Anda di halaman 1dari 8

Mengapa Kurva Penawaran Aggregat

Bergradien Positif pada Jangka Pendek


Teori Sticky-Wage
Upah nominal lambat untuk
menyesuaikan, atau "lengket" dalam
jangka pendek :
Upah tidak segera menyesuaikan dengan
penurunan tingkat harga.
Tingkat harga yang lebih rendah membuat
kerja dan produksi kurang menguntungkan.
Hal ini mendorong perusahaan untuk
mengurangi jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan
Mengapa Kurva Penawaran Aggregat
Bergradien Positif pada Jangka Pendek
Teori Misperceptions
Perubahan dalam tingkat harga
keseluruhan yang sementara
menyesatkan pemasok tentang apa
yang terjadi di pasar di mana mereka
menjual output mereka :
Tingkat harga yang lebih rendah
menyebabkan kesalahan persepsi
tentang harga relatif.
Mispersepsi ini mendorong pemasok untuk
mengurangi jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan.
Teori Sticky-Price

Harga beberapa barang dan jasa


menyesuaikan dengan lamban dalam
menanggapi perubahan kondisi ekonomi
:
Penurunan tak terduga dalam tingkat harga
meninggalkan beberapa perusahaan dengan
l harga lebih tinggi dari yang diinginkan.
Penjualan yang tertekan ini, yang
mendorong perusahaan untuk mengurangi
jumlah barang dan jasa yang mereka
hasilkan.
Efek Pergeseran Pada Penawaran
Agregat
Stagflasi
Pergeseran yang merugikan pada
penawaran agregat menyebabkan
stagflasi-masa resesi dan inflasi.
Output jatuh dan harga naik.
Pembuat kebijakan yang dapat
mempengaruhi permintaan agregat tidak
dapat mengimbangi kedua efek samping
secara bersamaan.
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak netto.
Kebijakan ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat . Kebijakan
fiskal ekspansif dilakukan pada saat perekonomian mengalami
resesi/depresi dan pengangguran yang tinggi.

2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif


menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. Kebijakan ini
bertujuan untuk menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi
inflasi.

3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)


Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan
pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran
berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan
disiplin.

*memberikan stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan sektor riil.


*kurva penawaran uang berbentuk vertikal karena, jumlah uang yang
beredar akan memiliki jumlah yang tetap meskipun tingkat suku bunga
berubah.
Permintaan uang diartikan sebagai kebutuhan masyarakat akan uang tunai.
Menurut John Maynard Keynes ada 3 motif yang mempengaruhi permintaan
uang tunai oleh masyarakat. Ketiga motif tersebut yaitu:

1. Permintaan uang untuk transaksi (transaction demand)


Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk
membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Permintaan uang untuk
transaksi memiliki hubungan positif dengan pendapatan. Jika pendapatan naik,
maka permintaan uang untuk keperluan bertransaksi juga meningkat.

2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga (precautionary demand)


Permintaan terhadap uang bisa saja karena orang ingin berjaga-jaga terhadap
suatu peristiwa yang tidak dikehendaki seperti sakit, kecelakaan, kebanjiran dan
kebakaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga juga memiliki hubungan positif
dengan pendapatan.

3. Permintaan uang untuk spekulasi (speculative demand)


Spekulasi berarti melakukan sesuatu tindakan atas dasar ramalan perubahan
nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga
rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat dimasa depan, mereka
akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang. Jadi,
dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan
dari peningkatan harga rumah, saham, atau emas di masa depan. Ini tentu
dengan sendirinya mengurangi permintaan uang.
Penurunan Kurva IS
Pendekatan empat diagram

Pada pendekatan 4 diagram,


Kuadran (a) adalah kuadran yang menggambarkan keseimbangan antara S dengan I
dan antara T dengan G. Dalam perekonomian diasumsikan bahwa semua saving
diinvestasikan sehingga S = I, yaitu income dalam ekuilibrium. Demikian juga
penerimaan pajak (T) dikeluarkan oleh pemerintah (G), sehingga akhirnya I+G = S+T.

Kuadran (b) adalah kuadran investasi (I) dan pengeluaran pemerintah. Diasumsikan
bahwa investasi dipengaruhi tingkat bunga (I = e f.i), sedangkan pengeluaran
merupakan variabel otonomus (G = Go).

Kuadran (c) merupakan diagram penabungan tambah pajak (sebagai padanan dari
kuadran (b)). Persamaan penabungan S = -a + bY bT.
- Pada tingkat bunga i1 didapatkan titik A pada kuadran (d).
- Pada tingkat bunga i2 didapatkan titik B pada kuadran (d),
- Melalui titik A dan titik B dapat dihubungkan kurva IS pada kuadran (d).

Definisi kurva IS pada pendekatan empat kuadran sama dengan dengan kurva IS pada
pendekatan dua kuadran. Kurva IS adalah kedudukan kombinasi tingkat bunga dengan
pendapatan di mana terjadi keseimbangan antara aggregate demand dan supply, yaitu
S + T = I + G.

Pada pendekatan empat kuadran memiliki kelebihan pada kuadran (c). Pada kuadran
(c) menjelaskan perubahan variabel penabungan dan perpajakan dapat dianalisis
pengaruhnya terhadap kurva IS. Kurva IS dengan pendekatan 2 diagram lebih ringkas
dibandingkan dengan pendekatan 4 diagram.

Anda mungkin juga menyukai