Anda di halaman 1dari 7

PARAMETERS THAT

CONTROL ALUVIAL
DEPOSITS
CREATED BY : NURAIMAN FEBIANSYAH
ALUVIAL

Merupakan satuan batuan yang mengalami proses sedimentasi :


Pembentukan Endapan, pelapukan, dan transportasi yang dibentuk dari batuan
sebelumnya. Alluvial terbentuk biasanya pada daerah sungai ataupun pantai.

Paramater yang berkaitan dengan aluvial deposite :


Laju aliran air
Bahan induk asal tanah
Iklim
LAJU ALIRAN AIR

Laju aliran air sangat berpengaruh pada pembentukan aluvial karena dengan
laju aliran yang cepat menghasilkan aluvial dengan tekstur yang kasar
karena material besar dari atas terbawa oleh air, sedangkan ketika aliran air
nya lambat maka tekstur aluvial nya akan halus, karena material yang
dibawa berupa material yang kecil dan halus.
BAHAN INDUK ASAL TANAH DAN TOPOGRAFI

Bahan asal tanah sangat mempengaruhi jenis aluvial yang terbentuk


dibawah, dimana kita tau bahwa tanah mempunyai tingkat kesuburan yang
bervariasi mulai dari rendah sampai tinggi, selain itu tekstur tanah juga
berpengaruh dari sedang sampai tinggi, kandungan bahan organic, serta ph
tanah juga berpengaruh
IKLIM

Iklim juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan aluvial deposit. Iklim


berkaitan erat dengan parameter pertama yaitu laju aliran air, jika iklim nya
sedang hujan deras maka aliran air akan deras, sedangkan jika iklim sedang
tidak hujan maka aliran air sedang, itupun mempengaruhi bentuk/ hasil
aluvial yang terjadi.
DIFFERENT BETWEEN ALLUVIAL FAN AND
DELTA
Alluvial fan :
Kenampakan pada mulut lembah yang berbentuk kipas merupakan hasil proses
pengendapan atau akhir dari sistem erosi deposisi yang dibawa oleh sungai.
Terjadi di lingkungan kaki pengunungan, dimana air kehilangan energi untuk
membawa sedimen ketika melintasi dataran. Terjadi perubahan gradien yang
drastis, sehingga pengendapan material cepat. Material kasar terendapkan pada
kemiringan lereng, sedangkan material halus terndapakan pada pendataran.
DELTA

Delta adalah tanah datar hasil pengendapan yang dibentuk oleh sungai,
muara sungai, dimana timbunan sedimen tersebut mengakibatkan
propagradasi yang tidak teratuur pada garis pantai ( Coleman, 1968 : Scott &
Fisher, 1969 ). Delta terbentuk dari gabungan lingkungan darat dan laut
( danau / laut ) sedimen yang dihasilkan berupa pasir, lanau, dan lempung.
Beberapa delta mempunyai kenampkan seperti kipas aluvial tetapi berbeda
beda satu sama lain.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh pengurangan kecepatan aliran yang
masuk kedalam air laut yang tetap, perluasan delta secara vertikal terbatas,
sehingga kemiringan delta lebih datar dibandingkan kipas aluvial.