Anda di halaman 1dari 34

ANATOMI DAN FISIOLOGI

PENDENGARAN, PENGECAP,
PENGHIDU

By: Bunga Nur Rahmawati


131511133031/ A-1 2015
FKp UNAIR
2016
INDRA PENDENGARAN
(AUDITORIUS APPARATUS)
BAGIAN-BAGIAN
TELINGA
Luar (eksternal)
1. Aurikula (daun telinga)
2. Meatus akustikus eksterna
3. Membrana Thympany

Tengah (middle) dan


Dalam (Inner)
1. Cavum Timpani
2. Tilang pendengaran
3. Tuba Eusthacius
4. Koklea
Fungsi :
Pendengaran
Keseimbangan (N-VII)
TELINGA LUAR
Aurikula (daun telinga) menampung gelombang suara
datang dari luar masuk ke dalam telinga. Meatus akustikus
eksterna (liang telinga) merupakan saluran penghubung
aurikula dengan membrane timpani panjangnya + 2,5 cm
terdiri dari tulang rawan dan tulang keras, saluran ini
mengandung rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar
keringat, khususnya menghasilkan sekret-sekret berbentuk
serumen. Membran timpani merupakan antara telinga luar
dan telinga tengah terdapat selaput gendang telinga.
TELINGA TENGAH
Membrana Tympani
Tiga (3) tulang pendengaran
Incus, Malleus, Stapes
Mengantarkan getaran suara
ke telinga bagian dalam
Eustachian Tube = Auditory
Tube
TELINGA
DALAM
LANJUTAN
Terletak pada bagian tulang keras pylorus temporalis, terdapat reseptor pendengaran dan
alat pendengar ini disebut labirin. Labirin osseous merupakan serangkaian saluran bawah
dikelilingi oleh cairan dinamakan perilimfe. Labirin osseous terdiri dari :

1. LABIRINTUS OSEUS

a. Vestibulum (bagian tengah labirin osseus)

b. Koklea (rumah siput)

c. Kanalis semi sirkularis

2. LABIRINTUS MEMBRANOSA

a. Utrikulus

b. Sakulus

c. Ductus semisirkularis

d. Ductus koklearis
STRUKTUR
KOKLEA
ORGAN KORTI
1. Membran basal terdapat sel rambut dengan stereosilia
2. Membran tectorial diatas sel rambut
Getaran suara menyebabkan sel rambut bergerak dan
menyentuh membran tectorial menyebabkan transduksi
KOMPLEKS
VESTIBUL
UM
Vestibulum
Sacculus
Utriculus
Static equilibrium
RESEPTOR ORGAN
VESTIBULUM
Makula or: macula of
saccule plus macula of
utricle, terdapat
Mengandung otolith
yang bergerak sesuai
gravitasi
Sel rambut hantarkan
impuls ke N - VIII
FISIOLOGI PENDENGARAN
Ditimbulkan oleh getaran atmosfer yang dikenal gelombang
suara dimana kecepatan dan volumenya berbeda-beda.
Gelombang suara bergerak melalui rongga telinga luar yang
menyebabkan membran timpani bergetar, getaran-getaran
tersebut diteruskan menuju inkus dan stapes melalui maleus
yang terkait pada membrane itu. Karena getaran yang timbul
setiap tulang itu sendiri maka tulang akan memperbesar getaran
yang kemudian disalurkan ke fenestra vestibuler menuju
perilimfe. Getaran perilimfe dialihkan melalui membrane
menuju endolimfe dalam saluran koklea dan rangsangan
mencapai ujung-ujung akhir saraf dalam organ korti
selanjutnya dihantarkan menuju otak. Perasaan pendengaran
ditafsirkan otak sebagai suara yang enak atau tidak.
PROSES MENDENGAR
INDRA PENGECAP
Mengecap adalah daya seseorang secara subjektif untuk
mengetahui cita rasa makanan/minuman yang ia konsumsi
Menurut (Syarifudin, 2009) Pengecapan merupakan fungsi

puting kecap pada mulut, manfaatnya terletak pada


pemilihan makanan menurut kesukaan dan menurut
kebutuhan gizi tertentu pada jaringan
Pada umumnya lidah manusia dapat merasakan

Manis

Asam
Asin
Pahit
Pedas
LANJUTAN
Lidah terletak pada dasar mulut. Bagian tepinya bersentuhan dengan gigi.
Terdiri dari otot serat lintang. Otot intrinsik melakukan gerak halus & otot ekstrensik
melakukan gerak kasar saat mengunyah & menelan.

Lidah terbagi menjadi :


Radiks lingua (pangkal lidah)
Dorsum lingua (punggung lidah)
Apeks lingua (ujung lidah)

Bila lidah digulung ke belakang tampak permukaan bawah yang disebut frenulum
lidah. Permukaan lidah ditutupi papil-papil, yaitu :
Papil sirkumvalata
Papil fungiformis
Papil filiformis
Fisiologi Lidah
a. Indera pengecap rasa
b. Pengecap rasa pahit terdapat pada pangkal lidah
c. Pengecap rasa manis terdapat pada ujung lidah
d. Pengecap rasa asin terdapat pada ujung & tepi lidah
e. Pengecap rasa asam terdapat pada tepi lidah

Susunan saliva
a. Air 70-90%
b. Glikoprotein yg dihasilkan sublingual
c. Ptialin yg bekerja dlm suasana asam
d. Garam alkali
e. Lain2 : sel2 epitel yg trlepas, dll
ORGAN RESEPTOR
A. Tunas Pengecap
Tunas pengecap merupakan badan ovoid yang berukuran 50-70 m. Tiap tunas pengecap di

bentuk oleh empat jenis sel yang mempunyai mikrifili yang meninjol ke dalam pori
pengecapan (lubang dalam pori lidah). Leher dari semua sel ini berhubungan satu sama lain
ke sel epitel sekelilingnya sehingga reseptor yang terpapar ke cairan dalam rongga mulut
merupakan mahkota apeks mikrofilinya. Tiap tunas pengecap dipersarafi oleh 50 serabut saraf
dan tiap serabut saraf menerima rata-rata 5 tunas pengecap. Jika saraf sensori dipotong maka
tunas pengecap yang disarafunya akan berdegenerasi kemudian hilang.

Pada manusia tunas pengecap terletak dalam mulosa epiglotis, palatum dan faring, serta
didalam dinding papilla fungiformis dan papilla vallate lidah. Setiap papilla fungiformis
memiliki sampai 5 tunas pengecapan dan biasanya terletak pada puncak papilla. Papilla valate
berukuran lebih besar dan mengandung sampai 100 tunas pengecapan yang terletak sepanjang
sisi papillia.

Papapillia filliformis berbentuk kerucut kecil yang menutupi dorsum lingua dan biasanya
tidak mengandung tunas pengecapan. Pada orang dewasa mempunyai 10.000 puting
pengecap dan pada anak-anak memiliki sedikit lebih banyak daripada orang dewasa. Pada
usia 45 tahun, banyak puting pengecap mengalami degenerasiI yang menyebabkan sensasi
rasa secara progresif makin berkurang.
LANJUTAN

Jaras Pengecap
Serabut saraf sensori dari tunas pengecapan terdapat pada 2/3 anterior lidah,
berjalan didalam cabang korda timpani dari nervus fasialis, sedangkan 1/3
posterior lidah mencapai batang otak memalui nervus glassofaringeus. Serabut
dari area selain lidah akan mencapai batang otak melalui nervus vagus.

Pada tiap sisi serabut pengecapan bermielin, tetapi menghantarkan rangsangan


relatif lambat di dalam tiga nervus ini, bersatu dalam medula oblongata untuk
memasuki nukleus dari traktus solitarius. Pengecapan tidak mempunyai area
proyeksi korteks terpisah, tetapi diwakili didalam bagian gyrus (lekuk) post
sentralis yang melayani sensasi kulit dari wajah.
Membedakan Rasa
Rasa primer yang kita kenal adalah manis, asin, asam, pahit. Rasa manis
dirasakan oleh ujung lidah, bagian anterolaterl sensitif terhadap rasa asin,
bagian posterolateral untuk rasa asin, dan pangkal lidah sensitif untuk rasa
pahit.
Ada tumpang tindih area penerima rasa terutama bagian posterior dan lateral
yaitu rasa asin dan asam. Rasa manis mempunyai ambang rasa tinggi dan
sensitifitas yang rendah, rasa pahit menunjukan ambang yang rendah dan
sensitifitas tinggi, sedangkan asin dan asam di antara keduanya.

Saliva membantu pelarutan makanan sebab hanya makanan yang larut yang
dapat di kecap. Sinyal refleks viseral berintergrasi dengan pusat desgitif di
medula, perintah motor parasempatis dikirim kekelenjar ludah melaui saraf
fasialis dan ke lambung melalui nervus vagus ke sistem limbik dan hipotalamus
untuk reseptor afektif.
PROSES MENGECAP
PROSES PENGECAP
Terjadi setelah makanan atau minuman larut dalam air liur mulut zat terurai dalam ion mis:
Asin oleh Na+

Asam oleh HSO4, dll

Yang tidak larut dalam ion tetap dalam bentuk molekul pahit: Kinine, Tetracycline, Kemicetine.

Jalur syaraf penghantar ke otak


1. Nervus Lingualis chorda tympani (n.VII) dr. 2/3 lidah depan
2. Melalui n. IX dr 1/3 lidah belakang
3. Melalui n. X dr Pharynx dan Epiglottis
Setiap eithel neuron ujung serabut saraf pengecap.jadi setiap pucuk pengecapan dapat bereaksi untuk
semua rasa walau dengan intensitas berbeda.
Tempat neuron pengecap

a. untuk n.VII di dalam : ganglion genikulatum dalam,canalis facialis.


b. untuk n. IX dan n X ganglion nodosum dekat For. Jugularis.
Tingkat neuron pengecap melalui N,IX

a. Neuron I : pucuk lidahn.IX ganglion nodosum


b. Neuron II : dr. Synaps gang. Nodosuminti solitarius (bagian cranial/cephal)
c. Neuron III : dr. Synaps inti solitarius inti ventro post medial
d. Neuron IV : dr. Inti thalamus ventro post medial Gyrus Post.Centralis
ANATOMI LIDAH
INDRA PENGHIDU
ANATOMI
HIDUNG BAGIAN
DEPAN
ANATOMI TAMPAK SAMPING
Nasus externus

Mempunyai ujung yang bebas, yang dilekatkan ke dahi


melalui radix nasi atau jembatan hidung, Lubang luar hidung
adalah kedua nares atau lubang hidung. Setiap nasris dibatasi
di lateral oleh ala nasi dan di medial oleh septum nasi.
Rangka nasus externus dibentuk di atas oleh os nasale,
processus frntalis ossis maxillares, dan pars nasalis ossis
frontalis. Di bawah, rangka ini dibentuk oleh lempeng-
lempeng tulang rawan, yaitu cartilago nasi superior dan
inferior, dan cartilago septi nasi.
Cavum nasi
Terletak dari nares di sampai choanae di belakang. Rongga ini dibagi
oleh septum nasi atas belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mempunyai
dasar, atap, dinding lateral dan dinding medial.Dasar dibentuk oleh
processus palatinus maxillae dan lamina horizontalis ossis palatini, yaitu
permukaan atas palatum durum.
Bagian atap sempit dan dibentuk dari belakng ke depan oleh corpus
ossis sphenoidalis, lamina cribrosa ossis ethmoidalis, os frontale, os
nasale dan cartilagines nasi. Dinding lateral ditandai dengan tiga tonjolan
disebut concha nasalis superior, media dan inferior. Area di bawah setiap
concha disebut meatus.
Recessus sphenoethmoidalis adalah daerah kecil yang terletak di atas
terletak di atas concha nasalis superior dan di depan corpus ossis
sphenoidalis. Di daerah ini terdapat muara sinus sphenoidalis.
1. Meatus nasi superior terletak di bawah dan lateral concha nasalis
superior. Di sini terdapat muara sinus ethmoidalis posteriores.
2. Meatus nasi media terletak di bawah dan lateral concha media. Pada
dinding lateralnya terdapat prominentia bulat, bulla ethmoidalis, yang
disebabkan oleh penonjolan sinus ethmoidales medii yang terletak di
bawahnya. Sebuah celah melengkung, disebut hiatus semilunaris, terletak
tepat di bawah bulla. Ujung anterior hiatus masuk ke dalam saluran
berbentuk corong disebut infundibulum.
3. Meatus nasi media dilanjutkan ke depan oleh sebuah lekukan disebut
atrium. Atrium ini dibatasi di atas oleh sebuah rigi, disebut agger nasi. Di
bawah dan depan atrium, da sedikit di dalam naris, terdapat vestibulum.
4. Meatus nasi inferior terletak di bawah dan lateral concha inferior dan
padanya terdapat muara ductus nasolacrimalis. Dinding medial atau
septum nasi adalah sekat osteocartilago yang ditutupi membrana mucosa.
Persarafan cavum nasi
N. olfactorius berasal dari sel-sel olfactorius khusus yang terdapat
pada membrana mucosa yang telah dibicarakan sebelumnya. Saraf ini
naik ke atas melalui lamina cribosa dan mencapai bulbus olfactorius.
Saraf-saraf sensai umum berasal dari divisi ophtalmica dan maxillaris n.
Trigeminus.
Pendarahan cavum nasi
Suplai arteri untuk cavum nasi terutama berasal dari cabang-cabang a.
Maxillaris. Vena-vena membentuk plexus yang luas di dalam submucosa.
Aliran limfe cavum nasi
Pembuluh limfe mengalirkan limfe dari vestibulum ke nodi
submandibularis. Bagian lain dari cavum nasi mengalirkan limfenya ke
nodi cervicales profundi superior.
Membran mukosa olfaktorius
Mengandung sel penunjang dan sel progenitor utnuk reseptor sel
olfaktorus. Jumlah sel resepror sebanyak 10-20 juta. Setiap sel olfaktoris
neuron. Dan membran mukosa olfaktorius selalu ditutupi oleh mukus.
Korteks olfaktorius
Ketika kita menghirup yang diaktifkan adalah korteks piriformis. Saat
mencium bau dengan atau tanpa menghirup, itu mengaktifkan girus
orbitofrontalis anterior lobus frontalis. Serabut lain pada korteks menuju ke
amigdala sebagai respon emosi rangsang pnghidu.
Transduksi sinyal
Organ penghidu manusia dapat membedakan 10.000 macam bau karena
terdapat bermacam-macam reseptor bau. Ada penghambatan lateral oleh
glomerulus olfaktorius yamg diperantari oleh sel periglomerulus dan sel
granula. Kedu sel ini bertugas untuk mempertajam dan memfokuskan sinyal
olfaktorius.
Protein pengikat bau
Protein pengikat bau yang telah diidolasi ialah OBP 18-kDa. Ini
merupakan protein khas untuk rongga hidung. Fungsinya sebagai
pembawa molekul-molekul lipofilik kecil
Sniffting (Mengendus)
Terjadi akibat adanya kontraksi bagian bawah nares di septum untuk
mengarahkan arus udara ke atas.
Peran serabut nyeri di hidung
Dapat dirangasang oleh bahan iritatif. Juga berperan dalam bersin,
lakrimasi dan penghambatan pernapasan.
Adaptasi
Adanya pajanan bau tertentu yan terus menerus sehingga tejadi
penurunan persepsi bau dan lama kelamaan akan berhenti.
FISIOLOGI HIDUNG
1. Sebagai jalan nafas
2. Fungsi hidung sebagai pengatur kondisi udara perlu
untuk mempersiapkan udara yang akan masuk ke dalam
alveolus paru.
3. Sebagai penyaring dan pelindung berguna untuk
membersihkan udara inspirasi dari debu dilakukan oleh
rambut pada vestibulum nasi, silia, palut lendir.
4. Hidung juga bekerja sebagai indra penghidu dengan
adanya mukosa olfaktorius pada atap rongga hidung,
konka superior dan sepertiga bagian atas septum. Partikel
bau bisa mencapai daerah ini dengan cara difusi dengan
palut lendir atau bila menarik nafas dengan kuat.
5. Resonansi suara oleh hidung penting untuk kualitas
suara ketika berbicara
PROSES MENGHIDU