Anda di halaman 1dari 26

HEPATITIS B

Nanda A. Armanda
Anatomi dan Fisiologi Hepar
Hepar merupakan kelenjar
yang terbesar dalam tubuh
manusia
Hepar pada manusia
terletak pada bagian atas
cavum abdominis, di bawah
diafragma, di kedua sisi
kuadran atas, yang sebagian
besar terdapat pada sebelah
kanan.
Beratnya 1200 1600 gram.
Anatomi dan Fisiologi Hepar
Sistem
pembuluh
kapiler: Sinusoid,
diliputi oleh sel-
sel fagosit yang
disebut sel
Kupfer.
Vena sentralis
Traktus portalis
Etiologi dan Patogenesis
Hepatitis B disebabkan oleh virus
hepatitis B (VHB)
Virus hepatitis B berupa partikel dua
lapis.
Lapisan luar: antigen HBsAg
Pada inti terdapat DNA VHB
Polimerase.
Hepatitis B core antigen (HBcAg) dan
Hepatitis B e antigen (HBeAg).
Virus hepatitis B mempunyai masa
inkubasi 45-80 hari, rata-rata 80-90
hari.3
Etiologi dan Patogenesis
Faktor Predisposisi
Faktor penjamu (host)
Umur: bayi dan anak
Jenis kelamin: wanita
Mekanisme pertahanan tubuh: BBL
Kebiasaan hidup
Pekerjaan
Agent
lingkungan
Faktor Predisposisi
Lingkungan:
Lingkungan dengan sanitasi buruk
Daerah dengan angka prevalensi VHB
nya tinggi
Daerah unit pembedahan
Daerah unit laboratorium
Daerah unit bank darah.
Daerah unit perawatan penyakit dalam
Sumber Penularan
Darah
Transmisi seksual.
Penetrasi jaringan (perkutan) atau
permukosa
Transmisi maternal-neonatal, maternal-
infant.
Cara penularan:
Vertikal
horizontal
Manifestasi Klinis
Hepatitis B akut yang khas, gejala klinis 3 fase:
Fase praikterik : malaise umum, mialgia, atralgia
dan mudah lelah, gejala saluran napas atas dan
anoreksia, nyeri abdomen
Fase ikterik: Ikterus, jarang terjadi perburukan
gejala prodormal, hepatomegali dan splenomegali
Fase konvalesen: menghilangnya ikterus dan
kelainan lain, hepatomegali dan abnormalitas
fungsi hati tetap ada. Perbaikan klinis dan
laboratorium lengkap akan terjadi dalam 16
minggu.5
Manifestasi Klinik
Hepatitis akut fulminan:
Bentuk ini sekitar 1 %
Gambaran sakit berat dan sebagian
besar mempunyai prognosa buruk
dalam 7-10 hari
Kesadaran cepat menurun hingga koma,
mual dan muntah yang hebat disertai
gelisah
Manifestasi Klinik
Hepatitis B Kronik, 3 fase penting:
Fase imunotoleransi.
VHB ada dalam fase replikatif dengan titer HbsAg yang tinggi,
HbeAg positif, anti Hbe negatif, titer DNA VHB tinggi dengan
kadar ALT (alanin aminotransferase) yang relatif normal.
Fase imunoaktif atau fase immune clearance.
Akibat terjadinya replikasi VHB yang berkepanjangan, terjadi
proses nekroinflamasi yang ditandai dengan naiknya kadar ALT.
Fase nonreplikatif atau fase residual.
Titer HbsAg rendah dengan HbeAg yang menjadi negatif dan
anti Hbe yang menjadi positif secara spontan, serta kadar ALT
yang normal, yang menandai terjadinya fase nonreplikatif atau
fase residual.
Diagnosis
Tes laboratorium
Tes antigen antibodi VHB
HBsAg
Anti HBs
HbeAg
Anti HBeAg
HBcAg
Anti HBc
Penanda Serologik Hepatitis B Akut
Diagnosis
Diagnosis
Viral load HBV-DNA.
Faal hati. SGOT (Serum Glutamic
Oxaloasetic Transaminase) dan SGPT
(Serum Glutamic Pyruvic Transaminase)
Alfa-fetoprotein (AFP)
Biopsi hati untuk memonitor apakah
pasien calon yang baik untuk diterapi
antivirus dan untuk menilai
keberhasilan terapi.
Pencegahan
Imunoprofilaksis vaksin hepatitis B
sebelum paparan
Indikasi pemberian:
Imunisasi universal untuk bayi baru lahir.
Vaksinasi untuk anak sampai umur 19 tahun (bila
belum divaksinasi)
Grup resiko tinggi: pasangan dan anggota keluarga
yang kontak dengan karier hepatitis B, pekerja
kesehatan dan pekerja yang terpapar darah,
homoseksual dan biseksual pria, individu dengan
banyak pasangan seksual, resipien transfusi darah,
pasien hemodialisis, sesama narapidana, individu
dengan penyakit hati yang telah ada.
Pencegahan
Pencegahan
Imunoprofilaksis pasca paparan dengan vaksin hepatitis B
dan imunogobulin hepatitis B (HBIG)
Indikasi:
Kontak seksual dengan individu yang terinfeksi hepatitis
akut:
Dosis 0,04-0,07 ml/kg HBIG sesegera mungkin setelah paparan.
Vaksin HBV pertama diberikan pada saat atau hari yang sama
pada sisi lain.
Vaksin kedua dan ketiga diberikan 1 dan 6 bulan kemudian.
Neonatus dari ibu yang diketahui mengidap HbsAg positif:
Setengah mililiter HBIG diberikan dalam waktu 12 jam setelah
lahir di bagian anterolateral otot paha atas.
Vaksin HBV dengan dosis 5-10 ug, diberikan dalam waktu 12 jam
pada sisi lain, diulang pada 1 dan 6 bulan.
terapi
Umumnya pada anak terjadi
serokonversi HBeAg secara spontan
observasi selama 6 sampai 12
bulan
Jika tidak terjadi serokonversi
terapi
Anak dengan peningkatan ALT atau
biopsi hati menunjukkan
nekroinflamasi terapi
Terapi
Kelompok imunomodulasi
Interferon.
Timosin alfa 1
Vaksinasi terapi.
Kelompok terapi antiviral
Lamivudin
Adefovir dipivoksil
Interferon Alfa
IFN adalah kelompok protein intracelular yang normal
ada dalam tubuh dan diproduksi oleh berbagai
macam sel
Beberapa fungsi interferon adalah sebagai antiviral,
imunomodulator, anti ploriferatif dan antifibrotik
Pada pasien hepatitis B terjadi penurunan kadar IFN,
sebagai akibatnya terjadi gangguan penampilan
molekul HLA kelas I pada membran hepatosit
IFN merupakan pilihan pada pasien Hepatitis B kronik
nonsirotik dengan HbeAg positif dengan aktifitas
penyakit ringan sampai sedang.
Dosis: 6 MIU/m2 3 kali seminggu selama 24 minggu
Interferon alfa
Keuntungan:
Jarang terjadi resistensi
Durasi terapi yang relatif lebih pendek
Kerugian:
Efek samping
Rute pemberian (subkutan)
Efek samping:
Flu Like Syndrom
Supresi sumsum tulang
Deperesi
Rambut rontok
Penurunan berat badan
Gangguan fungsi tiroid
Timosin Alfa 1
Timosin adalah suatu jenis sitotoksin
yang berfungsi merangsang limfosit
Menurunkan replikasi VHB dan
menurunkan kadar atau menghilangkan
DNA VHB
Keuntungan:
Penurunan DNA VHB yang lebih cepat
dibandingkan IFN Alfa
Tidak adanya efek samping seperti IFN Alfa
Lamivudin
Lamivudin menghambat enzim
reverse transkriptase yang berfungsi
dalam transkripsi balik dari RNA
menjadi DNA yang terjadi dalam
replikasi VHB
Penggunaan lamivudin pada anak-
anak dianjurkan 3 mg/kgBB/hari tiap
hari selama 52 minggu.
Adefovir Dipivoksil
Adefovir dipivoksil menghambat
enzim reverse transkriptase
Keuntungan penggunaan adefovir
adalah jarang terjadinya resistensi
Jika diberikan setiap hari selama 48
minggu, terbukti memberikan hasil
yang signifikan.
Terimakasih