Anda di halaman 1dari 78

Lutfi Aulia

012116437
Definisi Waham
Waham merupakan suatu keyakinan atau
pikiran yang salah karena bertentangan
dengan kenyataan (dunia realitas), serta
dibangun atas unsur-unsur yang tak
berdasarkan logika, namun individu tidak
mau melepaskan wahamnya walaupun
ada bukti tentang ketidakbenaran atas
keyakinan itu
Keyakinan dalam bidang agama dan
budaya tidak dianggap sebagai waham
Jenis-jenis Waham
Waham dapat berbentuk :
a.Waham yang sistematik
Yi waham yang sesudah dianalisis,
memperlihatkan suatu pola sentral tertentu yang
kemudian dibesar-besarkan atau ditambah-tambah
secara rapi menjadi sistematik. Walaupun unsur-
unsur dasarnya salah dan tak logis, akhirnya
diperoleh suatu waham yang telah terbentuk dan
berkembang secara konsekuen
b. Waham yang non sistematik
Waham yang bekembang secara luas, tetapi tidak
memperlihatkan suatu pola sentral tertentu
Lanjutan .
c. Waham kebesaran (delusi megaloman)
Waham yang ekspansif, hendak meyakinkan
orang tentang kebesaran daripada individu
bersangkutan (seperti jadi Tuhan, presiden,
panglima besar, dan sebagainya)
d. Waham kehinaan (delusi nihilistic)
Waham yang hendak meyakinkan orang
tentang sifat hina diri, rendah, miskin, hampa,
sia-sia dan sebagainya daripada individu
yang bersangkutan, hal yang mana sama
sekali bertentangan dengan kenyataan
Lanjutan .
e. Waham tuduhan diri
Keyakinan berdosa dan bersalah yang
irrealistik dan irrasional. Konsekuensinya
adalah kepercayaannya bahwa sudah
selayaknya ia harus dihukum berat atau
menjalani hukuman mati sekalipun
f. Waham kejaran (delution of persecution)
Waham individu itu senantiasa dikejar-kejar
oleh orang atau sekelompok yang bermaksud
berbuat jahat kepadanya
Lanjutan ..

g. Waham sindiran
Waham bahwa individu yang
bersangkutan itu selalu disindir oleh
orang-orang disekitarnya. Biasanya
individu yang memiliki waham sindiran itu
mencari-cari hubungan antara dirinya
dengan individu-individu sekitarnya yang
bermaksud menuduh atau menyindir hal-
hal yang tak senonoh kepada dirinya
Beberapa tambahan jenis-jenis gangguan waham al :
a.Erotomania: waham cinta, biasanya terhadap orang-
orang terkenal (bintang film, pejabat)
b. Kebesaran (megalomania): punya kelebihan,
kekuatan, kekuasaan; penemuan penting; waham
keagamaan (pemimpin umat, nabi)
c. Cemburu: paranoia, lebih sering pada laki-laki
d. Penganiayaan: paling sering yi pemarah, benci,
menyakiti
e. Somatik: dikenal sebagai psikosis
hipokondriakal monosimptomatik; sering
infeksi (bakteri, virus, parasit);
dysmorphofobia (bentuk tidak serasi pada
hidung dan dada); bau badan (kulit, mulut,
vagina, dsb)
Jenis-jenis waham menurut Maramis,
Stuart and Sundeen ( 1998) dan
Keliat (1998)
Waham agama : keyakinan pend terhadap
suatu agama secara berlebihan diucapkan
berulang kali tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan.
Waham kebesaran : pend yakin secara
berlebihan bahwa ia memiliki kebesaran
atau kekuatan khusus diucapkan berulang
kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
Waham somatic : klien meyakini bahwa tubuh
atau bagian tubuhnya terganggu dan terserang
penyakit, diucapkan berulang kali tetapi tidak
sesuai dengan kenyataan.
Waham curiga : kecurigaan yang berlebihan dan
tidak rasional dimana pend yakin bahwa ada
seseorang atau kelompok orang yang berusaha
merugikan atau mencurigai dirinya, diucapkan
berulang kali tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan
Waham nihilistic : pend yakin bahwa dirinya
sudah tidak ada di dunia atau sudah
meninggal, diucapkan berulang kali tetapi tidak
sesuai dengan kenyataan
Waham bizar :
a. Sisip pikir : pend yakin ada ide pikiran orang
lain yang dsisipkan di dalam pikiran yang
disampaikan secara berulang dan tidak sesuai
dengan kenyataan
b. Siar pikir : pend yakin bahwa orang lain
mengetahui apa yang dia pikirkan
walaupun dia tidak menyatakan kepada
orang tersebut, diucapkan berulang kali
tetapi tidak sesuai dengan kenyataan
c. Kontrol pikir : pend yakin pikirannya
dikontrol oleh kekuatan dari luar.
Fase-Fase Waham
1. Lack of Selfesteen
- Tidak ada pengakuan lingkungan dan
meningkatnya kesenjangan antara kenyataan
dan harapan.
cth : perceraian -> berumah tangga tidak diterima
oleh lingkungannya.
2. Control Internal Eksternal
- Mencoba berpikir rasional, menutupi
kekurangan dan tidak sesuai dengan
kenyataan. cth : seseorang yang mencoba
menutupi kekurangan
3. Environment support
- kerusakan control dan tidak berfungsi normal
ditandai dengan tidak merasa bersalah saat
berbohong. cth : seseorang yang mengaku
dirinya adalah guru tari . Adanya beberapa orang
yang mempercayai pend dalam lingkungan,
pend merasa didukung, pend menganggap hal
yang dikatakan sebagai kebenaran, kerusakan
control diri dan tidak berfungsi normal (super
ego)
4. Fisik Comforting
Pend merasa nyaman dgn kebohongannya
5. Fase Improving
- Jika tidak ada konfrontasi dan korelasi maka
keyakinan yang salah akan meningkat
Delerium
Dementia
Sindroma Amnestik dan
GANGGUAN halusinosis organik
GANGGUAN
MENTAL
MENTAL Sindroma waham organik
ORGANIK
ORGANIK Sindroma afektif organik
Sindroma Kepribadian organik
Intoksikasi dan Sindroma
Putus Zat
GANGGUAN
GANGGUAN
PSIKOTIK
PSIKOTIK

Skizofrenia
GANGGUAN
GANGGUAN Gangguan afektif berat
PSIKOTIK
PSIKOTIK Gangguan Paranoid
FUNGSIONAL
FUNGSIONAL Psikosis Non Organik lainnya
Definisi
Skizofrenia merupakan gangguan
psikotik yang paling sering
Merupakan sekelompok sindrom klinik
yang ditandai dengan distorsi proses
pikir, persepsi, emosi, dan perilaku.
Gangguan ini sering berskala berat
dan berlangsung dalam jangka waktu
yang panjang.
Awal sebelum diagnosis mempunyai
gag. Kepribadian skizoid, ambang,
antisosial, skizotipal
1. PERBEDAAN PSIKOSIS dan
NON PSIKOSIS
a. Gangguan psikosis adalah kondisi dengan
hendaya ( kerusakan ) yang berat dari daya
nilai realitas.
b. Bukti langsung hendaya dari daya nilai
realitas dapat ditentukan berdasarkan
terdapatnya :
Waham
Halusinasi tanpa tilikan akan sifat patologik
kondisi itu
Inkoheresi
Katamonia
Epidemiologi
1% dari seluruh org di dunia
Onset biasanya pada usia remaja
akhir atau dewasa muda
Laki-laki: 15-25 tahun
Perempuan: 25-35 tahun
Prevalensi laki2 = perempuan
Prognosis lebih buruk di laki-laki
dibanding perempuan
Etiologi
Belum ditemukan etiologi yang
pasti, masih hipotesis.
1. Diatesis-Stres
Kerentanan spesifik tekanan
berupa stres biologis, psikososial,
atau lingkungan
2. Biokimia
- dopamin, serotonin, glutamat,
GABA, NE
Dopamin:
aktivitas dopaminergik di mesolimbik
gejala positif
aktivitas dopaminergik di mesokortikal
gejala negatif
Serotonin: serotonin
Norepinefrin: NE di forebrain limbik
GABA: hilangnya neuron GABAnergik
inhibitorikneuron dopaminergik dan
noradrenergik
Glutamat: hiperaktivitas, hipoaktivitas
&neurotoksisitas terinduksi glutamat
3. Neuropatologi
Berkurangnya volume otak atau
disfungsi bagian otak
Pencitraan Neuro
CT&MRI: pembesaran ventrikel
ketiga dan lateral, reduksi
volume korteks dan serebelum,
asimetri serebri abnormal,
perubahan densitas otak
MRI fungsional: perbedaan aktivasi
korteks sensorimotorik &penurunan
aliran darah ke lobus oksipital
MRS: hipoaktivitas korteks prefrontal
PET: aktivitas metabolik
EEG: kekerapan spike setelah
kurang tidur
Psikoneuroimunologi: produksi
IL2& sel T, antibodi anti neuron
Psikoneuroendokrinologi: uji supresi
deksametason abnormal, FSH-LH,
kurangnya pelepasan prolaktin & GH
4. Faktor genetik:
Semakin dekat hubungan kekerabatan,
semakin tinggi resikonya
kromosom 5,6,8,11,18,19,22;
mutasi pada pengkodean gen cathecol-
O-methyl transferase (COMT), enzim
yang mengkatabolisme dopamine
5. Faktor psikososial
Teori psikoanalitik: defek ego
pengaruhi interpretasi thp realitas &
pengendalian hasrat dari dalam diri
Teori pembelajaran: meniru orang
tua dengan masalah emosional
Dinamika keluarga: Kekacauan dan
dinamika keluarga memegang
peranan penting dalam
menimbulkan kekambuhan dan
mempertahankan remisi
Manifestasi Klinik
Yang tampak pada:
Deskripsi Umum
Gangguan proses pikir
Gangguan isi pikir
Gangguan emosi
Gangguan persepsi
Deskripsi Umum
Pasien cenderung menelantarkan
penampilannya
Kerapihan dan higiene pribadi
terabaikan
Berbagai perilaku tak sesuai atau aneh
dapat terlihat: gerakan tubuh yang
aneh, menyeringai, perilaku ritual,
agresif, perilaku seksual yang tidak
pantas
Gangguan proses pikir
Asosiasi longgar
ide seolah dapat melompat dari satu topik
ke topik lain yang tak berhubungan.
Pemasukan berlebih
arus pikiran terganggu krn pikirannya
sering dimasuki informasi yang tidak
relevan
Neologisme
pasien menciptakan kata-kata baru
Terhambat
pembicaraan tiba-tiba berhenti
Gangguan proses pikir
Klang asosiasi / asosiasi bunyi
Mengucapkan perkataan yang mempunyai
persamaan bunyi
Ekolalia
Mengulang kata-kata yang baru diucapkan orang
lain
Konkritisasi
Pasien dengan IQ normal atau lebih tinggi,
memiliki kemampuan berpikir abstrak yang
sangat buruk
Alogia
Miskin pembicaraan dan miskin isi pembicaraan
Gangguan isi pikir
Waham: kepercayaan palsu yang
menetap dan tak sesuai dengan
fakta dan tetap dipertahankan
meskipun telah diperlihatkan bukti-bukti
yang jelas untuk mengoreksinya
W. aneh: mata saya adalah komputer yang
dapat mengontrol dunia
W. Tidak aneh, hanya sangat tidak
mungkin: FBI mengikuti saya
Semakin akut, semakin sering ditemui
waham disorganisasi atau waham tidak
sistematis.
waham kebesaran:
waham akan seseorang yang merasa
sangat kuat dan berkuasa
waham kejaran (persekutorik):
satu delusi yang menandai seorang
paranoid, yang mengira bahwa dirinya
adalah korban dari usaha untuk
melukainya
waham rujukan (delusion of
reference):
meyakini bahwa orang lain itu pasti akan
memfitnah, membahayakan, atau akan
menjahati dirinya.
Thought withdrawal
pikirannya ditarik oleh orang/kekuatan lain
Thought insertion:
pikirannya disisipi oleh orang/kekuatan
lain
Thought broadcasting:
pikirannya diketahui oleh orang lain,
tersiar di udara
Thought control:
pikirannya dikendalikan oleh
orang/kekuatan lain
Gangguan persepsi
Halusinasi
- Yang paling sering ditemui: pendengaran,
penciuman,dan perabaan
Ilusi
- misinterpretasi panca indra terhadap
objek
Depersonalisasi
adanya perasaan asing terhadap diri sendiri
Derealisasi
adanya perasaan asing terhadap lingkungan
Gangguan emosi
Anhedonia
ketidakmampuan merasakan rasa senang
Afek tumpul atau datar
ekspresi emosi pasien sangat sedikit
bahkan ketika afek tersebut seharusnya
diekspresikan.
Afek tak serasi
Afek mungkin bersemangat atau kuat,
tetapi tidak sesuai dengan pikiran dan
pembicaraan pasien
Afek labil
Dalam jangka pendek terjadi perubahan
afek yang jelas
Gangguan perilaku dan
tilikan
Gangguan perilaku
Gerakan tubuh aneh, wajah
menyeringai, perilaku ritual, sangat
ketolol-tololan, agresif, dan perilaku
seksual yang tidak pantas, katatonia.
Tilikan
Pasien biasanya tidak menyadari
penyakitnya serta kebutuhannya
terhadap pengobatan
Gejala Positip & Gejala Negatif
Skizofrnia
Gejala positif ( Positive Symptom ):
Berupa peningkatan atau distorsi
dari fungsi yang normal
waham
Halusinasi
Inkoherensi, sosialisasi longgar, peningkatan
pembiacaraan
Perilaku yang sangat kacau
Gejala Negatif ( Negative
Symptom ) : Berupa pengurangan
atau kehilangan dari fungsi normal
Ekspresi afektif yang datar
Alogia ( kemiskinan pembicaraan )
Avolition ( ketidakmampuan memulai dan
mempertahankan aktivitas yang bertujuan )
Anhedonia
Bloking
Penarikan sosial
Defisit kognitif
Defisit perhatian
Ketidak mampuan merawat diri
PSIKOSIS FUNGSIONAL
0801

> 1 BULAN
AFEKTIF - / <
ya tidak

pikiran aneh Nonskizofrenia


Satu
Waham aneh
gejala
Halusinasi akustik
Waham tak mungkin
atau
halusinasi menetap
Inkoherensi / tak relevan
Dua
Katatonia
gejala Gejala negatif

YA TIDAK

Skizofrenia Nonskizofrenia
DIAGNOSA SKIZOFRENIA
Kriteria berdasarkan PPDGJ III:
Harus ada sedikitnya 1 gejala berikut ini yang
sangat jelas (atau 2 gejala atau lebih bila gejala
gejala tersebut kurang tajam atau jelas):
A: Thought echo: isi pikiran dirinya sendiri yang
berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak
keras) dan isi pikiran ulangan walaupun isinya sama
namun kualitasnya berbeda.
Thought insertion or withdrawal: isi pikiran yang
asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion)
atau pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar
dirinya (withdrawal)
Thought broadcasting: isi pikirannya tersiar ke
luar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya.
B: Delusion of control : waham
tentang dirinya dikendalikan oleh suatu
kekuatan tertentu dari luar
Delusion of influence: waham tentang
dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan
tertentu dari luar
Delusion of passivity: waham tentang
dirinya tidak berdaya dan pasrah
terhadap suatu kekuatan dari luar
Delusional perception: pengalaman
inderawi yang tidak wajar, yang
bermakna sangat khas bagi dirinya,
biasanya bersifat mistik atau mukjizat.
C: Halusinasi auditorik: suara halusinasi
berkomentar secara terus menerus
terhadap perilaku pasien; atau
mendiskusikan perihal pasien di antara
mereka sendiri; atau jenis suara halusinasi
lain yang berasal dari salah satu bagian
tubuh
D: Waham waham menetap lainnya yang
menurut budaya setempat dianggap tidak
wajar atau sesuatu yang mustahil.
Atau paling sedikit dua gejala di bawah ini
yang harus selalu ada secara jelas:
e. Halusinasi yang menetap dari panca indera apa
saja, apabila disertai baik oleh waham yang
mengambang maupun yang setengah berbentuk
tanpa kandungan afektif yang jelas, ataupun
disertai oleh ide ide berlebihan yang menetap,
atau apabila terjadi setiap hari selama
berminggu minggu atau berbulan bulan.
f. Arus pikiran yang terputus (break) atau yang
mengalami sisipan, yang berakibat inkoherensi
atau pembicaraan yang tidak relevan atau
neologisme.
g. Perilaku katatonik seperti keadaan gaduh
gelisah, postur tubuh tertentu, atau
fleksibilitas cerea. Negativme, mutisme, dan
stupor.
h. Gejala gejala negatif seperti sikap sangat
apatis, bicara yang jarang, dan respons
emosional yang menumpul atau tidak wajar,
biasanya yang mengakibatkan penarikan diri
dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja
sosial. Tetapi harus jelas bahwa semua hal
tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau
medikasi neuroleptika.
Adanya gejala gejala khas tersebut diatas
telah berlangsung selama kurun waktu 1 bulan
atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase
nonpsikotik prodormal)
Harus ada perubahan yang konsisten dan
bermakna dalam mutu keseluruhan dari
beberapa aspek perilaku pribadi,
bermanifestasi sebagai kehilangan minat, hidup
tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut
dalam diri sendiri, dan penarikan diri dari sosial
Subtipe ditegakkan berdasarkan atas
manifestasi perilaku yang paling menonjol
KLASIFIKASI SKIZOFRENIA
F 20.0 Tipe Paranoid
F20.1 Tipe Disorganisasi
atau Hebefrenik
F 20.2Tipe Katatonik
F 20.3 Tipe Tak Terinci
F 20.4 Depresi Pasca-
Skizofrenia
F 20.5 Tipe Residual
F20.6: Skizofrenia
Simpleks
F 20.8 Skizofrenia
lainnya
F 20.9: Skizofrenia YTT
TIPE PARANOID
Tipe paling stabil dan sering
Gejala terlihat sangat konsisten; pasien dapat
atau tidak bertindak sesuai dengan wahamnya
Pasien sering tak kooperatif dan sulit untuk
diajak kerjasama, mungkin agresif, marah atau
ketakutan
Pasien jarang memperlihatkan perilaku
inkoheren dan disorganisasi dan afek jarang
terganggu
Tegang, mudah curiga, berjaga-jaga, berhati-hati
Gejala yang menonjol: waham kebesaran, kejar,
rujukan, dikendalikan, dipengaruhi, dan
cemburu; halusinasi akustik berupa ancaman,
perintah, menghina.
PPDGJ III
Memenuhi kriteria umum diagnosis
Skizofrenia
Sebagai tambahan:
Halusinasi auditorik, yang mengancam
pasien atau memberi perintah, atau yang
tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit
(whistling), mendengung (humming), atau
bunyi tawa (laughing)
Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa
atau bersifat seksual atau lain-lain perasaan
tubuh; hal visual mungkin ada tapi jarang
menonjol
Waham dapat berupa hampir setiap jenis;
yang paling khas adalah delusion of
control, delusion of influence, atau
delusion of passivity dan keyakinan
dikejar-kejar yang beraneka ragam
TIPE DISORGANISASI/
HEBEFRENIK
Regresi nyata ke perilaku primitif, tak
terinhibisi dan kacau; perilaku kacau
Gangguan pikiran menonjol dan kontak
dengan realita buruk
Umumnya diperlukan pengamatan
kontinu selama 2 atau 3 bulan
Perilaku tidak bertanggung jawab
dan tak dapat diramalkan, serta
mannerisme
Afek tumpul dan tidak wajar, disertai
cekikikan atau perasaan puas diri,
senyum sendiri, menyeringai
Proses pikir mengalami disorganisasi
dan pembicaraan tidak menentu,
serta inkoheren
PPDGJ III

Mememuhi kriteria umum diagnosis


Skizofrenia
Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali
hanya ditegakkan pada usia remaja atau
dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25
tahun)
Kepribadian premorbid meunjukkan ciri khas:
pemalu dan senang menyendiri, namun
tidak harus demikian untuk menentukan
diagnosis
Umumnya diperlukan pengamatan kontinu
selama 2 atau 3 bulan
Perilaku tidak bertanggung jawab dan tak dapat
diramalkan, serta mannerisme; ada kecenderungan
untuk selalu menyendiri dan peilaku memunjukkan
hampa tujuan dan hampa perasaan
Afek dangkal dan tidak wajar, disertai cekikikan
atau perasaan puas diri, senyum sendiri, menyeringai,
mengibuli secara bensenda gurau, keluhan
hipokondriakal, dan ungkapan kata yang diulang-ulang
Proses pikir mengalami disorganisasi dan
pembicaraan tidak menentu, serta inkoheren
TIPE KATATONIK
Gangguan nyata fungsi motorik
Pasien paling sedikit memiliki satu dari
(atau kombinasi) beberapa bentuk
katatonia:
Stupor katatonik atau mutisme
Negativisme katatonik
Rigiditas katatonik
Postur katatonik
Kegembiraan katatonik
PPDGJ III
Memenuhi kriteria umum Skizofrenia
Satu atau lebih dari perilaku berikut:
Stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas
terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta
aktivitas spontan) atau mutisme
Gaduh-gelisah (tampak jelas aktivitas motorik
yang tak bertujuan, yang tidak dipengaruhi
oleh stimuli eksternal)
Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara
sukarela mengambil dan mempertahankan
posisi tubuh tertentu yang tidak
wajar/aneh)
Negativisme (perlawanan terhadap
perintah)
Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh
yang kaku untuk melawan upaya
menggerakkan dirinya)
Fleksibilitas cerea (mempertahankan
anggota gerak dan tubuh dalam posisi
yang dapat dibentuk dari luar)
Gejala-gejala lain: command
automatism, pengulangan kata-kata
TIPE TAK TERINCI
Pasien mempunyai halusinasi, waham
dan gejala psikosis aktif yang menonjol
(mis: kebingungan, inkoheren) atau
memenuhi kriteria skizofrenia, tetapi
tidak dapat digolongkan pada tipe
paranoid, hebefrenik, atau katatonik
Tidak memenuhi kriteria untuk
skizofrenia residual atau depresi pasca-
skizofrenia
TIPE RESIDUAL
Pasien dalam keadaan remisi dari
keadaan akut, tetapi masih
memperlihatkan gejala-gejala
residual
Gejala: penarikan diri secara sosial,
afek datar atau tak serasi, perilaku
eksentrik, asosiasi longgar, pikiran
tak logis
PPDGJ III
Gejala negatif menonjol, misalnya
perlambatan psikomotorik, aktivitas
menurun, afek yang menumpul, sikap
pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan
dalam kuantitas atau isi pembicaraan,
komunikasi non verbal yang buruk
seperti dalam ekspresi muka, kontak
mata, modulasi suara, dan posisi tubuh,
perawatan diri dan kinerja sosial yang
buruk.
Sedikitnya ada riwayat satu episode
psikotik yang jelas di masa lampau yg
memenuhi kriteria diagnosis skizofrenia
Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu
satu tahun dimana intensitas dan
frekuensi gejala yang nyata telah sangat
berkurang dan telah timbul sindrom
negatif dari skizofrenia
Tidak terdapat dementia atau
penyakit/gangguan otak organik lain,
depresi kronis
SKIZOFRENIA SIMPLEKS
Sulit dibuat secara meyakinkan karena
tergantung pada pemastian perkembangan
yang berlangsung perlahan
Progresif dari gejala negatif yang khas dari
Skizofrenia residual tanpa adanya riwayat
halusinasi, waham atau manifestasi lain
tentang adanya episode psikotik sebelumnya
Disertai perubahan yang bermakna pada
perilaku perorangan (kehilangan minat yang
mencolok, kemalasan dan penarikan diri
secara sosial)
DEPRESI PASCA-
SKIZOFRENIA
Suatu episode depresif yang mungkin
sudah berlangsung lama dan timbul
sesudah suatu serangan penyakit
skizofrenia
Beberapa gejala skizofrenia masih ada
tetapi tidak mendominasi gejala
gambaran klinisnya
Gejala dapat berupa gejala positif atau
negatif
PPDGJ III
Pedoman diagnosis depresi pasca
skizofrenia:
Pasien telah menderita skizofrenia selama
12 bulan terakhir
Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada,
tetapi tidak mendominasi gambaran klinis
Gejala-gejala depresif menonjol dan
menganggu, memenuhi paling sedikit
kriteria untuk episode depresif dan telah ada
dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu
Perjalanan Skizofrenia
F 20.x0 Berkelanjutan
F20.x1 Episodik dengan kemunduran
progresif
F20.x2 Episodik dengan kemunduran stabil
F20.x3 Episodik berulang
F20.x4 Remisi tak sempurna
F20.x5 Remisi sempurna
F20.x8 Lainnya
F20.x9 Periode pengamatan kurang dari 1
tahun
Diagnosis Banding
Gangguan Psikotik Sekunder
mempertimbangkan serangkaian
kondisi medis nonpsikiatrik. Pasien
dengan gangguan neurologis
umumnya lebih nemiliki tilikan
terhadap penyakitnya dan lebih
menderita akibat gejala psikiatrik
dari pada skizofren.
Berpura- pura dan gangguan
buatan
pasien meniru gejala skizofrenia
namun sebenarnya tidak mengidap
gangguan tersebut karena alasan
hukum finansial atau alasan jelas
lainnya.
Gangguan psikotik lain
Skizofreniform
gejala yang timbul berdurasi setidaknya 1 bulan
kurang dari 6 bulan
Skizoafektif
gejala skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama
menonjol pada saay yang bersamaan, atau dalam
beberapa hari yang satu sesudah yang lain, dalam
satu episode penyakit yang sama, bilamana, sebagai
konsekuensi dari ini, episode penyakit tidak emmenuhi
kriteria skizofrenia maupun episode manik atau
depresif
Gangguan Psikotik singkat
berlangsung setidaknya 1 hari tapi kurang dari 1 bulan
Gangguan mood
dengan pemeriksaan status mental penting
membedakan gangguan mood sebagai
diagnosis banding karena terapi spesifik
yang berbeda.
Gangguan Kepribadian
gangguan kepribadian memiliki gejala
ringan dan terjadi seumur hidup pasien,
tidak memiliki tanggal awitan yang dapat
diidentifikasi.
Terapi schizofrenia
Terapi farmakologis
Terapi Kejang Listrik
Psikoterapi
Terapi sosial
Terapi Farmakologik
Antipsikotik tipikal (untuk gejala
positif)
Antipsikotik atipikal (untuk gejala
positif dan negatif)
Antipsikotik tipikal
Nama Generik Dosis Akut Dosis Pemeliharaan
(mg/hari) (mg/hari)
Chlorpromazine 200-1000 50-400

Thioridazine 200-800 50-400

Perphenazine 12-64 8-24

Trifluoperazine 10-60 4-30

haloperidol 5-20 1-15

Pimozide 2-10 2-10


Efek samping
Parkinsonism: Karena blokade dopamine di
bangsal ganglia. Gejala berupa rigiditas,
bradikinesia, tremor muka topeng.
Distonia akut: Spasme otot menetap atau
intermitten. Gejala berupa opistotonus,
rigiditas otot-otot belakang, spasme pada
sebelah atau kedua mata sehingga mata
mendelik ke atas, makroglosia, distonia laring
Akatisia: restlessness; tidak bisa diam
Tardive diskinesia: gerakan motorik
abnormal
Neuroleptic Malignant Syndrome: adverse
effect dari obat antipsikotik yang bergejala
gangguan sistem otonom dan penurunan
kesadaran
Antipskotik atipikal
Nama Generik Kisaran dosis
Harian (mg)
Clozapine 300-600
Olanzapine 10-30
Risperidone 4-16
Ziprasidone 80-160
Terapi Kejang Listrik (ECT)
Bermanfaat untuk mengontrol
keadaan psikosis akut
Cukup membantu untuk kasus
skizofrenia yang tidak mempan
dengan obat-obatan
Psikoterapi dan Terapi Sosial
psikoterapi berorientasi suportif
sangat berguna terutama pada terapi
jangka panjang
Dukungan lingkungan sekitar juga
penting
Prognosis
Gambaran klinik yang dikaitkan dengan
prognosis baik:
Awitan gejala-gejala psikotik aktif terjadi
secara mendadak
Awitan terjadi setelah umur 30 tahun,
terutama pada perempuan
Fungsi pekerjaan dan sosial sebelum sakit baik
Kebingungan sangat jelas dan gambaran emosi
menonjol, selama episode akut (simptom
positif)
Prognosis
Kemungkinan adanya suatu stresor yang
mempresipitasi psikosis akut dan tidak ada
bukti gangguan SSP
Tidak ada riwayat keluarga yang menderita
Skizofrenia
Tipe disorganisasi secara umum memiliki
prognosis buruk
Tipe paranoid (dan beberapa katatonik)
memiliki prognosis baik
Prognosis lebih buruk apabila pasien
menyalahgunakan zat atau hidup dalam
keluarga yang tidak harmonis
TERIMA KASIH