Anda di halaman 1dari 25

Text Book Reading (morgan)

ANESTESIA PADA
PASIEN TRAUMA
Muhamad Ibnu
PENDAHULUAN
INSIDENSI

ANESTHESI Resusitator primer


OLOGIST
PENILAIAN AWAL
Survey
Primer

E
D
C
B
A
AIRWAY

Kriteria risiko
Prioritas instabilitas
utama servikal

A
Penatalaksan
Obstruksi aan
BREATHING

B
Look Listen

Feel
CIRCULATION

C
Tanda klinis Terapi cairan

Perdarahan
DISABILITY & EXPOSURE

D AVPU

E
SURVEY SEKUNDER
Kapan
Survey tersier

Evaluasi pasien yang


mengindentifikasi semua cedera
yang dialami pasien setelah tindakan
resusitasi dan operasi
24 jam setelah kejadian
Menilai kembali trauma yg didapat
Memeriksa kembali head to toe dan
mereview semua hasil pemeriksaan
labor, ronsen dan pemeriksaan yang
telah dilakukan
Pertimbangan Anestesi

GENERAL CONSIDERATIONS
Anestesi regional jarang dilakukan
Pasien dgn HI Hiperventilasi TTIK
Resusitasi harus dikoreksi sebelum induksi
Ketamin dan etomidate merupakan obat
pilihan
Propofol dpt diberikan dgn dosis 80-90%
dari dosis yg direkomendasikan
N2O dihindari karena zat ini
membatasi konsentrasi oksigen
terinspirasi
Obat yg menyebabkan hipotensi
(histamin release cth atracurium dan
mivacurium) jgn diberikan pada
pasien syok hipovolemik
Berikan dosis lebih kecil apapun
obatnya pada pasien shock.
Monitoring Invasif sangat membantu
TRAUMA KEPALA & TULANG
BELAKANG
Pasien trauma dgn penurunan kesadaran
curiga brain injury
Cedera kepala yang butuh operasi
segera :
Epidural Hematom
Akut Subdural Hematom
Trauma tembus otak
Fraktur Depress
Fr basis : racoon eye, battle sign, LCS
keluar dari hidung dan telinga
Jgn beri premedikasi sedatif,
analgetik dan antikolinergik
Kontrol TTIK dgn retriksi cairan,
diuretik, barbiturat dan hipokapni
ETT dpt mencegah aspirasi
Beri lidokain dan fentanil utk
mencegah hipertensi dan takikardi
saat intubasi
Posisi Head Up utk drainase vena
dan menurunkan TTIK
Hiperglikemia obati dengan insulin
Hipotermi ringan utk mencegah
iskemia induced injury
Tekanan perfusi serebral harus
berada antara 60 160 mmHg
Lesi pada C3 & C5 menyebabkan
apnea
Lesi pada T1 & T4 mengganggu
simpatis jantung
Acute high spinal cord injury
TRAUMA DADA
Trauma dada menganggu fungsi jantung
dan paru
N2O akan memperluas pneumothorax
Pneumothorax : terkumpulnya udara di
rongga pleura.
Hemoptisis masif mungkin
membutuhkan Double Lumen Tube
ETT single lumen +bronchial blocker jadi
pilihan kedua bila laringoskop dan DLT
tak berhasil
Cardiac Tamponade
TriasBeck : Muffled heart tone,
Hipotensi, JVP distensi + Pulsus
paradoksus
Pericardiosintesis lalu torakotomi
Ketamin mrpk obat terpilih
Kontusio miokard : perubahan EKG, enzim
jantung , ggn gerakan pernafasan
Trauma lain : diseksi aorta, avulsi a
subclavia kiri, rusaknya katup mitral atau
aorta, hernia diafragmatika, ruptur
oesophagus.
ARDS disebabkan : Sepsis, trauma
langsung dada, aspirasi, cedera kepala,
emboli paru, transfusi berlebihan dan
keracunan oksigen.
TRAUMA ABDOMEN

Trauma multiple curiga trauma


abdomen
20% trauma abdomen tidak
mengeluh sakit atau tanda rangsang
peritoneum ()
Terbagi menjadi trauma tembus &
trauma tumpul
Trauma tembus : luka tembak, luka
tusuk
Trauma tumpul : deselerasi,
Trauma Tembus
Terlihat jelas di dada dan perut
Organ paling sering terkena: Hati
Terbagi menjadi :
Tak ada denyut nadi
Hemodinamik tak stabil
Hemodinamik stabil
Tanda penting adanya trauma abdomen :
Foto Thorax :Udara bebas dibawah diafragma
Darah di NGT
Hematuria
Darah di rektum
Evaluasi lanjut dengan : Pem fisik serial, eksplorasi
luka, DPL, FAST, CT abdomen atau laparaskopi
diagnostik.
Trauma Tumpul
Penyebab terbanyak kematian & kesakitan
Ruptur lien mrpkn kasus tersering
FAST (+) & hemodinamik operasi segera
FAST (-) & hemodinamik cari sumber perdarahan
lain
FAST (+) & hemodinamik stabil Laparaskopi atau
laparatomi berdasar CT abdomen
FAST (-) & Hemodinamik stabil Observasi dgn
pemeriksaan serial
Hipotensi setelah dinding perut dibuka
N 2O tdk digunakan utk mencegah
teregangya usus
Pasang NGT untuk dekompresi
Siapkan darah bila ada trauma vascular,
hepatik, lien, ginjal, pelvis dan perdarahan
retroperitoneal.
Perdarahan perut masif clamping aorta
Edema usus menghalangi penutupan
defek kompartement sindrom iskemik
ginjal dan lien
TRAUMA EKSTREMITAS
Dapat mengancam jiwa krn rusak pemb
darah dan infeksi sekunder
Trauma vascular perdarahan masif &
viabilitas extremitas terancam
Posisi salah saraf rusak & Dislokasi >
Fraktur Pelvis & tulang panjang emboli
lemak insufisiensi paru, disritmia, petekiae
kulit, perubahan kesadaran 1-3 hr setelah
kejadian.
Diagnosis dgn serum lipase , lemak di urin
dan trombositopenia.
Sindr kompartement : pe tekanan fascia
pe tekanan arteri iskemik hipoksia
jaringan pembengkakan yg progresif
Sindr kompartement tjd pada hematom
intramuskular yg luas, crush injury, fraktur
dan luka amputasi Fasciotomy
Cedera terisolasi teknik regional (misal,
blokade pleksus brakhialis atau
inteskalenus) direkomendasikan
Selama anestesi umum hindari hipotermi
dan mengigil
TERIMA KASIH

SEMOGA BERMANFAAT