisi terhadap bahaya , Tingkat
kerusakan
JumlahMenentukan
material atau tingkat Konsekuensi
kejadian
Kondisi lingkungan, Kondisi peralatan
Faktor yang mempengaruhi
Efektivitas pengendalian konsekuensi, antara lain:
Potensi pada reaksi berantai , Konsentrasi
substansi
Volume material, Kecepatan obyek dan
Pendidikan dan Pelatihan
Kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi termasuk
penyampaian instruksi & pelatihan dilakukan secara
berkesinambungan.
Tujuan :
1. Mengerti, paling tidak pada tingkat dasar, bahaya
kesehatan dan keselamatan yang terdapat di
lingkungan kerjanya
2. Terbiasa dengan prosedur kerja dan melakukan
pekerjaan sesuai prosedur untuk mengurangi tingkat
pajanan
3. Menggunakan alat pelidung diri dengan benar dan
memeliharanya agar tetap berfungsi baik.
4. Mempunyai kebiasaan sehat dan selamat serta
higiene perorangan
KESELAMATAN DAN KEAMANAN

ALI SYAHRUL C , SKM , MKKK


Ali Syahrul - 2016
KESELAMATAN & KEAMANAN DI RS

Tujuannya :
- mencegah kecelakaan & cidera,
- menjaga kondisi bagi keselamatan & keamanan
pasien, keluarga, staf & pengujung;
- mengurangi & mengendalikan bahaya & risiko
termasuk masa pembangunan atau renovasi
Pimp. RS menyediakan fasilitas yg aman, efektif
dan efisien, menciptakan fasilitas yan pasien yg
aman dan mendukung.
Ada program keselamatan/keamanan lab. (AP.5.1)
Ada program keamanan radiasi (AP.6.2, EP 1).
Untuk menjamin keamanan, semua staf,
pengunjung, vendor/ pedagang dan lainnya di RS
diidentifikasi dan diberi tanda pengenal (badge)
yang sementara atau tetap atau langkah
identifikasi lain, jugaAli seluruh
Syahrul - 2016 area yang
Standar MFK 4
RS merencanakan &
melaksanakan program PROGRAM
KESELAMATAN DAN
utk memberikan KEAMANAN

keselamatan dan
keamanan lingkungan
fisik

Ali Syahrul - 2016


KESELAMATAN DAN KEAMANAN
Elemen Penilaian MFK 4
1. RS mempunyai program utk memberikan
keselamatan & keamanan bagi fasilitas fisik,
termasuk memonitor & mengamankan area yg
diidentifikasi sbg risiko keamanan.
2. Program tersebut memastikan bahwa semua staf,
pengunjung dan pedagang/vendor dapat diidentifikasi,
dan semua area yang berisiko keamanannya
dimonitor dan dijaga keamanannya (lihat juga AP.5.1,
EP 2, & AP.6.2, EP 1)
3. Program tersebut efektif untuk mencegah cidera dan
mempertahankan kondisi aman bagi pasien, keluarga, staf
dan pengunjung. (lihat juga SKP.6, EP 1)
4. Program meliputi keselamatan dan keamanan selama
masa pembangunan dan renovasi
5. Pimpinan memanfaatkan sumber daya sesuai rencana
yang disetujui
6. Bila terdapat badan independen
Ali Syahrul - 2016 dalam fasilitas
DOKUMEN
Program keselamatan dan keamanan
Hasil mapping area yang berisiko keamanan dan
keselamatan
Regulasi pemberian identitas bagi staf, pasien,
keluarga/penunggu pasien dan pengunjung
Regulasi pencegahan jatuh untuk pasien, keluarga,
staf dan pengunjung
Regulasi keselamatan dan keamanan selama
pembangunan dan renovasi
Regulasi monitoring kepatuhan unit independent
terhadap MFK
Ali Syahrul - 2016
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
Standar MFK 4.1.
Pemeriksaan
RS melakukan pemeriksaan
gedung
seluruh gedung pelayanan
pelayanan
pasien dan mempunyai Penyediaan
rencana untuk mengurangi fasilitas yg
risiko yang nyata serta aman bagi
pasien,
menyediakan fasilitas fisik
keluarga, staf
yang aman bagi pasien,
dan
keluarga, staf dan penunjung pengunjung

Ali Syahrul - 2016


KESELAMATAN DAN KEAMANAN
Elemen Penilaian MFK 4.1.
1. RS mempunyai hasil pemeriksaan fasilitas fisik terkini &
akurat yang didokumentasikan
2. RS memp. rencana mengurangi risiko yang nyata
berdasarkan pemeriksaan tersebut
3. RS memperlihatkan kemajuan dlm melaksanakan
rencananya.

DOKUMEN
Hasil pemeriksaan fasilitas fisik (atap, lantai,
pintu, jendela, perkabelan dan meubelair)
Rencana perbaikan

Laporan/hasil perbaikan
Ali Syahrul - 2016
KESELAMATAN DAN
KEAMANAN
Standar MFK 4.2.

RS merencanakan & menganggarkan utk


meningkat kan atau mengganti sistem, bangunan
atau komponen berdasarkan hasil inspeksi
terhadap fasilitas dan tetap mematuhi peraturan
perundangan

Anggaran perbaikan/
pemeliharaan
Ali Syahrul - 2016
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
Elemen Penilaian MFK 4.2.
1. RS menyusun rencana & anggaran yang memenuhi
peraturan perundangan & ketentuan lain
2. RS menyusun rencana dan anggaran untuk
meningkatkan atau mengganti sistem, bangunan,
atau komponen yang diperlukan agar fasilitas tetap
dapat beroperasi secara aman dan efektif.

DOKUMEN
Dokumen anggaran untuk perbaikan/
pemeliharaan dan anggaran untuk perijinan
Ali Syahrul - 2016
PROGRAM KESELAMATAN DAN
KEMANAN
1. Pendahuluan
2. Latar belakang CONTOH
3. Tujuan umum & khusus
Umum
Tersedianya fasilitas fisik di RS yang aman, berfungsi dan
supportif bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung
Khusus
. mencegah kecelakaan & cidera,
. menjaga kondisi bagi keselamatan & keamanan
pasien, keluarga, staf & pengujung;
. mengurangi & mengendalikan bahaya & risiko
termasuk masa pembangunan atau renovasi
Ali Syahrul - 2016
Kegiatan pokok & rincian kegiatan
1. Identifikasi area yang beresiko keamanan dan
keselamatan di RS
2. Pemasangan CCTV dan menempatkan satpam di
area yang beresiko kemanan dan keselamatannya.
3. Pemberian identitas pada semua staf,
pengunjung, pedagang/ vendor dengan memasang
badge name sementara atau tetap atau dengan
cara identifikasi lain
4. Melakukan asesmen risiko keamanan dan
keselamatan selama setiap ada pembangunan
dan renovasi
5. Pemeriksaan fasilitas fisik secara
komprehesif (mencatat semua perabot yang
tajam dan rusak, fsilitas yang perlu perbaikan, dll)
6. Penganggaran untuk mengganti sistem,
perbaikan fasilitas yang rusak, dll.
Ali Syahrul - 2016
Kegiatan pokok & rincian kegiatan
7. Pencatatan dan pelaporan insiden/cedera akibat
fasilitas yang tidak memberikan keamanan dan
keselamatan.
8. Monitoring kepatuhan unit independen (penyewa
lahan) terhadap keselamatan dan keamanan (Catatan
MOU penyewa lahan dengan RS harus ada klausul bahwa
penyewa lahan patuh terhadap MFK)
9. Pelaporan dan pelaksanaan kegiatan dan rencana
tindak lanjutnya.
10.Edukasi staf terkait dengan keselamatan dan keamanan
11.Perbaikan fasilitas yang berisiko menimbulkan cedera
12.Monitoring pelaksanaan program
Ali Syahrul - 2016 perbaikan fasilitas.
Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian
Risiko dan Pengendaliannya
Hazard Identification Risk Assessment
and Determining Controls

HIRADC
HAZARD

Sumber, situasi atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan


kerugian termasuk mengakibatkan manusia cedera, gangguan
kesehatan/ dampak lingkungan atau kombinasi semuanya

(Kejadian
Incident / Accident
yang dapat diprediksi namun
tidak
diharapkan , yang mana dapat menyebabkan
cedera atau gangguan kesehatan atau bahkan
kematian, atau mungkin terjadi)
W h at HIRADC ?
Proses mengidentifikasi
bahaya, mengukur,
mengevaluasi risiko-risiko
yang muncul dari sebuah
bahaya, lalu menghitung
kecukupan dari tindakan
pengendalian yg ada dan
memutuskan apakah risiko
yang ada dapat diterima atau
h y
W HIRADC

Bahaya yang muncul berpotensi


menyebabkan
cedera atau gangguan kesehatan , atau
kerugian
financial dari proses bisnis yang terhenti
Untuk menetapkan pengendalian yang

diperlukan untuk mengurangi resiko


dari
kejadian
y
HIRADC
Wh
Management Commitment

untuk memastikan bahwa masalah-masalah kesehatan dan


keselamatan dianalisis dan dipecahkan. bahwa pekerjaan
dilakukan secara kontinyu dan dengan cara yang terstruktur.
Selanjutnya, penilaian kerja harus melindungi karyawan dari
kecelakaan kerja dan meningkatkan lingkungan kerja
Kegiatan rutin maupun non rutin pekerja di
tempat
Wh e kerja, HIRADC
ntermasuk kontaktor dan tamu
Infrastruktur, peralatan serta material di
tempat
kerja, apakah diadakan oleh perusahaan
ataupun lainnya)
Wh en HIRADC
Perubahan ataupun perencanaan perubahan dari
kegiatan dan material di perusahaan
Desain area kerja, proses, instalasi, mesin dan
peralatan, prosedur dan organisasi

re
Wh
e HIRADC

Di dalam area tempat kerja dan diluar area


tempat kerja dimana ada orang-orang yang
berada dibawah kendali perusahaan di
dalamnya.
Wh o HIRADC
Dalam hal ini Koordinator/PJ K3
Perwakilan satuan kerja yang kompeten

Dengan kualifikasi
1. Memiliki pengetahuan tentang proses dan
fasilitas
yang ada di area
2. Memiliki pengetahuan tentang metode risk
assesment
o w HIRADC
H
Membuat sebuah metodologi dan prosedur
untuk identifikasi bahaya dan analisa resiko
Hazard Identification (Identifikasi Bahaya)
Risk Assessment (Analisa resiko)
Determine Controls (Menetapkan tindakan
pengendalian)
Documentation Socialization and
Implementing Controls (Pendokumentasian,
sosialisasi dan pelaksanaan tindakan
pengendalian)
Mengembangkan metodologi dan
prosedur untuk identifikasi bahaya dan
penilaian risiko
Sangat bervariasi antar berbagai industri
Karakter bahaya disetiap industri mengharuskan untuk
menggunakan metode yang berbeda
Setiap organisasi harus membuat metode berdasarkan jenis
bahaya yang ada
Contoh metode HIRADC :
Hazar and Operability Study (HAZOP)
Preliminary Risk Analysisi (PHA)
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Qualitative Risk Analysis (ORA)
Secara proaktif menentukan semua sumber bahaya,
Hazard Identification
baik itu dari situasi atau tindakan atau kombinasi
keduanya .yang muncul dari aktifitas organisasi yg
berpotensi melukai (cedera/gangguan kesehatan)
Harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi
Harus dilakukan terhadap kegiatan dan situasi yg
bahaya
bersifat
Datarutin
darimaupun non rutin
pemantauan dan [periodik,
pengukuran sekali-sekali,
atau emergency]
Catatan insiden-insiden dari internal dan organisasi
lain yg serupa
Laporan dari audit, penilaian risiko serta peninjauan
ulang
sebelumnya
Masukan dari para pekerja atau pihak lain yang
berkepentingan
Peninjauan ulangan proses & kegiatan improvement
di tempat kerja
Informasi mengenai karakter bahaya di organisasi
lain yang serupa
Hazard Identification
Desain tempat kerja, perencanaan lalu lintas [misal
jalur pejalan kaki,
jalur kendaraan], perencanaan tempat
Flowchart proses dan manual operasional
Pengadaan material berbahaya [raw material, bahan
kimia, sampah,
produk, sub-produk]
Spesifikasi peralatan
Harus dipertimbangkan dalam proses identifikasi
bahaya
Informasi mengenai fasilitas, proses dan kegiatan
organisasi.
Product specifications, MSDS, toxiology and other OHS
data
(Spesifikasi produk, MSDS, sifat racun dan data K3
lainnya)
Hazard Identification
Jenis-jenis bahaya
Bahaya kimia, ex : bersentuhan dgn kimia berbahaya, terpapar
gas/uap kimia B 3
Bahaya radiasi, sinar ultraviolet pengelasan, cahaya yg
berlebih/kurang, sinar X.
Bahaya listrik, ex : bersentuhan dgn kabel telanjang, bersentuhan
dgn listrik statik
Bahaya panas, misalnya terpapar panas, bersentuhan dengan
benda
Typespanas
of Hazard (Jenis-jenis bahaya)
Bahaya
Bahayakebakaran/ledakan,
biologi, misalnya bahan mudah
terpapar terbakar,
penyakit tekanan
menular, terpapar
berlebih bejana
bakteri atau tekan
virus)
Bahaya
BahayaMekanikal dan limbah berdiri yang terlalu lama, posisi
ergonomi),misalnya
duduk yang tidak baik
Bahaya jatuh, misalnya jatuh ke ketinggian yang lebih rendah,
tergelincir
Bahaya benda tajam, misalnya tertusuk benda tajam,
tersayat/terpotong benda
tajam/bergerigi)
Noise Hazard, (Bahaya kebisingan, misalnya terpapar suara
Risk Assessment
Proses mengevaluasi resiko(2x) yang muncul dari
sebuah bahaya, lalu menghitung kecukupan dari
tindakan pengendalian yang ada dan memutuskan
apakah resiko yang ada dapat diterima atau tidak

Risiko yang dapat diterima adalah resiko yang telah


dikurangi tingkatannya menjadi level yang dapat
diterima sesuai dengan regulasi yang di wajibkan,
kebijakan
dan tujuan
Risiko adalah K3
kombinasi tingkat keseringan dari
sebuah kejadian berupa situasi atau paparan yang
berbahaya, dengan tingkat keparahan cedera atau
gangguan kesehatan yang disebabkan oleh situasi
atau paparan tersebut
TUGAS KELOMPOK
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA, PENILAIAN &
PENGENDALIAN
Satuan Kerja : RADIOLOGI
RISIKO
No. Dokumen:
Aktifitas Operasional Risiko Existing
No Activitie(s) / Object Bahaya
(R; NR) (N, Ab, Ac, E) A,B,C,D,E Control
1 2 3 5 6 7 8

KETERANGAN :
No : Nomor urut aktivitas, Activities/Object : Setiap kegiatan
yang dilakukan.
R : Aktifitas Rutin, NR :Aktifitas Non Rutin, Bahaya : Risiko
yg bisa terjadi
Operational : Normal, Abnormal, Accident, Emergency
Risiko : Grading dampak yang timbul, A : Ringan, B : Sedang
Ringan, C : Sedang, INSTRUKSI :
D :BUAT BEBERAPA
sedang Tinggi, EKELOMPOK
: Tinggi, . (Exixting
SETIAP KELOMPOK
Control : 6 ATAU 7
Pengendalian yang ORANG / disesuaikan ),
sudah ada.
MASING-MASING KELOMPOK MENGISI FORMULIR / MEMBUAT
FORMAT YANG ADA,
MASUKKAN SETIAP JENIS AKTIFITAS YANG DILAKUKAN DI
RADIOLOGI
BERIKUT JENIS BAHAYA DAN EXITING KONTROL.
Pengendalian bahaya
penting
Determine Controls

Setelah menyelesaikan analisa risiko dan


mempertimbangkan kelayakan pengendalian yang
ada, organisasi harus menetapkan apakah
pengendalian yang ada cukup memadai atau
butuh improvisasi, atau membutuhkan
pengendalian baru

Jika improvement pengendalian diperlukan,


pemilihannya harus ditetapkan dengan
menggunakan prinsip Hierarcy pengendalian
CONTOH PENGENDALIAN BISING
CONTOH Hearing Conservation Program:
Isolasi sumber bising
IMPLENTASI
Pemeliharaan peralatan
PENGENDALIAN B3 Penataan ruangan
1. Identifikasi Semua Bahan Kimia Penyediaan dan pengawasan
2. Pemeriksaan Label pemakaian Alat Pelindung
3. Material Safety Data Sheet Telinga:
(Msds) Ear Plugs, Ear Muf
Pendidikan
4. Pengamanan Penyimpanan
Rotasi Pembatasan Pajanan
5. Prosedur Transport/Pemindahan
6. Penanganan/Penggunaan Aman PENGENDALIAN PANAS
7. Pengaturan Tata Ruang Isolasi sumber panas
8. Pemantauan Pajanan Ventilasi
9. Pencatatan Dan Pendataan Pakaian sesuai
10. PELATIHAN, Dll
PENGENDALIAN PSIKIS/FISIK Intake cairan
Pengaturan shift kerja Pendidikan
Memantau beban kerja fisik dan mental PENGENDALIAN RADIASI
Pelatihan cara mengangkat beban, sikap Prinsip ALARA
kerja yang baik dan exercise Regulasi / Perijinan
Menggunakan alat bantu

Komptensi
Desain tempat kerja yang sesuai untuk
menghindari sikap tubuh yang tidakbybaik
Prepared
TLD, APD, dll
Ali Syahrul - 2016
PENGENDALIAN BIOLOGI, dll <contoh>
Pembatasan penggunaan alat tajam:
Antibiotik oral / obat sebagai pengganti suntikan atau infus
Sistem suntikan tanpa menggunakan jarum atau dengan
jarum yang bisa masuk kembali ke tabungnya
Jarum yang berujung bundar untuk menjahit
Pembuangan alat tajam (misalnya jarum, skalpel, selang kapiler,
gelas biopsi, dll )
Segera setelah digunakan
Wadah tahan tusuk di tempat pengunaannya
Gunakan pegangan jarum, bukan jari anda.
Gunakan jarum yang berujung bundar jika tersedia.
Jangan menjahit tanpa melihat.
Selalu lepaskan pisau menggunakan alat lain
Prepared by Ali Syahrul - 2016
PERENCANAAN PERBAIKAN STRATEGI ( Contoh....)

Satuan Kerja :
Tanggal : 28 Januari 2016
Ketidak sesuaian (Uraian Masalah, Lokasi, Bukti Obyektif, Acuan/Referensi ) :
Ada tempat yg berisiko keselamatan misalnya uap panas dari broiler belum ada peringatan nya
Akar Penyebab :
Belum teridentifikasinya secara menyeluruh terkait tempat berisiko keselamatan pada area yang
mungkin dilalui oleh umum
Tindakan Perbaikan :
No Tindakan Perbaikan Metode PJ Batas Waktu Paraf
1 Melakukan identifikasi potensi Up date Identifikasi ISB 21-Feb-16
bahaya terkini pada ISB Potensi Bahaya
2 Melakukan sosialisasi identifikasi Sosialisasi ke satker ISB ISB 28-Feb-16
potensi bahaya di ISB
3 Membuat tanda peringatan di area Memberikan tanda K3 15-Feb-16
terkait
4 Membuat penghalang sesuai Membuat penghalang IPSRS 28-Mar-16
kebutuhan yang ada

Rencana Verifikasi : Dibuat Oleh: Diketahui :


Nama Ka.Satker IPSRS Nama Ka.KMMR

Verifikasi Tgl : Status : Verifikasi oleh :


Komentar : Close Open
Catatan Tambahan : Nama SPI
MFK 4
RUMAH SAKIT MERENCANAKN DAN MELAKSANAKAN PROGRAM
EP 1 UNTUK MEMBERIKAN
RS Mempunyai ProgramKESELAMATAN DAN KEAMANAN
Untuk Memberikan Keselamatan Dan
Keamanan LINGKUNGAN
Bagi Fasilitas, Termasuk Memonitor Dan Mengamankan Area
Yang
Diidentifikasi Sebagai Risiko Keamanan.
Ex : Ada denah risiko dan keamanan ( pintu masuk, cctv, area
EP 2 Program tersebut memastikan bahwa semua staf, pengunjung
terbatas, dll ).
dan pedagang /vendor dapat diidentifikasi dan semua area yg
berisiko keamanannya dimonitor dan dijaga keamanannya.
Ex
EP :3Ada bukti berupa
Program foto,
tersebut SK, SPO,
efektif untukkartu identitas,
mencegah cedera dan
mempertahankan
kondisi aman bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung.
Ex : SK Rambu keselamatan, SPO Laporan Insiden dan Inventigasi,
rambu dan
EP 4 petunjuk
Program meliputi keselamatan
keselamatan lainnya. dan keamanan selama masa
pembangunan dan renovasi.
Ex : Ada Program Pemantauan Pembangunan dan Renovasi gedung,
ada SPO,
safety induction, pamflet keselamatan/keamanan, dll.
MFK 4 ( Cont )
EP 5 Pimpinan memanfaatkan sumber daya sesuai rencana yang di
setujui
Ex 6: Ada
EP Biladenah, data
terdapat dan independen
badan daftar APD, Rambu, Identitas,
dalam fasilitas data akses
pelayanan
terbatas
pasien akan
disurvei, rumah sakit memastikan bahwa badan tersebut
mematuhi
program keselamatan.
Ex : Ada bukti IKS terkait aspek keselamatan dan keamanan, safety
induction,
safety briefing, dll,
MFK 4.1
EP 1 RS mempunyai hasil pemeriksaan fasilitas fisik terkini dan
akurat yang
didokumentasikan.
Ex : Laporan pengajuan dan perbaikan sarana dan prasarana, ( baik
dari2 IPSRS,
EP RS mempunyai rencana mengurangi risiko yang nyata
ISP dan K3 ronde EOC/lainnya )
berdasarkan
pemeriksaan tersebut.
Ex : Ada perencanaan, ada dokumen foto proses sebelum dan
sesudah
perbaikan, proses perbaikan dan anggaran.
MFK 4.1 ( Cont)
EP 3 RS memperlihatkan kemajuan dalam melaksanakan
rencananya.
Ex : Ada dokumen/foto sebelum, proses perbaikan/perencanaan,
sesudah
perbaikan.

MFK 4.2
EP 1 RS menyusun rencana dan anggaran yang memenuhi
peraturan
perundangan dan ketentuan lain.
Ex : Ada bukti perencanaan anggaran dari satker terkait dg perbaikan
sarpras,
EP 2 renstra, desk anggaran
RS menyusun rencanadan
danlainnya.
anggaran untuk meningkatkan atau
mengganti sistem, bangunan atau komponen yang diperlukan agar
fasilitas tetap beroperasi secara aman dan efektif.
Ex : Bukti regulasi sebagai pemenuhan peraturan, data usulan IPSRS
dan/ ISP terkait perbaiakan, penambahan sarpras fasilitas dan
lainnya.
PELAPORAN INSIDEN

INVERTIGASI & SOSIALISASI


INSIDEN SUDAH PEMBENTUKA KE
TERJADI, POTENSIAL DALAM WAKTU 2 x 24 N TIM DAERAH/SATK
TERJADI, NYARIS JAM MENGISI FORMULIR INVESTIGASI ER LAIN YANG
TERJADI PELAPORAN INSIDEN INSIDEN BERPOTENSI

SEMUA LAPORAN LAPORAN


PETUGAS RS DISERAHKAN INSIDEN +
KE KOMITE K3 FTPP/RCA
Diskusi Coba identifikasi bahaya potensialnya?

Instalasi Gizi ( Dapur )

79
Penyakit Akibat Kerja di RS Prepared by Ali Syahrul C
Uji Fungsi, Pemantauan dan
Safety Induction
Selamat Berjuang
Dalam Pemenuhan Kesesuaian Mutu
Akreditasi RS versi KARS 2012 / JCI
Dengan Optimal di RS Anda

Terima Kasih
Ali Syahrul C,
SKM, MKKK
Konsultan K3RS