Anda di halaman 1dari 21

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI

BAKTERI PENYEBAB INFEKSI PADA


KULIT

Herlina, SKM, M.Kes

PRODI D IV ANALIS KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
Pendahuluan
Infeksi bakteri bakteri adalah invasi dan
multiplikasi mikroorganisme (bakteri) dalam
jaringan tubuh yang menghasilkan tanda
dan gejala seperti respon imun.

Tingkat keparahan infeksi tergantung pada :


1. Patogenisitas
2. Jumlah mikroorganisme
3. Daya tahan tubuh
Bakteri masuk ke dalam tubuh
melalui :
Inhalasi
Ingesti
Sexsual transmission
Gigitan serangga atau hewan
Injeksi
Cara mikroorganisme (bakteri) menyebabkan penyakit:
Agen Infeksi membangun dan merusak jaringan infeksi dalam
tiga cara:

1. Mereka dapat kontak atau memasuki sel inang dan


langsung menyebabkan kematian sel.

2. Mereka mungkin melepaskan racun (eksotoksin atau


endotoksin) yang merusak dan membunuh sel-sel,
melepaskan enzim yang mendegradasi komponen
jaringan, merusak pembuluh darah, dan menyebabkan
nekrosis iskemik.

3. Mereka dapat menginduksi respon seluler host, yang meski


ditujukan pada penginvasi, menyebabkan
bertambahnya kerusakan jaringan biasanya
dengan immunemediated mekanisme.
Perubahan Patofisiologi :
Peradangan
Merah, panas, nyeri, edema, hilangnya
fungsi
Demam (banyak mikroorganisme tidak
dapat bertahan di suatu lingkungan panas)
Leucosytosis (neu, eos, baso, lymp, mono)
Peradangan kronis
ESR
INFEKSI PADA KULIT

A. SELULITIS
DEFINISI

Selulitis adalah suatu penyebaran infeksi


bakteri ke dalam kulit dan jaringan di bawah
kulit. Infeksi dapat segera menyebar dan
dapat masuk ke dalam pembuluh getah
bening dan aliran darah. Jika hal ini terjadi,
infeksi bisa menyebar ke seluruh tubuh.
INFEKSI PADA KULIT

A. SELULITIS
(Lanjutan)

Etiologi

Selulitis bisa disebabkan oleh berbagai jenis


bakteri yang berbeda, yang paling sering
adalah Streptococcus. Staphylococcus juga
bisa menyebabkan selulitis, tetapi biasanya
terbatas di daerah yang lebih sempit.
Selulitis paling sering menyerang wajah dan
tungkai bagian bawah.

INFEKSI PADA KULIT

A. SELULITIS
(Lanjutan)
INFEKSI PADA KULIT

A. SELULITIS
(Lanjutan)

Manifestasi klinik
Gejala
kemerahan
nyeri tekan
panas, bengkak, dan tampak seperti kulit jeruk yang mengelupas
(peau d'orange).
Demam, menggigil, dan sakit kepala (pada kasus-kasus tertentu)

Tanda-tanda
Peningkatan denyut jantung
Tekanan darah menurun
pemeriksan fisik akan ditemukan daerah pembengkakan yang
terlokalisir (edema), kadang ditemukan pembengkakan kelenjar getah
bening.
Pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih

INFEKSI PADA KULIT

B. IMPETIGO
DEFINISI
Impetigo adalah suatu
infeksi/peradangan kulit yang
terutama disebabkan oleh bakteri
Streptococcus pyogenes, yang dikenal
dengan Streptococcus beta
hemolyticus grup A (GABHS). Kadang-
kadang disebabkan oleh bakteri lain
seperti Staphylococcus aureus pada
isolasi lesi impetigo
INFEKSI PADA KULIT

B. IMPETIGO
(Lanjutan

Etiologi
Penyebab impetigo adalah bakteri
Streptococcus beta hemolyticus grup A
(GABHS), atau terkadang dapat juga
disebabkan oleh Streptococcus aureus.
INFEKSI PADA KULIT

B. IMPETIGO
(Lanjutan
PATOFISIOLOGI
Streptococcus masuk melalui kulit yang terluka dan melalui transmisi
kontak langsung, setelah infeksi, lesi yang baru mungkin terlihat pada
pasien tanpa adanya kerusakan pada kulit. Bentuk lesi mulai dari makula
eritema yang berukuran 2 4 mm. Secara cepat berubah menjadi vesikel
atau pustula. Vesikel dapat pecah spontan dalam beberapa jam atau jika
digaruk maka akan meninggalkan krusta yang tebal, karena proses
dibawahnya terus berlangsung sehingga akan menimbulkan kesan seperti
bertumpuk-tumpuk, warnanya kekuning-kuningan. Karena secara klinik
lebih sering dilihat krusta maka disebut impetigo krustosa. Krusta sukar
diangkat, tetapi bila berhasil akan tampak kulit yang erosif.

Impetigo bulosa adalah suatu bentuk impetigo dengan gejala utama


berupa lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang,
terkadang tampak hipopion. Mula-mula berupa vesikel, lama kelamaan
akan membesar menjadi bula yang sifatnya tidak mudah pecah, karena
dindingnya relatif tebal dari impetigo krustosa. Isinya berupa cairan yang
lama kelamaan akan berubah menjadi keruh karena invasi leukosit dan
akan mengendap. Bila pengendapan terjadi pada bula disebut hipopion
yaitu ruangan yang berisi pus yang mengendap, bila letaknya di
INFEKSI PADA KULIT

B. IMPETIGO
(Lanjutan
Manifestasi klinik
Gejala
Gatal, ruam merah yang lembut kulit mengeras/krusta
(Honey-colored crusts), luka yang sulit menyembuh.
Luka merah yang dengan cepat pecah, mengeluarkan
sekret/cairan berwarna kuning encer.
Kulit melepuh berisi cairan.
Dalam bentuk yang lebih serius, menyakitkan cairan atau
nanah penuh luka yang berubah menjadi borok dalam.
mungkin akan dijumpai gejala; demam, diare, dan
kelemahan umum.

Tanda-tanda
Leukositosis
Suhu tubuh meningkat
ESR
INFEKSI PADA KULIT

B. IMPETIGO
(Lanjutan

Pemeriksaan fisik tipe dan lokasi lesi:


Sering terjadi pada wajah (sekitar mulut dan hidung) atau
dekat rentan trauma.
Makula merah atau papul sebagai lesi awal.
Lesi dengan bula yang ruptur dan tepi dengan krusta.
Lesi dengan krusta berwarna seperti madu.
Vesikel atau bula.
Pustula.
Basah, dangkal, dan ulserasi eritematous.
Lesi satelit
Uji katalase

Positip
Negatip (Staphylococ
(Streptococc cus)
us)

Uji Hemolisa Uji Koagulase Uji Manitol

Hemolis Anhemolis Hemodigesti