Anda di halaman 1dari 127

PANDUAN OPERASIONAL

PENYELENGGARAAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Muh Farozin
Dosen Prodi BK UNY
08122707448
farozin2311@yahoo.com
Disampaikan pada Sosialisasi Panduan
Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan
Konseling
Diselenggarakan oleh PPPPTK Penjas dan BK
Parung, 10-14 Februari 2017
LANDASAN YURIDIS
BIMBINGAN DAN KONSELING
(a.l. ..... lengkapnya Lihat buku
POP BK)
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem
Pendidikan Nasional
2. UU No. 14 Tahun 2005 ttg Guru
& Dosen
3. Peraturan Pemerintah No. 74
Tahun 2008
tentang Guru
5. Permendikbud No. 64
Tahun 2014
tentang Peminatan pada
Pendidikan
Menengah
6. Permendikbud No. 111
Tahun 2014
tentang Bimbingan dan
Konseling
pada Pendidikan Dasar
PERMENDIKBUD 81A 111 TTG
BK
Permendikbud No. 81A Tahun
2013 tentang Implementsi
Kurikululum, Lampiran IV, VIII.
Konsep dan Strategi Layanan
Bimbingan dan Konseling
DIPERBAIKI MENJADI
Permendikbud No. 111 Tahun
2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan
Pasal 12
Permendikbud No. 111/2014 ttg BK
(1) Pelaksanaan BK menggunakan Pedoman
Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah yang
tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Menteri
ini
(2) Pedoman BK sebagaimana dimaksud pada
ayat
(1) perlu diatur lebih rinci dalam bentuk
Panduan Operasional layanan Bimbingan dan
Konseling.
POP BK PADA SATUAN
PENDIDIKAN
Permendikbud No. 111 Tahun
2014
tentang Bimbingan dan
Konseling pada
Pendidikan Dasar dan
Pendidikan
Menengah (BK-PDPM)
menjadi dasar
BIMBINGAN DAN KONSELING
PADA SATUAN PENDIDIKAN
Diselengggarakan berdasarkan :
1.BK PDPM
2.POP BK di SD
3.POP BK di SMP
4.POP BK di SMA
5.POP BK di SMK
Diterbitkan oleh
Ditjen GTK Kemdikbud RI, 2016
POP BK SD, SMP, SMA, SMK

Disusun oleh Tim meliputi


unsur pengambil kebijakan,
akademisi, praktisi, dan
organisasi profesi BK
Dilakukan uji keterbacaan
naskah
Dilakukan penyelarasan
SOSIALISASI BK-PDPM dan POP
BK
22 Des 2016 di Balikpapan =
sosialisasi kebijakan GTK
Kemdikbud RI oleh Ditjen GTK,
salah satunya Kebijakan
Bimbingan dan Konseling.
23 Des 2016 diberikan copy file
POP BK SD, SMP, SMA, SMK
kepada perwakilan dari 18
provinsi.
27 Des 2016 dini hari
BK PDPM dan POP BK
SD, SMP, SMA, SMK
diunggah melalui

hsbki.or.id
SOSIALISASI POP BK SD,SMP,SMA,SMK
1. Cilacap, 13 Januari 2017 == Sekjen PB ABKIN
2. Mataram, 14 Januari 2017 == dibuka oleh Rektor
Universitas HANZANWADI, Lombok Timur
3. Bandung, 16 Januari 2017 == dibuka oleh Bapak
Dirjen GTK Kemdikbud
4. Palembang, 26 Januari 2017 == dibuka oleh Bapak Wakil
Rektor I Universitas PGRI Palembang (H. Eddy Salam, SH., MM)
dan dibuka oleh Ka Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid
PTK a.n Ka Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel.
5. Semarang, 7 Februari 2017, dibuka wakil Rektor 1 Universitas
Ngudi
Waluyo
6. PPPPTK, 10-14 Februari 2017, dibuka oleh Bapak Kapus PPPPTK
Penjas
dan BK
7. Rencana : 18-19 Februari 2017 = Nganjuk
Jatim, direncanakan dibuka Bapak Mendikbud RI, dicetak @ 400
8. Rencana : awal Maret 2017 di DIY
POP BK SD, SMP, SMA,
SMK bukan diterbitkan
oleh ABKIN, HSBKI,
IMABKIN, IBKS, ISPI,
MGBK tetapi
diterbitkan oleh Ditjen
GTK Kemdikbud RI 2016
Pada tahun 2017 Satu
Pedoman dan Satu
Panduan Bimbingan dan
Konseling :
BK PDPM, POP BK DI SD,
SMP,
SMA, SMK
Diterbitkan oleh
TUJUAN POP BK

1.Memandu guru BK dalam


memfasilitasi dan
memperhatikan ragam
kemampuan, kebutuhan,
dan minat sesuai dengan
karakteristik peserta didik
2.Memfasilitasi guru BK dalam
merencanakan,melaksanaka
n, mengevaluasi, dan tindak
lanjut layanan BK
TUJUAN POP BK : (lanjutan)

3.Memberi acuan guru BK dalam


mengembangkan program
layanan BK secara utuh dan
optimal
4. Memfasilitasi guru BK dalam
menyelenggarakan BK
5. Memberi acuan bagi
pemangku
kepentingan penyelenggaraan
BK pada satuan pendidikan
PENGGUNA POP BK
GURU BK/KONSELOR
1 menyelenggarakan kegiatan BK
berdasarkan pedoman dan panduan
KEPALA
BK. SEKOLAH mendukung dan
2 memfasilitasi penyelenggaraan
layanan bimbingan dan konseling.
KEPALA DINAS PENDIDIKAN
3 memberikan kebijakan yang
mendukung penyelenggaraan BK di
PENGAWAS PENDIDIKAN mensupervisi
sekolah.
dan membina penyelenggaraan BK
4 sebagai bagian dari program
pendidikan di sekolah.
PENGGUNA POP BK
(lanjutan):
Lembaga pendidikan yang menyiapkan
guru BK/konselor hendaknya dalam
5 mengembangkan kurikulum
memperhatikan Pedoman dan Panduan
Operasional Penyelenggaraan BK
Organisasi profesi memberikan dukungan
6 dalam Pengembangan Keprofesian guru
bimbingan dan konseling.
Komite Sekolah memberikan dukungan
7 penyelenggaraan layanan bimbingan dan
konseling di sekolah.
PPPPTK Penjas dan BK menyelenggarakan
8 kegiatan pelatihan dengan
memperhatikan Pedoman dan Panduan
Operasional Penyelenggaraan BK
PENGGUNA POP (lanjutan)
GURU MAPEL: kolaborasi dan sinergi kerja
dalam upaya terselenggaranya pendidikan
dan tercapainya perkembangan secara utuh
dan optimal aspek diri peserta didik.
GURU KELAS : memahami dan menerapkan
konsep bimbingan dan konseling dalam
pembelajaran agar mendukung tercapainya
perkembangan secara utuh dan optimal
aspek diri peserta didik.
DEWAN PENDIDIKAN: diharapkan penguatan
akademik dan layanan BK dilaksanakan
secara profesional dan peran lain yang sesuai
dengan aturan.
BKD: pemenuhan jumlah dan kualifikasi
akademik guru BK/konselor agar layanan BK
berfungsi optimal dan tugas lain yang sesuai
dengan aturan.
ISI POP BK DI SD, SMP, SMA, SMK
1. SAMBUTAN DIRJEN GTK KEMDIKBUD
RI
2. TIM PENYUSUN PANDUAN
3. PENDAHULUAN
4. PEMAHAMAN PESERTA DIDIK
5. PERENCANAAN LAYANAN BK
6. PELAKSANAAN LAYANAN BK
7. EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK
LANJUT
8.LAMPIRAN-LAMPIRAN 19
BIMBINGAN DAN KONSELING
DALAM PENDIDIKAN
PENDIDIKAN NASIONAL

PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana


untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajara n agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. (Bab I, Pasal 1, UU RI No. 20 tahun
2003 tentang Sisdiknas)
FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
NASIONAL
BERFUNGSI mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa,
BERTUJUAN untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta22
BIMBINGAN DAN KONSELING PENDIDIKAN NASIONAL

Manusia Indonesia yang diharapkan =


Sikap Spiritual : beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa
Sikap sosial : berakhlak mulia,
sehat, mandiri, dan demokratis
serta bertanggung jawab
Pengetahuan : berilmu
Ketrampilan : cakap dan kreatif
KOMPONEN PENDIDIKAN DI
SEKOLAH
BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan Konseling merupakan
upaya sistematis, objektif, logis, dan
berkelanjutan serta terprogram yang
dilakukan oleh konselor atau guru BK
untuk memfasilitasi perkembangan
peserta didik/konseli untuk mencapai
kemandirian dalam kehidupannya.

Penerima layanan Bimbingan dan


Konseling pada satuan pendidikan
Sebutan KONSELI tertuang
dalam Permendiknas No, 27
tahun 2008 tentang SKA KK.
Sebutan KONSELI
dipergunakan untuk
membedakan dengan
layanan profesi lain,
misalnya
Dokter pasien
Ustad santri
LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
Layanan BK pada satuan
pendidikan dilakukan oleh Guru
BK atau Konselor
Tanggung jawab
penyelenggaraan layanan BK
pada satuan pendidikan
dilakukan oleh Guru BK atau
Konselor
Tanggung jawab pengelolaan 27
PEMAHAMAN
KARAKTERISTIK PESERTA
DIDIK
GURU BK PERLU MEMAHAMI

1. Karakteristik peserta didik


meliputi
aspek fisik, kognitif, sosial,
emosi,
moral dan religius
2. Tugas perkembangan
peserta didik
TEKNIK PEMAHAMAN PESERTA DIDIK/KONSELI
PEMANFAATAN
DATA HASIL ASESMEN

1. PENYUSUNAN PROFIL
PESERTA DIDIK (individual,
kelompok, kelas)
2. PENYUSUNAN PROGRAM BK
3. PENYUSUNAN RPLBK
PERENCANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN
KONSELING
PROGRAM BIMBINGAN
DAN KONSELING

Disusun berdasarkan
kebutuhan peserta didik
dan sekolah.
TAHAP PERENCANAAN
PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Tahap persiapan (preparing)


1.Melakukan asesmen kebutuhan,
2.Aktifitas mendapatkan dukungan
3.Menetapkan dasar perencanaan

. Tahap perancangan (disigning)


1. Menyusun program tahunan, dan
2. Menyusun program semesteran
MELAKUKAN ASESMEN
Asesmen dilakukan dengan
menerapkan teknik dan
instrumen yang sesuai
Asesmen peserta didik/konseli
dan sekolah
Hasil asesmen menjadi dasar
penyusunan program dan
pemberian layanan BK
Asesmen dilakukan di awal
AKTIVITAS MENDAPATKAN
DUKUNGAN
PIMPINAN DAN KOMITE SEKOLAH
DASAR PERENCANAAN
LAYANAN

Asesmen kebutuhan peserta


didik dan sekolah,
Landasan filosofis
Teoritis/praksis Bimbingan
dan konseling
TAHAP PERANCANGAN
(Designing)

1. Penyusunan program
tahunan
2. Penyusunan program
semesteran
STRUKTUR PROGRAM TAHUNAN
1. Rasional,
2. Dasar hukum,
3. Visi dan misi,
4. Deskripsi kebutuhan,
5. Tujuan,
6. Komponen program,
7. Bidang layanan,
8. Rencana operasional,
9. Pengembangan tema/topik,
10.Rencana evaluasi, pelaporan dan tindak
lanjut,
11.Sarana prasarana, dan
12.Anggaran biaya.
1. MERUMUSKAN
RASIONAL
2. DASAR HUKUM
Dasar hukum yang
dicantumkan adalah yang
menjadi landasan
penyelenggaraan BK : tingkat
pemerintah pusat, daerah ,
satuan pendidikan.

Penulisannya : Undang Undang,


Peraturan Pemerintah,
Peraturan Menteri, Peraturan
DASAR HUKUM, misalnya :
1. RI, UU No. 20/2003
2. RI, UU nO. 14/2005
3. RI, PP 74/2008
4. RI, Permendikbud 64/2014
5. RI, Permendikbud 111/2014
6. RI, .....?
7. RI, POP BK ...SMP?, 2016, Ditjen GTK
Kemdikbud,
8. Gubernur/Kadinas Provinsi
9. Bupati/wali kota/Kadinas Kab/Kota
10.Kepala Sekolah
3. MERUMUSKAN VISI DAN
1.Visi dan misi BK disusun
MISI
dengan memperhatikan
tujuan dan kebijakan
pendidikan serta selaras
dengan visi dan misi
sekolah.
2.Visi dan misi BK yang
termuat dalam program
tahunan tidak harus diubah
setiap tahun
Alternatif contoh
VISI BIMBINGAN DAN KONSELING
(SMA)
Visi Sekolah 2020:
Terwujudnya sekolah unggul yang
mampu menghasilkan lulusan yang
memiliki IMTAK dan IPTEKS.

Visi Bimbingan dan Konseling 2020:


Terwujudnya layanan bimbingan dan
konseling yang profesional dalam
memfasilitasi perkembangan peserta
didik/konseli yang mandiri dan unggul
dalam IMTAK dan IPTEKS.
Alternatif contoh
MISI BIMBINGAN DAN
KONSELING
Misi Bimbingan dan Konseling 2020.
1. Menyelenggarakan layanan BK yang
memandirikan peserta didik/konseli
berdasarkan pendekatan yang humanis
dan multikultur.
2. Membangun kolaborasi dengan guru mata
pelajaran, wali kelas, orang tua, dunia
usaha dan industri, dan pihak lain dalam
rangka menyelenggarakan layanan BK
3. Meningkatkan mutu guru BK/konselor
melalui kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan.
4. MENDESKRIPSIKAN
KEBUTUHAN

INSTRUMEN YANG
DIGUNAKAN
HASIL ASESMEN DALAM
KALIMAT PERNYATAAN
MEMILIH INSTRUMEN ASESMEN
Altenatif Contoh RUMUSAN KEBUTUHAN
Bidang Hasil Asesmen Rumusan Kebutuhan
Layanan Kebutuhan
Pribadi Selalu merasa tertekan Kemampuan mengelola
dalam kehidupan stres
Kepercayaan diri yang
Tidak percaya diri tinggi
Sosial Interaksi dengan lawan Interaksi dengan lawan
jenis jenis sesuai dengan etika
dan norma yang berlaku.
Konflik dengan teman Mengelola emosi dengan
baik
Belajar Sulit memahami mata Keterampilan belajar
pelajaran yang efektif
Motivasi belajar yang
Malas belajar tinggi
Karir Bingung memilih Pemahaman mengenai
jurusan di perguruan jurusan di perguruan
tinggi tinggi
Belum punya cita-cita Mengidentifikasi profesi
yang sesuai dengan
5. MERUMUSKAN TUJUAN

Berdasarkan deskripsi
kebutuhan peserta didik/
konseli dan berbentuk
perilaku yang harus
dikuasai peserta
didik/konseli
Alternatif contoh RUMUSAN
TUJUAN
No Bidang Kebutuhan Tujuan Layanan
. Layanan
1 Pribadi Kemampua Peserta
n mengelola didik/konseli
stres memiliki
kemampuan
mengelola stres

2. Sosial Mengelola Peserta


emosi didik/konseli
dengan baik memiliki
kemampuan
mengelola emosi
Alternatif Contoh
KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA
KEBUTUH SARANA DAN SARANA DAN
TUJUAN
PRASANA YANG PRASANA YANG
KEGIATAN
AN TERSEDIA DIBUTUHKAN
Sarana Ruang kerja Ruang kerja Dimilikinya
guru BK berada guru BK sekat/pembata
di satu ruangan terpisah s permanen
dengan ruang dengan guru ruang kerja
guru mapel mapel dan guru BK
mampu
menjaga
privasi konseli

Dan lain-lain Dan lain-lain dan lain-lain
Aplikasi Aplikasi Dimilikinya
Prasarana
instrumentasi instrumentasi aplikasi AUM
ITP AUM
Dan lain-lain Dan lain-lain dan lain-lain
6. MENENTUKAN KOMPONEN
PROGRAM

LAYANAN
DASAR

LAYANAN PESERTA
PEMINATAN & DIDIK
PERENCANAAN
INDIVIDUAL

LAYANAN
RESPONSIF 1. Pengemban
gan
DUKUNGA Profesional
N SISTEM 2. Konsultasi
3. Kolaborasi
4. Manajemen
LAYANAN DASAR

Pengertian layanan dasar: proses


pemberian bantuan kepada seluruh
peserta didik/konseli melalui
kegiatan penyiapan pengalaman
terstruktur secara klasikal atau
kelompok yang dirancang dan
dilaksanakan secara sistematis
dalam rangka mengembangkan
kemampuan penyesuaian diri yang
efektif sesuai dengan tahap dan
Tujuan layanan dasar :
membantu semua peserta
didik/ konseli agar
memperoleh perkembangan
yang normal, memiliki mental
yang sehat, dan memperoleh
keterampilan hidup, atau
dengan kata lain membantu
konseli agar mereka dapat
FOKUS PENGEMBANGAN
perkembangan pribadi,
perkembangan sosial,
perkembangan belajar,
perkembangan karir.

Materi layanan dasar perlu


disusun dan secara akademik +
emperik teruji
LAYANAN PEMINATAN DAN
PERENCANAAN INDIVIDUAL

PENGERTIAN PEMINATAN:
Program kurikuler yang disediakan
untuk mengakomodasi pilihan
minat, bakat dan/atau kemampuan
peserta didik dengan orientasi
pemusatan, perluasan, dan/atau
pendalaman mata pelajaran
dan/atau muatan kejuruan
PENGERTIAN PERENCANAAN
INDIVIDUAL :
Bantuan kepada peserta didik agar
mampu merumuskan dan
melakukan aktivitas-aktivitas
sistematik yang berkaitan dengan
perencanaan masa depan
berdasarkan pemahaman tentang
kelebihan dan kekurangan dirinya,
serta pemahaman terhadap
peluang dan kesempatan yang
tersedia di lingkungannya.
TUJUAN layanan peminatan dan
perencanaan individual membantu
konseli agar
1. memiliki pemahaman tentang diri dan
lingkungannya,
2. mampu merumuskan tujuan,
perencanaan, atau pengelolaan
terhadap perkembangan dirinya, baik
menyangkut aspek pribadi, sosial
belajar, maupun karir,
3. dapat melakukan kegiatan
berdasarkan pemahaman, tujuan, dan
rencana yang telah dirumuskannya.
Meskipun peminatan dan
perencanaan individual
ditujukan untuk seluruh
peserta didik/konseli, layanan
yang diberikan LEBIH BERSIFAT
INDIVIDUAL karena didasarkan
atas perencanaan, tujuan dan
keputusan yang ditentukan
oleh masing-masing peserta
didik/konseli.
TUJUAN peminatan dan
perencanaan individual :
upaya memfasilitasi peserta
didik/konseli untuk
merencanakan, memonitor,
dan mengelola rencana
pendidikan, karir, dan
pengembangan pribadi-
sosial oleh dirinya sendiri.
FOKUS PENGEMBANGAN layanan
peminatan dan perencanan individual
1. Pemberian informasi program
peminatan.
2. Melakukan pemetaan dan
penetapan peminatan peserta
didik (pengumpulan data, analisis
data, interpretasi hasil analisis
data dan penetapan peminatan
peserta didik);
3. Layanan pilihan kelompok mapel,
mapel; bidang, program, paket
keahlian
7. Pendampingan dilakukan
melalui
bimbingan klasikal,
bimbingan kelompok,
konselin individual, konseling
kelompok,
dan konsultasi.
8. Pengembangan dan
penyaluran.
9. Evaluasi dan tindak lanjut.
WAKTU PEMILIHAN DAN PENETAPAN
PEMINATAN PESERTA DIDIK

Terdapat 2 alternatif:
1. Bersamaan dengan
Penerimaan
Peserta Didik Baru. ATAU
2. Setelah diterima, minggu
pertama
tahun pelajaran baru.
LAYANAN RESPONSIF
PENGERTIAN layanan
responsif: pemberian bantuan
kepada peserta didik/konseli
yang menghadapi masalah
dan memerlukan pertolongan
dengan segera, agar peserta
didik/konseli tidak mengalami
hambatan dalam proses
pencapaian tugas-tugas
TUJUAN layanan responsif:
membantu peserta didik/konseli
yang sedang mengalami masalah
tertentu menyangkut
perkembangan pribadi, sosial,
belajar, dan karir, dan bantuan
yang bersifat segera.
FOKUS PENGEMBANGAN LAYANAN
RESPONSIF:
1. peserta didik yang secara nyata
mengalami masalah dan secara
potensial menghadapi masalah
tertentu namun dia tidak
menyadari
bahwa dirinya memiliki masalah.
2. masalah yang dihadapi dapat
menyangkut ranah
perkembangan
pribadi, sosial, belajar, atau karir.
FOKUS PENGEMBANGAN
LAYANAN RESPONSIF (lanjutan):
3. Masalah peserta didik/konseli
dapat
berkaitan dengan berbagai
hal yang
dirasakan mengganggu
kenyamanan
hidup atau menghambat
perkembangan diri konseli,
karena
tidak terpenuhinya
DUKUNGAN SISTEM
PENGERTIAN dukungan sistem :
merupakan komponen
pelayanan dan kegiatan
manajemen, tata
kerja, infrastruktur,
pengembangan kemampuan
profesional
secara berkelanjutan,
yang secara tidak langsung
TUJUAN dukungan sistem :
memberikan dukungan kepada guru
BK/konselor dalam
memperlancar penyelenggaraan
layanan dasar,
peminatan dan perencanaan
individual, dan layanan responsif,
&
mendukung efektivitas dan
efisiensi
pelaksanaan layanan BK.
FOKUS PENGEMBANGAN
dukungan sistem
PKB sebagai bagian integral
dari sistem pendidikan secara
utuh diarahkan untuk
memberikan kesempatan
kepada guru BK/ konselor
untuk meningkatkan kapasitas
dan kompetensi melalui
serangkaian pendidikan dan
pelatihan dalam jabatan
PROPORSI LAYANAN BK SETIAP
KOMPONEN
KOMPONEN
LAYANAN SD SMP SMA/SM
K
Layanan Dasar 45 55 35 45 25 35
% % %
Layanan 20 30 25- 35 15 25
Responsif % % %
Layanan 5 10 % 15 25 25 35
peminatan dan % %
Perencanaan
Individual
Dukungan 10 15 10 15 10 15
Sistem dan % % %
Kolaboratif
Contoh alternatif Perhitungan Alokasi
Waktu Layanan Bimbingan dan Konseling
Program Pembagian waktu
Layanan (24 40 Jam
Kerja)
Layanan Dasar 35 % x (24 - 40) = 8 14
jam kerja
Layanan 25 % x (24 40 ) = 6 10
Responsif jam kerja
Layanan 30 % x (24- 40 ) = 7
Peminatan dan 12 jam kerja
Perencanaan
Individual
Dukungan 10 % x (24 -40) = 3
7. MENGIDENTIFIKASI BIDANG
LAYANAN
BIDANG LAYANAN BIMBINGAN DAN
KONSELING
PERKIRAAN PROPORSI
MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING
SMTA
Proporsi sajian materi tersebut
dapat berubah angka proporsinya
disesuaikan dengan hasil
analisis
kebutuhan peserta didik dan
kondisi
sekolah, namun tetap utuh 4
bidang
layanan Bimbingan dan
Konseling.
8. MENYUSUN RENCANA OPERASIONAL
(ACTION PLAN)

1. Program tahunan
2. Program semesteran

Rencana operasional
menguraikan tindakan-
tindakan yang diperlukan
untuk mencapai tujuan.
9. MENGEMBANGKAN TEMA/ TOPIK
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Berdasarkan deskripsi
kebutuhan dalam aspek
perkembangan pribadi, sosial
belajar dan karir
Meliputi 4 bidang layanan
bimbingan dan konseling secara
proporsional sesuai kebutuhan
PENGEMBANGAN MATERI LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Alternatif model rancangan
MATERI BK BERDASARKAN
TUJUAN BIDANG LAYANAN BK
Bidang Tujuan Indikat Topik Sub alokasi
waktu
layana layana or materi
n n


Pribadi
Sosial

Belajar

Karir
10. RENCANA EVALUASI, PELAPORAN
DAN TINDAK LANJUT

Evaluasi program didasarkan pada tujuan


yang ingin dicapai dari layanan yang
dilakukan
Perlu dievaluasi keterlaksanaan program

Hasil evaluasi dijadikan salah satu bentuk


akuntabilitas layanan bimbingan dan
konseling
Hasil evaluasi di laporkan dan diakhiri
dengan rekomendasi tentang
tindaklanjutpengembangan program
SARANA dan PRASARANA

1. Ruang kerja BK (lihat contoh


penataan
ruang BK)
2. Fasilitas pendukung :
a. dokumen program
b. intrumen pengumpul dan
kelengkapan
administrasinya.
PENGADAAN SARANA BK

Dalam membuat rancangan


pengadaan sarana layanan BK
hendaknya jelas, spesifik dan
kegunaanya.

No Nama Spes Juml Harg Juml Kegu


. barang ifika ah a ah naan
/alat si satu harg
an a
RUANG KERJA
GURU BIMBINGAN DAN
KONSELING
1. Ruangan kerja ditata untuk
bekerja secara profesional.
2. Ruangan kerja dapat untuk
layanan indidual, kelompok
dengan jumlah terbatas.
3. Ruangan kerja ditata agar
menjamin privasi bagi peserta
didik/konseli
4. Ukuran ruang kerja sesuai
Alternatif contoh PENATAAN RUANG
KERJA UNTUK 5 ORANG GURU BK
12. MENYUSUN ANGGARAN BIAYA

1.Sesuai kebutuhan riil


selama 1 tahun
2.Formatnya antara lain
meliputi : No urut, uraian
kebutuhan, spesifikasi,
satuan, harga satuan,
jumlah, manfaat /tujuannya.
3.Penggunaan dana sesuai
rangcangan program dan
PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN
KONSELING

88
Pelaksanaan layanan
bimbingan dan konseling
senantiasa
memperhatikan landasan
pengertian, tujuan,
fungsi, azas, prinsip,
strategi, langkah-langkah
bimbingan dan konseling
FUNGSI BK
1. pemahaman diri dan
lingkungan;
2. fasilitasi pertumbuhan dan
perkembangan;
3. penyesuaian diri dengan diri
sendiri dan lingkungan;
4. penyaluran pilihan pendidikan,
pekerjaan, dan karir;
5. pencegahan timbulnya
FUNGSI BK (lanjutan)

7. pemeliharaan kondisi pribadi dan situasi


yang kondusif untuk perkembangan diri
Konseli;
8. pengembangan potensi optimal;
9. advokasi diri terhadap perlakuan
diskriminatif;
10.membangun adaptasi pendidik dan tenaga
kependidikan terhadap program dan
aktivitas pendidikan sesuai dengan latar
belakang pendidikan, bakat, minat,
kemampuan, kecepatan belajar, dan
kebutuhan Konseli.
STRATEGI LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Jumlah individu :layanan


individual, kelompok, klasikal,
layanan kelas besar atau lintas
kelas.
2. Jenis dan intensitas masalah :
bimbingan, konseling, advokasi
3. Cara komunikasi : tatap muka
atau media.
BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Tatap muka + melalui media


2. Di dalam kelas (klasikal) + di
luar kelas
3. Pengembangan Keprofesian
4. Kegiatan administrasi
5. Kegiatan tambahan
6. Laporan kinerja + equivalensi
kegiatan layanan dengan JP/JK
KEGIATAN LAYANAN BK
1. Konseling 6. Konsultasi
individual
2. Konseling 7. Kolaborasi
kelompok dengan
guru
3. Bimbingan 8. Kolaborasi
kelompok dengan
orang tua
4. Bimbingan 9. Kolaborasi
klasikal dengan
ahli lain
KEGIATAN LAYANAN BK
(lanjutan)
11. Konferensi 17. Pengembangan
kasus Media BK
12. Kunjungan 18. Kagiatan
rumah tambahan
13. layanan 19. Melaksanakan
advokasi tindak
lanjut asesmen
14. Pengelolaan 20. Menyusun dan
Papan melaporkan
Bimbingan program
15. Pengelolaan 21. Membuat
Kotak evaluasi
==BIMBINGAN
KLASIKAL==
1. Kegiatan asesmen kebutuhan
2. Layanan untuk semua peserta
didik
3. Layanan lebih bersifat
preventif dan developmental
4. Materi layanan dikembangkan
berdasarkan tujuan bidang
layanan BK atau SKKPD atau
bidang masalah
BIMBINGAN KLASIKAL
5. Diberikan secara rutin
setiap kelas/minggu
6. Materi layanan mendukung
tercapainya tujuan
bimbingan dan konseling &
pendidikan nasional
7. Materi yang sesuai
kebutuhan peserta didik.
KINERJA GURU BK/KONSELOR
PADA SATUAN PENDIDIKAN
1. 24 jam/ minggu equivalen dengan
150 160 peserta didik.
2. 24 jam/ minggu dibuktikan
dengan laporan kegiatan yang
dilakukan

Kinerja guru BK dibuktikan dengan


laporan dan dihitung equivalensinya
dengan jam kerja (lihat BK-PDPM)
Contoh menghitung EQUIVALENSI
KINERJA GURU BK DI SMTA
N KEGIATAN JUMLAH WAKTU EQUIVALE
o N
. JAM/MING
GU
Konseling 4 @25 4 JK/JP
Individual konseli menit 8 JK/JP
Konseling 4 @45
Individual konseli menit

Konseling 3 @ 45 6 JK/JP
Kelompok kelompo menit 3 JK/JP
Konseling k @ 30
Kelompok 3 menit 0,5 JK/JP
Dapat juga DIKEMBANGKAN SEBAGAI
MODEL PROGRAM KEGIATAN
No Kegiatan Jumlah Perkiraan Equivalen
. Waktu jam/minggu
1. Konseling Individual 4 konseli 30 menit 4 JP
2. Konseling Kelompok 2 40 menit 4 JP
kelompok
3. Bimbingan kelompok 2 @40 menit 4 JP
kelompok
4. Bimbingan klasikal 4 kali 40 menit 4 JP
5. Bimbingan lintas kelas 1/semeste 120 menit 0,13 JP
r
6. Pengelolaan Media Papan 1 karya 2 minggu 1 jp
Bimbingan
7. Pengelolaan Media Kotak -- -- --
Masalah
8. Pengelolan Media Leaflet 1 karya 1 bulan 0,5 jp
9. Pengembangan Media BK -- -- --
10. Kolaborasi dengan guru 1 guru 1 minggu 1 jp
11. Kolaborasi dengan orang 1 indv 2 minggu 0,5 jp
tua 1 kelas 6 bulan 0,083 jp
dst.........
KONSELOR &
GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
Konselor adalah pendidik
profesional yang berkualifikasi
akademik minimal Sarjana
Pendidikan (S-1) dalam bidang
BK dan telah lulus PPGBK/K
Guru Bimbingan dan Konseling
adalah pendidik yang
berkualifikasi akademik
minimal Sarjana Pendidikan (S-
PENYELENGGARA
BIMBINGAN DAN KONSELING

Guru BK dalam jabatan yang belum


memiliki kualifikasi akademik Sarjana
Pendidikan (S-1) dalam bidang BK dan
kompetensi Konselor, secara bertahap
ditingkatkan kompetensinya sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
Calon Konselor atau Guru BK harus
memiliki kualifikasi akademik Sarjana
Pendidikan (S-1) dalam bidang BK dan
telah lulus PPGBK/K
RASIO dan KINERJA
PROFESI
BIMBINGAN DAN
Rasio 1 : (150-160) untuk
KONSELING
SMP,SMA,SMK

KINERJA PROFESI, 22 KEGIATAN


LAYANAN (lihat pedoman BK-
PDPM)

24 40 JAM KERJA, ... PROFESI


103
KOORDINATOR BIMBINGAN DAN
KONSELING

Pada satuan pendidikan yang


memiliki lebih dari satu konselor
atau Guru BK, kepala satuan
pendidikan mengangkat seorang
koordinator yang berlatar belakang
Sarjana Pendidikan(S-1) dalam
bidang BK dan telah lulus
pendidikan profesi Guru BK
/Konselor.
PENYELENGGARA BK
1. SD = Guru BK/Konselor
Guru Kelas
Setiap gugus SD diangkat
Guru
BK/Konselor, lembaga
pendidikan SD
tertentu yang mampu
dapat
BEKERJASAMA

Guru BK/ Konselor dapat


bekerjasama dengan pihak di
dalam satuan pendidikan ( kepala
sekolah, wakil kepala sekolah,
wali kelas, guru mata pelajaran,
staf administrasi sekolah), dan di
luar satuan pendidikan
(pengawas pendidikan, komite,
orang tua, organisasi profesi BK,
dan profesi lain yang relevan).
KERJASAMA

Keterlibatan sebagai :
mitra layanan, sumber
data/informasi, konsultan,
dan narasumber melalui
strategi layanan
kolaborasi, konsultasi,
kunjungan, ataupun
EVALUASI, PELAPORAN DAN
TINDAK LANJUT
BIMBINGAN DAN KONSELING
EVALUASI PROGRAM
BIMBINGAN DAN KONSELING

Evaluasi adalah segala upaya,


tindakan atau proses untuk
menentukan derajat kualitas
kemajuan kegiatan BK dengan
mengacu pada kriteria atau
patokan-patokan tertentu
sesuai dengan program BK
yang telah ditetapkan.
EVALUASI PROGRAM
BIMBINGAN DAN KONSELING

Kegiatan evaluasi meliputi :


pengumpulan dan menganalisis
informasi tentang efisiensi,
efektifvitas, dan dampak dari
program dan kegiatan layanan
BK terhadap perkembangan
pribadi, sosial, belajar, dan
karir peserta didik/konseli
TUJUAN EVALUASI
mengetahui tingkat keterlaksanaan
kegiatan dan ketercapaian tujuan
program yang telah ditetapkan.

umpan balik bagi pelaksana


program bimbingan dan konseling
dalam rangka perbaikan atau
peningkatan implementasi program
selanjutnya.
JENIS-JENIS EVALUASI
Evaluasi proses adalah kegiatan
evaluasi yang dilakukan melalui
analisis hasil penilaian proses selama
kegiatan pelayanan bimbingan dan
konseling berlangsung.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi
yang dilakukan untuk memperoleh
informasi tentang keefektifan layanan
bimbingan dan konseling dilihat dari
hasilnya, yaitu perubahan pada diri
subyek layanan.
LANGKAH-LANGKAH
EVALUASI
1.Penyusunan Rencana
Evaluasi ( jenis data,
sumber data, instrumen,
waktu, dan kreteria)
2.Pengumpulan data
3.Analisis dan Interpretasi
hasil analisis data
PENYUSUNAN LAPORAN
PELAKSANAAN PROGRAM
BIMBINGAN KONSELING
PELAPORAN

Pengertian pelaporan:
Kegiatan menyusun dan
mendeskripsikan seluruh
hasil yang telah dicapai
dalam evaluasi proses
maupun hasil dalam format
laporan
Tujuan pelaporan:
1. Memberikan informasi
2. Menyediakan mekanisme umpan
balik bagi pihak yang terlibat
3. Memberikan jaminan
akuntabilitas
kepada publik

Langkah-langkah Pelaporan
1.Persiapan
2.Pengumpulan & penyajian data
3.Penulisan Laporan
LAPORAN
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN
KONSELING
Halaman Judul
Kata Pengantar
Alternat Halaman Pengesahan
if Daftar Isi
Daftar Lampiran
contoh BAB I PENDAHULUAN
Sistema A. Latar Belakang
B. Tujuan Pelaporan
tika BAB II PELAKSANAAN
C. Uraian Pelaksanaan Komponen Program
Laporan D. Kegiatan Layanan yang dilakukan
Prorgam E. Hasil Analisis Pencapaian Keberhasilan dalam
Kegiatan Evaluasi
F. Hambatan dan Strategi Penyelesaiannya
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
G. Simpulan
H. Saran
1. Sekolah
2. Orangtua
TINDAK LANJUT
Bentuk respon cepat terhadap
refleksi yang dilakukan oleh
guru BK/ konselor atas
permasalahan yang
teridentifikasi selama proses
pemberian layanan.

Kegiatan yang dilakukan untuk


menindaklanjuti hasil
pelaksanaan pelayanan BK
KLASIFIKASI TINDAK LANJUT

1. Sebagai bagian utuh dari


pelaksanaan layanan
bimbingan dan
konseling
2. Sebagai tahap akhir dari
kegiatan
evaluasi
TUJUAN TINDAK LANJUT
1. memperbaiki hal-hal yang masih
lemah, kurang
tepat atau kurang relevan
dengan tujuan yang
akan dicapai;

2. mengembangkan program
dengan menambah
atau merubah beberapa hal yang
dapat
LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
TINDAK LANJUT
1. Menentukan aspek-aspek
perbaikan atau
peningkatan yang akan
dilakukan.
2. Menyusun ulang desain
program secara
umum atau layanan BK
tertentu
dalam rangka perbaikan atau
LAMPIRAN LAMPIRAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Merupakan alternatif
contoh format yang
digunakan dalam
penyelenggaraan layanan
bimbingan dan konseling.
Pemerintah sedang
merumuskan STANDAR
NASIONAL KOMPETENSI
GURU BIMBINGAN DAN
KONSELING BERJENJANG
(SNKG BK BERJENJANG)
Guru Pertama, Guru Muda,
Guru Madya, dan Guru
Pembina
Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb

125
1. Guru BK = yes
2. Konselor = yes
3. Masuk kelas = siap
4. Luar kelas =
siap
5. Layanan bk =
YA SAYA MENGAKU
1. Tim Penyusun Pendidikan Profesional Bk
2. Tim penyusun Naskah Penataan Pendidikan
Profesional BK
3. Sekretaris tim penyusun naskah
Permendinas No. 27 Tahun 2008 ttg SKA KK
4. Tim Penyusun Naskah
Permendikbud No. 111 Tahun 2014 ttg
BK PDPM
5. Ketua Tim Penyusun POP BK SD, SMP, SMA,
SMK
6. Tim penyusun SNKG BK Berjenjang