Anda di halaman 1dari 40

Pendidikan

Anak Di
Lingkungan
Keluarga

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH


DASAR
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
Anggota kelompok 2 :

r
o o
n o i t i
i N
a h
t ik di ig ud 8
z k ay 75 a
Su riy 20
0 S b 8
Ri id 11 m 1
1 1
Pa 11
H 11 p
A 1 1
K7
K7 K 7

i y a
Tr ngt ur
n i i N fah 9
r i s 16 m ni 21
u 2 U a 1
W 1 1 H 11
1 7
K7
K
Sub Bahasan
Optimalisasi Peran Orang Tua Mengembangkan
Pertumbuhan dalam Pendidikan Kecerdasan Anak
Anak Anak

Mengasuh
Kiat Pendidikan Moral
Kecerdasan,
Mencerdaskan dalam Lingkungan
Kreatifitas dan
Anak Keluarga
Kecerdasan Moral
Perkembangan
Anak ?
Fakta Teoritis dan empiris
menunjukkan :

Tahun-tahun awal merupakan masa


yang sangat penting dalam
membentuk intelegensi, kepribadian
dan perilaku sosial
keluar lingkun
ga Tumb gan
uh
kemb
ang
optim
al
kesehatan

sepiritual
nutrisi

Perkembangan
anak

edukasi
Emosional

Sosial
Optimalisasi pertumbuhan anak

Selama dalam kandungan terjadi


perkembangan yang sangat terpenting dari
organ otak, pertumbuhan fisik dan
pembentukan zat-zat kimiawi

Setelah itu dalam delapan tahun pertama


kehidupan anak akan dibentuk fondasi untuk
semua perkembangan selanjutnya. Karena itu,
penting adanya perhatian pada semua aspek
kebutuhan anak pada kelompok usia dini
ADITUKA (Asuhan Dini Tumbuh Kembang Anak)
Merupakan Contoh kasus program
asuhan tumbuh kembang anak yang
khusus ditujukan bagi anak anak
Pengertian yang tinggal di desa. Dilaksanakan
sejak tahun 1999 di kecaatan Tanjung
Sari
memberikan kesempatan kepada anak anak
dini usia sejak dalam kandungan sampai
Tujuan berusia delapan tahun untuk mendapatkan
pengasuhan yang menyeluruh
danterintegrasi

(1) untuk dapat berkesinambungan,


(2) disusun dengan memanfaatkan fasilitas yang
Prinsip- sudah ada dimasyarakat,
(3) pendekatan bersifat horistik,
prinsip dasar (4) membentuk kemitraanantara keluarga,
penyusunan masyarakat dan profesi
(5) intervensi melibatkan lebih dari satu sektor
pelayanan.
Deskripsi kegiatan
Pelaksanaan difokuskan kepadaa sasaran yang
dikelompokkanmenurut umur, jadi bagi tiap
kelompok disusun suatu kegiatanyang akar
mendukung peningkatan kualitas anak.
Setiapkegiatan harus mampu mendorong
keluar potensi-potensi danbakat anak
sehingga semua aspek perkembangan anak
dapat tumbuh dan berkembang dengan
optimal.
Peran Orang Tua
dalam Pendidkan Anak

Orang Tua
Sebagai Guru
Pertama dan
Utama
Intelektualitas
dan Kreativitas
Kemempuan
Otak Anak-
Anak
Peranan Orang
Tua Dalam
Mengoptimalkan
Potensi Anak
Orang Tua Sebagai Guru Pertama dan Utama

Para ahli sependapat bahwa peranan


orang tua begitu besar dalam Mengirim
membantu anak-anak, agar siap anak ke
memasuki gerbang kehidupan mereka. sekolah

Bagaimana anak-anak dapat tetap memandang


masa depan mereka di dalam angan seorang anak,
bagaimana mereka dapat menjadi generasi
penerus bangsa kita. Masa depan bangsa
Indonesia kelak ditangan mereka dan masa depan
mereka dipersiapkan oleh orang tua saat ini.
Intelektualitas dan Kreativitas

Anak yang memiliki intelektual, atau


Siap bersaing
kecerdasan (rasional & emosional) dan
di masa depan kwalitas yang tinggi

Dibutuhkan
Massa balita adalah masa peran orang tua
keemasan bagi seseorang untuk membantu
untuk mengembangkan memberi
intelektualnya kesempatan dan
rangsangan bagi
perkembngan
intelektual anak
Ciri-ciri anak yang memiliki
kecerdasan yang tinggi
1. Tanggap terhadap sesuatu, memiliki daya ingat yang
baik dan efektif
2. Mempunyai semangat bersaing yang tinggi
3. Cepat menemukan perbedaan-perbedaan dan
mudah menangkap sesuatu yang tidak biasa
4. Dapat menggunakan kesadaran yang tinggi untuk
mengumpulkan informasi dengan cepat
5. Memiliki kepekaan yang tinggi
6. Keinginan belajar yang tinggi dari sumber belajar
apapun
7. Memiliki rasa ingin tau yang besar
8. Kemampuan bertahan menghadapi frustasi
9. Mampu mengendalikan diri, mengatur suasana hati
10. Mempunyai latar belakang membaca yang cukup
Perkembangan otak pada tahun-
tahun awal
Menjelang kelahiran, kebanyakan anak memiliki
10 miliarsel otak aktif dan mereka menjalin
sekitar 50 triliun hubungan dengan sel otak lain
dan bagian-bagian tubuh lain

Dalam bulan-bulan awal, saat indera bereaksi


terhadap lingkunganya, dia mengembangkan
hubungan sinaptik baru dengan kecepatan yang
menakjubkan hingga 3 milyar per detik

Dalam enambulan pertama, bayi akan berbicara


menggunakan semua suara di semua bahasa dunia,
namun dia kemudian akan belajar berbicara dengan Cuma
menggunakan suara dan kata-kata yag dia conth dari
lingkungnya
Menjelang usia 8 bulan, otak bayi memiliki sekitar 1000
tiliun hubungan, sesudah itu jumlah hubungan mulai
menurun kecuali anak tersebut diharapkan pada
rangsangan lewat semua inderanya.

Menjelang usia 10 tahun, sekitar separuh hubungan telah


mati pada kebanyakan anak, masih meninggalkan sekitar
500 triliun yang akan bertahan sepanjang hidupnya

Pada usia 12 tahun, otak kini dilihat sebagai spon super yang paling
banyak menyerap sejak kelahiran hingga usia sekitar 12 tahun. Selama
masa inilah dan khususnya pada tiga tahun pertama, dasar-dasar berfikir,
bahasa, pandangan, tingkah laku, bakat dan karakteristik lain diletakan
kemudian jendela ditutup dan kebanyakan arsitektur fundamental otak
sudah sempurna.
Perkembangan Intelektual Otak

Menurut prof. Dr . Utami Munandar pakar


kreativitas dari Indonesia menyebutkan
bahwa pada usia 6 bulan kapasitas otak
sudah mencapai 50 persen dari potensi
usia dewasa, dan pada usia 3 tahun sudah
mencapai 80 persen.
Dalam buku the learning revolution
menyebutkan bahwa otak manusia sangat
menakjubkan. Otak dianalogikan pula sebagai
komputer terhebat di dunia
Memiliki satu triliun sel otak, terdiri atas :
100 miliar sel saraf aktif atau neuron dan 900
miliar sel lain yang merekatkan dan memelihara
serta menyelubungi sel-sel aktif.

Setiap satu dari 100 miliar neuron tersebut


dapat tumbuh bercabang hingga sebanyak
20.000

Memiliki 4 bagian otak yang berbeda :


otak naluriah, otak penyeimbang, otak
emosional, korteks yang mengagumkan
Memiliki dua sisi yang bekerja sama secara
harmonis

Menjalankan pertukaran telepon yang


mengirimkan jutaan pesan per detik antara sisi
kiri dan kanan

Memiliki berbagai pusat kecerdasan

Beroperasi dengan sedikitnya 4 jenis


panjang gelombang

Berperan kunci dalam revolusi


pembelajaran pribadi
Dua Belahan Otak Manusia
Otak kanan
menekankan pada : irama, lamunan, musik, imajinasi,
warna dan dimensi yang kemudian disebut
pembelajaran kreatif

Otak kiri
menekankan : tata bahasa, logika, daya ingat, angka,
analisis, dan rasional kemudian dsebut aktivitas
akademis
Peranan Orang Tua Dalam Mengoptimalkan
Potensi Anak
Sikap orang tua yang authotarive
Menciptakan Jawablah pertanyaan-pertanyaan anak
Bermain, baik dalam arti metode belajar maupun bermain
suasana keluarga bermain bersama anak
yang kondusif Memberikan keteladanan
Hindari hukuman fisik

Ciptakanlah suasana saat buku menjadi suatu


Kondisikan hal yang menyenangkan, tiap kali memegang
dengan suasana buku perasaan nyaman akan dirasakan
kembali sehingga anak akan merasa sangan
membaca senang atas kehadiran buku didekatnya

Pemberian
.Untuk itulah disarankan agar memberi dorongan
sugesti positif pada apa yang harus dilakukan bukan yang
dan tidak dilarang, karena dorongan akan membuat anak
berani menoba segera sementara larangan
membandingkan membuat anak menjadi takut untuk mencoba.
dengan anak lain
Tumbuh Orang tua bertanggung jawab untuk
memuaskan rasa ingin tahu anak, agar tidak
rasa ingin terjadi neuro pathway yang mengakibatkan
hilangnya rasa ingin tahu pada anak.
tahu

Memperkenalkan bahasa kedua seperti : bahasa


Perkenalkan inggris, bahasa arab, bahasa jepang, bahasa
perancis, karena kemampuan anak dalam menyerap
bahasa bahasa paling baik adalah usia 0-6 tahun,
sedangkan setelah itu kemampuan anak akan
kedua menurun.

Pentingnya Waktu anak sebagian besar dihabiskan di


pendidikan rumah bersama orang tua mereka, sehingga
penting adanya penddikan dari orang tua
di rumah terhadap anak di rumah
untuk anak
Mengembangkan Kecerdasan
Anak
asa Dalam Kandungan
Selama dalam kandungan ibu, bayi mengembangkan sel-
sel otak tersebutdengan kecepatan sekitar 250.000 sel
setiap menit. Setiap selterus berkembang dalam tahun-
tahun pertama, mampumengembangkan sampai 20.000
dendrit. Akan tetapi setelahdilahirkan, manusia tidak
pemah mendapatkan lagi sel-sel otak seumur hidup. Oleh
karena itu segala hal yang terjadi pada otak janin dalam
sembilan bulan kandungan sangatlah penting
dalammembentuk kemampuan belajar pada masa-masa
sesudahnya. perlu diperhatikan pula segala hal yang
dikonsumsi ibu hamil, hal ini berpengaruh pada
prkembangan otak bayi. Semakin baik nutrisi pada
mkanan yang dikonsumsi semakin baik pula
perkembangan otak sang bayi, begitu pula sebaliknya.
Tahun Awal Sang Bayi
Secara ideal pertumbuhan otak awal berlangsung dalam
tahap-tahap tertentu. Seorang anak belajar melihat
sebelum berbicara, belajar merangkak sebelum
berjalan, belajar berjalan sebelumberlari, belajar
mengenali benda sederhana sebelum belajar menalar.

Jika seorang bayi gagal pada salah satu tahap


tersebut,misalnya dalam belajar. Hal itu terjadi karena
aktivitas awal bayi sangat ditentukan oleh perangkat
keras (otak) yang bekerja dalam urutan tertentu. Jika
perangkat keras bermutu tinggi, iadapat digunakan
untuk menjalankan program perangkat lunak apa saja.
Kiat Mencerdaskan Anak

Para peneliti membuktikan bahwa 50%


kemampuan belajar manusia ditentukan
dalam empat tahun pertama, dan
seseorang membentuk 30% yang lain
sebelum mencapai usia delapan tahun.

Menurut ahli psikologi Tony Buzan; pada


saat seseorang dilahirkan, ia sebenamya
benar-benar brilian.
Menurut hasil penelitian Benyamin S.
Bloom tahun 1964 menemukan bahwa
pertumbuhan mengalami peningkatan
pesat dalam tahun-tahun pertama
kemudian melambat, umumnya
mencapai titik paruhnya sebelum ulang
tahun kelima.
Para peneliti menemukan bahwa terdapat
perbedaan antara otak laki laki dan
perempuan pada tahun-tahun awal. Jaringan
yang menghubungkan otak kanan dan otak
kiri pada bayi perempuan biasanya lebih tebal
dari pada laki-laki, sehingga rnenyebabkan
anak perempuan lebih cepat mampu
membaca, berbicara dan belajar bahwa.
Sebaliknya anak laki-laki memiliki pandangan
jarak jauh dan persepsi kedalaman yang lebih
baik, sehingga mereka lebih cakap dalam
beberapa cabang olah raga.
6 Jalur Utama Menuju Otak

kelima indera pandangan, pendengaran, peraba, pengecap,


penciurnan, dan gerakan fisik.

Menurut seorang Biolog Robert Omstein Jika


sebelah mata anak berusia 2 tahun ditutup selama
satu minggu, maka anak tersebut akan rusak
penglihatannya. Ini terjadi karena otak yang sedang
tumbuh membentuk jalur penglihatannya dan mata
ke pusat penglihatan di bagian belakang otak.
Kedua jalur terpisah itu bersaing untuk
mendominasi. Jika sebelah mata anak ditutup,
sebelah mata lainnya akan membentuk jalur yang
lebih dominan. Dan masa kritis untuk hal ini
adalah 6 tahun pertama usia anak
Para ahli pendidikan anak menemukan bawah
bermain adalah belajar, dan bermain
merupakan teknik belajar yang paling
efektif ini berarti bahwa sekolah harus
dirancang ulang sesuai dengan prinsip
belajar yang menyenangkan. Perlu mengubah
persepsi : mengubah bermain menjadi
pengalaman belajar, dan memastikan bahwa
pembelajaran terbaik itu menyenangkan.
Prfesor Diamond menyatakan bahwa usia 3
tahun awal anak adalah masa keemasan
dimana seharusnya orang tua lebih
memperhatikan anak dengan memberikan
rangsangan-rangsangan yang mampu
mengembangkan sistem otak mereka
Mengasah Kecerdasan
Kreativitas
Merupakan Bagian dari otak kanan

Masa anak (usia 3-5 tahun) adalah periode emas


menanamkan kreativitas sejak dini.
Yang perlu dipahami orang tua adalah
kemampuan setiap anak berbeda.
Orang tua masih mementingkan perkembangan
kecerdasan intelektual saja (IQ), otak bagian kiri.
Pendidikan di Indonesia pun masih
mendominankan otak kiri.
Otak kiri dan otak kanan harus seimbang.
Cara Mengasah Kreativitas Anak

1) Memiliki tokoh idola (mastermind)


2) Mengaktifkan otak kanan
3) Tambahkan perbendaharaan kata-katanya
4) Menggunakan kedua sisi tubuh
5) Biasakan melihat secara mendetail
6) Biasakan membuat catatan atau gambar
7) Ajarkan mendengarkan
8) Ajarkan bergurau
9) Latih menghubungkan konsep
10)Kreatif sehari-hari
Mengasah Kecerdasan Moral

Kecerdasan moral dipengaruhi oleh faktor


indvidu dan sosial.
Keluarga memiliki peran penting dalam
mengasah kecerdasan moral, orang tua
harus mampu menjadi teladan.
Mengajarkan kejujuran, kedisiplinan,
tanggung jawab, menghormati orang lain,
dll.
Cara Membina Kejujuran Anak

1) Jangan mempermudah anak mengerjakan


ketidakbenaran
2) Permudahlah anak melakukan kebenaran dengan
tidak memojokkannya
3) Memberi penghargaan ketika bersikap jujur
4) Membantu anak melihat kebenaran secara utuh
5) Jangan membuat anak berbohong
6) Jangan memaksa anak mengaku
7) Mempercayai anak
8) Menjadi teladan kejujuran
Masa Berbohong Anak

Kebutuhan mepertahankan perbaikan


Keinginan menghindari konsekuensi
Ingatan yang masih pendek
Tidak bermaksud jahat
Pendidikan Nilai dalam Lingkungan
Keluarga
Menurut penjelasan Undang-Undang
No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional bahwa pendidikan di
dalam keluarga memberikan keyakinan
agama, nilai budaya yang mencakup nilai
moral dan aturan pergaulan serta
pandangan, keterampilan dan sikap hidup
yang mendukung kehidupan
bermasyarakayt, berbangsa dan bernegara
kepada anggota keluarga yang bersangkutan.
Pendidikan dalam keluarga diarahkan pada
pembinaan pribadi anak, mencangkup :
a) Nilai agama
b) Adat istiadat
c) Sopan santun
d) Nilai budaya

Cara mengajarkan : keteladanan, bercerita,


pelibatan langsung, nasehat, pengawasan,
sindiran dan hukuman.
Pola pendidikan anak dalam keluarga
dapat mempertimbangkan 3 prinsip
pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu :
(1) Ing ngarsa sung tulada. Artinya, orang tua di depan
harus memberi teladan. Karena naka menjadikan
para orang tuanya sebagai panutan.
(2) Ing madya mangun karsa. Artinya di tengah
membangun kehendak atau niat. Di sini maksudnya
pendidikan dan proses pembelajaran dilaksanakan
secara bersama-sama oleh guru, orang tua dan anak.
(3) Tut wuri handayani. Artinya, dari belakang
memberikan dorongan. Orang tua harus dapat
menjadi pendorong atau pendukung dari belakang
tentang apa yang dilakukan anak. Baik itu
pendidikannya, hobinya, perkembangan karakternya
dan lain-lain.
Belajar pada masa kecil akan membekas
sampai dewasa. Pendidikan nilai dalam
keluarga adalah fondasi yang akan dibawa
anak ketika ia terjun dalam masyarakat.
Fondasi yang kuat akan membawa anak
pada karakter yang kuat sehingga
membawa anak menuju masa depan yang
cerah.
Thank
you.......