Anda di halaman 1dari 20

Rudy Oktiandra

ANATOMI FISIOLOGI
KARDIOVASKULER

The Vital Organs Of Human


Berat 250 350 gram

Terdiri atas 2 katup

- Atrioventrikular
- Valvula semilunaris
Dilapisi oleh 3 Lapisan
Perikardium
Myokardium
Endokardium
Fungsi : Mengalirkan darah keseluruh tubuh
Curah Jantung
Istirahat 70 80 ml/menit
Ansietas dan kegembiraan meningkat 50-100%
Makan meningkat 30%
Gerak Badan 700%
Duduk/berdiri dari posisi baring turun 20-30%
ELEKTROKARDIOGRAF

ALAT PEREKAM POTENSIAL LISTRIK DALAM


BENTUK GRAFIK DIBAGIAN TUBUH TERTENTU
Jantung memerlukan
rangsangan listrik u/ memulai
kontraksi
Sel sel jantung pd saat
istirahat dianggap terpolarisasi
Setelah Rangsangan muncul,
atrium kontraksi terjadi
depolarisasi
Terletak di permukaan endokardium atrium
kanan
Berperan sebagai pacu jantung
Memulai penghantaran impuls
Menghasilkan Impuls 60 sampai 100x/I
Hantaran melewati jalur interatrium
Dari Nodus SA, impuls berjalan melewati atrium
kiri & kanan lewat jalur internodus & interatrium
Impuls atrium berakhir di nodus
atrioventrikuler(AV)
Terletak didinding septum atrium
Menunda impuls, memungkinkan ventrikel
untuk terisi penuh dgn darah sebelum
berkontraksi
Mempunyai kemampuan pacu jantung sendiri
dgn kecepatan impuls 40 60 x/I
Hanya memulai impuls jika tidak menerima
impuls dari atrium diatasnya
Impuls AV melewati ventrikel melalui berkas
His dan akhirnya pd serat purkinje
BAGIAN TUBUH YANG DIPAKAI
SEBAGAI TEMPAT PEREKEMAN
DINYATAKAN DALAM LEADS YANG
TERDIRI 12 LEADS
Lead I, Lead II, Lead III, Lead aVR,Lead
aVl, lead aVF, Lead VI, Lead V2, Lead V3.
Lead V4 , Lead V5, Lead V6)
Memberikan gambaran mengenai aktivitas listrik
jantung antara kutub (+) dan kutub (-).
Diantara kedua kutub trdapat garis imajiner yg
mwkili sumbu sadapan.
Arus yg bergerak kearah kutub (+) mnghsilkan
bentuk gelombang yg melengkung keatas(defleksi
positif)
Arus yg menjauhi kutub (+) mghsilkan bentuk
glombang yg melengkung kebawah (defleksi Negatif)
Arus yg mengalir tegak lurus trhdap sumbu
mnghsilkan bentuk glmbang yg tidak biasanya
kecil/berdfleksi ke kedua arah
Sadapan Bipolar
Memerlukn elektroda + & - untuk memataunya
Meliputi sadapan I,II dan III
Sadapan Unipolar
Hanya menggunakan elektroda positif
Meliputi sadapan aVR, aV L dan aVf
Sadapan Ekstremitas
Sadapan Prekordial
Melipti enam sadapan, V1-V6
Hanyha menggunakan sadapan unipolar
Memerlukan penempatan sadapan yg tepat untuk
menghasilkan penelusuran yg akurat
ELEKTROKARDIOGRAM
HASIL REKAMAN DARI
ELEKTROKARDIOGRAF
UNTUK MENGETAHUI
ADANYA :
GANGGUAN FREKUENSI DAN
IRAMA DENYUT JANTUNG
GANGGUAN PENJALARAN
IMPULS
HIPERTROFI OTOT JANTUNG
ISKHEMI DAN INFARK OTOT
JANTUNG
ELEKTROKARDIOGRAM
Tinggi grafik elektrokardiogram dan kecepatan
gerak kertas grafik umumnya 0,1 mV/mm dan
kecepatan gerak kertas 25 mm/dtk
Kertas EKG terdiri dari garis Vertikal &
horizontal yg membentuk kisi kisi sbgai
bahan perbandingan hitungan normal.
Urutan rekaman standar
Rekaman EKG mempunyai penanda sadapan,
nama sadapan dan tanda standarisasi.
Kotak-kotak bersumbu horisontal
Sumbu Horisontal EKG mewakili waktu, setiap
kotak kecil setara dgn 0,04 detik
Lima kotak kecil membentuk kotak besar setara
dgn 0,20 detik, dan lima kotak besar setara
dengan 1 detik
Kotak kotak bersumbu Vertikal
Sumbu vertikal EKG mengukur amplitudo dlm
milimeter/tegangan listrik dlm milivolt
Setiap kotak kecil mewakili 1 mm/0,1 mVolt
Setiap kotak besar mewakili 5 mm/0,5 mVolt
Menggambarkan aktivitas listrik
jantung/hantaran listrik dari atrium
ke ventrikel.
Satu kompleks terdiri dari 5
glombang: P,Q,R,S dan T
QRS merupakan satu kesatuan unit,
kompleks QRS
Gelombang P
Depolarisasi Atrium(hantaran impuls listrik melewati
atrium)
Mempunyai amplitudo setinggi 2 3 mm
Berlangsung selama 0,06 0,12 detik
Biasanya bundar & tegak
Harus tegak disadapan II & aVF serta terbalik pd
sadapan aVR(irama sinus)
Interval PR
Rekaman impuls atrium melewati Nodus AV, berkas
His, serta cabang berkas kanan & kiri
Diukur dari permulaan glombang P sampai awal QRS
Berlangsung selama 0,12 0,20 detik
Mewakili depolarisasi dan hantaran impuls
melewati ventrikel
Meliputi gelombang Q(defleksi kebawah
pertama/defleksi dari garis basal setelah gelombg
P)
Glmbg R (defleksi keatas pertama setelah glmbg Q)
Glmbg S(defleksi ke bawah pertama setelah
gelombang R)
Diukur dri permulaan glmbg Q/R jika Q tidak ada
Berlangsung slma 0,06 0,10 detik/setengah
interval PR
Mewakili akhir depolarisasi ventrikel &
permulaan pemulihan / repolarisasi ventrikel
Dimulai dri titik J ( yg menandai akhir dari
kompleks QRS)
Memanjang sampai permulaan glombg T
Biasanya isoelektrik/pada garis basal
Antara 0,5 - +1mm.
Perubahan segmen ST
ST Depresi
ST Elevasi
Gelombang T
Mewakili periode repolarisasi/pemulihan ventrikel
Muncul setelah segmen ST
Amplitudonya 0,5 pda sdapan I,II dan III serta
sampai 10 mm pd sadapan prekordial
Biasanya tampak tumpul dan tidak tajam

Interval QT
Mengukur waktu yg dibutuhkan untuk depolarisasi
dan repolarisasi
Memanjang dari permulaan QRS Akhir T
Berlangsung slama 0,36 0,44 detik
Tidak boleh lebih dari setengah jarak antara 2
glmbg R yg berurutan.
Mewakili repolarisasi dari sistem His- purkinje
Dapat tidak tampak pd EKG
Muncul setelah gelombang T
Biasanya tampak tegak keatas dan tumpul
Jika tampak jelas menandakan adanya
hiperkalsemia, hipokalemia
Mengidentifikasi masalah
Monitor
Artefak /gangguan bentuk
gelombang
Alrm tingkat tinggi palsu
Signal lemah
Garis basal yg tidak beraturan
Garis basal yg samar-samar
Tidak gelombang

Anda mungkin juga menyukai