Anda di halaman 1dari 20

TATA RUANG DAN AMBANG BATAS

Mulya Gusman, ST,.MT


Konsep Tata Ruang
Ruang diartikan sebagai ruang daratan, lautan dan ruang
udara termasuk lahan/tanah, air, udara, benda lainnya serta
daya dan keadaan sebagai satu kesatuan wilayah tempat
manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan
serta memelihara kelangsungan hidupnya (Ditjen Ciptakarya,
Departemen Pekerjaan Umum, 1996)

Memperhatikan pandangan geografi mutakhir yang bersifat


integratif dengan memahami pula pengertian ruang, maka
ruang (space) juga merupakan kajian penting dalam studi
geografi
Menurut D.A. Tisnaadmidjaja
Tata ruang adalah wujud struktur ruang
dan pola ruang. Struktur ruang adalah
susunan pusat-pusat permukiman dan
system jaringan prasarana dan sarana yang
berfungsi sebagai pendukung kegiatan
sosial ekonomi masyarakat yang secara
hierarkis memiliki hubungan fungsional.
Asas dan Tujuan Penataan Ruang
Asas dan Tujuan Penataan Ruang ( Lanjutan)
6. Kebersamaan dan kemitraan.
Kebersamaan dan kemitraan adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
7. Perlindungan kepentingan umum.
Perlindungan kepentingan umum adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
mengutamakan kepentingan masyarakat.
8. Kepastian hukum dan keadilan.
Kepastian hukum dan keadilan adalah bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan
berlandaskan hukum/ketentuan peraturan
perundang-undangan dan bahwa penataan ruang dilaksanakan dengan mempertimbangkan
rasa keadilan masyarakat serta melindungi hak dan kewajiban semua pihak secara adil dengan
jaminan kepastian hukum.\
9. Akuntabilitas.
Akuntabilitas adalah bahwa penyelenggaraan penataan ruang dapat dipertanggungjawabkan,
baik prosesnya, pembiayaannya, maupun hasilnya.
Klasifikasi Penataan Ruang
1. Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas sistem wilayah dan sistem
internal perkotaan.
2. Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri dari kawasan
lindung dan kawasan budi daya.
3. Penataan ruang berdasarkan wilayah administrasi terdiri atas
penataan ruang wilayah nasional, penataaan ruang wilayah provinsi, dan
penataan ruang wilayah kabupaten/kota.
4. Penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan perkotaan, dan penataan ruang kawasan perdesaan.
5. Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan strategis nasional, penatan ruang kawasan
strategis provinsi, dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota.
Penyelenggaraan penataan ruang harus memperhatikan hal
sebagai berikut:
1. Kondisi fisik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rentan
terhadap bencana.
2. Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber
daya buatan, kondisi ekeonomi, sosial, budaya, politik, hukum,
pertahanan keamanan, lingkungan hidup, serta ilmu pengetahuan
dan teknologi sebagai satu kesatuan.
3. Geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi.
Penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi,
dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota harus dilakukakn secara
berjenjang dan komplementer.
Tugas dan Wewenang Pemerintah/Pemerintah Daerah dalam Penataan Ruang
Tugas negara dalam penyelenggaraan penatan ruang meliputi dua hal, yaitu; (a)
police making, ialah penentuan haluan negara; (b) task executing,
yaitu pelaksanaan tugas menurut haluan yang telah ditetapkan oleh negara.
Wewenang pemerintah dalam penyelenggaraan penataan ruang meliputi:
1. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan penataan
ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, serta terhadap
pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis nasional, provinsi, dan
kabupaten/kota.
2. Pelaksanaan penataan ruang wilayah nasional.
3. Pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis nasional.
4. Kerja sama penataan ruang antarnegara dan pemfasilitasan kerja sama
penataan ruang antarprovinsi.
KEGIATAN PERENCANAAN TATA RUANG WILAYAH
Dalam kegiatan ini dilakukan pemahaman karakteristik wilayah melalui studi
kompilasi data, kemudian dilakukan kegiatan analisis data dan selanjutnya
menyusun rumusan rencana disertai penyajian peta-peta dengan cara :
a. Kegiatan Pemahaman Karakteristik Wilayah
Data Geografi yang diperlukan meliputi :
1) Karakteristik ekonomi wilayah
2) Karakteristik kependudukan/demografi
3) Data sosial kemasyarakatan
4) Karakteristik sumberdaya alam
5) Sumberdaya buatan
Data tersebut dapat diperoleh melalui survei instansional, survei lapangan,
interpretasi citra dan peta, sedangkan penyajiannya dapat berupa peta dan
tabel disesuaikan dengan skala perencanaan.
Ketentuan umum tentang pemanfaatan ruang ditegaskan dalam Pasal 32 Undang-Undang
Penataan Ruang sebagai berikut:
(1) Pemanfaatan ruang dilakukan melalui pelaksanaan program pemanfaatan ruang
beserta pembiayaannya.
(2) Pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan dengan
pemanfaatan ruang, baik pemanfaatan ruang secara vertikal maupun pemanfaatan ruang di
dalam bumi.
(3) Program pemanfaatan ruang beserta pembiayaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
termasuk jabaran dari indikasi program utama yang termuat di dalam rencana tata ruang
wilayah.
(4) Pemanfaatan ruang diselenggarakan secara bertahap sesuai dengan jangka waktu indikasi
program utama pemanfaatan ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang.
(5) Pelaksanaan pemanfaatan ruang di wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
disinkronisasikan dengan pelaksanaan pemanfaatan ruang wilayah administratif sekitarnya.
(6) Pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan
memperhatikan standar pelayanan minimal dalam penyediaan sarana dan prasarana.
Pembangunan Berkelanjutan Dengan Berdasarkan
Ambang Batas
Pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya terdapat 2 (dua) titik
ambang batas keberlanjutan yaitu:
Ambang batas keberlanjutan lingkungan, ditentukan oleh batasan
daya serap pencemaran oleh lingkungan alam satu sisi, dan batas
pengelolan sumber daya alam tanpa kerusakan serta degradasi
lingkungan;
Batas ambang batas keberlanjutan sosial, ditentukan oleh batasan
bagi terpeliharanya hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang
antara manusia dengan sesama manusia, antara manusia dengan
masyarakatnya, dan antara sesama kelompok sosial di dalam dan
diluar negeri.
a. Dalam Menentukan Prioritas Pembangunan Perumahan
Penentuan Prioritas Lingkungan Pengembangan Perumahan di Kota Berdasarkan
Metode Ambang Batas (Threshold Analysis)', Kecenderungan untuk mendapatkan
penghidupan yang lebih baik di kota besar telah ikut menyebabkan terjadinya
peningkatan jumlah penduduk di kota besar yang juga diiringi dengan peningkatan
pemanfaatan lahan sebagai dampak dari proses perkembangan kota.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas lingkungan
pengembangan perumahan di Kota, sehingga dapat ditentukan lokasi alternatif
pengembangan perumahan di Kota berdasarkan pertimbangan fisik dan efisiensi
biaya.
GAMBAR HIRARKI RENCANA TATA RUANG

RTRW NASIONAL

RTRW PROPINSI
DATI I

RTRW KAB/KODYA
DATI II

RENCANA RINCI
TATA
RUANG
RDTR

RDTR
RENCANA TATA RUANG
Rencana Umum Tata Ruang Penetapan Lokasi Pemanfaatan ruang
Penjabaran PULDAS Kab.
Mengacu pada RSTRWP
Penyusunan program
Izin lokasi pembangunan

Rencana Detail Tata Ruang Alokasi peruntukan ruang


Acuan pemberian ijin
Fungsi kawasan
Satuan permukiman

Rencana Tata Ruang RTR-SP


Rencana tapak
Pengaturan pembangunan
Penjabaran RDTR
MANFAAT RDTR

1 PEDOMAN PEMANFAATAN RUANG

MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN YANG TERTIB


2 RUANG DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

ACUAN UNTUK PENETAPAN


3 LOKASI INVESTASI

4 PENYEDIAAN KESEMPATAN
BERUSAHA BAGI MASYARAKAT

5 ACUAN UNTUK PENERTIBAN IJIN LOKASI


LANGKAH PEMANFAATAN

1 PEMASYARAKATAN, PROMOSI, PEMASARAN

MEREALISASI PROGRAM RDTR UNTUK


2 MERANGSANG PENGEMBANGAN KAWASAN
MELALUI PEMBANGUNAN PRASARANA

MENJADIKAN RDTR SEBAGAI


3 ACUAN YANG OPERASIONAL
DALAM PROSES PERIJINAN

MERUMUSKAN INSENTIF DAN DISINSENTIF


4 UNTUK MEMPERCEPAT PENGEMBANGAN
KAWASAN SECARA TERKENDALI
TINDAK LANJUT

1 PENETAPAN RENCANA

2 MEMBANGUN KESEPAKATAN SEGENAP PIHAK TERKAIT

3 PEMASYARAKATAN RDTR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH,


PENGUSAHA SWASTA DAN MASYARAKAT

4 MENYUSUN RENCANA TEKNIK RUANG

5 MENYUSUN KEBIJAKSANAAN PENGATURAN YANG BERSIFAT MENUNJANG

6 ACUAN UNTUK MENETAPKAN KETENTUAN TEKNIS DALAM PEMB. KAWASAN

7 ACUAN UTK PENYUSUNAN KEBIJAKSANAAN PENGATURAH TERKAIT


(CONTOH : MASALAH KAWASAN LINDUNG SEMPADAN)

8 ACUAN UNTUK PENYUSUNAN PROGRAM (DALAM RAKORBANG)


LAND PLANNING GAME
PERMAINAN TATA RUANG

PEMERINTAH
pusat
daerah

KEPENTINGAN
PASAR masyarakat
ATURAN PERMAINAN
pemilik tanah RT/RW LSM
Prosedur
pengembang environmentalis
perencanaan dan
pembangunan bank pengusaha/ekono
pembangunan
mi petani

PERENCANA
RUANG
tata ruang kini
tata ruang
besuk
SISTEM PERENCANAAN MULTI
TINGKAT DAN INTERAKSINYA

Rencana Tata Program Pembangunan


Ruang Nasional Nasional (PROPENAS)

Rencana Tata Ruang PROPEDA


Wilayah Propinsi Propinsi

Rencana Tata Ruang Rencana penggunaan PROPEDA


Wilayah Kab/Kota lahan kab/kota Kab/Kota

Rencana Sektor Kehutanan


Penggunaan lahan Rencana
Rencana Sektor Pertambangan masyarakat / investasi multi
Rencana tindak tahun/tahunan
Rencana Sektor Pertanian

Rencana-Rencana Sektor Lain


PERANAN TATA RUANG DALAM SISTEM DAN MEKANISME PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAERAH

Perencanaan Umum Perencanaan Teknis Pelaksanaan

LONG TERM RTRWN


12-25 THN
PJP RTRWP

RTRWK

MEDIUM TERM
5 THN GBHN PROPENAS RENSTRADEP

POLDA PROPEDA RENSTRADA

SHORT TERM 1
THN Keterangan : REPETANA RAPBN

: Hanya untuk
Renstrada Propinsi REPETADA RAPBD