Anda di halaman 1dari 29

KELOMPOK 5

Debbi
Debbi

Ni
Ni Kadek
Kadek Metri
Metri Tresnalyani
Tresnalyani
1406305022

Gita
Gita apsari
apsari
1406305023
POKOK BAHASAN

INTERNAL AUDIT

TANGGUNG
TANGGUNG HUBUNGAN
HUBUNGAN
JAWAB
JAWAB AUDITOR
AUDITOR
AUDITOR
AUDITOR INTERNAL
INTERNAL
INTERNAL PROFESI
PROFESI DENGAN
INTERNAL DENGAN
AUDITOR
AUDITOR AUDITOR
AUDITOR
INTERNAL
INTERNAL EKSTERNAL
EKSTERNAL

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


TANGGUNG JAWAB
AUDITOR INTERNAL

Internal Auditor ialah orang


atau badan yang
melaksanakan aktivitas
internal auditing dengan
penilaian langsung.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Dalam standar auditing, tanggung jawab auditor untuk
mendeteksi kesalahan penyajian material mencakup
SA mengharuskan auditor untuk memperoleh
sejumlah istilah
Kesalahan dan frasa penting
keyakinan memadai tentang apakah laporan
penyajian keuangan secara keseluruhan bebas dari
material kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan
tinggi. Keyakinan tersebut diperoleh ketika auditor telah
Keyakina mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat untuk
n menurunkan resiko audit ke suatu tingkat rendah yang
memadai bisa diterima. Auditor bertanggungjawab untuk keyakinan
memadai, karena alasan-alasan berikut:

Akuntansi berisi estimasi


Kebanyakan bukti Penyajian laporan
yang kompleks, yang secara
audit diperoleh dari
inheren mengandung keuangan yang
pengujian atas suatu
ketidakpastian dan bisa mengandung kecurangan
sampel dari suatu
dipengaruhi oleh kejadian- sangat sulit untuk
populasi.
kejadian dimasa datang. dideteksi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016
Skeptisisme profesional adalah suatu sikap yang
Skeptisis mencakup suatu pikiran yang selalu mempertanyakan,
me waspada terhadap kondisi yang dapat mengindikasikan
profesion kemungkinan kesalahan penyajian, baik yang disebabkan
al oleh kecurangan maupun kesalahan, dan penilaian
penting atas suatu bukti audit.

dua komponen yaitu :


Suatu pikiran yang selalu
mempertanyakan
Sikap waspada atau kritis dalam menilai
bukti audit
Skeptisisme professional
mencakup kewaspadaan terhadap berusaha untuk mengurangi
hal-hal berikut: resiko seperti berikut:
Bukti audit yang bertentangan Kegagalan dalam melihat-lihat
dengan bukti audit lain yang kondisi-kondisi yang tidak lazim
Terlalu menyamaratakan
diperoleh.
Informasi yang menimbulkan kesimpulan tersebut dari
pertanyaan observasi audit.
Keadaan yang mengindikasikan Menggunakan asumsi yang
adanya kemungkinan tidak tetap dalam menetapkan
kecurangan. sifat, saat, dan luas prosedur
Kondisi yang menyarankan audit serta penilaian atas
perlunya prosedur audit hasilnya.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016
Pertimbanga Pertimbangan professional merupakan hal
n penting untuk melakukan audit secara tepat.
professional

Pertimbangan professional terutama diperlukan membuat


keputusan tentang :
- Materialitas dan resiko audit
- Sifat, saat, dan luas prosedur audit yang digunakan untuk memenuhi keperluan SA dan
mengumpulkan bukti audit.
- Pengevaluasian tentang apakah bukti audit yang cukup dan tepat telah diperoleh , dan
apakah pengevaluasian lebih lanjut dibutuhkan untuk mencapai tujuan SA dan Tujuan
keseluruhan auditor.
- Pengevaluasian tentang pertimbangan manajemen dalam menerapkan kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku bagi entitas
- Penarikan kesimpulan berdasarkan bukti yang diperoleh.
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016
Tanggungjawab Auditor
Untuk Menemukan
Kesalahan dan
Kecurangan Material
SA membedakan dua tipe salah saji yaitu kesalahan dan kecurangan. Kedua tipe
salah saji ini bisa material dan juga tidak material. Standar auditing tidak membedakan
antara tanggung jawab auditor untuk mencari kesalahan dan kecurangan.

Tanggung jawab untuk Pencegahan dan


Pendeteksian Kecurangan
SA 240 (Paragraf 4) menyebutkan:
Tanggung jawab utama untuk pencegahan dan pendeteksian kecurangan berada pada dua
pihak yaitu yang bertanggungjawab atas tata kelola entitas dan manajemen.

Tanggung jawab untuk Pencegahan dan


Pendeteksian Kecurangan
Paragraf 5 SA 240 menyebutkan:
Auditor yang melaksanakan audit berdasarkan SA bertanggungjawab untuk memperoleh
keyakinan memadai apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan
penyajian material, yang disebabkan oleh kecurangan atau kesalahan.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Karakteristik
kecurangan
Kecurangan, apakah dalam pelaporan keuangan atau
penyalahgunaan asset, dapat terjadi karena:

1. Dorongan atau tekanan untuk melakukan pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan
dapat timbul ketika manajemen berada dalam tekanan,

2. Peluang untuk melakukan kecurangan mungkin ad ajika individu percaya bahwa


pengendalian internal dapat diabaikannya.
3. Individu mungkin dapat mengemukakan alasan untuk pembenaran tindakan kecurangan.

Pelaporan keuangan yang mengandung kecurangan dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:

1) Manipulasi,
2) Pernyataan salah, atau penghilangan secara sengaja
3) Penerapan salah yang disengaja

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Karakteristik
kecurangan
Kecurangan dapat dilakukan melalui pengabaian pengendalian oleh manajemen dengan
beberapa teknik sebagai berikut:

1) Mencatat jurnal fiktif terutama menjelang akhir periode akuntansi


2) Menyesuaikan asumsi secara tidak tepat dan mengubah pertimbangan yang telah digunakan
3) Menghilangkan, mengakui terlebih dahulu atau menunda pengakuan
4) Menyembunyikan atau tidak mengungkapkan fakta
5) Menggunakan transaksi yang kompleks
6) Mengubah catatan dan ketentuan yang terkait dengan transaksi signifikan dan tidak biasa.

Tanggung jawab asset dapat dilakukan dengan berbagai cara meliputi:

7) Menggelapkan penerimaan.
8) Mencuri asset fisik atau kekayaan intelektual.
9) Menyebabkan entitas membayar untuk barang dan jasa yang tidak pernah diterima.
10) Menggunakan asset entitas untuk kepentingan pribadi

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Tanggung jawab auditor tentang
pertimbangan atas perundang-undangan
dalam audit atas laporan keuangan
Dalam mendapatkan keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari keslaahan
penyajian material, auditor harus memperhatikan kerangka peraturan perundang-undangan yang
relevan dengan klien.
Tanggungjawab untuk mematuhi peraturan
perundang-undangan
Adalah merupakan tanggung jawab manajemen, dengan pengawasan dari pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola, untuk memastikan bahwa operasi entitas dijalankan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tanggungjawab SA 250 mengatur tentang pertimbangan atas peraturan perundang-


Auditor undangan dalam audit atas laporan keuangan.
kesalahan penyajian material disebabkan beberapa alasan sebagai berikut:
1) Ada banyak peraturan perundang-undangan yang secara prinsip berhubungan dengan aspek
operasi sebuah entias
2) Ketidakpatuhan dapat melibatkan perilaku yang secara sengaja dirancam

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


SA 250 membedakan tanggungjawab auditor dalam kaitannya dengan kepatuhan
terhadap dua kategori peraturan perundang-undangan yang berbeda dibawah ini:

a) Ketentuan perundang-undangan yan secara umum berdampak langsung dalam


menentukan jumlah dan penungkapan material dalam laporan keuangan.
b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak mempunyai dampak langsung
terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang mungkin


berdampak material terhadap laporan keuangan:

c) Meminta keterangan kepada manajemen

d) Menginspeksi korespondensi
Prosedur Audit Pada Saat
Ketidak Patuhan Teridentifikasi
Atau Diduga Terjadi

Jika auditor mengetahui informasi mengenai suatu


kejadian ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan, auditor harus memperoleh :
Pemahaman atas sifat ketidak patuhan dan kondisi
terjadinya ketidak patuhan
Informasi lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak
yang mungkin terjadi terhadap laporan keuangan.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Pelaporan atas Ketidakpatuhan
yang Diidentifikasi atau Diduga
Terjadi
Kecuali jika semua pihak yang bertanggungjawab atas
tata kelola ikut terlibat dalam manajemen entitas, dan
oleh karena itu mereka menyadari permasalahan yang
terkait dengan ketidakpatuhan yang terjadi yang sudah
dikomunikasikan oleh auditor, maka auditor harus
mengkomunikasikan kepada pihak yang
bertanggungjawab atas tata kelola permasalahan yang
berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan yang ditemukan auditor selama
pelaksanaan audit , kecuali jika permasalahan tersebut
secara jelas tidak penting.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016


Tanggung jawab Auditor
Internal
Mencari informasi awal terkait bagian yang
akan diaudit
Melakukan tinjauan dokumen dan
persyaratan lain yang berkaitan dengan
audit
Mempersiapkan program audit tahunan dan
jadwal pelaksanaan audit secara terperinci
Membuat daftar pertanyaan audit (audit
checklist)
Melaksanakan pemeriksaan sistem secara
menyeluruh
Mengumpulkan dan menganalisis
buktiaudit yang cukup dan relevan
Melaporkan temuan audit atau masalah-
masalah yang ditemukan selama audit
internal
Melaporkan temuan audit atau masalah-
masalah yang ditemukan selama audit
internal
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016
PROFESI
AUDITO
R
INTERNA
L
Lembaga Auditor Internal
Pedoman professional bagi auditor
internal dibuat oleh Institute of
Internal Auditor (IIA) yang
menetapkan standar etika dan
praktik, memberikan pendidikan, dan
mendorong profesionalisme bagian
anggotanya di seluruh dunia.
Kode Etik
Prinsip Auditor Internal

Integritas dari internal auditor akan


membentuk kepercayaan dan dengan
Integritas demikian akan memberikan dasar
keyakinan atas penilaian yang
dikeluarkan.

Auditor internal menunjukkan


objektivitas profesional yang tinggi
Objektivita dalam mengumpulkan, mengevaluasi,
s dan mengkomunikasikan informasi
terkait aktivitas dan proses yang sedang
diperiksa.
Kode Etik
Prinsip Auditor Internal
Auditor Internal menghargai nilai dan
kepemilikan informasi yang mereka
dapatkan dan tidak mengungkapkan
Kerahasiaa
informasi tersebut tanpa kewenangan
n yang tepat, kecuali ada kewajiban
hukum atau profesional yang
mengharuskan untuk melakukannya.
Auditor Internal menerapkan
pengetahuan, keterampilan, dan
Kompetensi pengalaman yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan tugas-tugas internal
audit.
Kode Etik
Kaidah Perilaku Auditor Internal

Integrita Objektivi
s tas
Auditor internal harus Auditor internal tidak akan
melakukan pekerjaan berpartisipasi dalam setiap
mereka dengan kejujuran, kegiatan atau hubungan yang
ketekunan, dan tanggung dapat mengganggu atau
jawab. dianggap merusak penilaian
Auditor internal harus auditor internal.
memperhatikan hukum
dan membuat Auditor internal tidak akan
menerima apa pun yang dapat
pengungkapan yang mengganggu atau dianggap
diharapkan oleh hukum mengganggu penilaian profesional
dan profesi. auditor internal.
Kode Etik
Kaidah Perilaku Auditor Internal

Kerahasia Kompeten
an si
Dalam melaksanakan
tugas auditor internal Auditor internal hanya boleh
harus bijaksana dalam terlibat dalam suatu perikatan
penggunaan dan apabila telah memiliki
perlindungan informasi pengetahuan, keterampilan dan
yang diperoleh dari pengalaman yang diperlukan.
auditee.
Auditor internal harus
Auditor internal tidak akan melakukan jasa audit internal
menggunakan informasi sesuai dengan Standar
untuk keuntungan pribadi Internasional untuk Praktik
Profesional Audit Internal.
Standar Profesi Audit
Internal

Standar profesi audit internal adalah


prinsip-prinsip yang memfokuskan
pada persyaratan wajib yang harus
dipatuhi oleh auditor internal.
Standar Profesi Auditor
Internal
Tujuan SPAI

1. Memberikan batasan prinsip-prinsip dasar yang


menggambarkan pelaksanaan praktik audit internal.
2. Memberikan suatu kerangka-kerja untuk
pelaksanaan dan mempromosikan secara luas
nilai-tambah dari audit internal.
3. Menetapkan dasar untuk melakukan evaluasi atas
kinerja audit internal.
4. Membantu mengembangkan proses-proses
organisasi dan operasional.
Standar Profesi Auditor
Internal
Jenis SPAI

Standar Kinerja
Standar Atribut
Standar yang
Standar yang
menguraikan tentang
menggambarkan atribut
hakikat audit internal dan
susunan suatu organisasi
menunjukan kriteria
dan individu dalam
kualitas kinerja dari
melaksanakan audit
pekerjaan-pekerjaan yang
internal.
dapat diukur.
HUBUNGAN INTERNAL
AUDITOR DENGAN
EKSTERNAL AUDITOR
Hubungan Eksternal Auditor
dengan Internal Auditor

Hubungan Eksternal Auditor dengan


Internal Auditor digambarkan melalui SA
610 yang mengatur tentang
persayaratan-persyaratan di area mana
dan sampai sejauh mana Eksternal
Auditor dapat menggunakan pekerjaan
Internal Auditor yang diperlukan dalam
mencapai tujuan penugasannya.
Hubungan Eksternal Auditor
dengan Internal Auditor
Dimana Ekternal Auditor dapat menentukan
apakah pekerjaan Internal Auditor dapat
digunakan dengan mengevaluasi :
Sejauh mana status organisasional serta
kebijakan dan prosedur yang relevan
mendukung objektivitas Internal Auditor
Tingkat kompetensi Internal Auditor
Apakah fungsi Internal Audit menerapkan
pendekatan yang sistematik dan teratur,
termasuk menerapkan pengendalian kualitas.
Hubungan Eksternal Auditor
dengan Internal Auditor
Apabila ketiga hal tersebut telah terpenuhi
maka Eksternal Auditor diperbolehkan untuk
menggunakan pekerjaan Internal Audit. Setelah
diperbolehkan menggunakan pekerjaan Internal
Audit, selanjutnya menentukan bagian mana
pekerjaan Internal Auditor yang bisa digunakan
dengan mempertimbangkan strategi dan
rencana audit, utamanya mempertimbangkan
bukti yang dikumpulkan pekerjaan Internal
Auditor untuk mendukung pekerjaan Eksternal
Auditor.
Hubungan Eksternal Auditor
dengan Internal Auditor
Hal-hal yang akan dilakukan apabila Ekternal Auditor
menggunakan pekerjaan Internal Auditor yaitu
Mendiskusikan koordinasi lebih lanjut antara Ekternal
Auditor dengan Internal Auditor
Membaca laporan Internal Auditor yang berkaitan
dengan pekerjaan Ekternal Auditor yang akan
digunakan, untuk mendapatkan pemahaman sifat
dan luasnya prosedur yang telah dilakukan beserta
temuan-temuan yang terkait.
Ekternal Auditor juga akan menilai apakah pekerjaan
Internal Auditor telah direncanakan, dilakukan,
diawasi, review, dan didokumentasikan dengan baik.
SESI DISKUSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2016