Anda di halaman 1dari 111

ANATOMI, HISTOLOGI, FISIOLOGI DAN BIOKIMIA

ENDOKRIN
KELOMPOK 8A

IDA AYU APSARI PRADNYA NITI 1561050016


DETA HAMIDA 1561050053
HINGAR PRAMESTI 1561050056
ENDA 1561050102
IVENA SALSABILA YANITARA 1561050112
ALBERTO HENDRIK IMKOTTA 1561050120
ESTER HUTAPEA 1561050124
GLANDULA PINEAL (EPIFISIS CEREBRAL)
BENTUK DAN UKURAN
KERUCUT GEPENG, 5-8MM X 3-5MM, BERAT: 120MG
DIBUNGKUS OLEH JARINGAN IKAT PIAMETER
LOKASI
ATAP DIENCEPHALON, DAERAH POSTERIOR VENTRICEL III DI GARIS
TENGAH OTAK
JARINGAN PARENKIM
BERASAL DARI JARINGAN OTAK
TERDAPAT BADAN KHAS EXTRACELLULAR YANG DISEBUT CORPORA
ARENECEA (BRAIN SAND) YANG MATRIKSNYA BERISI CALCIUM
FOSFAT DAN CALCIUM CARBONA BERSIFAT RADIOOPAQUE PADA
RADIOLOGI (KHAS)
FUNGSI
SEKRESI HORMON MELATONIN :
MENGATUR KESEIMBANGAN JAM BIOLOGIS TUBUH ANTARA
SIANG DAN MALAM
MENGATASI JET LAG
MENGINDUKSI TIDUR ALAMI TANPA EFEK SAMPING
MENGHAMBAT HORMON YANG MERANGSANG AKTIFITAS
REPRODUKSI
MERUPAKAN ANTIOKSIDAN TERHADAP RADIKAL-RADIKAL
BEBAS YANG MERUSAK SISTEM REPRODUKSI
ANATOMI
HISTOLOGI
JENIS SEL
PINEALOSIT
SEL PARENKIM DARI KELENJAR PINEAL
BANYAK MENGANDUNG RIBOSOM BEBAS
GRANULAR ENDOPLASMIC RETICULUM
MENSEKRESI HORMON MELATONIN
SEL NEUROGLIA
MIRIP ASTROSIT
INTI PANJANG, PIPIH
BERADA DIANTARA PINEALOSIT DAN PEMBULUH DARAH
TONJOLAN SITOPLASMA BANYAK MENGANDUNG FILAMEN HALUS
SEBAGAI PENYOKONG PINEALOSIT
FISIOLOGI
KELENJAR PINEAL DIATUR OLEH JUMLAH CAHAYA ATAU "POLA WAKTU" YANG DILIHAT OLEH
MATA SETIAP HARI. JAM BIOLOGIS INDUK YANG BERFUNGSI SEBAGAI PEMACU UNTUK IRAMA
SIRKADIAN TUBUH ADALAH NUKLEUS SUPRAKIASMATIKUS (SCN). NUKLEUS INI TERDIRI
DARI SEKELOMPOK BADAN SEL SARAF DI HIPOTALAMUS DI ATAS KIASMA OPTICUM.

MELALUI SCN, SEKRESI HORMON MELATONIN KELENJAR PINEAL SECARA RITMIS


BERFLUKTUASI SEIRING SIKLUS TERANG-GELAP

MELATONIN DIPERCAYAI MENSINKRONKAN IRAMA SIRKADIAN ALAMI TUBUH

SETIAP SIKLUS MEMERLUKAN WAKTU SEKITAR SEHARI DAN MENJALANKAN IRAMA SIRKADIAN
(HARIAN) TUBUH.

KELENJAR PINEAL MENYEKRESI MELATONIN DAN BEBERAPA ZAT LAIN YANG SERUPA YANG
MASUK KE KELENJAR HIPOFISIS ANTERIOR UNTUK MENGURANGI SEKRESI HORMON
GONADOTROPIN. JADI, DENGAN ADANYA SEKRESI KELENJAR PINEAL, SEKRESI HORMON
GONADOTROPIN DITEKAN, DAN GONAD MENJADI TERINHIBISI.
KELEBIHAN HORMON MELATONIN:
KELELAHAN
MENGANTUK
PUSING
SAKIT KEPALA
GEMETAR
KEKURANGAN HORMON MELATONIN:
SULIT TIDUR
TIDUR TIDAK NYENYAK
PEMBESARAN PROSTAT
KELELAHAN
SIKLUS HAID TIDAK TERATUR
GELISAH
BIOKIMIA
MELATONIN ATAU YANG JUGA DISEBUT N-ACETHYL-5-METHOXYTRYPTAMINE
DISINTESIS DARI SEROTONIN.
TRYPTOPHAN YANG SEDANG BERSIRKULASI DIAMBIL DAN DIUBAH MENJADI 5-
HYDROXYTRYPTOPHAN OLEH TRYPTOPHAN HYDROXYLASE.
5-HYDROXYTRYPTOPHAN DIDEKARBOKSILASI MENJADI SEROTONIN.
SEROTONIN DIUBAH MENJADI MELATONIN MELALUI RANGKAIAN PROSES YANG
MELIBATKAN ENZIM N-ACETYL-TRANSFERASE (NAT) DAN ENZIM HYDROXYINDOLE-O-
METHYL-TRANSFERASE (HIOMT)
AKTIVASI KEDUA ENZIM INI DIPENGARUHI OLEH SIKLUS SIANG MALAM.
PEMBENTUKAN MELATONIN JUGA DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA KOMPONEN NUTRISI,
YAITU:
ASAM FOLAT DAN VITAMIN B6, YANG MERUPAKAN KOENZIM TRYPTOPHAN
DEKARBOKSILASE.

FLUVOXAMINE, YANG MERUPAKAN PENGHAMBAT REUPTAKE SEROTONIN .


HIPOTALAMUS
HIPOTALAMUS

HIPOTALAMUS
MERUPAKAN PUSAT
KONTROL UNTUK
SEBAGIAN BESAR
SISTEMA HORMON
TUBUH. TERDIRI DARI
NUKLEUS YANG SANGAT
PEKA TERHADAP
STEROID DAN
GLUKOKORTIKOID
ANATOMI HIPOTALAMUS

HIPOTALAMUS TERLETAK DI BAWAH TALAMUS DAN


TEPAT DI ATAS BATANG OTAK. MEMBENTUK BAGIAN
ANTERIOR DI ENCEPHALON. PADA MANUSIA, ITU ADALAH
KIRA-KIRA UKURAN ALMOND. MEMAINKAN PERAN PENTING
DALAM SISTEM SARAF SERTA SISTEM ENDOKRIN. YANG
TERHUBUNG KE KELENJAR KECIL DAN PENTING LAIN
DISEBUT KELENJAR HIPOFISIS.
HISTOLOGI HIPOTALAMUS

HIPOTALAMUS MEMILIKI NUKLEUS-NUKLEUS YANG TERBAGI


DALAM EMPAT WILAYAH UTAMA, YAITU :
1. WILAYAH MAMILIARI
2. WILAYAH TUBERAL
3. WILAYAH SUPRAOPTIK
4. WILAYAH PROPTIK
(TORTORA & DERRICKSON, 2009)
FISIOLOGI HIPOTALAMUS
Hormon Fungsi Utama Struktur Kimia
Merangsang sekresi
Thyrotropin-releasing
TSH oleh tirotropik dan Peptida 3 asam amino
hormone (TRH)
prolaktin
Menimbulkan
Corticotropin-releasing Peptida (rantai tunggal
pelepasan ACTH oleh
hormone (CRH) 41 asam amino)
kortikotropik
Menimbulkan
Growth hormone-releasing Peptida (rantai tunggal
pelepasan growth
hormone (GHRH) 44 asam amino)
hormone kortikotropik
Growth hormone inhibitory Menghambat
Peptida (rantai tunggal
hormone (GRIH) pelepasan growth
(somatostatin)
14 asam amino)
hormone
Menimbulkan
Gonadotropin-releasing Rantai tunggal 10 asam
pelepasan LH dan FSH
hormone (GnRH) amino
oleh gonadotropik
Menghambat
Dopamin atau prolactin-
pelepasan prolaktin Amin (katekolamin)
inhibiting factor (PIF)
oleh laktotropik
HIPOFISIS
ANATOMI

BERAT NORMAL GLANDULA HIPOFISIS ADALAH SEKITAR 0,5 G DAN


BERUKURAN 13X10X6 MM. TERLETAK PADA TULANG YANG MEMBATASI SELLA
TURCICA DI DALAM OS SPENOIDALE PADA BASIS CRANII.
SELLA TURCICA MEMBENTUK BATAS ANTERIOR, POSTERIOR, DAN INFERIOR
HIPOFISIS.
DI SUPERIOR, HIPOFISIS DIBATASI OLEH DIAPHRAGMA SELLAE, YANG
MERUPAKAN LIPATAN FIBROSA DURA.
FISIOLOGI
LOBUS
ANTERIOR/ADENOHYPOPHY
SIS
SOMATOTROF HORMONE/GROWTH
HORMONE/SOMATOTROPIN
SEKRESI GH DIRANGSANG OLEH FAKTOR PELEPAS HORMON PERTUMBUHAN
(GRF), YANG DISINTESIS DALAM NEURON HIPOTALAMUS PARVISELULAR.
SEKRESI MENINGKAT SELAMA MASA LATIHAN FISIK, STRES, HIPOGLIKEMIA,
DLL.
LUTEOTROPIC
HORMONE/PROLACTIN/LACTOGENIC
HORMONE
MERANGSANG KELENJAR MAMMAE/ KELENJAR SUSU UNTUK MENGHASILKAN
AIR SUSU
MEMACU OVARIUM UNTUK MENGHASILKAN ESTROGEN DAN PROGESTERONE
THYROID STIMULATING
HORMONE/TREOTROP/THYROTROPIN
MERANGSANG SEKRESI KELENJAR THYROID
HORMON THYROID YANG BERSIRKULASI LANGSUNG MENGHAMBAT
PELEPASAN TSH.
ADRENOCORTICOTROPIC
HORMONE/ADRENOTROPIN/ CORTICOTROPIN
MERANGSANG KERJA KELENJAR ADRENAL
HAL-HAL YANG DAPAT MERANGSANG PENGELUARAN ACTH ADALAH: STRES,
TRAUMA, DEMAM, DLL.
GONADOTROPIC/HORMON KELAMIN

FSH/FOLICLE STIMULATING HORMONE: MEMENGARUHI PEMBENTUKAN


FOLIKEL SEL OVUM DAN PROSES SPERMATOGENESIS
LH(LUTEINIZING HORMONE)/ICSH(INTERSTITIAL CELL STIMULATING
HORMONE): BERFUNGSI UNTUK MEMACU SEKRESI HORMON TESTOSTERON
PADA SEL LEYDIG DAN PROSES OVULASI SEL OVUM
MELANOTROPIN STIMULATING
HORMON/INTERMEDIN
MEMACU PEMBENTUKAN PIGMEN MELANIN KULIT
MENGATUR PENYEBARAN PIGMEN MELANIN
LOBUS POSTERIOR/
NEUROHYPOPHYSIS
OKSITOSIN/OXYTOCIN

MERANGSANG KONTRAKSI OTOT POLOS DINDING UTERUS SAAT PERSALINAN


MERANGSANG KONTRAKSI SEL-SEL KONTRAKTIL KELENJAR SUSU
VASOPRESIN

MENGATUR TEKANAN DARAH DENGAN CARA MENYEMPITKAN/PEMBESARAN


PEMBULUH DARAH
ADH

MENGATUR PENGELUARAN URINE


MENGATUR REABSORPSI AIR DARI TUBULUS REN
HIPOTALAMUS DAN HIPOFISIS ANTERIOR BEKERJA
SAMA DALAM PENGELUARAN HORMON-HORMON
HIPOFISIS ANTERIOR
HIPOFISIS ANTERIOR BERSIFAT TROPIK(MEMELIHARA YAITU
MENGATUR SEKRESI HORMON KEL. ENDOKRIN LAIN.
KERJA DARI HIPOFISIS ANTERIOR DIATUR OLEH ;
1. PERAN RELEASING HORMON/INHIBITING HORMON
HIPOTALAMUS.
2. UMPAN BALIK OLEH HORMON KELENJAR SASARAN
HISTOLOGI
BIOKIMIA
BIOKIMIA HORMON HIP. ANTERIOR

GH (GROWTH HORMON) SUATU POLIPEPTIDA YANG TERDIRI DARI RANTAI TUNGGAL


DENGAN 191 AS. AMINO DENGAN DUA IKATAN DISULFIDA INTRAMOLEKUL. SEKRESI GH
DIATUR KESEIMBANGAN GHRH, YANG BEKERJA PADA SOMATORTOF DI HIP. ANTERIOR,
SELAIN ITU FAKTOR PERTUMBUHAN MIRIP-INSULIN I(IGF-I; JUGA DISEBUT
SOMATOMEDIN C, DIHASILKAN DI HATI), MEMBERI UMPAN BALIK NEGATIF PADA
SOMATOTROF UNTUK MEMBATASI SEKRESI GH.
TSH(TYROID-STIMULATING HORMONE)
TERMASUK DALAM GOLONGAN GLIKOPROTEIN HIPOFISIS DAN PLASENTA. MEMILIKI
DUA SUB UNIT ALFA DAN BETA. SUB UNIT BETA ITU MENENTUKAN AKTIFITAS BIOLOGIS
SPESIFIK DIMER. SEKRESI TSA BERLANGSUNG DALAM POLA SIRKARDIA YAITU TERJADI
LONJAKAN PADA SORE HARI DAN MEMUNCAK SEBELUM WAKTU TIDUR. SEKRESINYA
DIATUR OLEH KESEIMBANGAN ANTARA EFEK STIMULATORI TRH HIPOTALAMUS DAN
PENGARUH INHIBITORIK TSA MERANGSANG SEMUA FASE SINTESIS HORMON TIROID :
PENYERAPAN IODIDA DARI PLASMA, ORGANIFIKASI IODIDA, PENGGABUNGAN
MONOIODOTIROSIN DAN DIIODOTIROSIN,ENDOSITOSIS TIROGLOBULIN, DAN
PROTEOLISIS TIROGLOBULIN UNTUK MEMBEBASKAN T3 DAN T4
GONADOTROPIN
MENCAKUP 3 HORMON HIPOFISIS YAITU FSH,LH,HORMON PLASENTA
KORIOGONADOTROPIN
ADRENOKORTIKOTROPIN DAN PROOPIOMELANOKORTIN
ACTH SEKRESINYA DIRANGSANG OLEH CRH DARI HIPOTALAMUS DAN DIHAMBAT
OLEH PENINGKATAN DIATAS AMBANG KRITIS KADAR KORTISOL DALAM DARAH
YANG MEMBASUH KELENJAR HIPOFISIS ANTERIOR. ACTH DIHASILKAN DI SEL
KORTIKOTROFIK MELALUI PEMUTUSAN PROOPIOMELANOKORTIN (POMC).
PRODUK AKHIR YANG UTAMA ADALAH PEPTIDA TERMINAL-N, PEPTIDA
PENGHUBUNG, ACTH, DAN BETA-LPH. BETA-LPH BETA-ENDORPHIN BETA-
ENDORFIN DIPERKIRAKAN BERFUNGSI SEBAGAI OPIAT ENDOGEN YANG
MEMODULASI PERSEPSI NYERI, MENGATUR SEKRESI HORMON HIPOFISIS LAIN
SERTA KONTROL SARAF PROSES BERNAFAS.
PROLAKTIN
KONTROL SEKRESI PROLAKTIN BERSIFAT BIPOLAR, DENGAN PRH
(STIMULATING) DAN PRIH [INHIBITOR (DOPAMIN)]. TRH,VIP, DAN MUNGKIN
SEROTONIN BERFUNGSI SEBAGAI FAKTOR PELEPAS PROLAKTIN (PRF). NAMUN
MEKANISME PREDOMINAN MEMBUTUHKAN SINYAL PASCARESEPTOR YANG
MEMPERANTARAI EFEK TERSEBUT MASIH BELUM DIPASTIKAN.
VASOPRESIN PD HIP. POSTERIOR
SUATU PEPTIDA TERDIRI DARI SEMBILAN AS. AMINO, MEMILIKI KEMAMPUAN
VASOKONTRIKSI. EFEK INI DIPERANTARAI RESEPTOR VASOPRESIN I (V) DI SEL OTOT
POLOS VASKULAR. KONTRAKSI INI DIRANGSANG OLEH PENGAKTIFAN FOSFOLIPASE C,
YANG MENGHIDROLISIS FOSFATIDILINOSITOL 4,5-BIFOSFAAT, MEMBENTUK
DIASILGLISEROL(DAG) DAN INOSITOL 1,4,5-TRIFOSFAT(IP3), MERANGSANG PELEPASAN
CA2+. IKATAN VASOPRESIN DENGAN RESEPTOR VASOPRESIN 2 MENGAKTIFKAN ADENILAT
SIKLASE, SEHINGGA TERJADI PENIMBUNAN CAMP INTRASEL. YANG AKAN
MENGAKTIFKAN PROTEIN KINASE A, YANG MELAKUKAN FOSFORILASI TERHADAP
PROTEIN SEHINGGA STRUKTUR SITOSKELETON SEL BERUBAH DAN MEMBUAT SALURAN
SEHINGGA TERJADI PENINGKATAN PERMEABILITAS SEL TUBULUS TERHADAP AIR
OKSITOSIN PD HIP. POSTERIOR
SUATU NONPEPTIDA (MENGANDUNG SEMBILAN AS. AMINO). MERANGSANG FREKUENSI
DAN AMPLITUDO KONTRAKSI OTOT POLOS RAHIM. EFEK INI BERGANTUNG PADA ADANYA
ESTROGEN. PENINGKATAN ESTROGEN, MENJELASKAN ADANYA KEPEKAAN RAHIM
TERHADAP OKSITOSIN SEBESAR DELAPAN SAMPAI SEMBILAN KALI ANTARA 20-39 MINGGU.
OKSITOSIN MENYEBABKAN KONTRAKASI SEL MIOEPITEL KELENJAR PAYUDARA, SEHINGGA
SUSU KELUAR DARI DUKTUS ALVEOLARIS.
TYROID GLANDS
ANATOMY
HISTOLOGY
PHYSIOLOGY AND BIOCHEMISTRY

FOLICULLAR CELLS PRODUCE HORMONE L-THYROXINE (T4) DAN L-


THRIODOTRYONINE (T3).
TPO (THYROPEROXIDASE) -> ONE OF THE PRIMARY ENZYME THAT
PRODUCED IN TYROID -> SYNTHESIZED IN RE OF THE TYROXINE AND
OXIDIZES IODINE.
IODINE -> CRITICAL COMPONENT OF TYROID HORMONE
HPT AXIS -> INTO BLOODSTREAM
T3/T4 -> TRH (HIPOTALAMUS) -> TSH (ANTERIOR
PTUITARY) -> TYROID GLANDS -> INCREASE T3/T4
LEVEL -> ELEVATED T3/T4 -> FEEDBACK MECHANISM
INHIBITION
TBG (TIROXINE BINDING GLOBULIN) -> BINDS T3 AND
T4 IN THE PLASMA

FRANCES A WIER. TYROID PHYSIOLOGY. DALAM MEDSCAPE :


HTTP://WWW.MEDSCAPE.COM/VIEWARTICLE/532173_3
C CELLS PRODUCE CALCITONIN HORMONE
CALCITONIN -> INVOLVED IN REGULATING CALCIUM AND PHOSPHATE LEVEL
IN THE BLOOD
CALCITONIN WORKS BY INHIBITING THE BREAKDOWN OF OSTEOCLAST, SO
CALCIUM DOESNT ENTER INTO THE BLOODSTREAM
WHEN CALCIUM -> SECRET CALCITONIN INTO BLOOD STREAM
HYPER AND HYPO DISORDER

HYPERTHYROID -> KULIT NYA LUNAK, KEMERAHAN, BERKERINGAT BERLEBIH,


PENURUNAN BB WALAU NAFSU MAKAN MENINGKAT
1. GRAVES DISEASE -> AUTOIMUN, FEMALE ++, T3 AND T4 BUT
TSH PLASMA , EXOPTHALMUS.
. HYPOTHYROID -> KRETINISME (DEFISIENSI YODIUM), MIKSIDEMA PADA
ORANG DEWASA
KRETINISME

GANGGUAN SSP, RETARDASI MENTAL BERAT, KERDIL, WAJAH YANG KASAR,


LIDAH MENONJOL, DAN HERNIA UMBILIKUS
MYXEDEMA
PARATHYROID GLANDS
ANATOMY
HISTOLOGY
PHYSIOLOGY AND BIOCHEMISTRY

PRODUCES PTH
PTH -> REGULATES CALCIUM LEVEL IN THE BLOOD
THE MAYOR END TARGET ORGANS OF PTH : THE KIDNEYS, SKELETAL SYSTEM,
INTESTINE
PTH WORKS BY OPPOSITE OF CALCITONIN HORMONE
CALCIUM -> SECRETION PTH HORMONE
HIPERPARATIROID

BIASANYA TERJADI PADA ADENOMA PARATIROID


DITANDAI DENGAN HIPERCALCEMIA DAN HIPOFOSFATEMIA
KADANG ASIMTOMATIK, DAN TERBENTUK BATU GINJAL CALCIUM
KELENJAR ADRENAL
ANATOMI KELANJAR
ADRENAL
KELENAJAR ADRENAL
TERLETAK DI
RETROPERITONEAL, DI SISI
ANTEROSUPERIOR DARI
GINJAL KELENJAR ADRENAL
TERLETAK SEJAJAR DENGAN
TULANG PUNGGUNG
THORAKS KE 12 DAN
MENDAPATKAN SUPLAI
DARAH DARI ARTERI
ADRENALIS, TIAP KELENJAR
BERBOBOT SEKITAR 4
HISTOLOGI KELENJAR ADRENAL
zona
glomerulosa mineralocorticoids (aldosterone)

zona
fasiculata glucocorticoids (cortisol)
zona
reticularis sex steroids (androgens)
Medulla catecholamines (epinephrine and
norepinephrine)
FISIOLOG
I
KELENJAR
ADRENAL
BIOKIMIA KELANJAR ADRENAL
HORMON ADRENAL MEMAINKAN PERANAN SENTRAL DALAM
HOMEOSTASIS GLUKOSA, RETENSI NA, SERTA PENGATURAN
TEKANAN DARAH DAN RESPON TERHADAP STRESS.
ALDOSTERON
KERJA UTAMA ALDOSTERON TERLETAK PADA TRANSPOR ION.
HORMON INI DI PRODUKSI SEBAGAI RESPON TERHADAHAP
PERUBAHAN KADAR K DANG ANGIOTENSIN II DALAM PLASMA SERTA
BERTANGGUNG JAWAB JIKA TERJADI RETENSI NA DI GINJAL
KORTISOL
PRODUKSI KORTISOL DIATUR OLEH LINGKARAN UMPAN BALIK NEGATIF
YANG TERDIRI HIPOTALAMUS DAN HIPOFISIS ANTERIOR YANG
MENGHASILKAN ACTH. ACTH INI KEMUDIAN MENGATALIS PEMUTUSAN
RANTAI SAMPING KOLESTEROL YANG MERUPAKAN TAHAPAN REAKSI
MENJADI KORTISOL
THYMUS
ANATOMI THYMUS
HISTOLOGI THYMUS
Produce and Process T-
Cells

Prevent Anomalous
Secrete Thymosin
Cell Growth
PANKREAS
ANATOMI PANKREAS

ORGAN PANCREAS BERBENTUK PIPIH ( ANTERIOR DAN POSTERIUM )


PANKREAS TERLETAK DI RONGGA PERITONEAL MELINTANG DI ABDOMEN
BAGIAN ATAS DENGAN PANJANG 12-15 CM DAN BERAT 120 GR

TERDIRI DARI
- CAPUT PANKREATIS
- COLLUM PANKREATIS
- CORPUS PANKREATIS
- CAUDA PANKREATIS
ANATOMI
PANKREAS
DUCTUS PANKREATICUS

-MULAI DARI CAUDA


PANKREATIS DAN
BERJALAN DI SEPANJANG
KELENJAR
-BERMUARA PADA PARS
DESENDEN DUODENUM
DISEKITAR
PERTENGAHANNYA
BERSAMA DUCTUS
CHOLEDOCHUS PADA
PAPILLA DUODENI MAJOR
ANATOMI
PANKREAS
PENDARAHAN
ARTERI
ARTERI LIENALIS SERTA ARTERI PANCREATIC DUODENALIS SUPERIOR DAN
INFERIOR
VENA
VENA PORTA, VENA LIENALIS, VENA MESENTARICA SUPERIOR
PERSARAFAN
BERASAL DARI SERABUT SERABUT SARAF SIMPATIS DAN PARASIMPATIS (VAGUS)
NERVUS VAGUS DAN NERVUS SPLANCHNICUS MELALUI PLEKSUS SARAF LIENALIS
HISTOLOGI
PANKREAS
PANKREAS
MERUPAKAN ORGAN
EKSOKRIN DAN
ENDOKRIN (MIX
GLAND)
- ENDOKRIN : PULAU
PULAU LANGERHANS
- EKSOKRIN : ENZIM
UNTUK PENCERNAAN
HISTOLOGI
PANKREAS
BAGIAN EKSOKRIN :

ASINUS : ASINUS BERBENTUK TUBULAR


DIKELILINGI OLEH LAMINA BASAL DAN
TERDIRI ATAS 5-8 SEL BERBENTUK PYRAMID
YANG TERSUSUN MENGELILINGI LUMEN
SEMPIT.

DIANTARA ASINI TERDAPAT JARINGAN IKAT


HALUS MENGANDUNG PEMBULUH DARAH,
PEMBULUH LIMFA, SARAF DAN SALURAN
KELUAR

2. DUCTUS EKSKRETORIUS MELUAS KE


DALAM SETIAP ASINUS DAN TAMPAK BAGIAN
SEL SENTRO ASINAR LEBIH PUCAT DI
DALAM LUMENNYA.

PRODUKSI SEKRESI ASINI KELUAR


DUCTUS INTERKALARIS (INTRALOBULAR)
DUCTUS INTERLOBULAR
HISTOLOGI PANKREAS
1. BAGIAN ENDOKRIN PANCREAS, YAITU
PULAU LANGERHANS. TERSEBAR DI
PANCREAS DAN TAMPAK SEBAGAI
MASSA BUNDAR, TIDAK TERATUR
TERDIRI ATAS SEL PUCAT DENGAN
BANYAK PEMBULUH DARAH
2. PULAU INI DIPISAHKAN OLEH
JARINGAN RETICULAR TIPIS DARI
JARINGAN EKSOKRIN DENGAN
SEDIKIT SERAT SERAT RETIKULIN DI
DALAM PULAU
BC : PEMBULUH DARAH
EN : SEL ENDOKRIN
IL : PULAU LANGERHANS
AC : ASINUS
FISIOLOGI HORMON PANKREAS
DUA JARINGAN UTAMA YANG MENYUSUN PANKREAS:
- KELENJAR EKSOKRIN
ASINI, MENGHASILKAN ENZIM PENCERNAAN
- KELENJAR ENDOKRIN
PULAU LANGERHANSBERFUNGSI UNTUK MENGHASILKAN
HORMONE HORMON YANG PENTING BAGI TUBUH, SETIAP
SEL DALAMPULAU LANGERHANSMENGHASILKAN
HORMON YANG BERBEDA BEDA.
TERDAPAT 4 SEL :
SEL PANKREAS (MENGHASILKAN GLUKAGON)
SEL PANKREAS (MENGHASILKAN INSULIN)
SEL PANKREAS (MENGHASILKAN SOMATOSTATIN)
SEL F PANKREAS (MENGHASILKAN PANCREATIC
POLIPEPTIDA)
FISIOLOGI HORMON PANKREAS

FUNGSI EKSOKRIN
DILAKSANAKAN OLEH SEL SEKRETORI LOBULANYA YANG
MEMBENTUK GETAH PANKREAS DAN YANG BERISI ENZIM DAN
ELEKTROLIT.
ISI ENZIM DALAM GETAH PANKREAS ADALAH ENZIM PENCERNA
YAITU:
- AMILASE, MENCERNA KARBOHIDRAT
- LIPASE, MEMECAH LEMAK MENJADI GLISERIN DAN ASAM LEMAK
- - TRIPSIN, MENCERNA PROTEIN
FISIOLOGI HORMONPANKREAS

FUNGSI ENDOKRIN
MENGHASILKAN HORMON-HORMON:
INSULIN
- MERUPAKAN PROTEIN KECIL YANG DISUSUN OLEH 51 ASAM AMINO YANG
TERSUSUN ATAS DUA RANTAI YANG DIHUBUNGKAN OLEH JEMBATAN
DISULFIDA
- DIBENTUK DI RETIKULUM ENDOPLASMA SEL B
- BERFUNGSI MENGUBAH GLUKOSA MENJADI GLIKOGEN
- EFEK FAALI INSULIN BERSIFAT LUAS DAN KOMPLEK. EFEK TERSEBUT
BIASANYA DIBAGI MENJADI EFEK CEPAT, MENENGAH, DAN LAMBAT.
FISIOLOGI HORMON PANKREAS

PEMBENTUKAN INSULIN: PREPROINSULIN PROINSULIN INSULIN


MEKANISME KERJA:
1. PENGAMBILAN, PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN MAKANAN.
2. MENGHAMBAT KATABOLISME.
3. MERANGSANG TRANSPOR ELEKTROLIT.
4. MENINGKATKAN TRANSKRIPSI DAN TRANSLOKASI PROTEIN.
FISIOLOGI HORMON PANKREAS
GLUKAGON

MERUPAKAN POLIPEPTIDA YANG TERDIRI DARI 29 ASAM AMINO YANG MERUPAKAN


HASIL SEKRESI DARI SEL-SEL ALFA, YANG MEMPUNYAI PRINSIP AKTIFITAS FISIOLOGIS
MENINGKATKAN KADAR GLUKOSA DARAH.

SOMATOSTATIN

MENGHAMBAT SEKRESI INSULIN, GLUKAGON, DAN POLIPEPTIDA PANKREAS. SEKRESI


SOMATOSTATIN PANKREAS MENINGKAT OLEH BEBERAPA RANGSANGAN YAITU
GLUKOSA DAN ASAM AMINO TERUTAMA ARGININ DAN LEUSIN

POLIPEPTIDA PANKREAS

SEKRESINYA MENINGKAT OLEH MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN, PUASA,


OLAHRAGA, DAN HIPOGLIKEMIA AKUT. SEKRESINYA MENURUN OLEH SOMATOSTATIN
DAN GLUKOSA INTRAVENA.
FISILOGI HORMON PANKREAS MEKANISME KERJA
Di metabolisme
SEL menjadi energi

Kelenjar Endokrin Kadar glukosa


Makana Kadar Glukosa Pankreas sebagian
n Darah Meningkat mensekresikan disimpan
Hormon INSULIN dihati

Jika Tubuh
Oleh memerlukan Dalam
Hormon glukosa. Maka bentuk
GLUKAGO simpanan glukosa glikogen
N di dalam hati akan
di pecah
INSULIN : GLUKOSA DALAM DARAH AKAN DISIMPAN SEMUA DALAM BENTUK
GLIKOGEN DALAM HATI
INSULIN : GLUKOSA DALAM DARAH MENINGKAT AKAN IKUT KELUAR DAN
DIBUANG MELALUI URIN KENCING MANIS (DM)
BIOSINTEBIOSINTESA DAN SEKRESI INSULIN

INSULIN : POLYPEPTIDA 2 RANTAI LURUS AA


RANTAI A 21 AA
B 30 AA T1/2 INSULIN : 5 MENIT

S S
7 20
1 21 Rantai A
6 11
S
S

S S
Rantai B

1 30
7 19
glycogenesis
OTOT GLUCOSA glycoge
insulin
n
glycogenolysis
Hati glycogen glucosa
GH
Glucagon
Adrenalin

Protein gluconeogenesis glucosa


Hati
Lemak glukokorticoid

9
5
9
6
KELENJAR GONAD
(KELAMIN)
KELENJAR GONAD
Wanita : Ovarium

Organ Reproduksi wanita


Ovarium memproduksi estrogen,
meliputi ovarium, tuba Fallopii,
progesteron, ovum
uterus, dan vagina
HISTOLOGI OVARIUM

OVARIUM : DISELUBUNGI TUNIKA ALBUGENIA


TUNIKA ALBUGENIA: EPITEL KUBOID SELAPIS DENGAN SERAT KOLAGEN HALUS.

FOLIKEL OVARIUM: DALAM KORTEKS.

MEDULA: SANGAT VASKULER. BERISI ARTERI BERBENTUK KUMPARAN (HELISIN)


AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS-GONAD
KONSENTRASI HORMON PLASMA SEPANJANG
SIKLUS MENSTRUASI WANITA
WANITA : OVARIUM

HORMON : ESTROGEN (ESTRADIOL) SEL SASARAN: ORGAN SEKS


WANITA, TUBUH SECARA KESELURUHAN, TULANG.
FUNGSI UTAMA HORMON : MENDORONG PERKEMBANGAN FOLIKEL,
MENGATUR PERKEMBANGAN KARATERISTIK SEKS SEKUNDER,
MERANGSANG PERTUMBUHAN UTERUS DAN PAYUDARA, MENDORONG
PENUTUPAN LEMPENG EPIFISIS.
HORMON : PROGESTERON SEL SASARAN : UTERUS.
MEMPERSIAPKAN ORGAN INI UNTUK KEHAMILAN.
ESTRADIOL DISEKRESI OLEH OVARIUM, KONSENTRASINYA DI PLASMA SANGAT
BERVARIASI SELAMA SIKLUS MENSTRUASI.

SEBELUM PUBERTAS ESTRADIOL MENURUN


SIKLUS MASA REPRODUKTIF ESTRADIOL MENINGKAT >>
DAN BERFLUKTUASI.
MENOPAUSE KONESNTRASI ESTRADIOL MENURUN
MESKIPUN KONSENTRASI GONADOTROPIN YANG BEREDAR
DALAM DARAH MENINGKAT.
PROGESTERON PRODUK OVARIUM DAN DISEKRESI PADA KORPUS LUTEUM,
TERBENTUK SETELAH OVULASI.
Pria : Testis

TESTIS TERLETAK DI DLM SKROTUM, PJG SEKITAR 5 CM DIAMETER 2-3CM

FUNGSI PRIMER TESTIS PRODUKSI SPERMATOZOA DAN TESTOSTERON.

SPERMATOZOA TUBULUS SEMINIFERUS

TESTOSTERON SEL LEYDIG (SEL INTERSTISIAL), LETAK DIANTARA TUBULUS2 SEMINIFERUS


HISTOLOGI TESTIS

SEL LEYDIG :
SEL SERTOLI : SEL-SEL TORAK TINGGI, MULAI DARI MEMBRAN
BASAL LUMEN, MEMBENTUK SAWAR DARAH (PENTING) UTK
MENGHASILKAN&SEKRESI CAIRAN TESTIS, MENGONSENTRASIKAN
TESTOSTERON YG PENTING UTK SPERMATOZOA
AKSIS HIPOTALAMUS-HIPOFISIS-GONAD
TESTOSTERON DISINTESIS OLEH TESTIS
MERUPAKAN ANDROGEN UTAMA PADA PRIA.
TESTIS SEKRESI TESTOSTERON DAN PRODUKSI SPERMATOZOA.
LH SEL LEYDIG (TEMPAT LH MENSTIMULASI PRODUKSI
TESTOSTERON MELALUI SISTEM SECOND MESSENGER CAMP)
FSH SEL SERTOLI (TEMPAT FSH BERSAMA DENGAN TESTOSTERON
AKAN MENSTIMULASI CAMP DAN SPERMATOGENESIS)
PRIA : TESTIS

HORMON : TESTOSTERON SEL SASARAN : ORGAN SEKS


PRIA, TUBUH SECARA KESELURUHAN, TULANG.
FUNGSI UTAMA HORMON : MERANGSANG PRODUKSI
SPERMA,MENGATUR PERKEMBANGAN KARAKTERISTIK SEKS
SEKUNDER, MENIMBULKAN DORONGAN SEKS SEKUNDER,
MENIMBULKAN DORONGAN SEKS, MENINGKATKAN LONJAKAN
PERTUMBUHAN MASA PUBERTAS, MENDORONG PENUTUPAN
LEMPENG EPIFISIS.
KELENJAR GONAD PRIA DAN WANITA

PLASMA WANITA NORMAL SEDIKIT TESTOSTERON


PLASMA PRIA NORMAL ESTRADIOL DALAM KONSENTRASI RENDAH.
TESTOSTERON & ESTRADIOL BERSIRKULASI DALAM DARAH TERUTAMA
DALAM BENTUK TERIKAT DGN PROTEIN PLASMA KHUSUSNYA SHBG
SHBG KONSENTRASINYA 2X LIPAT PADA WANITA : PRIA.
TERIMAKASIH