Anda di halaman 1dari 37

Wireline

Technology

Indra Bayu 113130099


Felix Anggitama 113130109
Fahmi Tamimi El M 113130149
OUTLINE

Fungsi Dari Wireline

Jenis Wireline

Peralatan Wireline

Surface Handling Equipment


FUNGSI DARI WIRELINE

Kabel dipergunakan untuk menurunkan peralatan ke


dalam, dan sebagai media untuk komunikasi antara
peralatan di dalam sumur dengan peralatan dipermukaan
(kini sistem komputer), serta sebagai pengukur
kedalaman sumur.

Untuk memasang dan mencabut safety valves,


plugging dan pressure regulators, penanganan pasir
dan paraffin yang berada di dalam tubing,
menjalankan peralatan guna mengukur BHP (Bottom
Hole Pressure), dan BHT (Bottom Hole Temperature),
cabut-pasang katub gas lift, production logging,
down hole video camera, mendeteksi kebocoran
Jenis Wireline
Electric Line
Merupakan kabel electric berarmor yang
bisa menghantarkan arus listrik . Electric
line bisa digunakan unntuk mencari data-
data dalam sumur, ataupun untuk
perforasi. Size yang umum digunakan
0,202.
Electrical Truck Mounted
Slick line
Merupakan kawat yang berdiameter kecil
(0,082; 0,092; 0,108; dan 0,125) yang
biasanya digunakan sebagai media untuk
setting atau mencabut peralatan dari
dalam sumur.
Slickline Unit
Peralatan Wireline
Rope Socket

Tali atau sambungan wireline digunakan


untuk menghubungkan alat lain atau
menyambung antara wireline. Ada beberapa
tipe socket : yaitu spool, strand dan slip
Spring atau Spool

Alat ini terdiri dari body, spring, support


dan disc. Kawat dimasukkan kedalam
body, diputar pada disc dan dimatikan
dengan bungkus wireline. Spring
digunakan sebagai shock absorber pada
saat kondisi tidak normal.
Strand / Wedge

Alat ini terdiri dari body dan plug yang


berulir dari bahan mangan. Tali
dimasukkan ke dalam body, diputar
pada plug dan ditutup.
Slip / Clamp

Alat ini terdiri dari body, sub, carriage, slips,


dan setscrew. Peralatan ini digunakan pada
saat operasi pemancingan, karena tersedia
slip yang berbeda-beda strength putusnya (50,
60, 70, 80 dan 90 persen).

Tipe socket yang lain, berupa wireline


dimasukkan kedalam cetakan sambungan
Knuckle Joint

Peralatan ini berupa joint,


yang memungkinkan
peralatan bisa leluasa masuk
kedalam lubang yang miring
atau crooked hole
Sinker Bars / Stem

Suatu rangkaian peralatan


termasuk socket dan sinker
bar adalah juga berfungsi
sebagai pemberat.
Pemberat ini digunakan
untuk melawan tekanan
sumur.
Jar
Jar adalah alat yang
digunakan untuk
mengontrol atau
mempercepat gaya
tarikan untuk menurunkan
gaya impact
Empat desain hoisting system
permukaan :
1. Refitted Mine Hoist
2. Drum Hoist
3. Storage Drum/Line Puller
Combination
4. Drum Hoist/Line Puller
Combination
Refitted Mine Hoist
1. Biaya relative murah

2. Diadaptasi dengan desain kabel panjang 10,


diameter 8 dan berat lebih dari 30.000 lbs.

3. Tidak memiliki level wind yaitu alat untuk


melilit fishing line pada banyak gulungan.
Pertimbangan Pemilihan Hoist System

Drum Hoist
1. Kecepatan rendah namun hoist power
besar yaitu 15000 lbs.

2. Ringan dan mudah di angkut (portable).

3. Hanya sedikit jenis kabel yang dapat


digunakan pada drum hoist.
Pertimbangan Pemilihan Hoist System

Storage Drum/Line Puller


Combination
1. Kemungkinan terhadap kerusakan
kabel lebih sedikit dari drum hoist

2. Dapat mengangkat hingga 30000


lbs

3. Kecepatan rendah
Pertimbangan Pemilihan Hoist System

Drum Hoist/Line Puller


Combination
Drum hoist yang dipasang dengan
level wind untuk operasi hoisting.

Mampu mengangkat hingga


18000 lbs.

Portable
Horse Power
Contoh :
jika 18000 lbs ditarik dengan 100
ft/minute. Berapa horse power
yang diperlukan?

Efisiensi system haruslah lebih besar dari 70


persen sehingga dibutuhkan 77,8 hp.
Terima Kasih
PROBLEMS FISHING

Benda-benda yang terjatuh di dalam lubang bor dapat


menimbulkan masalah. Benda-benda tersebut berasal
dari :
Kerusakan mata bor
Kunci-kunci yang terjatuh ke dalam lubang bor
Rangkaian pemboran yang terputus dan terjatuh ke
dalam lubang bor.
PERFORASI
Perforasi adalah pembuatan lubang menembus casing
dan semen sehingga terjadi komunikasi antara formasi
dengan sumur yang mengakibatkan fluida formasi dapat
mengalir ke dalam sumur.
Untuk melakukan perforasi, digunakan perforator yang
dibedakan atas dua tipe perforator :
Bullet/Gun perforator.
Shape charge/Jet perforator.
KOMPONEN UTAMA UNTUK
PERFORASI
Komponen utama yang digunakan untuk
perforasi: Perforating tools (gun cable head,
collar locator, weights);
Kabel
Sheave and tension indication apparatus;
Logging truck (including cable winch and control
panels);
Pressure control system.
BASIC PERFORATION TOOLS
Gun perforator yang dijelaskan
sebelumnya dimasukkan kedalam
lubang pemboran dengan sebuah
alat untuk mendeteksi posisi dari
setiap casing collar. CCL adalah alat
pendeteksi magnet sederhana yang
dapat merespon peningkatan
besarnya kandungan metal
terhadap sebuah sambungan
casing, dan mengirimkan indikasi
ini ke permukaan dimana akan
direkam setiap kedalaman. CCL
terdapat diatas perforating gun dan
TRUCK LOGGING
Truk logging yang modern biasanya memiliki:
1. Sebuah gulungan kabel konduktor dan mesin
penarik dan penggulung kabel di dalam sumur
2. Sebuah alat pengukur kedalaman yang terdapat
pada kabelnya
3. Sebuah generator yang mempunyai daya 120
volt
4. Panel pengontrol elektrik
5. Sebuah alat perekam mekanik
Pressure Control System
Rangkaian pengontrol tekanan terdiri dari sebuah Blow
out Preventer (BOP). Pipa pengangkat yang terdapat
peralatan perforasi, rangkaian pipa alir, dan penyekat paling
atas atau yang biasanya disebut dengan stuffing box.

Pada selubung BOP terdapat dua penyekat yang saling


berhadapan pada ram dengan memiliki pemutus untuk
ukuran kabel tertentu. Jika ram tersebut menutup, maka
penyekat pada ram tersebut akan menyekat kabel dengan
kencang. Proses penyekatan tersebut umumnya dapat
dilakukan dengan proses mekanik atau hidrolik.
RANGKAIAN PRESSURE
CONTROL
Hydraulic dan Mechanically BOP
PENENTUAN TITIK PERFORASI
DENGAN GR DAN CCL
Penentuan titik
perforasi dengan
menjalankan Gamma
Ray dan CCL.
Dapat dicontohkan
dengan gambar
disamping interval
antara CCL dan Gamma
Ray sebesar 3 ft.
Maka perlu adanya
koreksi kedalaman pada
chart log CCL.
PROSEDUR PROSES PERFORASI
1. Menjalankan Gamma Ray Log dan CCL, kemudian hasil dari
kedalaman CCL log dikoreksi dengan pembacaan chart yang telah
ditunjukkan Gamma Ray Log untuk menentukan titik perforasi
2. Korelasi antara chart Cased Hole Log terhadap chart Open Hole Log
sebagai referensi untuk menentukan titik perforasi.
3. Menjalankan rangkaian peralatan perforasi yang sudah dirangkai di
permukaan.
4. Setelah sampai pada titik perforasi dengan koreksi yang telah
dilakukan maka rangkaian peralatan dihentikan.
5. Memastikan kedalaman tersebut tepat lalu posisikan gun untuk
menembak.
6. Setelah menembak, lalu collar dinaikkan untuk memastikan bahwa
gun telah meledak dengan baik.
7. Menjaga semua dokumentasi, log, sketsa, dan perhitungan untuk
file.
KESIMPULAN
Perforasi dapat dilakukan dengan Elektric Wireline
karena elektrik wireline mampu memberikan
informasi langsung ke permukaan dan sebagai
konduktor untuk menyalurkan tenaga ke peralatan
perforasi.
Dalam kegiatan perforasi perlu adanya perforating
tools, kabel, sheave dan tension indication apparatus,
logging truck , pressure control system.
Dalam menentukan titik perforasi perlu adanya
koreksi CCL terhadap Gamma Ray karena CCL
dirangkai diatas Gamma Ray.
SUPORT DST
a. Check Casing & Tubing Clearence.
Sebelum memasukkan alat-alat penting seperti alat
logging, perforator, DST, slickline berperan untuk
memastikan bahwa lubang yang akan dimasuki alat
aman/bersih dari kotoran penyumbat. Menggunakan
gauge cutter.
b. Setting Safety Valve pada drill string.
Safety valve berfungsi untuk menahan tekanan dari
bawah sumur, safety valve dipasang saat terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan seperti munculnya tekanan yang
besar secara tiba-tiba. Check ball valve (safety valve)
fully open menggunakan gauge cutter.
c. Support DST menggunakan EMR.
EMR (Electric Memory Recording) berfungsi untuk
merekam tekanan dan temperatur dalam sumur yang
ditempatkan pada gauge carrier.
SUPORT DST

d. Setting packer.
Slickline juga berperan dalam setting packer
saat operasi DST. Hal ini dilakukan dengan
jalan memasang plug didalam tubing.
e. Took Bottom Hole Sample (Menggunakan
Pump
Bailer)

NB : DST (Drill Stem Test) hanya dilakukan untuk


sumur eksplorasi yang tidak bisa dikorelasi dengan
sumur lainnya.
SUPORT DST

Gambar. Soundex EMR