Anda di halaman 1dari 14

Referat

Ureterolithiasis
Pembimbing : Dr. Rachmat Mulyana M.,Sp.Rad
Oleh : Rannie Kusuma
Kepaniteraan Klinik Stase Radiologi RSIJ Cempaka Putih Tahun 20
EKSPERTISE

Pemeriksaan : BNO IVP (dengan


kontras)

Identitas : Tn. S/29 Thn

Marker : R terdapat pada foto


EKSPERTISE
BNO
Tampak adanya batu radioopak
dengan ukuran 1x 1 cm di
paravertebral 1,2 kiri
Kedua psoas line dan
preperitoneal fat line baik
Tulang-tulang intak
EKSPERTISE
IVP :
Fungsi eksresi dan sekresi ginjal kanan sudah
terlihat pada menit ke 5 (Panah kuning), Ginjal
kiri belum tampak
Pyelocalises baru tampak pada menit ke 10
,tampak dilatasi pyelocalises dengan batu
radioopak di ureter proximal sinistra (panah
merah).
Pyelocalises ginjal kanan normal sampai ke distal
Ureter kiri : kontras masih bisa melewati
batu dan sampai ke distal
Buli terisi kontras, besardan dinding normal, tak
tampak filling defect
Post Void : tampak sedikit sisa urine

Kesan :
Hidronefrosis ec. Batu ureter proximal kiri
Ginjal kanan normal

Saran : USG Abdomen, Ct-scan abdomen


Batu ureter (ureterolithiasis)
Definisi : Kalkulus (batu) dalam ureter.
Teori pembentukan batu :
Teori nukleisasi
Teori matriks
Penghambatan kristalisasi
Etiologi
Idiopatik
Faktor intrinsik ( umur, jenis kelamin dan herediter)
Faktor ekstrinsik (geografi , iklim/ temperature, asupan air, diet, pekerjaan).

Gangguan aliran urine


Gangguan Metabolisme
Infeksi mikroorganisme yang berdaya membuat urease
Dehidrasi
Benda asing
Jaringan nekrosis
Epidemiologi
Di Indonesia penyakit batu saluran kemih masih menempati
porsi terbesar dari jumlah pasien di klinik urologi.
Insidensi dan prevalensi yang pasti daripenyakit
inidiIndonesia sekitar1diantara 1000 pria dan 1 dari 3000
wanita datang dengan keluhan utama batu ginjal
yangpertamadalamsatutahun.Limabelaspersenmengala
mibaturekurendalam waktu setahun setelah keluhan
pertama, 30% dalam 5 tahun.
Patogenesis
Secara teoritis batu dapat terbentuk di seluruh saluran
kemih terutama pada tempat-tempat yang sering
mengalami hambatan aliran urin (stasis urin).
Types of stone
Batu kalsium
Batu oksalat
Fosfat
Asam urat
Batu struvit
Jenis lain : Batu sistin,
batu xanthin, batu
triamteren, dan batu
silikat
Gejala klinis
Keluhan yang dialami pasien tergantung pada posisi atau
letak batu, besar batu dan penyulit yang telah terjadi.
Keluhan tersering : nyeri pinggang, bisa berupa nyeri kolik.
Nyeri yang hilang timbul yang disertai perasaan mual dengan
atau tanpa muntah dengan nyeri alih khas.
nyeri pada saat berkemih atau sering kencing.
Hematuria (Kadang-kadang hematuria didapatkan dari
pemeriksaan urinalisis).
Demam
GRADE HIDRONEFROSIS
Hidronefrosis derajat : Calices
berbentuk blunting, alias tumpul.
Hidronefrosis derajat : Calices
berbentuk flattening, alias
mendatar.
Hidronefrosis derajat : Calices
berbentuk clubbing, alias
menonjol.
Hidronefrosis derajat : Calices
berbentuk ballooning, alias
menggembung
Diagnosis
Anamnesis dan Pemeriksaan fisik
Laboratorium
Urinalisis
Pemeriksaan kimiawi (Ph Urine > 7,6 pertumbuhan kuman pemecah urea dan
kemungkinan terbentuk batu fosfat. Bisa juga pH urin lebih asam dan kemungkinan terbentuk
batu asam urat)
Faal ginjal
Pemeriksaan darah lengkap

Radiologi
BNO
IVP
USG ABDOMEN
CT-SCAN ABDOMEN
TATALAKSANA
Medikamentosa
Untuk batu yang ukurannya < 5 mm. Terapi yang diberikan bertujuan mengurangi
nyeri, memperlancar aliran urine dengan pemberian diuretikum, dan minum
banyak supaya dapat mendorong batu keluar. Dapat juga diberi pelarut batu
seperti batu asam urat yang dapat dilarutkan dengan pemberian bikarbonas
natrikus disertai makanan alkalis.

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsi)


Endourologi
Ureteroskopi
PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy)
Litotripsi
Ekstraksi Dormia
End of presentation
thank you for
listening