Anda di halaman 1dari 28

SUBSTRAT DAN FORMULASI MEDIA

KULTIVASI DALAM BIOPROSES

Penyiapan Mikroorganisme Penyiapan substrat/ formulasi media

Inokulasi Sterilisasi
secara aseptik

Perakitan bioreaktor dan strerilisasi

Kultivasi: Sampling dan Pemanenan


-Pengontrolan suhu
-Pengontrolan pH Analisis hasil kultivasi
-Pengontrolan aerasi
-Pengontrolan agitasi
-Pengontrolan busa
FORMULASI MEDIA
Merupakan tahap penting dalam bioproses
Komponen medium harus dapat mendukung
pertumbuhan sel dan produksi metabolit
Komponen medium harus dapat memberikan
kecukupan energi untuk biosintesis dan
pemeliharaan sel

Persamaan :
Carbon + Nitrogen + lain-lain Biomassa
sel + produk +CO2 + H2O + panas
KOMPOSISI TIPIKAL UNTUK M.O
Elemen % bobot kering
Karbon 50
Nitrogen 7-12
Fosfor 1-3
Sulfur 0.5-1.0
Magnesium 0.5
(Wang dkk., 1978)
KOMPOSISI UNSUR –UNSUR DLM BAKTERI, KAPANG DAN
KHAMIR ( % bobot kering) :

Unsur Bakteri Khamir Kapang

Karbon 50-53 45-50 40-63


Hidrogen 7 7 7
Nitrogen 12-15 7.5-11 7-10
Phospor 2.0-3.0 0.8-2.6 0.4-4.5
Sulphur 0.2-1.0 0.01-0.24 0.1-0.5
Potassium 1.0-4.5 1.0-4.0 0.2-2.5
Sodium 0.5-1.0 0.01-0.1 0.02-0.5
Calcium 0.01-1.1 0.1-0.3 0.1-1.4
Magnesium 0.1-0.5 0.1-0.5 0.1-0.5
Chloride 0.5 - -
Besi 0.02-0.2 0.01-0.5 0.1-0.2
KOMPONEN MEDIA UMUMNYA MELIPUTI :

• Sumber C
• Sumber N
• Mineral
• Vitamin
• Bufer
• Prekursor/inhibitor/induser
• Oksigen
• Antifoam
PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT
DAN NUTRIEN
• Pertumbuhan akan optimum apabila nutrien dan kondisi
sesuai
• Nutrien dasar yang dibutuhkan adalah sumber C,
sumber N, energi dan faktor esensial pertumbuhan yaitu
mineral dan vitamin
• Nutrien digunakan untuk sedia energi dan pembentukan
konstituen seluler
• Ukuran hasil kultivasi disebut yield
• Laju pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh
konsentrasi komponen penyusun media pertumbuhan
Contoh:
Bila diinginkan mensintesa 30 g/L massa khamir, maka
kira-kira formulasi media adalah sbb.

Komponen medium Konsentrasi (g/L)


Sumber energi karbon
-Methanol 60
-Etanol 40
-Glukosa 60
-Heksadekan 30
(NH4)2SO4 12
KH2PO4 1.3
MgSO4 1.5
Trace element 10-4
CONTOH BAHAN DASAR MEDIA

Nutrien broth:
-beef extract 3g
-pepton 5g
-air 1000 g
Nutrien agar:
-beef extract 3g
-pepton 5g
-agar 15 g
-air 1000 g
KARAKTERISTIK BAHAN DASAR MEDIA
Bahan mentah Karakteristik/sumber
Beef extract Ekstrak cairan daging dikentalkan
menjadi pasta
Pepton Produk hasil hidrolisis bahan
berprotein, a.l daging, kasein dan
gelatin, dapat dihidrolisa dengan cara
asam maupun enzimatis
Agar Suatu karbohidrat kompleks diperoleh
dari ganggang laut
Ekstrak khamir Ekstrak cair dari sel khamir, dalam
bentuk tepung
SUMBER KARBON
• Sumber energi utama
• Bahan penyusun kerangka sel
• Dalam alam, banyak sekali alternatifnya (tugas : cari 10 jenis
sumber karbon organik /anorganik yang umum digunakan)

Dasar pemilihan sumber C (karbon) dalam industri


• Ketersediaan
• Kemudahan untuk digunakan/metode preparasi (ada yang
perlu pre treatment)
• Kemudahan untuk diasimilasi
• Harga
• Aspek legal
METODE PREPARASI MEDIA
• Media yang dibeli dalam bentuk komersil, misalnya
nutrien agar, nutrien broth biasanya resepnya
sudah tertera. Tinggal mengikuti resep tersebut
• Jika dalam media terdapat sumber
nitrogen/protein, maka saat sterilisasi, pisahkan
antara sumber karbon dengan nitrogen karena
dapat menyebabkan reaksi browning
(pencoklatan)
• Jika berupa pati, maka konsentrasi maksimal 2%
karena dapat menggumpal jika dipanaskan. Jika
dapat gunakanlah soluble starch
SUMBER NITROGEN
• Sebagai bahan penyusun sel
• Contoh: corn steep liquor, tepung kacang, tepung kedelai,
gelatin, darah, tepung ikan,dll

Faktor yang mempengaruhi pemilihan sumber N:


- kemudahan untuk diasimilasi.contoh: ammonia
atau ion ammonium mudah diasimilasi
sehingga banyak digunakan (tugas : mengapa amonium lbh
mudah diasimilasi dibanding bungkil kedelai?)
- metabolisme
- murah harganya dll
Produksi antibiotik (metabolit sekunder) pada umumnya
terhambat bila menggunakan nitrogen yang mudah
diasimilasi
Contoh sumber N yang baik untuk metabolit sekunder

Produk Sumber Nitrogen Utama


Penisilin Corn steep liquor
Bacitracin Butiran kacang
Riboflavin Gelatin yang dihidrolisis oleh enzim dari pankreas
Novobiocin Distillers soluble
Rifamycin Tepung kedelai
Giberelin Garam amonium dan nitrogen dari tanaman
Butirosin Tepung darah atau hemoglobin dg.amonium sulfat
Polyenes Tepung kedelai
BAHAN LAIN
• Mineral
• Vitamin
• Pengatur asam basa
• Antibusa
• Precursor atau inhibitor
• Induser
• oksigen
MINERAL :
-Beberapa mineral merupakan unsur dalam sel sehingga perlu
ditambahkan , contoh : Mg, K, S, Ca, Cl, merupakan komponen
esensial
Kisaran konsentrasi mineral yang umum digunakan
Komponen Kisaran
KH2PO4 1.0-4.0
MgSO4.7H2O 0.25-3.0
KCl 0.5-12.0
CaCO3 5.0-17.0
FeSO4.4H2O 0.01-0.1
ZnSO4.8H2O 0.1-1.0
MnSO4.H2O 0.01-0.1
CuSO4. 5H2O 0.003-0.01
Na2.MoO4.2H2O 0.01-0.1
Trace element yang mempengaruhi produksi metabolit primer dan
sekunder :

Produk Trace element

Bacitracin Mn
Riboflavin Fe, Co
Protease Mn
Actinomycin Fe, Zn
Chloramphenicol Fe, Zn
Neomycin Fe, Zn
Citric acid Fe, Mn, Zn
Penicillin Fe, Zn, Cu
Griseofulvin Zn
Patulin Fe, Zn
VITAMIN :
-Sumber carbon dan nitrogen alamiah pada umumnya sudah
mengandung vitamin
- Beberapa produk memerlukan tambahan vitamin, misalnya :
Ca-panthotenat dalam produksi vinegar, biotin dalam produksi
asam glutamat
BUFFER :
-Ditambahkan dalam media untuk mempertahankan pH pada
kondisi optimum
-CaCO3 pada umumnya ditambahkan untuk kondisi pH 7
-Kondisi pH setimbang dapat juga dipengaruhi oleh penggunaan
sumber karbon dan nitrogen
PREKURSOR DAN ZAT PENGATUR METABOLISME
Prekursor adalah bahan yang apabila ditambahkan dalam media
akan langsung mempengaruhi pembentukan produk yang
diinginkan
Contoh : corn steep liquor mengandung phenylethylamine yang
berguna sebagai bagian penyusun molekul penisilin menghasilkan
benzyl penicillin (Penicillin G). Setelah diketahui bahwa aktivitas
penicillin terletak pada rantai sisi dan faktor pembatas adalah
pembentukan rantai sisi, maka dalam prakteknya ditambahkan
phenylacetic acid dalam produksi penisilin

 meningkatkan produksi 3 kali lipat


Prekursor dalam proses fermentasi

Prekursor Produk Mikroorganisme


Phenylacetic acid dan Penisilin G Penicillium chrysogenum
turunannya
Phenoxy acetic acid Penicilin V Penicillium chrysogenum
Chloride Chlortetracyclin Streptomyces aureofaciens
Chloride Griseofulvin Penicillium griseofulvin
Proprionate Riboflavin Lactobacillus bulgaricus
Cyanides Vitamin B12 Propionobacterium, Streptomyces
Β- ionones Carotenoids Phycomycetes blakesleeanus
A-amino butyric acid L-isoleucine Bacillus subtilis
D-threonine L-isoleucine Serratia marcescens
Anthranilic acid L-trypthofan Hansenula anomala
Glycine L-serine Corynebacterium
glycinophilum
INHIBITOR :
-Untuk membentuk produk spesifik atau mengakumulasi senyawa
antara
- Contoh :
Produksi gliserol bergantung pada modifikasi fermentasi ethanol
dengan m enghilangkan senyawa acetaldehyde. Penambahan
sodium bisulfite akan menyebabkan reaksi pembentukan senyawa
acetaldehyde bisulfite :
OH
CH3CH=O + NaSO3  CH3 CH
- SO3Na
- karena tidak ada acetaldehyde untuk reoksidasi NADH2, maka
terbentuk glycerol -3- P yang dikonversi menjadi gliserol
Contoh Inhibitor spesifik/umum pada beberapa fermentasi

Produk Inhibitor Efek Utama Mikroorganisme

Gliserol Sodium bisulfit Produksi acetaldehyde Saccharomyces


terrepresi cereviseae
Tetrasiklin Bromide Pembentukan Streptomyces
Chlortetracyclin terrepresi aureofaciens
Asam glutamat Penicillin Permeabilitas dinding sel Micrococus
glutamicus
Asam oksalat terrepresi Aspergillus niger
Asam sitrat Logam alkali/P
di bwh pH 2
Bervariasi Bervariasi tgt inhibitor Brevibacterium
Valin roseum
Rifamycin tipe lain terhambat Nocardia
Rifamycin B Di-ethyl mediterranei
barbiturate
Inhibitor juga mempengaruhi struktur dinding sel dan digunakan untuk
meningkatkan permeabilitas dinding sel dalam pengeluaran produk.
Contoh : penggunaan penisilin dan surfactan pada produksi asam
glutamat

INDUSER :
-Pada umumnya enzim bersifat inducible ( diproduksi bila ada induser)
-Contoh pada produksi Protease : konsentrasi protein harus tinggi,
sedangkan konsentrasi C tidak boleh berlebihan karena dapat
menyebabkan represi katabolit.
-Penambahan yeast mannan pd produksi streptomysin oleh Streptomyces
griseus : yeast mannan akan memprod a-mannosidase yang akan
diubah menjadi mannosidostreptomysin dan akhirnya menjadi
streptomisin
Contoh Beberapa induser enzim

Enzim Induser Mikroorganisme

A-amilase Pati Aspergillus spp


Maltose Bacillus subtilis
Pullulanase Maltose Aerobacter aerogenes
A-mannosidase Yeast mannan Streptomyces griseus
Penicilin acylase Phenylacetic acid E coli
Protease Berbagai protein Bacillus spp
Streptococcus spp
Streptomyces spp
Aspergillus spp
Mucor spp
Selulase Selulosa Trichoderma viride
Pectinase Pektin Aspergillus spp
KEBUTUHAN OKSIGEN
-Metabolisme Cepat : Cairan fermentasi dapat menjadi kekurangan
oksigen dikarenakan penggunaan substrat yang cepat
dimetabolisme contoh gula
Cara mengatasi : gunakan senyawa yang lambat dimetabolisme
atau gunakan teknik kultivasi sinambung atau semi sinambung
-Rheology : Komponen dalam medium dapat mempengaruhi
viskositas cairan kultivasi . Disamping itu produk yang disekresikan
ke cairan kultivasi jg mempengaruhi rheologi cairan (misal : produksi
polisakarida gum xanthan)  konsentrasi O2 jg terpengaruh.
- Antifoam : Beberapa antifoam dapat beraksi sbg surfactant
sehingga dapat menurunkan laju transfer oksigen
ANTIFOAM :
-Foaming (pembusaan) terjadi karena protein dalam medium
yang terdenaturasi pada interfasa cairan – udara dan membentuk
lapisan /selaput.
-- Foaming menyebabkan hilangnya sel dari medium kemudian
terjadi otolisis dan pelepasan protein sel ke dalam medium
-Cara atasi :
-1. Purifikasi parsial nutient kompleks dan modifikasi parameter
fisik (pH, suhu, aerasi dan agitasi)
-2. Gunakan antifoam adalah surface active agent yang
mengurangi tegangan permukaan busa menggantikan
senyawa yang menyebabkan busa
Kriteria antifoam :
1. Mudah terdispersi dan cepat bereaksi
2. Aktif pada konsentrasi rendah
3. Aktif dalam waktu lama
4. Non toksik thd mikroorganisme
5. Non toksik pada manusia dan hewan
6. Tidak mengganggu proses hilir
7. Murah harganya
8. Tidak mempengaruhi laju transfer oksigen
9. Dapat disterilisasi dengan panas
Senyawa untuk antifoam :
1. Alcohol, stearyl , octyl decanol
2. Esters
3. Asam lemak dan turunannya (gliserida, minyak biji kapas,
minyak kedelai, minyak zaitun, minyak jarak)
4. Silikon
5. Sulfonat
6. Poly propilen glikol, dll.

Anda mungkin juga menyukai