Anda di halaman 1dari 17

KESEHATAN dan

KESELAMATAN KERJA (K3)


Cladyaprisyafitri B.

102110101029

B
SEJARAH dan
PERKEMBANGAN KESEHATAN
Dan KESELAMATAN KERJA
Zaman Prasejarah
Pada zaman ini dimana manusia mulai
membuat kapak dan tombak dengan desain
yang umumnya mempunyai bentuk lebih
besar proporsinya pada mata kapak atau
ujung tombak.
Zaman Bangsa Babylonia (Dinasti Summeria) di Irak
Pada zaman ini masyarakat mencoba membuat
sarung kapak agar aman dan agar tidak berbahaya
saat membawanya. Masyarakat juga mengenal
konstruksi dengan menggunakan batubata, dan
masyarakat sudah membangun saluran air dari batu
sebagai fasilitas sanitasi.
Pada tahun 1700 sebelum masehi Raja Hamurabi
dalam kitab undang-undangnya menyatakan Bila
seorang ahli bangunan membuat rumah untuk
seseorang dan pelaksanaan pembuatannya tidak
berjalan dengan baik sehingga rumah itu roboh dan
menimpa pemilik rumah hingga mati, maka ahli
bangunan tersebut dibunuh.
Zaman Mesir Kuno
Pada zaman ini banyak sekali pekerjaan-
pekerjaan raksasa, pada masa Raja Ramses
ll membangun terusan dari Mediterania ke
Laut Merah dan juga membangun temple
Rameuseum.
Zaman Yunani Kuno

Pada zaman ini tokoh yang paling


terkenal yaitu Hippocrates, dia berhasil
menemukan penyakit tetanus pada awak
kapal yang ditumpanginya.
Zaman Romawi
Pada zaman ini kondisi lingkungan kerja
yang banyak mengandung bahaya seperti
substansi yang toksik (misalnya: timbal dan
sulfur) serta bahaya lainnya yang dapat
mengganggu kesehatan pekerja, maka para
ahli seperti Lecretius, Martial, dan Vritivius
mulia memperkenalkan gangguan
kesehatan tsb. Dan pada masa
pemerintahan Jendral Aleksander Yang
Agung melakukan pelayanan kesehatan
bagi angkatan perang.
Abad Pertengahan
Pada abad ini diberlakukan pembayaran
terhadap pekerja yang mengalami
kecelakaan sehingga menyebabkan cacat
atau kematian, dan masyarakat juga sudah
mengenal bahaya dari vapour di lingkungan
kerja sehingga mereka menggunakan
masker.
Abad ke-16
Pada abad ini salah satu tokoh yang
terkenal yaitu Paracelsus (Philipus Aureolus
Theophrastus Bombastus von Hoheinheim)
mulai memperkenalkan penyakit-penyakit
akibat kerja,terutama yang di alami oleh
pekerja tambang.
Seorang ahli yang bernama Agricola
sudah mulai mlakukan upaya pengendalian
bahaya timbal di pertambangan dengan
menerapkan prinsip ventilasi.
Abad ke-18
Pada abad ini (1664-1714), seorang ahli bernama
Bernardino Ramazzini dari Universitas Modena di
Italia, menulis dalam bukunya yang terkenal
yaitu : Discourse on the diseases of workers.
Pada masa itu Ramazzini melihat bahwa dokter-
dokter jarang yang melihat hubungan antara
pekerjaan dan penyakit, Ramazzini juga melihat
bahwa ada dua faktor besar yang menyebabkan
penyakit akibat kerja, yaitu bahaya yang ada
dalam bahan-bahan yang digunakan dan adanya
gerakan-gerakan janggal yang dilakukan oleh
para pekerja ketika bekerja.
Era Revolusi Industri (Tradisional
Industrialization)
Pada era ini mulai ditemukannya mesin uap,
maka dunia industri mulai beralih dari yang
tadinya didominasi oleh tenaga manusia yang
dibantu tenaga hewan dengan cakupan aktifitas
yang terbatas, kepada penggunaan mesin-mesin
di segala aktifitas kerja dengan cakupan
pekerjaan yang besar. Dengan semakin
berkembangnya teknologi dalam menciptakan
mesin-mesin produksi baru, manusia dihadapkan
pada permasalahan baru yaitu, dampak yang
timbul akibat adanya mesin pada saat bekerja.
Era Industrialisasi (Modern Industrialization)
Pada era ini seiring dengan kemajuan
teknologi serta munculnya
permasalahan-permasalahan baru
dilingkungan kerja terutama aspek
keselamatan dan kesehatan pekerja saat
bekerja dengan mesin maka mulai
dikembangkan alat-alat pelindung diri,
safety devices, interlock dan alat-alat
pengaman lainnya.
Era Manajemen dan Manajemen K3
Pada era ini dimulai sejak tahun 1950-an
sampai sekarang. Dimulai dengan teori
Heinrich (1941) yang meneliti penyebab-
penyebab kecelakaan 85% terjadi karena
faktor manusia dan faktor kondisi kerja
yang tidak aman. Frank Bird (1972) dari
Internasional Loss Control Institute (ILCI)
mengemukakan teori Loss Causation Model
yang menyatakan bahwa penyebab
terjadinya kecelakaan adalah faktor
manajemen.
Lanjutan . . .
Pada akhir abad 20 mulai dikembangkan
bahwa aspek safety, health, dan
environment di lingkungan kerja harus di
manage dalam suatu sistem yang terpadu
sehingga dampak yang muncul baik aspek
keselamatan maupun kesehatan dapat
diminimalisir yang pada akhirnya lebih
bertujuan untuk meningkatkan kualitas
lingkungan kerja baik aspek pekerjaan,
pekerja, maupun lingkungan kerja yang
dimulai dari input, proses dan output.
Era Mendatang
Di era mendatang K3 tidak hanya difokuskan pada
permasalahan K3 yang ada sebatas di lingkungan
industri dan pekerja. Arah perkembangan
kesehatan dan keselamatan kerja dimasa yang
akan datang lebih ditekankan kepada aspek
perilaku, dengan kata lain setiap orang di setiap
aktivitas mereka sudah menerapkan prinsip-
prinsip kesehatan dan keselamatan kerja.
Perkembangan di masa yang akan datang
diharapkan dapat semakin mampu mengatasi
permasalahan keterbatasan sumberdaya dan
dampak buruk perkembangan teknologi/industri.
Sejarah Perkembangan Bahaya
Pekerjaan

Sebelum era industri


Bahaya pekerjaan masih terbatas pada bahaya
penggunaan alat-alat sederhana. Perlindungan
keselamatan masih sangat kurang. Perlindungan
hanya diberi kan kepada kelompok bangsawan atau
raja-raja dimana pekerjaan kasar atau berbahaya
dilakukan oleh para budak. Kematian atau
kecelakaan dianggap sebagai bagian dari nasib para
budak.
Lanjutan . . .

Revolusi Industri
Peralatan berubah secara drastis. Pada masa
ini mesin-mesin bertenaga besar mulai diciptakan.
Tentu saja perkembangan ini berakibat
meningkatnya bahaya-bahaya pekerjaan. Tidak
hanya bahaya yang mengancam keselamatan
tetapi juga bahaya lingkungan.
Lanjutan . . .

Sekarang
Perkembangan teknologi semakin pesat,
peralatan di disain dengan tingkat bahaya yang
semakin tinggi, namun tingkat keamanan juga
tinggi. Pekerjaan diatur agar aman bagi pekerja.
Perlindungan hak asasi semakin diperhati kan,
keselamatan menjadi perhatian yang utama.
Sumber energi ramah linkungan mulai dikembang
kan.
TERIMA
KASIH