Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 4

VC
AKUNTANSI

1. DYAH AYU AMALLIA 2014 12 111


2. NURUL ARVI K 2014 12 115
3. RIDHUWAN NOOR 2014 12 136
4. ARUM PUSPITASARI 2014 12 194
Memahami Filosofi Riset
Dalam Bidang Akuntansi
Keperilakuan
Perkembangan Paradigma Riset
Filosofi Riset dalam Bidang Akuntansi KeperilakuanFilsafat ilmu merupakan cabang dari
filsafat yang banyak digunakansebagai batu pijakan dalam mengembangkan ilmu. Jadi, filsafat
ilmuadalah jaringan cabang ilmu sedemikian rupa sedingga ilmu pengetahuandapat ditelusuri
sampai ke induk filsafatnya. Filsafat ilmu dapat dikelompokkan menjadi 3 :
1. Ontologi,
mempertanyakan hakikat ilmu atau mempertanyakan hal yang akan dikaji oleh
pengetahuan itu.
2. Epistemologi , mempertanyakan cara pengetahuandiperoleh.
3. Aksiologi, mempertanyakan tujuan penggunaan daripengetahuan yang dimaksud.1.
Pergesaran arah riset Pendekatan klasikal yang lebih menitiberatkan pada pemikiran
normatif yang mengalami masa kejayaan pada tahun 1960-an. Tahun 1970-anterjadi
pergeseran pada pendekatan dalam riset akuntansi yang dikarenakan pendekatan normatif
tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap digunakan dalam praktik sehari-hari.2.
Filosofi Paradigma Metodologi Riset Menurut Burrel dan Morgan (1971), suatu
pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi-asumsi filosofi yang teridir dari ontologi,
epistemologi, hakikat manusia, dan metodologi. Metodologi dipahami sebagai suatu cara
menentukan teknik yang tepat untuk memperolehpengetahuan.
Filosofi Riset
Suatu pengetahuan dibangun berdasarkan asumsi-asumsi filosofi tertentu. Asumsi-
asumsi tersebut dalah ontologi, epistimologi, hakikat manusia, dan metodologi.
Ontologi berhubungan dengan hakikat atau sifat dari realitas atau objek yang akan
diinvestigasi. Epistimologi berhubungan dengan sifat dari ilmu pengetahuan, bentuk
dari ilmu pengetahuan tersebut dan bagaimana mendapatkan serta menyebarkannya.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, Burrel dan Morgan (1979) mengelompokkan
pengetahuan dalam tiga paradigma yaitu :

1. Paradigma Fungsionalis
Sering disebut juga dengan fungsionalis struktural atau kontijensi rasional.
Paradigma ini merupakan paradigma yang umum dan bahkan sangat dominan
digunakan dalam riset akuntansi dibandingkan dengan paradigma yang lain,
sehingga disebut juga dengan paradigma utama. Secara ontologi, paradigma utama
ini sangat dipengaruhi oleh realitas fisik yang menganggap bahwa realitas objektif
berada secara bebas dan terpisah di luar diri manusia. Realitas diukur, dianalisis,
dan digambarkan secara objektif. Pemahaman tentang realitas akan mempengaruhi
bagaimana cara memperoleh ilmu pengetahuan yang benar.
Secara epistemologi, akuntansi utama melihat realitas sebagai realitas

materi yang mempunyai suatu keyakinan bahwa ilmu pengetahuan akuntansi

dapat dibangun dengan rasio dan dunia empiris. Berdasarkan pada keyakinan

tersebut, peneliti akuntansi utama sangat yakin bahwa satu-satunya metode

yang dapat digunakan untuk membangun ilmu pengetahuan akuntansi adalah

metode ilmiah.

Suatu penjelasan dikatakan ilmiah apabila memenuhi tiga komponen, yaitu :

a. Memasukkan satu atau lebih prinsip-prinsip atau hukum umum

b. Mengandung prakondisi yang biasanya diwujudkan dalam bentuk

pernyataan-pernyataan hasil observasi.

c. Memiliki satu pernyataan yang menggambarkan sesuatu yang dijelaskan.


2.Paradigma Interpretif
Terdapat dua perbedaan antara paradigma fungsionalis dengan interpretif.
Perbedaan pertama adalah bahwa paradigma interpretif memusatkan perhatian
tidak hanya pada bagaimana membuat perusahaan berjalan dengan baik, tetapi
juga bagaimana menghasilkan pemahaman yang luas dan mendalam mengenai
bagaimana manajer dan karyawan dalam organisasi memahami akuntansi,berpikir
tentang akuntansi serta berinteraksi dan menggunakan akuntansi. Perbedaan kedua
adalah bahwa para interaksionis tidak percaya pada keberadaan realitas
organisasi yang tunggal dan konkret,melainkan pada situasi yang ditafsirkan
organisasi dengan caranya masing-masing. Yang lebih penting lagi adalah bahwa
pemahaman mereka menjadi nyata karena mereka bertindak untuk suatu peristiwa
dan situasi atas dasar makna pribadinya.
3.Paradigma Strukturalisme Radikal
Aliran alternatif lainnya adalah strukturalis radikal yang mempunyai kesamaan
dengan fungsionalis, yang mengasumsikan bahwa sistem sosial mempunyai
keberadaan ontologis yang konkret dan nyata. Pendekatan ini memfokuskan pada
konflik mendasar sebagai dasar dari produk hubungan kelas dan struktur
pengendalian,serta memperlakukan dunia sosial sebagai objek eksternal dan
memiliki hubungan terpisah dari manusia tertentu.
4.Paradigma Humanis Radikal
Riset-riset akan diklasifikasikan dalam paradigma humanis radikal jika didasarkan pada teori

kritis dari Frankfur Schools dan Habermas. Pendekatan kritis ini melihat objek studi

sebagai suatu interaksi sosial yang disebut dengan dunia kehidupan, yang diartikan sebagai

interaksi berdasarkan pada kepentingan kebutuhan yang melekat dalam diri manusia dan

membantu untuk pencapaian saling memahami. Interaksi sosial dalam dunia kehidupan dapat

dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :

a. Interaksi yang mengikuti kebutuhan sosial alami, misalnya kebutuhan akan sistem

informasi manajemen.

b. Interaksi yang dipengaruhi oleh mekanisme sistem, misalnya pemilihan sistem yang akan

dipakai atau konsultan mana yang diminta untuk merancang sistem bukan merupakan

interaksi sosial yang alami karena sudah mempertimbangkan berbagai kepentingan.


Peluang Riset Akuntansi Keperilakuan
Pada Lingkungan Akuntansi
Dengan secara khusus menelaah riset akuntansi keperilakuan sebelumnya dapat diperoleh suatu
kerangka analisis dan diskusi yang dibatasi pada peluang, terutama pada hasil potensi subbidang dan
implikasinya untuk subbidang akuntansi yang lain.Beberapa subbidang akuntansi di antaranya :

Audit
Suatu tinjauan audit atas artikel akuntansi keperilakuan selama tahun 1990-1991 menunjukkan
penekanan pada kekuatan dalam pembuatan keputusan yang merupakan karakteristik dari sebagian
besar riset akuntansi keperilakuan. Libby dan Frederick (1990) seara persuasif menjelaskan
pentingnya pemahaman mengenai bagaimana variabel-variabel psikologi seperti pembelajaran,
pengetahuan faktual, dan prosedural, serta pengaruh memori dalam pembuatan keputusan.
Riset audit menyarankan suatu hubungan yang kompleks antara pengalaman dan kinerja yang
belum dipahami dengan baik. Sementara riset yang dikembangkan dalam audit, sebagai contoh,
hubungan kemampuan dan peran latar belakang, merupakan aspek dari hubungan antara
pengalaman dan kinerja yang hanya memperoleh sedikit perhatian dan penerimaan dalam literatur
audit. Sementara, riset akuntansi keperilakuan dalam bidang manajerial telah dipelajari dengan
lebih rinci.
Akuntansi Keuangan
Beberapa publikasi menunjukkan bahwa riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi keuangan
jumlahnya terbatas sehingga sulit untuk didefinisikan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa terbatasnya
pemrosesan informasi yang tidak mendorong lebih banyak dilakukannya riset akuntansi keperilakuan
merupakan pertanyaan yang menarik. Secara jelas, pentingnya riset akuntansi keuangan yang berbasis
pasar modal dibandingkan dengan audit menunjukkan kurang kuatnya permintaan eksternal terhadap
riset akuntansi keperilakuan dalam bidang keuangan, yang oleh sebagian besar kantor akuntan publik
dijadikan alasan untuk tidak melakukan diskusi yang lebih lanjut.
Akuntansi Manajemen
Analisis ini pada awalnya menunjukkan bahwa riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi
manajemen merupakan pertimbangan yang lebih luas dibandingkan dengan riset yang sama dalam
akuntansi keuangan, dan memungkinkan pencerminan tradisi lama yang berbeda dari riset akuntansi
keperilakuan dalam bidang audit. Variabel organisasional dan lingkungan mempunyai pengaruh yang
penting terhadap perilaku organisasional dan perilaku individu dalam organisasi.
Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen cenderung fokus pada variabel
lingkungan dan organisasional yang mengandalkan teori agensi, seperti insentif dan variabel asimetri
informasi. Sementara, riset akuntansi keperilakuan dalam bidang audit lebih fokus pada variabel
psikologi, khususnya kesadaran.
Sistem Informasi Akuntansi
Keterbatasan riset akuntansi keperilakuan dalam bidang sistem
informasi akuntansi adalah kesulitan untuk membuat generalisasi,
meskipun berdasarkan pada studi sistem akuntansi yang lebih awal
sekalipun. Adalah jelas bahwa desain sistem mempengaruhi
penggunaan informasi. Informasi akan mendorong penggunaan
keunggulan teknologi saat ini, seperti pencitraan data, jaringan, dan
akses data dinamis melalui sistem pengoperasian menyarankan
pertimbangan atas peluang riset akuntan keperilakuan dalam bidang
sistem akuntansi.
Teori Keperilakuan Tentang Perusahaan
Untuk menguraikan bagaimana perusahaan mengadopsi seperangkat tujuan dan bagaimana
perusahaa mengawali penyesuaian dan pencapaian memerlukan suatu pemahaman yang mendasar
atas keputusan dan proses penyelesaian masalah dengan pasti. Agar lebih spesifik, teori modern
perusahaan terkait dengan arah tujuan perilaku yang dipastikan berkaitan dengan tujuan, motivasi,
dan karakteristik menyelesaikan masalah anggota-anggotanya.
Akhirnya pengambilan keputusan perusahaan, proses menyelesaikan masalah struktur organisasi,
pembagian kerja, penggunaan prosedur standar operasional, dan seterusnya diruaikan sebagai fungsi
peserta yang menyelesaikan masalah perilaku yang ditandai oleh pembatasan kapasitas mereka
secara rasional. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa perusahan dapat dipandang sebagai
suatu keseimbangan dalam mencari sistem pengambilan keputusan. Komposisi tujuan dapat berubah
dari waktu ke waktu, tetapi proses tingkat penyesuaian harus mengikuti beberapa aturan. Jalannya
operasional perusahaan dibatasi oleh tingkat sampai sejauh mana kapasitas penyelesaian masalah
dalam pengembalian informasi.
Teori organisasi modern mempunyai kaitan dengan perilaku perusahaan sebagai suatu kesatuan
terhadap pemahaman kegiatan perusahaan dan alasan anggotanya. Bila dipastikan bahwa bisnis,
tanpa mempedulikan besar kecilnya, biasanya dipandang sebagai milik dari pemegang saham yang
perhatiannya lebih terfokus pada dimensi-dimensi keuangan, yang berputar di sekitar harga saham
dan berada di luar lingkup keputusan.
Terimakasih...