Anda di halaman 1dari 34

INSTALASI LISTRIK TENAGA

BAB 3

PEDOMAN UNTUK PENENTUAN


RANGKAIAN UTAMA MOTOR
3.1 Instalasi
Rangkaian Motor
3.2 Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.4 Penghantar
Rangkaian Motor
3.1
Instalasi
Rangkaian
Motor pengama
n hubung
singkat penghant
ar
motor penyulan
listrik g (line
supply
LS)
Rangkai
an
instalasi
pengama motor
n motor sarana
(line yang pemutus
motor lengkap an
LM)

pengama
n motor
sarana
terhadap
kontrol
beban
lebih
Sebuah mesin dengan penggerak motor listrik (misal
mesin bubut), pada umumnya ia dilengkapi dengan
sarana pemutusan, sarana kontrol, pengaman beban
lebih, pnghantar motor, dan motor listrik.

Sehingga untuk kasus ini, penginstalasiannya hanya


merancang penghatar penyulang (LS) dan pengaman
rangkaian terhadap hubung singkat, serta
pendistribusian tenaga listriknya saja.

Mesin-mesin yang tidak dilengkapi dengan sarana


yang dimaksud di atas (missal pompa air, kompresor,
dan sebagainya), oleh karena itu prlu perancangan
instalasi motor yang lengkap
Gambar Diagram rangkaian instalasi
motor lengkap
Keterangan gambar :
: Pengaman ordinat (utama)
/N/PE : Busbar penyulang rangkaian cabang
: Pemutus lebur (fuse) atau pemutus daya
(CB) diprioritaskan sebagai pegaman rangkaian
terhadap hubung singkat, setelan nominalnya
bergantung dengan jenis motor dan metode
pengasutnya
: Dari kata Line Supply, sebagai penghantar
utama, luas penampangnyaharus sesuai dengan
setelan alat pegamannya
: Sarana pemutusan, sebagai sakelar utama
: Sarana kontrol / saklar motor, yaitu bagian
yang mengendalikan operasi/kerja motor, ukuran
ratingnya sesuai dengan arus kerja motor
: Pengaman beban lebih ketika motor jalan.
Pada umumnya perangkat ini dengan penggerak
secara thermal, dan setelannya sesuai dengan arus
efekktif motor
: Line Motor, luas penamppangnya disesuaikan
dengan setelan alat pengaman beban lebih /
3.1 Instalasi
Rangkaian Motor
3.2 Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.4 Penghantar
Rangkaian Motor
3.2
Pengaman
Rangkaian
Motor
Listrik

3.2.1
Pengaman Jenis- Pengaman
rangkaian jenis motor
motor Pengama terhadap
terhadap n beban lebih
hubung Rangkaia ketika
singkat n Motor motor jalan
Listrik
A.1 pengaman lebur
(fuse)
Fuse terbuat dari bahan kawat perak (kawat
lebur) yang dipasang di dalam tabung porselin
dan diisi dengan pasir kuarza.

Prinsip
kerja :
Arus listrik yang mengalir akan
membangkitkan termal pada media yang
dilewatinya ( termasuk kawat lebur). Jika
arus listrik yang mengalir melebihi nominal
fuse, maka kawat lebur pada fuse akan
terjadi mekanisme panas, jika termal
mencapai titik leburnya, maka kawat
tersebut akan lebur dalam waktu tertentu,
bergantung pada nilai arus yang mengalir.
Gambar 3.2 (a) Karakteristik fuse, (b) Fuse model ukir
A.2 Pengaman Daya
Pengaman ini terdiri atas pelepas beban lebih tertunda secara termal (bimetal) dan
pelepas electromagnet. Logam bimetal berfungsi sebagai pengaman beban lebih,
sedangkan pelepas electromagnet berfungsi sebagai pengaman rangkaian terhadap
hubung singkat. Cb ini diprioritaskan sebagai pengaman rangkaian terhadap hubung
singkat, kecuali bila mempunyai karakteristik khusus.

Prinsip
kerja :
Ada dua daerah layanan, yaitu pada daerah
sampai dengan kurang lebih 3x arus rating
cb pengaman yang bekerja adalah logam
bimetal, pada daerah > 3kali arus rating cb
yang bekerja adalah pelepas electromagnet.
Jika arus listrik yang mengalir pada cb
nilainya berada pada daerah tersebut, maka
mekanismenya akan membuka kontak-
kontak cb sehingga rangkaian terputus.
Gambar 3.3 (a) Contoh jenis CB. (b) Karakteristik pemutusan CB
3.2
Pengaman
Rangkaian
Motor
Listrik

3.2.1
Pengaman Jenis- Pengaman
rangkaian jenis motor
motor Pengama terhadap
terhadap n beban lebih
hubung Rangkaia ketika
singkat n Motor motor jalan
Listrik
B. Pengaman motor jalan
terhadap beban lebih
Motor sering terjadi beban lebih (over load). Bila kondisi ini berlangsung dalam waktu
yang lama, belitan motor dapat terbakar ( motor rusak ).
Motor listrik harus diamankan terhadap beban lebih. Pengaman beban lebih lebih
motor ketika jalan yang sering digunakan adalah pengaman tertunda secara termal
(logam bimetal), biasa dikenal thermally delayed overload relay atau TOR. Perangkat
proteksi ini dapat beroperasi sampai dengan 10x arus ratingnya tanpa rusak (rusak
karena termal, dinamik, atau berubah karakteristiknya).

Prinsip
kerja :
Jika arus yang mengalir padanya lebih
besar dari pada setelan ratingnya, maka
mekanismenya akan membuka/
mengoperasikan kontak-kontak bantu,
dan kontak-kontak ini dimanfaatkan oleh
rangkaian kontrol untuk mematikan
rangkaian beban ( motor listrik).
Tertundanya waktu pemutusan ini
bergantung pada nilai arus yang
Gambar 3.4 Salah satu jenis TOR dan karakteristik pemutusannya
3.1 Instalasi
Rangkaian Motor
3.2 Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.4 Penghantar
Rangkaian Motor
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian
Motor Listrik

3.3.1 Setelan
3.3.2 Setelan
Pengaman
Pengaman
Rangkaian
Motor
. Terhadap
Terhadap
Hubung
Beban Lebih
Singkat
Kondisi starting motor induksi kebutuhannya bergantung
pada arus starting dan torka ( momen) starting dan juga
mutu tegangan penyulang utama

Rumus petunjuk untuk arus dan torka starting adalah sebagai berikut :

Rumus yang berdasarkan pengalaman dalam praktek untuk mengestimasi


secara kasar nilai fuse pada rangkaian utama motor adalah :

Untuk fuse aksi cepat 3 IN


Untuk fuse aksi lambat 2 IN
CONTOH :

Daya motor listrik 3 kW dicatu pada tegangan penyulang 3 x 380/220 V,


50 Hz
Pengasut DOL masih diijinkan
Sesuai dengan tabel 1 pada lampiran 1, arus nominal motor IN =7A
Diasumsikan waktu starting motor tidak lebih dari 10 detik
Langkah penyelesaian :

Penetapan arus starting : IST = 6 x IN


= 6 x 7A = 42A
Penentuan rating fuse :
Fuse aksi cepat : 3 x IN =3X7A=21A dipilih 25A
Fuse aksi lambat : 2 x IN =2X7A=14A dipilih 16A
Setelan rele beban lebih TOR = diatur/disetel hingga 7A
Rating kontraktor diperlukan kontraktor 3 kutub, rating kontaknya 15A. AC 3
duty

Penentuan penghantar sesuai dengan setelan pengamannya adalah :


Fuse aksi cepat 25 A = LS : 5 x 2,5 { (limit)
Fuse aksi lambat 16A = LS : 5 x 1,5 { (limit)
Setelan TOR 7A = LM : 4 x 1,5 { (cukup)
Fuse aksi lambat (dengan tanda
) jarang ditemui di pasar, jadi
untuk mendapatkannya
investasinya relative tinggi
walaupun instalasi penghantar
lebih murah. Oleh karena itu,ada
solusi yang lain, yaitu dengan
menggunakan pemutus daya
(CB)
Nilai nominal setelan tertinggi alat pengaman rangkaian motor terhadap
hubung singkat. Batas-batas tersebut ditunjukkan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Nilai nominal atau setelan tertinggi alat pengaman rangkaian motor
terhadap hubung singkat

Jenis Motor dan Pengasutnya Persentase arus beban penuh


Pemutus daya Pengaman lebur

Motor sangkar atau serempak, 250% 400

dengan pengasutan bintang-


segitiga, langsung pada jaringan,
dengan reactor atau tahanan, dan
motor satu fasa.
Motor sangkar atau serempak, 200% 400

dengan pengasutan
ototransformator, atau motor
sangkar reaksi tinggi.
Motor rotor-lilit arus searah 150% 400

Instalasi-instalasi motor yang banyak tidak menutup kemungkinan pada


suatu mesin terdapat lebih dari 1 motor penggerak, / pada suatu kendalian
(plant) terdapat lebih dari 1 motor penggerak (misal : pada sistem
penyediaan air)/ pada suatu kelompok-kelompok instalasi motor.
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian
Motor Listrik

3.3.1 Setelan
3.3.2 Setelan
Pengaman
Pengaman
Rangkaian
Motor
. Terhadap
Terhadap
Hubung
Beban Lebih
Singkat
Selain mengamankan motor terhadap
beban lebih, juga mengamankan
peralatan kontrol, dan penghantar
motor (LM) terhadap pemanasan yang
berlebihan akibat beban lebih.
Alat pengaman ini tidak boleh
disetel pada nilai lebih tinggi dari
pada arus yang diperlukan untuk
motor jalan pada beban penuh, jadi
ia disetel pada arus efektif motor

Pemulihannya sedapat mungkin


berada pada kisaran (range) nilai
nominal standar, / dipilih pada
setelan terdekat
Gambar 3.5 Pemasangan TOR pada pengasut-pengasut motor

Keterangan :
(a) pengasutan DOL , TOR disetel dekat dengan IN
(b) pengasutan Y- (alt.1), TOR disetel dekat dengan (1/3) x IN
(c) pengasutan Y- (alt.2), TOR disetel dekat dengan (1/3) x IN
(d) pengasutan Y- (alt.2), TOR disetel dekat dengan IN
Tiga alternatif pemasangan TOR pada pengasut Y- secara fungsi adalah
sama, alternatif ini untuk pertimbangan rencana instalasi penghantarnya.
Catatan :
Untuk pengasut-pengasut yang lain, setelan TOR harus disesuaikan dengan
arus motor jalan yang melewatinya.
3.1 Instalasi
Rangkaian Motor
3.2 Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.3 Setelan
Pengaman
Rangkaian Motor
Listrik
3.4 Penghantar
Rangkaian Motor
3.4
Penghanta
r
Rangkaian
Motor

3.4.1 Jenis- 3.4.2


jenis Penentuan
. Penghantar Penghantar
Rangkaian Rangkaian
Motor Motor
Kabel Kabel
jenis jenis
NYY NYFGbY
kabel dengan penghantar
kabel dengan penghantar
tembaga, berisolasi PVC,
tembaga, berisolasi PVC,
berperisai baja, dan
dan berselubung PVC
berselubung PVC

dipasang dengan cara


dibentang di udara,
ditanam di dalam tanah.
Jadi kabel jenis NYY untuk konstruksi
termasuk kabel tanah, pemasangan ditanam di
hanya saja untuk daerah dalam tanah dengan
pemasangan dengan prioritas daerah-daerah
tekanan mekanik (misal tekanan mekanik yang
melintas jalan), oia harus relatif tinggi (misal jalan
dilindungi dengan raya)
pelindung mekanik (misal
Kabel-kabel yang disebut di atas adalah untuk
pengawatan di luar panel. Sedangkan untuk pengawatan
di dalam panel digunakan kawat luwes (flexible wire)
seperti NYAF untuk keadaan tertentu dapat pula dengan
kawat pejal (rigid wire) seperti NYA.
3.4
Penghanta
r
Rangkaian
Motor

3.4.1 Jenis- 3.4.2


jenis Penentuan
. Penghantar Penghantar
Rangkaian Rangkaian
Motor Motor
Penentn penghantar rangkaian motor yang dimaksud adalah pemilihan
luas penampang penghantar, sedangkan jenis kabel disesuaikan dengan
kondisi di lapangan.
Pertimbangan Kemampuan
untuk Hantar Arus
penentuan luas (KHA) terus
penampang menerus, yaitu
penghantar 110%.

Rugi tegangan
Sesuai dengan
pada
rating setelan
penghantar
alat pengaman
akibat jarak
yang
saluran yang
melindunginya
A. Sesuai dengan
KHA dan rating
setelan alat
Contoh 1
pengaman
Sebuah kelompok mesin masing-masing dengan penggerak motor listrik :
1 motor induksi M _1, 3 fasa 3,7 kW (pengasutan DOL)
1 motor induksi M _2, 3 fasa 7,5 kW (pengasutan Y-)
1 motor induksi M _3, 3 fasa 15 kW (pengasutan Y-)
1 motor induksi M _2, 3 fasa 18,5 kW (pengasutan ototranformator)
Tentukan :
Setelan pengaman setiap rangkaian motor dan pengaman utamanya
Penghantar-penghantar yang digunakannya
Buat diagram skematik 1 garis
Catatan :
Tegangan penyilang 3 x 380/220 V, 50 Hz
Jenis pengaman salah pemutus daya (CB)
Diasumsikan temperatur keliling normal (kurang dari 25)
Rugi tegangan diabaikan
Solusi :
Diagram 1 garis

Setelan pemutus daya


Q _1 setelan tertinggi = 2,5 x 8,5A = 21,25 A, dipilih rating CB = 20 A, 3
p
Q _2 setelan tertinggi = 2,5 x 16A = 40 A, dipilih rating CB = 35 A, 3 p
Q _3 setelan tertinggi = 2,5 x 30A = 75 A, dipilih rating CB = 63 A, 3 p
Q _4 setelan tertinggi = 2 x 37A = 74 A, dipilih rating CB = 63 A, 3 p
Q _5 setelan tertinggi = 75+8,5+16+37 = 136,5 A, dipilih rating CB =
125 A, 3 p
Setelan pengaman beban lebih TOR
F1 8,5 A
F2 1/3 x 16 9,28 A
F3 1/3 x 30 17,32 A
F4 37 A
Luas penampang penghantar minimum

Catatan :
- Periksa apakah oemilihan penampang tersebut telah memenuhi
KHA terus menerus,
- Cobalah jawaban tersebut diatas dengan pengaman lebur, dan
dibandingkan hasilnya
- Jenis kabel yang digunakan harus sesuai dengan kondisi di
lapangan
- Pengawatan di dalam panel kontrol tidak menutup kemungkinan
dengan kawat NYA
- Pemilihan rating nominal alat pengaman juga harus
memperhatikan kemampuan pemutusan, ini bergantung pada
nilai arus hubung singkat yang di backup nya
B. Penentuan ukuran
penghantar dengan
mempertimbangkan rugi
tegangan
Tidak tertutup kemugkinan pada
suatu kendalian (plant) terdapat Akibatnya terjadi rugi tegangan
1 mesin / beberapa mesin yang pada saluran, sehingga
terpasang / dalam perancangan gilirannya akan berakibat jelek
dipasang jauh dari sumber terhadap performansi motor
tenaga lsitrik. Maka,untuk listrik dan mesin pada
instalasi diperlukan saluran umumnya.
penyulang yang panjang.

Harusdipertimbangkan seberapa
besar nilai rugi tegangan yang Maka rugi tegangan maksimum
diijinkan hilang pada saluran. pada saluran penyulang yang
Baik jika tegangan yang diijinkan adalah 5%, rugi
diterima pada belitan dapat tegangan ini dihitung mulai dari
lebih kecil 5% terhadap pembangkit (jika penyulang
belitannya. Artinya performansi dengan genset) / transformator
motor masih baik jika tegangan daya jika penyulang dengan
yang diterima pada terminal transformator) hingga terminal
motor tidak kurang dari 95% motor.
Satu (1) fasa dengan dua (2) kawat, formulanya : i
formula
/ cara
e = .......... (1) untuk
menghit
ung rugi
Tiga (3) fasa dengan tiga (3) kawat, formulanya :
teganga
n

e = .......... (2)
Tiga (3) fasa dengan tiga (4) kawat, formulanya :

e = ......... (3)
Dimana :
e = rugi tegangan antara setiap kawat (volt)
e = rugi tegangan antara kawat netral dengan setiap kawat (volt)
I = arus listrik yang megalir (A)
A = luas penampang penghantar yang digunakan ()
L = panjang 1 saluran kawat saluran penyulang (m)