Anda di halaman 1dari 17

PENGOPERASIAN IPAL

Pertemuan ke 11

Sugeng Abdullah (2009) 1



Pengoperasian IPAL
Apabila instalasi pengolahan terdiri darai banyak unit aerator
dan clarifier, maka sebaiknya tidak dioperasikan semuanya
secara bersamaan. Cukup ioperasikan beberapa unit terlebih
dahulu. 1 atau 2 unit dipandang sudah mencukupi.
Isikan air limbah kedalam bak aerasi dengan porsi yang
kecil, kira-kira sepertiga atau seperempat dari kapasitas yang
ada. Pastikan juga bahwa tidak ada zat beracun pada air limbah
yang akan diolah.
Hidupkan blower / aerator untuk mensuplai udara atau oksigen
dalam air limbah yang ada dalam bak aerasi. Konsentrasi oksigen
terlarut pada bak aerasi diupayakan agar berkisar 2 4 mg/L.
Air dari clarifier secara kontinyu dialirkan kembali kedalam
bak aerasi, sampai dengan konsentrasi MLSS mencapai 400
800 mg/L. Dalam praktek MLSS ( mixed liquor suspended solid )
adalah sama dengan TSS (total suspended solid ) pada bak
aerasi.
Perlahan-lahan air limbah ditambahkan kedalam bak aerasi,
sampai dengan sesuai kapasitas normal dari instalasi pengolahan
air limbah dimaksud. Secara normal, pengoperasian awal
(starting) ini memerlukan waktu antara 2 4 minggu. Hal ini
sangat bergantung pada kondisi setempat.

Sugeng Abdullah (2009) 2


Parameter penting IPAL
F/M Ratio (Food & Microorganism Ratio)
SVI (Sludge Volume Index)
Rasio Resirkulasi
Umur Lumpur
Waktu Detensi = HRT (Hydrolic Retention Time)
Organic Loading = Volumetric Loading
Produksi Lumpur
Kebutuhan Oksigen
Kandungan Nutrien
Efisiensi Removal
OUR (Oxygen Uptake Rate)
Lain-lain (Bioindicator, dll)

Sugeng Abdullah (2009) 3


F/M Ratio
Q.So
F/M = -------- 0,2 0,6 kgBOD/kg MLSS
V. X
Q = debit lnfluen
So = Konsentrasi substrat (mg BOD/L)
X = Konsentrasi mikroorganisme (mg
VSS/L)
V = Volume tangki aerasi
Sugeng Abdullah (2009) 4
Sludge Volume Index
Vs
SVI = ------- 35 100 ml/gr
X . 10 -3
Vs = Volume lumpur yang mengendap
setelah 30 menit pada imhoff cone
(ml)
X = MLSS (mg/L)

Sugeng Abdullah (2009) 5


Rasio Resirkulasi
Qr
R = ----- 0,25 0,5
Q

Q = Debit air limbah diolah (influen) (M 3/dt)


Qr= Debit lumpur dari clarifier yang
dikembalikan ke bak aerasi (resirkulasi)
(M3/dt)

Sugeng Abdullah (2009) 6


Efisiensi Removal
(penurunan pencemar)
So - S
E = -------- x 100% 80% - 90%
So

So = BOD atau SS pada influen (mg/l)


S = BOD atau SS pada effluen (mg/l)

Sugeng Abdullah (2009) 7


UMUR LUMPUR (= SRT,
BSRT, MCRT)
V.X
c = -------- 3 14 hari
Qw. Xr

c = Umur Lumpur
V = volume bak aerasi
X = MLSS
Xr = MLSS pada lumpur yang
diresirkulasi
Qw = debit lumpur yang dibuang
Sugeng Abdullah (2009) 8
Waktu Detensi (=Td, HRT)
V
= ---- 4 8 jam
Q

V = volume bak aerasi


Q = Debit air limbah yang masuk
bak aerasi

Sugeng Abdullah (2009) 9


Volumetric Loading
Q. So
Vl = --------- 0,3 0,6
V

Vl = volumetric loading
Q = Debit air limbah yang masuk bak aerasi
V = volume bak aerasi
So = konsentrasi substrat ( mg BOD/L)

Sugeng Abdullah (2009) 10


Produksi Lumpur
Px = Yobs Q (So-S)/1000

Px = produksi lumpur (kg/hr)


Px ini juga bisa digunakan untuk
memprediksi jumlah kebutuhan nutrien
yang diperlukan dalam proses lumpur aktif.
Y obs = koefisien yield observasi
So = konsentrasi BOD pada influen (mg/l)
S = konsentrasi BOD pada effluen (mg/l)

Sugeng Abdullah (2009) 11


Kebutuhan Oksigen
O2 = Q (So S) - 1,42 Px + 4,57 Q (No N)
1000 f
Dimana :
O2 = Kebutuhan O2 (kg/hr)
So = konsentrasi BOD pada influen (mg/l)
S = konsentrasi BOD pada effluen (mg/l)
No = konsentrasi TKN pada influen (mg/l)
N = konsentrasi TKN pada effluen (mg/l)
Px = produksi lumpur.(kg/hr)
Q = debit air limbah yang diolah (m3/hr)
f = faktor konversi ke BOD ultimate
1,42 & 4,57 = konstanta yang telah diperhitungkan.

Sugeng Abdullah (2009) 12


Kandungan Nutrien
BOD : N : P = 100 : 5 : 1

N (lb/hr) = 0,122 Px
P(lb/hr) = 0,023 Px

Sugeng Abdullah (2009) 13


Lain-lain (bioindikator, dll)
OUR makin tinggi berarti Mikroorganisme
(lumpur aktif) makin aktif
Bioindikator = kehadiran plankton tertentu
menunjukan kondisi tertentu pada IPAL
dipakai Indikator a.l. : Zooflagellates, Amoebae,
Cilliates (antara lain : Colpidium campylum,
paramecium caudatum, Apisdisca costata,
Euplotes affinis, Vorticella spp, carchesium
polypinum, Opercularia coarctata), dan
Suctoria. Disamping protozoa, dalam lumpur
aktif sering juga terdapat jasad multiseluler
antara lain Rotifera, larva serangga, Nematoda
dan bangsa udang (Crustacean).

Sugeng Abdullah (2009) 14


Bio Indikator
Zooflagellates dari klas Mastiophorae, terutama Bodo spp.
dan Trigonomonas, apabila hadir dalam bak aerasi dalam
jumlah yang mendominasi, hal tersebut menunjukan suatu
kondisi anaerobik
Amoebae biasanya hadir pada fase star up atau pada
kondisi beban yang berat (over loading).
Testate amoebae selalu hadir pada kondisi beban organik
yang sangat kecil.
Cilliates dapat menunjukan kondisi sock loading karena
adanya unsur toksik, atau kondisi over loading atau
defisiensi oksigen. Pada kondisi optimal jumlah Cilliates
berkisar antara 2000 100.000 sel /ml
Colpidium campylum jika hadir dalam jumlah yang besar
menunjukan kondisi suplai oksigen tidak baik atau kondisi
over loading
Paramecium caudatum menunjukan bahwa pada proses
lumpur aktif terjadi kondisi pembebanan dibawah normal
(under normal loading).

Sugeng Abdullah (2009) 15


Bio Indikator -- lanjutan

Asidisca costata, apabila tibatiba menghilang,


menunjukan bahwa kandungan oksigen terlarut < 2 mg/L
Euplotes affinis, kehadiranya menunjukan suplai oksigen
yang bagus.
Vorticella spp, khususnya Vorticella microstoma
menunjukan kondisi miskin oksigen atau kondisi
pembebanan berat
Vorticella convallaria dan Vorticella campanula,
kehadirannya menunjukan pembebanan normal dan ini
menunjukan juga bahwa suplai oksigen dalam kondisi
baik
Opercularia coarctata juga merupakan ciliata yang
merupakan indikator suplai oksigen yang baik bila
terdapat dalam bak aerasi. Sedangkan Suctoria dapat
merupakan indikator pembebanan sangat ringan (lightly
loading).

Sugeng Abdullah (2009) 16


Bioindikator -- lanjutan

Pembebanan berat (Highly loaded plants).


Biasanya terdapat flagelata atau amoeba.
Pembebanan normal (Normal loaded plants).
Biasanya terdapat spesies ciliata antara
lain : Vorticella convallaria, Opercularia
coarctata, , Euplotes affinis dan Apisdisca
costata.
Pembebanan ringan ( lightly loaded / under
loaded plants). Biasanya terdapat rotifera
dan sedikit protozoa
Sugeng Abdullah (2009) 17