Anda di halaman 1dari 17

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN


ANEURISMA
definisi
Aneurisma merupakan pelebaran pembuluh
darah arteri.
Aneurisma sering terjadi pada arteri dibasis
otak, (circuss willis) dan diaorta. Beberapa
tempat yang paling sering terjadi aneurisma
antara lain: aorta (abdominalaneurysm dan
thoracic aneurysm), otak (cerebral aneurysm),
tungkai bawah (aneurysm arteri popliteal).
etiologi
Ada bakat atau bawaan lemahnya dinding pembuluh
darah. Ini bisa terjadi pada pembuluh darah manapun
diseluruh tubuh. Akan jadi fatal kalau dinding pembuluh
darah yang lemah itu terdapat di otak.
Ada infeksi yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri
yang mengenai pembuluh darah.
Terjadi peradangan pada aorta
Sindroma Marfan adalah suatu penyakit jaringan ikat
keturunan yang menyebabkan kelainan pada pembuluh
darah dan jantung, kerangka tubuh dan mata.
Risiko ini menjadi semakin tinggi pada penderita tekanan
darah tinggi, orang dengan tingkat stres tinggi maupun
perokok.
Gejala aneurisma
Gejala yang ditimbulkan biasanya rasa nyeri dan ada
denyutan di perut. Nyeri ini rasanya menusuk sampai
punggung dan biasanya menetap. Pada pendarahan
yang berat, orang tersebut bisa sampai syok.
Gejala akan tergantung pada lokasi aneurisma. situs
umum meliputi arteri aorta perut, otot-otot
intracranial (memasok darah ke otak), dan aorta
(memasok darah ke daerah dada).
Banyak aneurisma hadir tanpa gejala dan ditemukan
oleh perasaan atau pada film sinar-x pada
pemeriksaan rutin.
Manifestasi klinis
a) Manifestasi klinis umum pada aneurisma, terlepas dari tipe dan
sisi:
Hipertensi dengan pelebaran tekanan nadi
Tekanan darah pada paha bawah lebih rendah dari pada tekanan
darah pada lengan. Normalnya, TD pada paha lebih tinggi dari
lengan
Nadi perifer lemah atau asimetris
b) Manifestasi klinis khusus untuk aneurisma aorta abdominalis :
Massa abdominalis pulsasi abnormal (gambaran paling menonjol)
Keluhan-keluhan perasaan denyut jantung pada abdomen bilang
terlentang
Nyeri punggung bawah atau abdomen
Desiran (bunyi mendesis) pada auskultasi massa dengan diafragma
stetoskop
lanjutan
c) Manifestasi klinis khusus pada aneurisma aorta torakal
(menunujkan tekanan massa terhadap struktur
intratorakal) :
Nyeri dada menyebar ke punggung dan memburuk bila
pasien ditempatkan pada posisi terlentang. Pada
anuerisma diseksi, nyeri mengikuti arah dimana pemisah
berlanjut
Perbedaan bermakna pada pembacaan TD diantara
lengan
Dispnea dan batuk (menunjukan tekanan terhadap trakea)
Suara sesak (menunjukan tekanan terhadap saraf laring)
Disfagia (menunjukan tekanan terhadap esofagus)
5. Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan radiologis membantu mendefinisikan


lokasi dan memastikan adanya dan ukuran anuerisma
Aortogram memastikan diagnosa aneurisma
EKG, enzim jantung, dan ekokardiogram dilakukan
untuk mengesampingkan penyakit jantung sebagai
penyebab nyeri dada
Angiography. Angiography juga menggunakan pewarna
khusus menyuntikkan ke dalam aliran darah unutk
membuat dalam dari arteri muncul pada gambar x-ray.
Sebuah angiogram menunjukan jumlah kerusakan dan
halangan dalam pembuluh darah.
Konsep Dasar Keperawatan

1. Pengkajian
a. Pemerikasaan Fisik
Pola Persepsi Kesehatan
Kaji apakah klien mempunyai bakat atau bawaan
lemahnya pembuluh darah
Kaji apakah pasien mempunyai riwayat ateroklerosis
Kaji apakah pasien mempunyai riwayat pembuluh darah
Pola Nutrisi Metabolik
Kaji apakah nafsu makan klien berkurang
Pola Eliminasi
Kaji frekuensi bab dan bak pasien
Pola Aktivitas dan Latihan
Kaji apakah klien ada merasakan nyeri dan di
daerah mana nyeri tersebut
Kaji apakah klien membutuhkan bantuan orang
lain saat melakukan , aktivitas sehari-hari
Detensi vena-vena superfisial pada dada, leher,
atau lengan (menunjukkan tekanan pada vena
kava superior)
Pola Tidur dan Istirahat
Kaji apakah klien mengalami insomnia
Kaji apakah istirahat klien cukup
Pola Persepsi Kognitif
Kaji mekanisme koping klien
Kaji apakah klien ada menggunakan alat bantu
pendegaran, penglihatan, cek terakhir?
Pupil tak sama (menunujkan tekanan pada rantai
simpatis servikal)
Pola Persepsi dan Konsep Diri
Kaji apakah klien merasa putus asa/frustasi
Pola Peran dan Hubungan dengan Sesama
Kaji bagaimana hubungan klien dengan sesama,
keluarga
Pola Reproduksi Seksualitas
Kaji apakah klien mengalami perubahan atau masalah
yang berhubungan dengan penyakit yang di derita klien
Pola Mekanisme Koping dan Toleransi terhadap Stress
Kaji adakah gangguan penyesuain diri terhadap
lingkugan dan situasi baru
Kaji ketidakmampuan koping klien terhadap berbagai hal
Pola Sistem Kepercayaan
Apakah klien menyalahkan Tuhan atas penyakit yang
dideritanya
Kaji pemahaman pasien tentang kondisi, pemeriksaan
diagnostik, dan rencana tindakan.
Diagnosa keperawatan
a. Nyeri berhubungan dengan anuerisma
aorta
b. Resiko tinggi terhadap komplikasi : Ruptur
berhubungan dengan aneurisma aorta
Perencanaan
a. Nyeri berhubungan dengan aneurisma aorta
Hasil yang diharapkan :
Mendemonstrasikan hilangnya nyeri
Melaporkan penurunan intensitas nyeri
Ekspresi wajah rileks
Tak ada merintih
Lanjutan...
Rencana Tindakkan :
1. Kaji karakteristik nyeri meliputi : lokasi, durasi, intensitas nyeri dengan menggunakan
skala nyeri.
R/: Untuk mengetahui tingkat rasa nyeri sehingga dapat menentukan jenis tindakannya.
2. Ajarkan teknik relaksasi
R/: untuk mengurangi rasa nyeri
3. Berikan analgesik yang diresepkan dan evaluasi keefektifan seperlunya.
Namun gunakan amanlgesik narkotik secara hemat.
R/: Analgesik memblok jaras nyeri. Dosis besar narkotik dapat menutupi gejala-gejala.
4. Beri tahu dokter bila nyeri menetap atau memburuk
R/: Ini dapat menandakan progresi aneurisma dan seperlunya intervensi pembedahan
segera.

B. Resiko tinggi terhadap komplikasi : Ruptur berhubungan dengan aneurisma aorta


Hasil yang diharapkan :
Mendemonstrasikan tak adanya komplikasi
TD tetap antara 90/60-120/80 mmHg
Tak adanya manisfestasi syok hipovoleksmik
Lanjutan...
Rencana Tindakan :
1. Pantau masukan dan halauran setiap jam bila halauran urine 8 jam
kurang dari 240 ml sebaliknya setiap 8 jam.
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi.
2. Pantau TD, nadi dan pernapasan setiap jam bila di UPI, sebaliknya 2-4
jam.
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi
3. Pantau kualitas nyeri setiap 1-2 jam
R/: Untuk mengevaluasi keefektifan terapi dan untuk deteksi dini komplikasi
4. Pertahankan tirah baring pada posisi semi fowlers
R/: Tirah baring menurunkan penggunaan energi. Posisi tegak memudahkan
pernapasan.
5. Beritahu dokter bila : nyeri dada hebat dan rasa tersobek, syok (kulit
dingin dan lembab, disertai dengan hipotensi, takikardia dan pucat)
R/: Tindakan segera diperlukan unutk menyelamatkan hidup pasien.
Diet klien aneurisma
1. diet rendah lemak dapat membantu
mencegah atau memperlambat proses
aterosklerosis, faktor predisposisi dalam
pengembangan aneurisma lainnya.
2. Diet rendah garam. Hipertensi harus hati-
hati dikendalikan untuk mencegah
pembentukan aneurisma atau ekstensi.
3. olahraga teratur dan berpantang dari
merokok