Anda di halaman 1dari 67

MATA KULIAH

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN
WILAYAH
RABU II:
JAM 11.00
PRINSIP - PRINSIP
A. PENGEMBANGAN: DARI YANG SUDAH
ADA KEMUDIAN DITAMBAH (KUANTITAS
ATAU KUALITAS)

B. PEMBANGUNAN: DARI YANG BELUM


ADA DIBUAT MENJADI ADA (UJUD BARU)

C. PERTUMBUHAN: PERUBAHAN DARI


WAKTU KE WAKTU (KUANTITAS ATAU
KUALITAS) TREND.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH

KATA KUNCI
A. KEBIJAKAN : SUATU KETENTUAN UNTUK
MENCAPAI TUJUAN
B. PENGEMBANGAN WILAYAH : SUATU PROSES
DILAKUKAN PADA SUATU WILAYAH ATAS DASAR
KETENTUAN YANG DITETAPKAN.

WILAYAH MERUPAKAN PERMUKAAN BUMI YANG


MEMPUNYAI BATAS BATAS TERTENTU

KEDUANYA HARUS SALING MENDUKUNG DAN


HASILNYA SECARA OPTIMAL DAPAT DINIKMATI

KEDUANYA IDENTIK WADAH DAN PENGISINYA


PENGEMBANGAN WILAYAH

Pengembangan pada dasarnya


bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat
Pengembangan menggunakan
sumberdaya alam dan
memanfaatkan SDM
Pengembangan memberikan
dampak pada lingkungan hidup
(positif maupun negatif);

ORIENTASI PENGEMBANGAN WILAYAH


MENGOPTIMALKAN DAMPAK POSITIF
DAN MEMINIMALISIR DAMPAK NEGATIF
DALAM PENGEMBANGAN/PEMBANGUNAN WILAYAH
BERISI HUBUNGAN MANUSIA , SUMBERDAYA ALAM
DAN LINGKUNGAN

MANUSIA DIPENGARUHI OLEH


LINGKUNGAN FISIK
MANUSIA MEMPENGARUHI KONDISI
LINGKUNGAN FISIK
MANUSIA DAN LINGKUNGAN FISIK
SALING MEMPENGARUHI
MANUSIA MEMERLUKAN SUMBERDAYA
ALAM

UNTUK ANTISIAPASI PENGGUNAAN


SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN TAK
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN
LINGKUNGAN

Manusia Lingkungan fisik

Manusia Lingkungan fisik

Manusia Lingkungan fisik


ISSU DAN PROBLEM
PENGEMBANGAN WILAYAH
ISSUE DARI
PENGEMBANGAN WILAYAH

A. PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN


ORIENTASI MENUJU KE WIL PINGGIRAN KOTA
ATAU PERDESAAN
B. PENGEMBANGAN AKAN MENGGANGGU
PRODUKSI PANGAN (CADANGAN BAHAN
PANGAN)
C. PENGEMBANGAN WILAYAH MENGGANGGU
EKONOMI MASYARAKAT BAWAH.
D. PENGEMBANGAN WILAYAH MEMUNCULKAN
KONFLIK KEPENTINGAN
E. PENGEMBANGAN WILAYAH DILAKSANAKAN
DENGAN PROSES PENGGUSURAN
ISSUE BERORIENTASI NEGATIF = APA INI
BENAR ????
PROBLEM
DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH
DARI ASPEK NON FISIK:
A. SIFAT KONSUMERISME
MASYARAKAT YANG TINGGI
B. KURANG KONSISTENSI ANTARA
ASPIRASI DAN PARTISIPASI
MASYARAKAT
C. KETERBATASAN INFORMASI
YANG DITERIMA MASYARAKAT
TERKAIT DENGAN RENCANA
PENGEMBANGAN WILAYAH
APA INI DAPAT DISIASATI ???
PROBLEM .....

DARI ASPEK FISIK:


A. TERBATASNYA RUANG WILAYAH
MAUPUN SUMBERDAYA ALAM
B. SERING TERJADI BENTURAN
PEMANFAATAN RUANG ANTAR
SEKTOR/ ANTAR BIDANG
C. PENGEMBANGAN WILAYAH
KURANG MEMPERHATIKAN
ASPEK LINGKUNGAN
APAKAH PROBLEM DAPAT
PROBLEM (Regional Problem)
A. TERBATASNYA RUANG WILAYAH
MAUPUN SUMBERDAYA ALAM
B. SERING TERJADI BENTURAN
PEMANFAATAN RUANG ANTAR SEKTOR/
ANTAR BIDANG
C. PENGEMBANGAN WILAYAH KURANG
MEMPERHATIKAN ASPEK LINGKUNGAN
PROBLEM DAPAT MENIMBULKAN DAMPAK

APAKAH PROBLEM DAPAT DISELESAIKAN


?
BAGAIMANAN MENYELESAIKANYA ?
KETIGA

RABU, 25 SEPT 2013


UU No. 32 TAHUN 2009
pengganti
UU No. 23 Tahun 1997
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN


LINGKUNGAN HIDUP

LINGKUNGAN HIDUP: kesatuan ruang dengan


semua benda, daya, keadaan, dan makluk
hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi alam itu sendiri,
kelangsungan perikehidupan, dan
kesejahteraan manusia serta makluk hidup
lainnya.
PENANGGULANGAN SECARA GLOBAL
MAUPUN REGIONAL

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: adalah


upaya sadar dan terencana yg memadukan
aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi
ke dalam strategi pembangunan untuk
menjamin keutuhan lingkungan hidup serta
keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan
mutu hidup generasi masa kini dan generasi
masa depan.

EKOSISTEM: tatanan unsur ingkungan hidup


yang merupakan kesatuan utuh-menyeluruh
dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas dan produktivitas
lingkungan hidup.
APAKAH PEMBANGUNAN INI BIJAKSANA
DAN BERKELANJUTAN ????

PEMBANGUNAN TALUT SUNGAI


PEMBANGUNAN DI BANTARAN
SUNGAI
PEMBANGUNAN TALUT DI
HUTAN
PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI
TEPIAN
SUNGAI TERCEMAR
PROYEK PENAMBANGAN
UTK PEMBANGUNAN WILAYAH
MENGAPA KITA MEMBUAT
KEBIJAKAN
PENGEMBANGAN WILAYAH

ADA KECENDERUNGAN
PROSES ALAMI YANG
TIDAK SEIMBANG

APA YANG TIDAK SEIMBANG


AKAR PEMIKIRAN
FAKTA : BAGAIMANA KETERSEDIAAN SUMBERDAYA ??
FAKTA : BAGAIMANA DINAMIKA SUMBERDAYA ??
DAHULU : LONGGAR SEKARANG: TERBATAS

SUMBERDAYA FISIK
SUMBERDAYA FISIK UDARA/GAS, AIR
TANAH/BATUAN
UDARA, AIR ???????????
-----------------------------------------
TANAH/BATUAN SUMBERDAYA BIOTIK

----------------------------------------
SUMBERDAYA BIOTIK
MANUSIAHEWAN/JASAD RENIK
MANUSIA TUMBUHAN/ HUTAN
HEWAN/JASAD RENIK ?????????????
TUMBUHAN/HUTAN
??

APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM


PENGEMBANGAN WILAYAH
PROSES PENGEMBANGAN

SKEMATIK
PROSES: OUT PUT:
INPUT: WILAYAH
.METODA
BAHAN/ BERKEMBANG
.TEKNOLOGI
OBJEK KAJIAN (MEMILIKI
.SDM
APA ??? TOLOK UKUR)
.KEBIJAKAN

DALAM MENGHASILKAN PROSES


MEMILIKI PEMBATAS RUANG:
RUANG ADMINISTRASI dan RUANG FUNGSIONAL
BERKEMBANG RUANG FISIK ATAU FUNGSI ?
SKEMATIK PEMIKIRAN
PEMIKIRAN UNTUK BERTINDAK DALAM PENGEMBANGAN

PENGEMBAN
KEBIJAKAN GAN
LINGKUNGAN WILAYAH

SASARAN:
PEMBANGUNAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
DIBATASI OLEH:
RUANG/ WILAYAH
FUNGSI RUANG (FISIK, SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA, POL-HUM & HAN-KAM)
MEMERLUKAN:
KONSEP, TEORI ATAU PENDEKATAN
1. METODE JALAN KELUAR
2. SDM/ PELAKU
3. TEKNOLOGI TEPAT GUNA
4. KEBIJAKAN DAN PERATURAN PERUNDANGAN
KATA KUNCI: PENGEMBANGAN WILAYAH
WILAYAH MENGANDUNG MULTI ASPEK
1. ASPEK FISIK
2. ASPEK SOSIAL EKONOMI
3. ASPEK KEBUDAYAAN DAN ADAT ISTIDAT
4. ASPEK POL-HUM dan HAN-KAM
WILAYAH MEMILIKI 3 KOMPONEN:
KOMPONEN ABIOTIK, BIOTIK, CULTURAL+BINAAN

KOMPONEN DAN ASPEK SALING : BERINTERAKSI,


INTERDEPENDESI, ITERKONEKSI dan INTERVENSI

OLEH KARENA ITU :


A. DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH (4 ASPEK) HARUS
BERDASARKAN KEBIJAKAN SESUAI DENGAN
SIFAT WILAYAH DAN BERWAWASAN KELINGKUNGAN.

B. MASING-MASING KOMPONEN PERLU MENDAPATKAN PORSI


PERHATIAN, DAN KEBERSAMAAN ANTAR KOMPONEN HARUS
TERBENTUK.
PENEMPATAN DIRI (SUBJEK) : Posisi dimana dan bagaimana
(Sebagai Pengembang)

APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK KE MASA DEPAN?

PENCEGAHAN
Agar tdk terjadi

TATA
PENGEMBANGAN
PENGENDALIAN RUANG PEMBANGUNAN
Meminimalkan
WILAYAH WILAYAH
!!!!!
PENANGANAN
Memperbaiki
yang telah terjadi
Sebagai HASIL Pengembangan Wilayah

TERCEGAH
PENYIMPANGAN

PENGEMBANGAN TATA TERKENDALI


PEMBANGUNAN RUANG
WILAYAH
PEMANFAATAN
WILAYAH KELIRU
???

TERTANGANI
MASALAH
WILAYAH
PENATAAN RUANG/ TATA RUANG

TATA RUANG: Ruang ?


TATA WILAYAH: Wilayah ?
TATA DAERAH: Daerah ?

UU No. 26 TH 2007 tentang


PENATATAAN RUANG
ADALAH MEMBAGI RUANG SAMPAI HABIS
SESUAI PERUNTUKAN DAN MEMBATASI
RUANG

PENATAAN DIKENDALIKAN BERDASAR ORIENTASI


PENYUSUNAN DENGAN MEMPERHATIKAN
1. STRUKTUR RUANG
2. POLA RUANG
PENATAAN RUANG/ TATA RUANG

Struktur Ruang = Hirarki Ruang:


1. Membuat susunan permukiman (untuk
kehidupan manusia)
2. Menyiapkan sistem jaringan SarPra (untuk
kelancaran akses manusia)
3. Membentuk hubungan fungsional ruang
(untuk kelangsunganhidup manusia)

Pola Ruang = Persebaran dan fungsi


4. Membuat distribusi (tidak monopoli)
5. Terbentuk fungsi lindung dan budidaya
(sinergis)
6. Berorientasi sustainabelitas makna ruang
KE EMPAT

RABU, 2 OKTOBER 2013

KEBIJAKAN SEBAGAI
PERTIMBANGAN UNTUK
PENGEMBANGAN
PERLU MEMAHAMI SIFAT WILAYAH
Dampak Proses Integrasi pada Jaringan dan
Arus Interaksi Antar wilayah
Sebelum Integrasi Setelah
International border Integrasi
Jaringan
Arus Interaksi

ANALISIS WILAYAH
PERENCANAAN TATA RUANG

TATA RUANG, PENGEMBANGAN WILAYAH dan


PEMBANGUNAN KERKELANJUTAN

TATA RUANG PENATAAN, PEMBANGUNAN dan


WILAYAH PENATAAN PENGEMBANGAN
(=FUNGSI) WILAYAH

KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT

APA YANG HARUS DILAKUKAN


KENCENDERUNGAN DI LAPANGAN DARI
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

PORSI FUNGSI KOMPONEN SALING TIMPANG


KETIMPANGAN DISEBABKAN OLEH:

1. Dimensi Pembangunan : berdimensi tunggal


(SEKTORAL) dan ber skala luas
2. Sifat Pembangunan : Open system (tanpa
pembatas) ruang bergerak dan terus maju
3. Tata ruang bersifat PERMANEN umur
panjang: periode evaluasi terhadap
dokumen lama
4. Perhatian ttg kemampuan daya dukung
rendah
PORSI DARI FUNGSI KOMPONEN
SALING TIMPANG

DIUPAYAKAN PEMBANGUNAN BERSIFAT

1. Berdimensi ganda/ multi dimensi


2. Berkesinambungan, efektif dan efisien
3. Multi efek

CONTOH: PENGEMBANGAN JEMBATAN SUROMADU


RENCANA PEMBANGUNAN INDUSTRI SEMEN
DI KAB PATI
PENAMBANGAN PASIR BESI

DAMPAK DARI PENGEMBANGAN/ PEBANGUNAN !


WILAYAH SEBAGAI SEBUAH SYSTEM

28 NOPEMBER 2012
SYSTEM :
MERUPAKAN SUATU MEKANISME

MEKANISME :
KERJA BERSAMA DARI BANYAK KOMPONEN
APA BUKTI DAN PENJELASAN
WILAYAH/ RUANG SYSTEM

WILAYAH MERUPAKAN RUANG YANG UTUH


Wadah yang berisi (ujud fisikal dan non fisikal)
dan semua aktifitas yang ada di dalamnya.

WILAYAH: Ruang muka bumi yang memiliki BATAS


TERTENTU berdasarkan kesepakatan dalam
membuat atau menentukan wilayah
ILMU WILAYAH SEBAGAI DASAR DAN PEMICU DARI
ORIENTASI PENGEMBANGAN WILAYAH
BERWAWASAN KELINGKUNGAN

DARI PROF. DR. SUTAMI (1977)


ILMU YANG MEMPELAJARI WILAYAH TERUTAMA
SEBAGAI SUATU SISTEM, KHUSUNYA YANG
MENYANGKUT HUBUNGAN INTERAKSI DAN
INTERDEPENDENSI SUBSISTEM UTAMA ECOSYSTEM
DENGAN SUB SISTEM UTAMA SOCIAL SYSTEM, SERTA
KAITANNYA DENGAN WILAYAH-WILAYAH LAINNYA
DALAM MEMBENTUK SUATU KESATUAN WILAYAH
GUNA PENGEMBANGAN, TERMASUK PENJAGAAN
KELESTARIAN WILAYAH TERSEBUT.
WILAYAH/ RUANG SYSTEM

AJ. HERTSON:
Wilayah adalah bagian tertentu dari permukaan
bumi yang mempunyai sifat khas tertentu
sebagai akibat dari adanya hubungan-
hubungan khusus antara kompleks lahan, air,
udara, tanaman, binatang dan manusia.

P. VIDAL DE LA BLACHE:
Wilayah adalah tempat (domain) tertentu yang di
dalamnya terdapat banyak sekali hal yang
berbeda-beda, namun secara artifisial
tergabung bersama-sama, saling
menyesuaikan untuk membentuk
kebersamaan.
VISUALISASI PENGERTIAN WILAYAH, DAERAH
& KAWASAN
BATAS BATAS
ADMINISTRASI FUNGSIONAL

KAWASAN Z

KAWASAN X
KAWASAN Y

DAERAH 3
DAERAH 1 DAERAH 2

WILAYAH A

BATAS PERWATAKAN
GEOGRAFIS TERTENTU ANALISIS WILAYAH
SIFAT JIWA PILAR PENGEMBANGAN WILAYAH

A. PEMBANGUNAN WILAYAH
Menjadi BAIK dilihat: TEKNIKA, ETIKA,
ESTETIKA = atau Bersifat KEKUATAN , dan
HUMANIS untuk menjadikan LINGKUNGAN
HARMONIS

B. TATA RUANG
Meminimalisir duplikasi dan mengurangi
rebutan ruang

C. PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Berkelanjutan orientasi: bermanfaat, tidak
merusak
PEMBANGUNAN/PENGEMBANGAN SBG KATA
KUNCI
CARA BEKERJA SECARA SYSTEM
PERAN SYSTEM
A. MENYEIMBANGKAN FUNGSI ANTAR
KOMPONEN LINGKUNGAN (A, B, C)
B. MENSINERGISKAN ANTAR SUB SYSTEM

CONTOH:
1. SUB SYSTEM TATA PEMERINTAHAN/POLITIK
2. SUB SYSTEM TATA EKONOMI
3. SUB SYSTEM TATA SOSIAL/BUDAYA-ADAT ISTIADAT
4. SUB SYSTEM TATA EKOLOGI

RENCANA RUU TEMBAKAU


PENANGANAN BENCANA BANJIR, TANAH LONGSOR
APAKAH CARA KERJA SUB SYSTEM SUDAH BAIK/ TEPAT?

MEMAINKAN ALAT MUSIK DNG TEPAT ENAK DIRASAKAN


SKEMATIK SYSTEM

PEMIKIRAN
SUB SYSTEM POLITIK
SUB SYSTEM EKONOMI

SUB SYSTEM BUDAYA SYSTEM SASARAN


INGIN
SUB SYSTEM EKOLOGI DICAPAI

BAGAIMANA KONDISI KENYATAAN DI LAPANGAN ??


ORGANISASINYA, KOORDINASINYA dan
KOMITMENNYA
FUNGSI OTONOMI DAERAH DALAM MENCAPAI SASARAN
WILAYAH SEBAGAI SEBUAH SISTEM
SISTEM ADALAH SUATU ENTITAS YANG TERDIRI ATAS
BAGIAN-BAGIAN YANG SALING BERINTERAKSI DAN MAMPU
MENAMPILKAN KINERJA TERTENTU

SETIAP BAGIAN
DAPAT MENJADI
SISTEM TERSENDIRI

SELURUH SISTEM DAPAT


DIKATAKAN SEBAGAI
BAGIAN DARI SISTEM LAIN
YANG LEBIH BESAR
3 PILAR JIWA PENGEMBANGAN WILAYAH

A. PEMBANGUNAN WILAYAH
B. TATA RUANG
C. PENGENDALIAN LINGKUNGAN

TIGA PILAR TERSEBUT MENJADI


PERTIMBANGAN PENTING

CONTOH UNTUK DISKUSI


PEMBANGUNAN PERUMAHAN DENGAN MELAKUKAN
PENGURUKAN KAWASAN RAWA dan menggunakan
KAWASAN RESAPAN BAGAIMANA HASILNYA ???
WILAYAH SEBAGAI SUATU
SISTEM
1. KOMPONEN SUBSISTEM DALAM SUATU
SISTEM WILAYAH d. KOMPONEN SOSIAL
e. KOMPONEN KULTURAL
a. KOMPONEN FISIK LINGKUNGAN
f. KOMPONEN TEKNOLOGI
b. KOMPONEN EKONOMI
c. KOMPONEN KEPENDUDUKAN
2. ASPEK INTERAKSI /KETERKAITAN INTRA &
e. JARINGAN LISTRIK
INTER-REGIONAL f. KETERGANTUNGAN
a. JARINGAN TELPON TEKNOLOGI
b. JARINGAN IRIGASI g. KETERGANTUNGAN
c. JARINGAN DRAINASE PELAYANAN
d. JARINGAN JALAN h. KETERGANTUNGAN
EKOLOGIS
3. ASPEK KINERJA SISTEM WILAYAH
a. KETERSEDIAAN BARANG DAN JASA (POLUSI, EROSI,
EKOLOGI)
b. NILAI PRODUKSI DAERAH
c. TINGKAT KEMAKMURAN PENDUDUK (TERMASUK
KEMISKINAN)
d. KESEMPATAN KERJA TERSEDIA
ANALISIS WILAYAH (DAN
SIFAR JIWA PILAR PENGEMBANGAN WILAYAH

A. PEMBANGUNAN WILAYAH
Menjadi BAIK dilihat: Teknika ,Etika, Estetika= atau
Bersifat Humanis untuk menjadikan LINGKUNGAN
HARMONIS

B. TATA RUANG
Meminimalisir duplikasi dan mengurangi perebutan
ruang

C. PENGENDALIAN LINGKUNGAN
Berkelanjutan orientasi: bermanfaat, tidak merusak
MODEL PEMBANGUNAN
PEMIKIRAN MODEL PEMBANGUNAN YANG
MENGANDUNG PERHATIAN THD
LINGKUNGAN

MENURUT ARIEF BUDIMAN (1996):


TEORI PEMBANGUNAN DUNIA KETIGA

1. PEMBANGUNAN DALAM KRISIS

2. PERTEMUAN BRETTON WOODS


(MODEL PERAN BANK DUNIA)

3. MODEL POLITIK BIOSFER

TEORI MANA YANG BENAR dan TEPAT ???


Proses keruangan
Interaksi dinamis antara ruang, pelaku
kegiatan dan nilai yang berkembang dan
dihayati oleh manusia sebagai pelaku
perubahan

Pelaku
perubaha
n

Sistem Ruang
Nilai
ANALISIS WILAYAH
PENILAIAN KEBENARAN

1. KEBENARAN HAKIKI MUTLAK


(Siapa yang punya ??)
2. KEBENARAN OLAH FIKIR MANUSIA
(Siapa yang berfikir & memanfaatkan)
3. KEBENARAN SOSIAL MASYARAKAT
(Siapa yang menikmati manfaat)
MODEL PEMBANGUNAN DALAM KRISIS

Biasanya dilakukan oleh Negara Dunia


Ketiga atau Negara Sedang Berkembang
Tanda-tanda model digunakan:
1. ORIENTASI PADA PEMBANGUNAN EKONOMI
2. ORIENTASI EKONOMI BERSIFAT KAPITALIS
3. POTENSI MUNCULNYA KONFLIK

CONTOH: 1. Terjadi kesenjangan antara yang


kaya dng yang miskin
2. Timbulnya Sara
3. Utang negara meningkat
MODEL PEMBANGUNAN BRETTON WOODS

Dicetuskan dalam pertemuan Juli 1944 di


kota Bretton Woods AS: mendirikan
lembaga Bank Dunia = IBRD
(International Bank for Recontruction
and Development) dan lembaga
International Monetary Fund

BENTUK PEMBANGUNAN DENGAN


MENDATANGKAN FUND DARI BANK
DUNIA
MODEL PEMBANGUNAN POLITIK BIOSFER

KONEP JEREMY RIFKIN:


BIOSFER ADALAH MILIK BERSAMA,
BUMI SEBAGAI SEBUAH KESATUAN
KEAMANAN DI BUMI DIPELIHARA BERSAMA

ORIENTASI MODEL INI:


a. MENGHILANGKAN BENTUK PENGUASAAN BUMI
b. MENGGALANG KEBERSAMAAN DI BUMI
c. MENJAGA KELESTARIAN FUNGSI BUMI
d. MENUJU KONSEP HANYA SATU BUMI

KASUS: GLOBAL WARMING siapa, apa yang menyebabkan?

MODEL MANA SESUAI UNTUK DIGUNAKAN ????


PENGEMBANGAN WILAYAH MEMPERHATIKAN

a. Land Capability Evaluation (kecocokan)


b. Carrying Capacity (kemampuan/ daya dukung)
c. Central Place Theory (Orientasi teori )
d. Net Working(Jaringan antar ruang/ wilayah)
e. Nodes (Simpul / Pusat ruang)

ALASAN :
1. Keterbatasan ruang
2. Optimalisasi pemanfaatan ruang
3. Ketergantungan antar ruang/ wilayah

TINDAKAN DILAKUKAN:
4. Tidak Memaksakan Kehendak
5. Memperhatikan Fungsi ruang yang Humanistik
PENGEMBANGAN WILAYAH= TATA RUANG

PENGERTIAN PENGEMBANGAN WILAYAH?


PENGERTIAN TATA RUANG WILAYAH ?
HASIL TATA RUANG :
1. SATUAN WILAYAH PERENCANAAN
2. KAWASAN
PENGEMBANGAN WILAYAH, PEMBANGUNAN DAERAH
DALAM KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH

TUJUAN PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN:


peningkatan kualitas dan kesejahteraan masyarakat
(ekonomi, sosial, budaya, bermasyarakat, politik.

BAHAN DASAR DIPERLUKAN:


A. MODAL SUMBER ALAM: SUMBER BAHAN
B. MODAL SDM: PELAKU DAN PENGELOLA
C. MODAL PERUNDANGAN: PENGATUR
D. RUANG GERAK: BATAS WILAYAH SASARAN

CONTOH DAERAH A: SDA kaya, SDM cukup,

perundangan belum siap


DAERAH B: SDA cukup, SDM kaya,
perundangan siap.
OTONOMI DAERAH (Desentralisasi)

MAKNA OTDA:
. MENGATUR RUMAH TANGGA SENDIRI (kewenangan)
. TETAP DALAM SISTEM KOORDINASI (kewajiban)
. MENGEMBANGKAN SESUAI KEMAMPUAN (mawas diri)

ORIENTASI TIMBUL KEBIJAKAN OTDA:


. MAMPU MEMBUAT PRAKARSA SENDIRI
. MAMPU BERASPIRASI, BERMOTIVASI SENDIRI
. MAMPU BERKREASI SENDIRI
. MAMPU MENGELOLA

SASARAN:
. MENGURANGI KETERGANTUNGAN DENGAN PUSAT
. MEMPERPENDEK JARAK SUBYEK DNG OBYEK
. MENGURANGI BENTUK BIROKRASI

KASUS: PEMEKARAN DAERAH, SALING BEREBUT SDA


DASAR PEMIKIRAN KEBIJAKAN SYSTEM OTDA

BERDASAR UU OTONOMI DAERAH Psl 5 Ayat 1:


1. Memiliki kemampuan ekonomi (memiliki anggaran)
2. Memiliki potensi daerah (memiliki modal)
potensi SDA, potensi sos-bud, potensi sos-pol
3. Jumlah penduduk cukup (memiliki yang dikelola)
4. Luas daerah (daerah kewenangan)

PELUANG PEMBENTUKAN OTONOMI DAERAH


Pasal 6 Ayat 1, 2
a. Daerah yang belum mampu dapat digabung dengan
daerah lain.
b. Daerah dapat dimekarkan BEROTONOMI ???
DINAMIKA DAERAH OTONOM

DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA:


DO= f (Ap, M, W, E, Sa, Sb, Sp)

DO : daerah otonom
Ap : administrasi pemerintaah (kelembagaan)
M : manajemen (teknik pengelolaan)
W : wilayah atau daerah pengelolaan
E : ekonomi (kemampuan ekonomi/keuangan)
Sa : potensi sumberdaya alam
Sb : potensi sumberdaya manusia (kuantitas, kualitas)
Ap : potensi sumberdaya politik (memiliki kebijakan)
PASAL 6 AYAT 1 dan 2

DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN WILAYAH


DENGAN PENDEKATAN OTDA MEMPERHATIKAN:
Kemampuan internal merupakan modal utama untuk
mendirikan dan menegakkan kemandirian daerah,
sehingga mampu melaksanakan kewenangannya.

RUMUS FUNGSI akan menjadi berlaku apabila,


komponen/variabel dalam fungsi terpenuhi baik
kuantitas maupun kualitasnya.
KE EMPAT
INSTRUMEN DALAM PENERAPAN
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK
MEWUJUDKAN OTONOMI SELARAS

1. PERATURAN DAN PERUNDANGAN (NKRI, UU TATA


RUANG, UU LINGKUNGAN HIDUP, PERDA dll)
2. MEKANISME PASAR (dapat menimbulkan kendala):
Memperhatikan:
a. pemilihan lokasi pembangunan
b. pemilihan tekologi digunakan
c. pengolahan limbah agar dapat kembali ke alam
3. TATA NILAI SOSIAL
Pemilikan filsafat TABU dapat menghambat peman-
faatan lingkungan yang tak terkendali
Sifat heterogintas sosial sulit untuk memberikan
pengarahan.
PENGEMBANGAN WILAYAH
BERWAWASAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN

PEMIKIRAN INI MERUPAKAN PENERAPAN KOSEP YANG TERUS


MENUAI HASIL PENGEMBANGAN YANG BELUM DIRASAKAN
SESUAI TUJUAN

KONSEP INI MERUPAKAN PEMECAHAN DAN PENJABARAN


TEORI YANG DIKEMUKAKAN THOMAS ROBET MALTHUS
ATAU DIKENAL NEO MALTHUSIAN PERSPECTIVE
Ketidak sejajaran pertambahan jumlah penduduk dengan
pertambahan jumlah pangan untuk penduduk.

PADA SUATU SAAT PERLU ADA EQUALIBRIUM STATE


DENGAN KATA LAIN KESRAKAHAN MANUSIA UNTUK
MENDAPATKAN MAKAN HARUS DIBATASI

TIMBULAH PEMIKIRAN SUTAINED DEVELOPMENT


(*Pmbangunan Berkelanjutan)
PENGEMBANGAN WILAYAH BERKELANJUTAN

MERUPAKAN KATA-KATA MANIS UNTUK DIDENGAR namun


kadang PAHIT DIRASAKAN

BATASAN/PENGERTIAN BERKELANJUTAN :
[1] DARI KOMISI LINGKUNGAN PBB:
a. Kebutuhan dasar manusia pada saat ini dan mendatang
berkesinambungan bagi manusia untuk kebutuhan tempat,
sandang, pekerjaan, rasa aman, dan penghargaan.
b. Perlindungan SDA perlu dilestarikan untuk persediaan
generasi yang akan datang
c. Kualitas & kekayaan SDA dan lingkungan manusia harus
dipelihara, dikembangkan fungsinya untuk kepentingan
jangka panjang
d. Kemakmuran ekonomi, lingkungan yang sehat dan
kesetabilan sosial yang mandiri.
LANJUTAN
[2] DARI MEN LH (EMIL SALIM):
Pembangunan Berwawasan Lingkungan (PBL)
merupakan upaya sadar dan berencana
menggunakan dan mengelola sumberdaya secara
bijaksana dalam pembangunan yang
berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup

Siapa yang manjadi PEMANFAAT : kehidupan (arti luas

DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BERKELAN


JUTAN MENGANDUNG DUA UNSUR:
a. KEPENTINGAN EKONOMI (UNTUK HIDUP)
b. LINGKUNGAN HIDUP (TEMPAT UNTUK HIDUP)

IMPLEMENTASI:
LINGKUNGAN YANG DIKEMBANGKAN MAMPU
MENINGKATKAN PRODUKSI

CONTOH: REBOISASI PENGHIJAUAN LAHAN HUTAN


GUNDUL ??????
MENUJU PEMBANGUNNAN
BERBASIS LINGKUNGAN (PBL)

1. MERUJUK PERUNDANG-UNDANGAN
-UUD 1945
-UU LINGKUNGAN HIDUP
-UU TATA RUANG
-UU OTONOMI DAERAH
-PERATURAN DAERAH DLL.
2. MEMPERHATIKAN SYSTEM MEKANISME PASAR
-Memperhatikan dampak Ekonomi dan Lingkungan
-Memperhatikan lokasi, teknologi digunakan
3. MEMPERHATIKAN TATA NILAI SOSIAL
-Nilai sosial (adat) tinggi memiliki bentuk TABU
-Masyarakat heterogin (nilai adat buyar) SULIT
TERKENDALIKAN
KELANCARAN DALAM PROGRAM PBL
KONDISI KE ARAH KINI DALAM PEMBANGUNAN UNTUK
MENUJU PBL CENDERUNG MENGALAMI HAMBATAN
ATAU KENDALA:

A. KEMAMPUAN BIOSFER TERBATAS


(daya dukung alam tidak mampu mengimbangi
teknologi buatan manusia utk tujuannya)

B. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERORIENTASI


PADA MEKANISME PASAR
(pembangunan menekankan produksi, terjual
produksi, dan pembeli dioptimalkan, kurang/tidak
mempertimbangkan kepentingan generasi masa
depan.
CONTOH: PEMBANGUNAN PASAR SWA LAYAN
PENGEMBANGAN KAWASAN TAMBAK
PENGEMBANGAN DAERAH TRANSMIGRASI
PENGENDALIAN PEMBATASAN DALAM
PEMBANGUNAN WILAYAH

DIPERLUKAN INDIKATOR PENGENDALIAN :

1. KESEIMBANGAN RUANG
memberi pembatas agar tidak terakumulasi, jenuh
2. PERUBAHAN PENGGUNAN LAHAN
orientasi perubahan komposisi penggunaan lahan
3. KONFLIK PEMANFAATAN RUANG
mencegah terjadi penggusuran (saling memahami)
4. INTENSITAS PENGGUNAAN RUANG
mencegah perambahan ke Kawasan Lindung Bawah
atau Kawasan Daerah Berkembang
5. DAYA DUKUNG RUANG
kontrol penyediaan sarana prasarana
6. KUALITAS VISUAL RUANG
mengutamakan kenyamanan (estetika, etika dan
psikologis) pengguna atau penghuni.

CONTOH: PENGEMBANGAN PETERNAKAN DI DAERAH


PERMUKIMAN

Anda mungkin juga menyukai