Anda di halaman 1dari 22

Resonansi Gelombang Bunyi

TT10B :
1. Syarahbil Pawellang (111130400)
2. Maulida Yumnisari (111130404)
3. Nasya Ayudina Darsono (111130405)
4. Dewanto Meilano Ega Utama
(111130407)
5. Ardella Stephanie Putri (111130408)
6. Mohamad Azka Rijalfaris (111130409)
Tujuan
1. Memahami peristiwa resonansi gelombang bunyi
2. Menentukan kecepatan rambat bunyi dalam udara
3. Memahami pengaruh perubahan suhu terhadap cepat rambat bunyi
Alat-alat Percobaan
1. Audio Frequency Generator + Speaker
2. Tabung Resonansi Berskala
3. Reservoir Air dari Plastik
4. Selang Karet
Teori Dasar
Peristiwa resonansi adalah ikut bergetarnya benda lain dengan
frekuensi sama dengan sumbernya. Resonansi gelombang bunyi pada
tabung udara (dikenal dengan pipa organa) adalah ikut bergetarnya
molekul udara dengan frekuensi sama dengan sumber bunyi, secara
fisik peristiwa ini dapat diketahui dengan bertambah kerasnya suara
sumber.
Teori Dasar
Pipa organa terbuka Pipa organa tertutup
Teori Dasar
Pipa organa terbuka Pipa organa tertutup


Data yang diperoleh
F = 600 Hz
Panjang pipa Permukaa Lm
Permukaan
resonansi ke- n (rata-
diturunkan
m dinaikkan rata)
L1 14 cm 14 cm 0,14 m
L2 45,5 cm 45,5 cm 0,455 m
L3 77 cm 77 cm 0,77 m
L4 108 cm 108 cm 1,08 m
Data yang diperoleh
F = 700 Hz
Panjang pipa Permukaa Lm
Permukaan
resonansi ke- n (rata-
diturunkan
m dinaikkan rata)
L1 12 cm 12 cm 0,12 cm
L2 39 cm 39 cm 0,39 m
L3 66 cm 66 cm 0,66 m
L4 93 cm 93 cm 0,93 m
Data yang diperoleh
F = 800 Hz
Panjang pipa Permukaa Lm
Permukaan
resonansi ke- n (rata-
diturunkan
m dinaikkan rata)
0,1025
L1 10 cm 10,5 cm
m
L2 34 cm 34 cm 0,34 m
L3 57 cm 57 cm 0,57 m
L4 0,795 cm 79,5 cm 0,795 m
Pengolahan data
A. Secara grafis

y x b a

Pengolahan data
F = 600 Hz F = 700 Hz
N N
X Y XY X Y XY
o o
1 1 0.14 1 0.0196 0.14 1 1 0.12 1 0.0144 0.12
0.45 0.2070 2 2 0.39 4 0.1521 0.78
2 2 4 0.91
5 25 3 3 0.66 9 0.4356 1.98
3 3 0.77 9 0.5929 2.31
4 4 0.93 16 0.8649 3.72
4 4 1.08 16 1.1664 4.32 1.4670
2.44 1.9859 10 2.1 30 6.6
10 30 7.68 00
5 25
Pengolahan data
F = 800 Hz
N
X Y XY
o
0.10 0.010506 0.102
1 1 1
3 25 5
2 2 0.34 4 0.1156 0.68
3 3 0.57 9 0.3249 1.71
0.79
4 4 16 0.632025 3.18
5
1.80 5.672
10 30 1.08303
8 5
Pengolahan data




Pengolahan data

Pelaporan
m/


Pengolahan data
B. Secara analitis


Terbesar




Pengolahan data
B. Secara analitis
7


Pengolahan data
B. Secara analitis
8





Terbesar

Pelaporan
m/


Pengolahan data
C. Secara empiris


Analisis
Secara grafis dan analitis hasilnya berbeda dengan cepat rambat
bunyi. Karena pada saat percobaan terdaat gangguan yang dapat
membuat hasil kecepatan berbeda jauh dengan referensi. Secara
empiris hasilnya tidak berbeda jauh dengan cepat rambat bunyi
referensi. Karena yang digunakan hanya suhu pada ruangan tersebut
dalam perhitungan.
Frekuensi berpengaruh terhadap cepat rambat bunyi. Sesuai dengan
rumus , semakin tinggi frekuensi maka cepat rambat bunyi semakin
tinggi pula.
Suhu berpengaruh terhadap cepat rambat bunyi. Semakin tinggi
suhunya maka cepat rambat bunyi juga akan tinggi dan juga
sebaliknya.
Pada percobaan ini, pada saat volume suara membesar maka telah
terjadi sekali resonansi pada titik tersebut.
Apabila cairan diganti dengan zat cair yang kental akan berpengaruh.
Kesimpulan
Resonansi Gelombang Bunyi adalah ikut bergetarnya
molekul udara dengan frekuensi yang sama dengan sumber
bunyi.
Dalam praktikum ini, kita menggunakan 3 cara dalam
pengolahan data, yaitu secara grafis, analitis, dan empiris.
Dalam praktikum ini, pada saat volume suara keras maka
titik tersebut sedang terjadi resonansi.
Keterbatasan pengamat, keterbatasan alat, dan gangguan
suara dapat mempengaruhi hasil pengamatan.