Anda di halaman 1dari 9

ASSALAMMUALAIKUM Wr.

Wb
NAMA : Agung Hairudin
KELAS : A1
NPM : 14190033
Sub Tema :
Sejarah
Rumah Adat
Garis Keturunan
Agama
Mata Pencaharian
SEJARAH
Suku Enggano, adalah penghuni asli pulau Enggano dan
empat pulau di sekitarnya, adalah pulau-pulau di sebelah
barat Sumatra, sebagaimana suku Mentawai dan suku Nias,
mereka adalah pembawa budaya Proto Malayan.

Berada di pulau sebelah barat Sumatra dan berseberangan


dengan kota Bengkulu dan masuk dalam wilayah propinsi
Bengkulu.
Rumah Adat

Suku enggano mempunyai rumah adat yang bernama Yubuaho. Rumah adat ini bertingkat dua,
berbentuk segi delapan, biasanya berada pada puncak bukit untuk memudahkan pengintaian
terhadap musuh.
Garis keturunan
Suku enggano menetapkan perempuan sebagai pewaris suku dan sebagai garis
keturunan (matrilineal). Suku Enggano menciptakan garis keturunan matrilineal
mungkin karena seringnya terjadi peperangan antar suku dan kegiatan dari para
lelaki suku ini.

Segala bentuk warisan berupa harta tidak bergerak seperti rumah dan tanah
diwariskan kepada anak perempuan.

Sedangkan anak laki-laki hanya diwariskan peralatan pertanian dan senjata tajam.
Tetapi jabatan kepala keluarga dan kepala suku tetap dipegang oleh laki-laki.
Agama
Sebagian besar penduduk pulau Enggano merupakan masyarakat yang religius. Lebih dari 96%
penduduk menganut agamaIslamaliranSunni&KristenmazhabProtestandi mana pemeluk
agama Islam sedikit lebih banyak dan Masih ada pula penduduk asli pulauEngganoyang
beragama ameok yang merupakan sejenis kepercayaan Animisme.

Tempat ibadah yang ada dipulau Enggano yaitu:


Masjid, berjumlah 5 buah masjid dan 3 masjid lagi dalam proses pengerjaan.
Gereja Protestan, berjumlah 4 dari yayasan Methodis, Pantekosta dan GKII Bengkulu.
Maula, ialah tempat ibadah agama Ameok. Jumlahnya sangat banyak dan biasanya berlokasi
digunung-gunung yang sepi dan berhutan lebat
Kesenian
1.TariAndun
Tari Andun merupakan salah satu tarian rakyat yang dilakukan pada saat pesta
perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada
malam haridengan diringi musik kolintang. Pada zaman dahulu, tariandun biasanya
digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk
pelestariannya, saat ini dilakukan sebagaisalah satu sarana hiburan bagi masyarakat
khususnya bujang gadis.
2.TariGanau
Tari Ganau dari bengkulu, merupakan tarian yang diiringi dengan musik. Didominasi
oleh iringan mandolin, rebab dan kendang serta lagu dengan irama melayu. Tarian ini
dimainkan oleh sekelompok penari wanita dan laki-laki. Dimulai dengan tempo gerakan
yang lambat diakhiri dengan gerakan yang cepat dan menghentak-hentak. Gerakan
tangan, serta melompat dan dan formasi yang harmonis dengan iringan musik merupakan