Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

Seorang wanita G1 P0 A0 28 tahun


hamil 13 minggu dengan abortus
imminens
Patient Identity
Jenis
Umur : 28
Nama: Ny. M Kelamin:
tahun
Perempuan

Pekerjaan:
No. RM: Alamat:
karyawan
1305946 Demak
Appanel

Tanggal
Bangsal: Masuk: 9
baitunissa Januari
2017
History Taking

Main Complaint : Keluar flek flek


berwarna coklat dari jalan lahir
Riwayat Penyakit Sekarang
Wanita berusia 28 tahun, hamil 13 minggu,
datang ke IGD Rumah Sakit Islam Sultan
Agung dengan keluhan keluar flek-flek
berwarna coklat dari jalan lahir sejak 1 hari
SMRS. Tidak ada gumpalan darah. Keluar
flek disertai dengan nyeri perut.
Nyeri perut dirasakan seperti diremas
remas. Riwayat trauma disangkal.
Riwayat pijat disangkal. Riwayat minum
obat atau jamu disangkal. Mual, muntah
dan panas badan disangkal pasien.
Ini merupakan kehamilan pertama. Pasien
memiliki riwayat menstruasi teratur.
Pasien memiliki HPHT 5 Oktober 2016,
saat ini pasien hamil 13 minggu.
Past Illness History

R. Diabetes : disangkal
R. Asma : disangkal
R. Jantung: disangkal
R. Hipertensi: disangkal
R. Alergi : disangkal
Family Illness History

R. Diabetes : disangkal
R. Asma : disangkal
R. Jantung: disangkal
R. Hipertensi: disangkal
R. Alergi : disangkal
Riwayat Kehamilan
Pasien melakukan ANC di bidan. Tidak ada masalah yang
ditemukan.

Riwayat Haid
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari
Dismenorrhea : (-)
Leukorrhea : (-)
Menopause : (-)
HPHT : 5 Oktober 2016
HPL : 12 juli 2017
- Perkawinan 1 kali
- Menikah usia : 27 tahun
- Lama menikah : 1 tahun
- Riwayat KB :-
PHYSICAL
EXAMINATION
Patient Status
Nutrient Status
Age : 28
Vital Sign
years old Weight : 55
Sex : Female kg BP : 120/80
Height : 157 mmHg
cm HR : 88x/m
BMI : 22.31 RR : 20 x/m
T : 36.5oC

Normal
Kepala: Mesocephal
Rambut : Tidak mudah dicabut,
warna hitam
Mata : Conjungtiva Anemis (-/-),
Sklera Ikterik (-/-), , refleks pupil +/+,
pupil isokor +/+
Hidung : Simetris, Sekret (-), Deviasi
septum (-)
Bibir : Swelling (-)
Telinga : Sekret (-), Hiperpigmentasi
(-)
Leher : Deviasi trachea (-), kaku
kuduk (-), Hiperpigmentasi (-), Massa
(-), Pembesaran KGB (-)
Thoraks - Cor
Jantung
Inspeksi : ictus cordis tak tampak
Palpasi : ictus cordis tak melebar, pulsus
epigastrik (-), pulsus parasternal (-), sternal lift
(-)
Perkusi :
Batas kiri : ICS IV, linea midclavicularis sinistra
Batas kiri : ICS IV, linea parasternalis dextra
Batas atas : ICS II, linea sternalis sinistra
Batas pinggang : ICS II, linea parasternalis sinistra
Auskultasi: Bunyi jantung I-II regular, murmur
(-), gallop (-)
PARU
Depan Belakang
I : Statis : simetris kanan kiri, retraksi I : Statis : simetris kanan kiri, retraksi
(-/-) (-/-)
Dinamis : pergerakan paru simetris, Dinamis : pergerakan paru simetris,
retraksi (-/-) retraksi (-/-)
Pa : Statis : simetris, sela iga tidak Pa : Statis : simetris, sela iga tidak
melebar, tidak ada yang tertinggal, melebar, tidak ada yang tertinggal,
retraksi (-/-) retraksi (-/-)
Dinamis : pergerakan paru simetris, Dinamis : pergerakan paru simetris,
sela iga tidak melebar, tidak ada sela iga tidak melebar, tidak ada
yang tertinggal, retraksi (-/-) yang tertinggal, retraksi (-/-)
Stem fremitus kanan=kiri Stem fremitus kanan=kiri
Pe : sonor / sonor seluruh lapang Pe : sonor/sonor seluruh lapang paru
paru Aus: Suara dasar vesikuler (+/+),
ronki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen :
Inspeksi : kontur abdomen simetris,
distensi (-), scar (-), striae (-),
dilatasi vena (-), peristaltik (-), pulsasi
epigastrium (-)
Auskultasi: Bising usus (+) normal.
Perkusi : Didapatkan bunyi timpani di
keempat kuadran abdomen.
Palpasi : Teraba supel, nyeri tekan
(+) suprapubik, balottement ginjal (-),
nyeri ketok ginjal (-)
Status Ginekologi

Pemeriksaan Luar
Darah merah segar (-), prongkolan (-), vulva oedem (-),
pus(-), ulkus(-)

Periksa Dalam
Dinding vagina licin dalam batas normal, massa (-), rugae
(-).
Porsio licin, kenyal, pembukaan OUE (-), teraba jaringan (-),
nyeri goyang (-)
Cavum douglass menonjol (-)
Corpus uteri antefleksi, bentuk dan konsistensi lebih kecil
dari umur kehamilan 13 minggu (sebesar telur bebek).
Adneksa paramaetrium dalam batas normal, massa (-), nyeri
tekan (-)
EKSTREMITAS
Superior Inferior
Akraldingin -/- -/-
Oedem -/- +/+
Pucat -/- -/-
Gerak Dalam batas Dalam batas normal
Reflex fisiologis normal +/+
Reflex patologis +/+ -/-
Hiperpigmentasi -/- +/+
Bula -/- +/+
-/-
LABORATORY
EXAMINATION
Hematology

Nilai
Pemeriksaan
Normal
Hemoglobin 12.5 11.7-15.5

g/dL
Hematokrit 36.2 35-47

Jumlah Leukosit 10.9 3.6-11.0

U/L
Jumlah Trombosit 338 150-400 ml
RESUME
Wanita berusia 28 tahun, hamil 13 minggu, datang ke
IGD Rumah Sakit Islam Sultan Agung dengan keluhan
keluar flek-flek berwarna coklat dari jalan lahir sejak 1
hari SMRS. Tidak ada gumpalan darah. Keluar flek
disertai dengan nyeri perut. Nyeri perut dirasakan
seperti diremas remas. Riwayat trauma disangkal.
Riwayat pijat disangkal. Riwayat minum obat atau
jamu disangkal. Mual, muntah dan panas badan
disangkal pasien.
Ini merupakan kehamilan pertama. Pasien memiliki
riwayat menstruasi teratur. Pasien memiliki HPHT 5
Oktober 2016, saat ini pasien hamil 13 minggu.
Status Ginekologi :
Pemeriksaan Luar
Darah merah segar (-), prongkolan (-), vulva oedem (-), pus(-),
ulkus(-)

Periksa Dalam
Dinding vagina licin dalam batas normal, massa (-), rugae (-).
Porsio licin, kenyal, pembukaan OUE (-), teraba jaringan (-),
nyeri goyang (-)
Cavum douglass menonjol (-)
Corpus uteri antefleksi, bentuk dan konsistensi lebih kecil dari
umur kehamilan 13 minggu (sebesar telur bebek).
Adneksa paramaetrium dalam batas normal, massa (-), nyeri
tekan
Riwayat Haid
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari
HPHT : 5 Oktober 2016
HPL : 12 Juli 2017
Tekanan darah : 120/80
mmHg
Nadi : 84x/m
Pernapasan : 20x/m
Suhu : 36,5oC
Diagnosis Kerja
G1 P0 A0 28 tahun hamil 13 minggu
dengan abortus imminens
Tatalaksana

1. Rawat inap
2. Bedrest total
3. Pengawasan : KU, vital sign
4. Terapi Medikamentosa :
5. Uterogestan tab 2 x 200mg
6. Infus RL + Duvadilan 1 Amp 16 tpm
Definisi

Abortus merupakan suatu proses


berakhirnya suatu kehamilan dimana
janin belum mampu hidup di luar
rahim (belum viable); dengan kriteria
usia kehamilan kurang dari 20
minggu atau berat janin kurang dari
500 gram.
Etiologi

Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi:


Kelainan kromosom
Lingkungan kurang sempurna
Pengaruh dari luar (teratogen)
Kelainan pada genitalia ibu:
Anomali kongenital (hipoplasia uteri, uterus bikornis, dan
lain-lain)
Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri fiksata
Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menerima
nidasi dari ovum yang sudah dibuahi, seperti kurangnya
progesteron atau estrogen, endrometritis, mioma
submukosa.
Uterus terlalu cepat teregang (pada kehamilan ganda,
mola)
Distorsio uterus, misalnya karena terdorong oleh tumor
pelvis
Gangguan sirkulasi plasenta
hipertensi, toksemia gravidarum, anomali
plasenta, dan endartritis oleh karena lues.
Penyakit ibu
pnemonia, tifus abdominalis, pielonefritis,
malaria, anemia berat, keracunan, peritonitis,
toksoplasmosis, sifilis, tuberkulosis, diabetes
mellitus, dan penyakit sistemik yang berat.
Antagonis Rhesus
darah ibu yang melalui plasenta merusak darah
fetus, sehingga terjadi anemia pada fetus yang
berakibat meninggalnya fetus.
Perangsangan pada ibu yang
menyebabkan uterus berkontraksi
sangat terkejut, obat-obatan uteretonika,
ketakutan, laparatomi, dan lain-lain.
dapat juga karena trauma langsung
terhadap fetus : selaput janin rusak
langsung karena instrumen, benda dan
obat-obatan.
Penyakit bapak (penyakit kronis) :
TBC, anemi, malnutrisi, nefritis, sifilis,
Klasifikasi

Abortus spontan
Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-
faktor mekanik atau medisinalis, semata-mata karena
faktor alamiah.

Abortus provokatus
Adalah abortus yang disengaja, baik dengan menggunakan
obat-obatan atau alat. Abortus ini terbagi lagi menjadi :
Abortus medisinalis(abortus therapheutica)
Adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan
bila kehamilan dilanjutkan dapat membahayakan jiwa ibu
(berdasarkan indikasi medis).
Abortus kriminalis.
Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan
yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
Abortus komplet
seluruh hasil konsepsi dikeluarkan (desidua
dan fetus), sehingga rongga rahim kosong.
Abortus inkomplet
Hanya sebagian hasil konsepsi yang
dikeluarkan, sisanya yang ketinggalan adalah
plasenta atau desidua basalis.
Abortus insipien
Suatu abortus yang tidak dapat
dipertahankan lagi, pada pemeriksaan fisik
ditandai dengan pecahnya selaput janin dan
pembukaan servik dan kontraksi uterus.
Abortus imminens
Abortus ini baru mengancam dan masih ada harapan
untuk mempertahankannya.
Missed abortion
Keadaan janin sudah mati tetapi masih tetap dalam
rahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih.
Abortus habitualis
Adalah suatu keadaan dimana telah terjadi abortus 3
kali atau lebih secara berurutan.
Abortus infeksi
Abortus yang disertai infeksi pada genitalia, diagnosis
ditegakkan dengan adanya tanda infeksi pada
genitalia seperti panas, takikardia, perdarahan
pervaginam yang bau, uterus yang besar dan lembek,
nyeri tekan dan leukositosis.
DIAGNOSIS
Abortus imminens
peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada
kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil
konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya
dilatasi servik.

Abortus imminens kita diagnosis Jika pada


kehamilan muda terdapat:
Perdarahan melalui ostium uteri eksternum
Nyeri perut ringan atau tidak sama sekali
Pada pemeriksaan dalam belum ada pembukaan
Tidak ditemukan kelainan pada servik
PATOFISIOLOGI
Pada awal abortus terjadi perdarahan desidua basalis,
diikuti nekrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil
konsepsi terlepas dan dianggap benda asing oleh uterus.
Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan hasil
konsepsi tersebut.
Pada kehamilan kurang dari 8 minggu, villi khorialis belum
menembus desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi dapat
dikeluarkan seluruhnya. Pada kehamilan 8-12 minggu,
penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak
dilepaskan secara sempurna dan menimbulkan banyak
perdarahan.
Pada kehamilan lebih dari 14 minggu, janin dikeluarkan
lebih dahulu daripada plasenta.
Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk seperti
kantong kosong amnion atau benda kecil yang tak jelas
bentuknya, janin lahir mati, janin masih hidup, mola
kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus.
Penanganan abortus imminens

Istirahat-baring.
Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan dan
coitus dilarang selama 2 minggu.
pemberian hormon progesteron
Pemeriksaan ultrasonografi.
Komplikasi

Komplikasi yang berbahaya pada abortus


ialah :
Perdarahan
Perforasi
Infeksi
Syok
Prognosis