Anda di halaman 1dari 28

DASAR PROTEKSI RADIASI

Proteksi radiasi adl suatu cab.ilmu pengetahuan


yg berkaitan dg upaya perlindungan yg perlu di
berikan kpd seseorang atau sekelompok orang
thdp kemungkinan munculnya efek negatif dari
sumber radiasi pengion.
Utk menjamin keselamatan dlm pemanfaatan sbr
radiasi BAPETEN telah menetapkan nilai batas
dosis yg diterapkan di Indonesia. Tujuannya utk
mencegah terjadinya efek deterministik dan
membatasi peluang terjadinya efek stokastik.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Radiasi eksterna ialah radiasi yg berasal dr radio


nuklida atau peralatan pembangkit radiasi yg
berada diluar tubuh.
A. Sumber Radiasi Eksterna.
Partikel alfa, beta, sinar gamma, sinar X dan
neutron adalah jenis radiasi pengion, tetapi tak
semua memiliki potensi bahaya radiasi eksterna.
Partikel alfa memiliki daya ionisasi besar, shg jang
kauannya diudara sangat pendek (bbrp cm) dan
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

tidak dianggap memiliki potensi bahaya eksterna


karena tidak dapat menembus lapisan kulit luar
manusia.

Partkel beta memiliki daya tembus lebih tinggi


dibandingkan dg partikel alfa. Daya tembusnya
dipengaruhi oleh besar energi, mampu
menjangkau bbrp meter diudara dan dapat
menembus lapisan kulit luar sedalam bbrp mm.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Sinar X dan sinar gamma adalah gel elektromagne


tik dg panjang gl pendek dan memiliki kemampuan
menembus semua organ tubuh shg mempunyai ba
haya radiasi eksterna yg signifikan.

Neutron memiliki potensi bahaya radiasi eksterna


yg tinggi shg memerlukan penanganan yg sangat
hati2.
Tabel Bahaya relatif radiasi eksterna

Jenis Radiasi Bahaya relatif Rad.Eks

Partikel alfa Tidak ada


Partikel beta Kecil
Sinar X Besar
Sinar gamma Besar
Neutron Besar
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

B. FAKTOR PENGENDALIAN RADIASI EKSTERNA


Pengendalian thdp rad.eks dpt dilakukan dg
memperhatikan 3 faktor yi waktu,jarak dan pe-
nahan radiasi.
1.Waktu
Adalah salah satu faktor utk mengurangi pene-
rimaan dosis. Dg mengurangi wkt bekerja dg
radiasi, dosis yg diterima dpt diminimalkan.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

2. Jarak
Laju dosis berbanding terbalik dg kuadrat jarak.
Semakin besar jarak dari sumber radiasi,lajudosis
ditempat tsb semakin berkurang.
Hubungan besar laju dosis utk sumber titik thdp ja-
rak dr sumber dirumuskan oleh persamaan :
D = k/r2 D = laju dosis
r = jarak dr sumber
k = konstanta
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Karena k adalah konstanta, maka persamaan tsb


D1. r12 = D2.r22
D1 = laju dosis pada jarak r1 dari sumber
D2 = laju dosis pada jarak r2 dari sumber

Sumber radiasidianggap sbg sumber titik apabila


jarak dari sumber paling sedikit 10 x dimensi sum-
ber.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

3. Penahan Radiasi
Laju dosis dpt dikurangi dg memasang penahan
radiasi diantara sumber rad dg pekerja radiasi.

Tebal dan jenis bahan penahan yg diperlukan ber


gantung pd jenis dan energi radiasi, aktivitas sum
ber dan laju dosis yg diinginkan setelah radiasi me
nembus penahan.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

a. Partikel Alfa
Partikel alfa memiliki jangkauan yg pendek diudara
dan dapat dihentikan dg selembar kertas.

b. Radiasi Beta
Ketebalan bahan yg diperlukan utk menahan parti
kel beta secara efektif dpt ditentukan dr jangkauan
maksimum partikel beta dalam bahan penahan
(dalam satuan mg/cm2 ).
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Interaksi part.beta berenergi tinggi dg suatu bahan


akan menimbulkan pancaran sinar X sebagai rad
Bremstrahlung. Utk mengendalikan bahaya rad be
ta dibutuhkan bahan penahan radiasi bernomor at
rendah (utk meminimalkan prod.bremstrahlung) la
lu dilapisi dg bahan bernomor atom tinggi (utk men
gatenuasi intensitas bremstrahlung yg terjadi).
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

c. Radiasi Gamma
Apabila sinar gamma berinteraksi dg bahan maka
radiasi tsb tidak diserap seluruhnya oleh bahan.
Radiasi tsb akan mengalami atenuasi atau pengu
rangan intensitas. Proses atenuasi ini mengikuti fs
eksponensial atau secara matematika ditulis sbb :

Dx= D0e- ux
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Dx = laju dosis setelah melewati penahan setebal x


D0 = laju dosis tanpa penahan
x = tebal penahan
u = koefisien atenuasi linier

Koefisien atenuasi linier ini bergantung pd jenis ba


han dan energi sinar gamma. Koefisien ini dinyata
kan dalam mm-1 atau cm-1.
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

Dalam praktek, tebal penahan dihitung dg menggu


nakan HVL ( half value layer ) atau TVL ( tenth va
lue layer )
HVL adalah tebal bahan yg diperlukan utk mengur
angi intensitas/laju dosis radiasi menjadi separo dr
Intensitas/laju dosis mula2.
Persamaan diatas dpt disederhanakan menjadi :
n = x/ HVL
HVL = 0,693 / u
NILAI HVL DAN TVL UTK BEBERAPA
MATERI
Tegangan Bahan Penahan
Maksimum Timbal(mm) Beton(cm) Besi cm
kV HVL TVL HVL TVL HVLTVL
50 0,06 0,17 0,43 1,50
70 0,17 0,52 0,84 2,80
100 0.27 0,88 1,60 5,30
Cs 137 6,50 21,60 4,80 15,70 1,60 5,3
Co 226 12,00 40,00 6,20 20,60 2,10 6,9
PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

d. Neutron
Neutron dpt diserap oleh penahan karena perla
mbatan energi neutron melalui tumbukan dan ke
mudian terjadi tangkapan neutron. Bahan yg efek
tif utk memperlambat neutron adalah bahan yg me
mpunyai nomor atom yg rendah seperti air, parafin
polietilen, sedangkan utk menangkap neutron lam
bat digunakan bahan yg mempunyai penampang
lintang absorpsi spt boron atau cadmium.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

A. Sumber Radiasi Interna


Sumber radiasi interna berasal dari sumber terbu
ka yaitu sumber yg tidak terbungkus dan dalam
kondisi normal dapat menyebabkan kontaminasi,
misalnya zat r.a berbentuk bubuk, cairan atau gas.

Kontaminasi yaitu keberadaan suatu zat r.a pd tem


pat atau daerah yg tak seharusnya dan dapat me
nimbulkan bahaya radiasi interna.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

Kontaminasi dapat terjadi pada peralatan, ruang


kerja (meja,lantai,dinding dll) dan pada pekerja.
Kontaminan ada yg dpt melekat kuat pd permuka
an tertentu atau mudah berpindah.
Faktor penting dlm prot rad int adalah jenis radiasi
yg dipancarkan oleh kontaminan. Potensi bahaya
radiasi interna dari suatu sumber radiasi bergantu
ng pada daya ionisasi masing2 jenis radiasi yg di
pancarkan dalam jaringan tubuh.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

Partikel alfa mempunyai potensi bahaya rad int yg


besar krn rad alfa mempunyai daya ionisasi besar
shg dpt memindahkan sejumlah besar energi dlm
vol yg sangat kecil dr jaringan tbh dan mengakibat
kan kerusakan jar disekitar sumber r.a.

Partikel beta mempunyai potensi bahaya rad int yg


tingkatnya lebih rendah dibandingkan dg kont alfa.
P.U part beta memiliki jangkauan yg lebih tinggi dp
PROTEKSI RADIASI INTERNA

part alfa didalam tbh. Oleh krn itu energinya dipind


ahkan dlm vol jar yg lebih besar. Kondisi ini mengu
rangi keseluruhan efek radiasi pd organ dan jar di
sekitarnya.

Kontaminasi gamma memp potensi bahaya yg lbh


kecil dibandingkan dg kont alfa atau beta. Hal ini
berkaitan dg kecilnya daya ionisasi yg dimiliki shg
memiliki jangkauan yg panjang didlm jar tubuh.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

B. Cara pemasukan Zat R.A dalam tubuh


Kontaminasi zat r.a dpt masuk kedalam tubuh :
1. Inhalasi : jalur pernafasan
2. Injeksi : jalur pencernaan (air,mkn terkontm)
3. Penyerapan : serapan melalui kulit/luka tbuka
Hal yg perlu diperhatikan utk zat r.a yg masuk dlm
tubuh apabila zat r.a tsb mempunyai sifat kimia yg
mirip dg unsur yg diperlukan oleh tubuh, maka zat
r.a tsb akan berperilaku sama didalam tubuh.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

C. Waktu Paro Efektif


Ketika radionuklida masuk kedlm tbh maka r.n tsb
secara terus menerus menyinari organ tbh atau jar
sp r.n dikeluarkan dari dalam tubuh. Kondisi tsb m
nyebabkan seseorang menerima dosis int yg dipe
ngaruhi oleh wkt paro fisik dan wkt paro biologi.

Wkt paro biologi adl wkt yg dibutuhkan oleh suatu


r.n agar aktivitasnya menjadi setengah dr akt mula
PROTEKSI RADIASI INTERNA

melalui proses eksresi tubuh (urine,faeces,kringat)


Waktu paro biologi ini sangat dipengaruhi oleh si
fat kimia,fisika,ukuran r.n,anatomi,sistem pnafasan
dan karakteristik metabolisme seseorang.

Radionuklida Organ Kritis Tf ( hari ) Tb Teff


Co-60 Seluruh tbh 1,941x103 10 10
Sr-90 Seluruh tbh 1,1 x 104 sama 5,5x103
Cs-137 Seluruh tbh 1,1 x 104 70 70
PROTEKSI RADIASI INTERNA

D. Pengendalian Radiasi Interna


Pengendalian bahaya rad int dilakukan dg cara
memblok ketiga jalan masuk zat r.a. kedalam tbh
dan membatasi penyebaran zat r.a. kpd pekerja.
1. Pengendalian Sumber Radiasi
Dg cara menutup dan mengungkung sbr rad
a. pembatasan zat r.a yg akan ditangani sesuai
kebutuhan.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

b. pembagian daerah dlm lab dan penggunaan


peralatan tambahan utk membatasi penyeba
ran sumber radiasi(kontamonasi), misalnya
menggunakan nampan atau wadah, lemari
asam atau glove box.
2. Pengendalian Lingkungan
Pengendalian lingkungan thd bahaya kontaminasi
r.a. secara awal dpt dilakukan dg mendesain gdg,
ruangan atau fasilitas fisik dan prosedur yg sesuai.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

Fasilitas fisik yg perlu diperhatikan :


a. permukaan tpt kerja,lantai, ddg hrs mudah
didekontaminasi.
b. pipa dan peralatan monitoring dan penyimpan
nan limbah r.a.
c. ruang ganti dan shower.
d. ventilasi.
e. arah aliran udara.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

3. Pengendalian Pekerja Radiasi


Filosofi proteksi radiasi adalah mengendalikan pa
paran radiasi serendah mungkin yg dpt dicapai.
Ini sangat sukar diterapkan apabila bekerja dg sbr
radiasi terbuka, krn kemungkinan tertumpahnya
atau terlepasnya zat r.a kelingkungan selalu ada.
Para pekerja radiasi harus menggunakan pakaian
pelindung dan peralatan pelindung pernafasan.
PROTEKSI RADIASI INTERNA

Pakaian pelindung :
- Baju laboratorium, coveralls, cap, sarung tangan
- Alas kaki khusus (shoe cover).
Peralatan pelindung pernafasan :
- Air purifying respiratory (half mask, full mask)
- Air supplying respiratory.