Anda di halaman 1dari 18

ANALISA PUSHOVER

Kelompok 3
PENGERTIAN
PUSHOVER(ANALISA BEBAN
DORONG)
Analisa pushover adalah :

analisa static nonlinear untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu


bangunan atau struktur. Analisa dilakukan dengan memberikan suatu pola
beban lateral static pada struktur, yang kemudian secara bertahap
ditingkatkan dengan factor pengali sampai satu target perpindahan
tercapai.
Ilustrasinya suatu bangunan diberi gaya horizontal pada atapnya.
Kemudian bebannya ditingkatkan tahap demi tahap sampai bangunan itu
runtuh atau sesuai target perpindahan yang ditentukan. Untuk lebih
jelasnya bisa ditengok gambar dibawah ini.

Ilustrasi analisa Pushover Kurva Pushover


Tujuan Analisa Pushover

Tujuan analisa pushover adalah untuk memperkirakan gaya maksimum


dan deformasi yang terjadi serta untuk memperoleh informasi bagian
mana saja yang kritis.
untuk mengetahui perilaku keruntuhan structur

Dari kurva pushover dapat diperkirakan gaya maksimum dan deformasi


yang terjadi pada struktur.
Dalam praktiknya analisa pushover ini biasanya digunakan untuk
investigasi bangunan terhadap gempa yang terjadi. Kinerja suatu
bangunan dapat dilihat dari target perpindahan yang terjadi. Kalau kita
lihat kurva pushover di atas terdapat tulisan IO, LS, dan CP. Apa itu? Itulah
kinerja bangunan di masing-masing kriteria berdasarkan NEHRP dan Vision
2000.
ANALISIS PUSHOVER
Pola pembebanan yang digunakan dalam analisis
pushover didapatkan dari beban statik ekivalen.
Contoh pola beban lateral untuk bangunan sepuluh
lantai ditunjukkan dalam Gambar sebelah. Besaran-
besaran yang diperlukan untuk mendefinisikan sendi
plastis seperti; momen leleh (yield moment),
kurvatur leleh (yield curvature), momen ultimit
(ultimate moment), dan kurvatur ultimit (ultimate
curvature) didapatkan dari analisis momen-kurvatur Pola Beban Lateral ESDAP
dengan program ESDAP yang dibuat berdasarkan
algoritma yang dibuat oleh King. Ultimate moment
dan ultimate curvature dianggap terjadi pada saat
concrete strain sebesar 0.006, dengan asumsi pada
saat ini penampang telah mengalami kehancuran.
PROSEDUR PERHITUNGAN ANALISA PUSHOVER
Menurut Andri Affandi (2012) untuk prosedur perhitungan analisa pushover adalah
sebagai berikut :

1. Pembuatan model computer struktur yang akan dianalisa secara dua dimensi atau tiga
dimensi.
2. Penentuan suatu kriteria performance, seperti batas ijin simpangan pada lantai atap
pada titik sandi tertentu, dan lain-lain.
3. Pembebanan struktur dengan gaya gravitasi sesuai rencana.
4. Pembebanan dengan pola beban static tertentu yang didapatkan dari standart yang
berlaku di masing - masing nagara (untuk Indonesia contonya SNI 03-1726-2002 tata
cara perencanaan ketahanan gemba untuk banguan gedung)
5. Penentuan titik kendali tertentu untuk memantau perpindahan biasanya titik pada
lantai atap.
Adapun tahapan utama dalam analisa pushover adalah :
Menentukan titik kontrol untuk memonitor besarnya perpindahan struktur.
Rekaman besarnya perpindahan titik kontrol dan gaya geser dasar
digunakan untuk menyusun kurva pushover
Membuat kurva pushover berdasarkan berbagai macam pola distribusi
gaya lateral terutama yang ekivalen dengan distribusi dari gaya inertia ,
sehingga diharapkan deformasi yang terjadi hampir sama atau mendekati
deformasi yang terjadi akibat gempa.
Estimasi besarnya perpindahan lateral saat gempa rencana (target
perpindahan). Titik kontrol didorong sampai taraf perpindahan tersebut,
yang mencerminkan perpindahan maksimum yang diakibatkan oleh
intensitas gempa rencana yang ditentukan
Mengevaluasi level kinerja struktur ketika titik kontrol tepat berada pada
target perpindahan merupakan hal utama dari perencanaan berbasis
kinerja. Oleh karena itu proses ini sepenuhnya harus dikerjakan oleh
komputer (fasilitas pushover dan evaluasi kinerja yang terdapat secara
built-in pada program SAP2000, mengacu pada FEMA-356). Oleh karena
itulah mengapa pembahasan perencanaan berbasis kinerja banyak
mengacu pada dokumen FEMA.
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM ANALISA STATIS NON LINIER
Hinge Unloading Method
Metode untuk mencari jalan untuk membawa kembali beban yang diterima
oleh sandi pada saat sendi mengalami fase unload dan memungkinkan
distribusi beban tersebut kepada sisa struktur. Hinge unloading terjadi
ketika kurva tegangan-regangan (gaya-deformasi dan momen-rotasi)
menunjukkan penurunan kapasitas.
Geometri Nonlinier (Geometry Nonlinearity)
Ketika beban bekerja pada struktur dan menghasilkan deformasi yang
cukup kecil maka hubungan beban defleksi bersifat linier. Tetapi ketika
beban yang bekerja pada struktur menghasilkan deformasi yang cukup
besar maka hubungan beban defleksi akan bersifat non linier.
Menurut Wiryanto dari jurnal EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10
LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER TERHADAP DRIFT DAN
DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS
Metode analisis static beban dorong (static nonlinear/pushoveranalysis)
merupakan suatu metode analisis,yang mana dari hasil analisis antara lain
diperoleh informasi berupa kurva kapasitas. Kurva kapasitas menyatakan
hubungan antara gaya geser dasar terhadap peralihan atap struktur
bangunan gedung. Dari kurva kapasitas kemudian dapat ditentukan
daktilitas peralihan aktual struktur,yang mana bergantung pada penentuan
titik peralihan pada saat leleh pertama terjadi dan titik peralihan ultimit
(target peralihan yang diharapkan).
Dari analisis statis pushover nonlinier ini didapatkan kurva kapasitas
yang kemudian diolah lebih lanjut dengan metode tertentu, salah satunya
adalah CapacitySpectrum Method (CSM) ATC-40,1996.Hasil analisis statis
pushover nonlinier adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara gaya
geser dasar (Base Shear) dan simpang anatap (Roof Displacement).
Capacity curve hasilpushover diubah menjadi capacity spectrum.