Anda di halaman 1dari 24

CASE REPORT SESSION

BLIGHTED OVUM
Preseptor :
Ferry Achmad Firdaus M.,dr.,Sp.OG

Persentan :
Iqra Aliflamra

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


BAGIAN ILMU OBSTETRI dan GINEKOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AL IHSAN
2016
Identitas Pasien
Nama : Ny. SJ
Usia : 38 Tahun
Alamat : Kp. Cipicung
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Riwayat Pendidikan : Sekolah Manengah Pertama
Tanggal Masuk : Jumat, 23 Desember 2016

Nama Suami : Tn. AM


Usia : 38 Tahun
Pekerjaan : Buruh
Riwayat Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama
Keluhan Utama
G4P3A0 mengeluhkan adanya pendarahan dari jalan lahir
1 hari SMRS disertai adanya mulas
Anamnesis Tambahan
Pada awalnya perdarahan yang keluar dirasa
tidakbanyak,berupaflek-
flek,namunkemudianperdarahanmenjadibanyak
disertai nyeri perut. Pasien menyangkal adanya riwayat
trauma dan dipijat. Pasien pernah melakukan tes
kehamilan dan hasilnya (+).
Riwayat Pernikahan
Usia Awal Menikah
Ibu : 17 tahun
Bapak : 17 tahun
Pernikahan ke : Pertama
Lama menikah: 21 Tahun
Riwayat Obstetri
Kehamil Tempat Penolon Cara BB JK Usia H/M
an Ke g Persalin
an
1 Rumah Paraji Pervagin 2800 Laki - laki 20 Tahun Hidup
am
2 Rumah Paraji Pervagin 2500 Laki - laki 14 Tahun Hidup
am
3 Rumah Paraji Pervagin 3000 Laki - laki 11 Tahun Hidup
am

Riwayat Menstruasi
4 Hamil Sekarang

HPHT : 22 Oktober 2016


Siklus : Tidak teratur
Banyaknya darah : Biasa ( 2 3 kali mengganti pembalut)
Menarche : 12 Tahun
Riwayat KB
Pasien mengatakan menggunakan KB jenis Suntik selama
3 bulan dan berhenti menggunakan KB tersebut karena
adanya pendarahan

Riwayat Penyakit Terdahulu


Pasien mengatakan bahwa sebelumnya pernah dirawat
dengan diagnosa PUA dan dilakukan kuret
Pemeriksaan Fisik
KU : Baik
TK: Compos Mentis
GCS : 15
TD : 106 / 89 mmHg
N : 77 X/menit
R : 20x/menit
S : 36.3 C
Vas : 1 - 3
Pemeriksaan Obstetri
Pemeriksaan luar :
Vulva : Tidak ada kelainan
Vagina : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan dalam :
Portio : Tebal Lunak
OUI : Tertutup
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan lab : Hb, Ht, Trombosit, dan Fibrinogen
Diagnosis Banding
Mola Hidatidosa
Kehamilan Ektopik

Diagnosa Kerja
G4P3A0 gravida 12 minggu + Blighted Ovum
Tatalaksana
Kuretase
Dilatasi dengan misoprostol
Informed consent
1. Pasang infus RL 20 tpm
2. Cek darah rutin
Pengawasan keadaan umum, perdarahan pervaginam
dan tanda vital
Prognosis
Quo Ad Vitam : dubia ad bonam
Quo Ad Functionam : dubia ad bonam
Quo Ad Sanationam : dubia ad bonam
BLIGHTED OVUM
Definisi
Blighted ovum meupakan kegagalan kehamilan awal (early
pregnancy failure). Blighted ovum adalah kehamilan tanpa janin
(anembryonic pregancy), jadi hanya ada kantong gestasi (kantong
kehamilan) dan air ketuban. Kehamilan kosong menimbulkan gejala
medis dimana rahim atau kandungan ibu membesar seperti
mendapatkan kehamilan walaupun di dalam rahim tersebut tidak
terdapat janin sama sekali.
Kondisi ini terjadi karenatelur yang sudah dibuahi berhasil
membentuk plasenta dan membran, tetapi gagal terbentuk
embrio.Diduga hal ini terjadi karena kelainan kromosom pada telur
yang sudah dibuahi tersebut.Blighted ovumbiasanya terjadi pada
minggu-minggu awal kehamilan.
Etiologi
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam
proses pembuahan sel telur dan sperma. Apabila bakal janin yang
memiliki kelainan kromosom tersebut mampu bertahan hingga
lahir, kemungkinan anak akan menderita kelainan bawaan.
Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus,
Penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol,
Rendahnya kadar beta HCG
Faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga
dapat menyebabkan blighted ovum
Usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau
ovum menjadi turun.
Gejala dan tanda

Pada awalnya, wanita merasakan gejala-gejala hamil, seperti mudah


lelah, merasa ada yang lain pada payudara atau mual-mual. Blighted
ovum terjadi di kehamilan yang sangat dini, pada umumnya pasien
datang ke dokter karena keluhan berupa bercak pendarahan di usia
kehamilan kurang lebih 6-8 minggu. Selanjutnya, pertumbuhan
plasenta berhenti dan kadar hormon HCG kembali turun, dan akhirnya
gejala kehamilan menghilang biasanya terjadi setelah usia kehamilan 3
bulan. Pada saat tersebut, wanita akan merasa tidak nyaman di perut,
atau keluar bercak perdarahan dari vagina.
Gejala awal sama dengan wanita hamil dengan
menunjukan hasil PP test (+) kadang diikuti dengan :
Mual, muntah (morning sickness),
Nyeri kepala,
Nyeri payudara dan payudara mengeras,
Cepat lelah,
Flek-flek merah kecoklatan dari jalan lahir,
Kram perut,
Pertumbuhan rahim yang lambat tidak sesuai dengan
umur kehamilan.
Patofisiologi
Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu
sperma. Namun akibat berbagaifaktor maka sel telur yang
telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan
hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun
demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim.
Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic
gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal
pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan
bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon
HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan
seperti mual, muntah, ngidam,dan menyebabkan tes
kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test
Diagnosis
Mengukur HCG level dengan gravindex test,
Pemeriksaan denyut jantung janin,
USG transvaginal atau USG abdominal.

Berdasarkan prosedur, ginekolog baru dapat


menyimpulkan blighted ovum setelah usia kehamilan di
atas 7-8 minggu. Saat itu diameter kantong kehamilan
sudah mencapai ukuran antara 2,5-3 cm.
Penatalaksanaan
Kuretase
Dilatasi dengan misoprostol
Program immunoterapi
Komplikasi
Perdarahan
Anemia
Infeksi dalam uterus
Syok hemorrhagic dan syok endoseptik
Prognosis

Dubia at Bonam
Alhamdulillah

Hatur Nuhun