Anda di halaman 1dari 36

Mini Cex

(Hiperemesis Gravidarum)
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

Nama penderita : Ny. S


Umur : 35 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
No. RM : 01306181
Agama : Islam
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Menikah
Alamat : Tugumolyo, Semarang
Tanggal Masuk: 14 Januari 2017
Ruang : Baitunnissa II
Kelas : ll
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

Anamnesa dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 14 Januari 2017

Keluhan
Utama
Mual muntah
ANAMNESIS

Pasien G3P1A1 hamil 13 minggu datang ke IGD RISA dengan keluhan


mual muntah sejak 1 minggu yang lalu dan diperberat 3 hari yang lalu.
Mual muntah dirasakan terus menerus lebih dari 10 kali perhari
dengan volume 1/2 3/4 gelas belimbing. Muntah berisi makanan
yang dikonsumsi sebelumnya kadang disertai darah dan lendir.
Muntah diperberat ketika pagi hari serta saat pasien mengkonsumsi
makan atau minuman manis dan berkurang saat istirahat. Pasien juga
mengeluh nyeri pada ulu hati serta tenggorokannya. Berat badan
pasien turun kurang lebih 1 kg. Pasien merasa badannya lemah
sehingga pasien hanya bisa berbaring di tempat tidur. BAK sedikit serta
pasien tidak bisa BAB selama 5 hari. Pasien sudah tes kehamilan di
bidan dan hasilnya(+).Pada kehamilan sebelumnya pasien juga
merasakan keluhan seperti ini. Demam (-) BAB berdarah (-) Nyeri
perut kanan bawah (-), pijat (-), aktivitas berlebih (-).
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

HPHT : 08-10-2016
HPL : 15-07-2016
UK : 13 minggu
Menarche : umur 15 tahun
Riwayat Siklus haid : 26 hari, teratur
Lama haid : 5 hari
Menstruasi Dismenore : (+)

G3P1A1 hamil 13 minggu


G1 : Keguguran saat usia kehamilan 12
minggu
G2 : perempuan, 6 tahun, 2600 gr,
Riwayat Obstetri spontan di dokter, sehat
G3 : Hamil ini
Riwayat KB
Pasien menggunakan KB suntik 3
bulan selama 1 tahun

Riwayat ANC dilakukan 1 kali di bidan, tidak


ANC ada pesan-pesan khusus

Riwayat Menikah 1 kali selama 10 tahun


Perkawinan
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

RPD

Disangkal
Riwayat sakit serupa

disangkal
DM

Disangkal
Penyakit Jantung

Disangkal
Hipertensi

Disangkal
Alergi Obat
disangkal
Asma
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

RPK

Disangkal
Riwayat sakit serupa

disangkal
DM

Disangkal
Penyakit Jantung

Disangkal
Hipertensi

Disangkal
Alergi Obat
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

STATUS EKONOMI
Pasien adalah seorang ibu rumah
tangga, suami pasien juga
bekerja sebagai karyawan
swasta . Biaya pengobatan
ditanggung BPJS
PEMERIKSAAN UMUM
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

Pemeriksaan fisik

Keadaan Tampak Vital Sign:


umum lemah Tensi : 90/60 mmHg
Nadi : 74 x/menit
compos RR: 20 x/menit
Kesadaran
mentis Suhu : 36,2 0C
BB : 43kg
Status gizi TB : 150cm
BMI : 19,2
napas cuping
konjungtiva Sekret sianosis (-)
mesosefal (-/-),Seru
hidung (-),
anemis men (+/
nyeri tekan
(-), krepitasi
Pursed lips-
(-/-),sklera (-), Sekret (-), breathing
+), septum (-)
ikterik Laserasi deviasi (-), lidah kotor
(-/-),pupil (-/-). konka:
hiperemis (-) (-)
isokor dan Bibir kering
3mm,reflek deformitas (-)
(+)
pupil (+/+)
Jantung
Paru -
Paru
Abdomen
ANGGOTA GERAK

Superior Inferior
Akral dingin -/- -/-
Oedem -/- -/-
Sianosis -/- -/-
Gerak Dalam batas Dalam batas
Tremor normal normal
Pemeriksaan Penunjang
Hasil Lab

Pemeriksaan Laboratorium Darah


(tanggal 15 Januari 2017)
Hb : 14,5 g/dL
Hematokrit : 41.2%
Leukosit : 9,96 /uL
Trombosit : 261.000/uL

Imunoserologi
HbsAg (-)
DIAGNOSA AWAL
Pasien wanita 35 tahun G3P1A1
gravida 13 minggu dengan
Hiperemesis gravidarum tingkat I
- Pasien di istirahatkan jika bertambah berat
dianjurkan rawat inap
- Pengawasan: KU, Vital Sign
- Lengkapi laboratorium dan konsul radiologi USG
Terapi medicamentosa :
- Infus RL20 tpm
- Inj Ondansetron 3x 8 mg 1 hari
- Domperidon 3x1 tab
- As. Folat 2x1 tab
-
21
SIKAP
PEMBAHASAN
DEFINISI
ETIOLOGI

Etiologi dan patogenesis emesis dan hiperemesis gravidarum berkaitan erat dengan etiologi dan
patogenesis mual dan muntah pada kehamilan. Penyebab pasti mual dan muntah yang dirasakan
ibu hamil belum diketahui, tetapi terdapat beberapa teori yang mengajukan keterlibatan faktor-
faktor biologis, sosial dan psikologis. Faktor biologis yang paling berperan adalah perubahan kadar
hormon selama kehamilan

Menurut teori terbaru, peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) akan
menginduksi ovarium untuk memproduksi estrogen, yang dapat merangsang mual dan
muntah.33 Perempuan dengan kehamilan ganda atau mola hidatidosa yang diketahui memiliki
kadar hCG lebih tinggi daripada perempuan hamil lain mengalami keluhan mual dan muntah
yang lebih berat

Progesteron juga diduga menyebabkan mual dan muntah dengan cara menghambat motilitas
lambung dan irama kontraksi otot-otot polos lambung.4 Penurunan kadar thyrotropin-
stimulating hor-mone (TSH) pada awal kehamilan juga berhubungan dengan hiperemesis
gravidarum meskipun mekanismenya belum jelas.
DERAJAT HEG

Hiperemesis gravidarum tingkat I ditandai oleh muntah yang terus-menerus disertai dengan
penurunan nafsu makan dan minum. Terdapat penurunan berat badan dan nyeri epigas-trium.
Pertama-tama isi muntahan adalah makanan, kemudian lendir beserta sedikit cairan empedu,
dan dapat keluar darah jika keluhan muntah terus berlanjut. Frekuensi nadi meningkat sampai
100 kali per menit dan tekanan darah sistolik menurun. Pada pemeriksaan fisis ditemukan
mata cekung, lidah kering, penurunan turgor kulit dan penurunan jumlah urin.

Pada hiperemesis gravidarum tingkat II, pasien me-muntahkan semua yang dimakan dan
diminum, berat badan cepat menurun, dan ada rasa haus yang hebat. Frekuensi nadi berada
pada rentang 100-140 kali/menit dan tekanan darah sistolik kurang dari 80 mmHg. Pasien
terlihat apatis, pucat, lidah kotor, kadang ikterus, dan ditemukan aseton serta bilirubin dalam
urin.

Hiperemesis gravidarum tingkat III sangat jarang terjadi. Keadaan ini merupakan kelanjutan
dari hiperemesis gravidarum tingkat II yang ditandai dengan muntah yang berkurang atau
bahkan berhenti, tetapi kesadaran pasien menurun (delirium sampai koma). Pasien dapat
mengalami ikterus, sianosis, nistagmus, gangguan jantung dan dalam urin ditemukan bilirubin
dan protein.
DIAGNOSIS

Pada anamnesis dapat ditemukan keluhan amenorea, serta mual dan muntah
berat yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan obstetrik dapat
dilakukan untuk mene-mukan tanda-tanda kehamilan, yakni uterus yang
besarnya sesuai usia kehamilan dengan konsistensi lunak dan serviks yang
livid. Pemeriksaan penunjang kadar -hCG dalam urin pagi hari dapat
membantu menegakkan diagnosis kehamilan.
Tabel 1. Definisi-Definisi Mual dan Muntah dalam Kehamilan

Emesis gravidarum Hiperemesis gravidarum

Mual dan muntah dikeluhkan Mual dan muntah menggang-

terus melewati 20 minggu per- ngganggu aktivitas sehari-hari

tama kehamilan

Tidak mengganggu aktivitas Mual dan muntah tidak me-

sehari-hari nimbulkan komplikasi (keto-

Tidak menimbulkan komplikasi nuria, dehidrasi, hipokalemia,

patologis penurunan berat badan


Menyingkirkan Penyebab Hiperemesis Lain

Satu indikator sederhana yang berguna adalah awitan mual dan muntah pada
hiperemesis gravidarum biasanya dimulai dalam delapan minggu setelah hari
pertama haid terakhir. Karena itu, awitan pada trimester kedua atau ketiga
menurunkan kemungkinan hiperemesis gravidarum. Demam, nyeri perut atau
sakit kepala juga bukan merupakan gejala khas hiperemesis gravidarum.
Diagnosis Banding
Ulkus peptikum pada ibu hamil biasanya adalah penyakit ulkus
peptikum kronik yang mengalami eksaserbasi sehingga dalam
anamnesis dapat ditemukan riwayat sebelumnya. Gejala khas
ulkus peptikum adalah nyeri epigastrium yang berkurang
dengan makanan atau antasid dan memberat dengan alkohol,
kopi atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Nyeri tekan
epigastrium, hematemesis dan melena dapat ditemukan pada
ulkus peptikum.

Pada kolestasis dapat ditemukan pruritus pada seluruh tubuh


tanpa adanya ruam. ikterus, warna urin gelap dan tinja
berwarna pucat disertai peningkatan kadar enzim hati dan
bilirubin.
Pasien dengan apendisitis akut biasanya mengalami demam dan nyeri perut
kanan bawah. Nyeri dapat berupa nyeri tekan maupun nyeri lepas dan lokasi
nyeri dapat berpindah ke atas sesuai usia kehamilan karena uterus yang
semakin membesar. Apendisitis akut pada kehamilan memiliki tanda-tanda
yang khas, yaitu tanda Bryan (timbul nyeri bila uterus digeser ke kanan) dan
tanda Alder (apabila pasien berbaring miring ke kiri, letak nyeri tidak berubah).

Meskipun jarang, penyakit Graves juga dapat menye-babkan hiperemesis. Oleh


karena itu, perlu dicari apakah terdapat peningkatan FT4 atau penurunan TSH.
Kadar FT4 dan TSH pada pasien hiperemesis gravidarum dapat sama dengan
pasien penyakit Graves, tetapi pasien hiperemesis tidak memiliki antibodi
tiroid atau temuan klinis penyakit Graves, seperti proptosis dan pembesaran
kelenjar tiroid.
PENATALAKSANAAN

Tata laksana awal dan utama untuk mual dan


muntah

tanpa komplikasi adalah istirahat dan menghindari


makanan yang merangsang, seperti makanan pedas,
makanan berlemak, atau suplemen besi.1,3 Perubahan pola
diet yang sederhana, yaitu mengkonsumsi makanan dan
minuman dalam porsi yang kecil namun sering cukup
efektif untuk mengatasi mual dan muntah derajat ringan.
Jenis makanan yang direkomen-dasikan adalah makanan
ringan, kacang-kacangan, produk susu, kacang panjang,
dan biskuit kering. Minuman elektrolit dan suplemen
nutrisi peroral disarankan sebagai tambahan untuk
memastikan terjaganya keseimbangan elektrolit dan
pemenuhan kebutuhan kalori. Menu makanan yang
banyak mengandung protein juga memiliki efek positif
karena bersifat eupeptic dan efektif meredakan mual.
Manajemen stres juga dapat berperan dalam menurunkan
gejala mual.
Ag e n Dosis Oral Efek Sedang Kategori Keterangan

Obat

(FDA)

Vitamin B6 (piridoksin) 10-25 mg setiap 8 jam A Vitamin B6 atau kombinasi vitamin B6-antihis-

tamin direkomendasikan sebagai terapi lini per-

tama.

Kombinasi vitamin Piridoksin, 10-25 mg setiap 8 jam; doxy- Sedasi A

B6-doxylamine lamine, 25 mg sebelum tidur, 12,5 mg

pada pagi hari jika dibutuhkan ditambah

12,5 mg pada siang hari jika dibutuhkan

An t i h i s t a m i n Sedasi

Doxylamine 12,5-25 mg setiap 8 jam A

Diphenhydramine 25-50 mg setiap 8 jam B

Meclizine 25 mg setiap jam B

Hydroxyzine 50 mg setiap 4-6 jam C

Dimenhydrinate 50-100 mg setiap 4-6 jam B

Phenothiazine Gejala ekstrapi-

ramidal, sedasi

Promethazine 25 mg setiap 4-6 jam C Kerusakan jaringan berat dengan pemberian


Terapi alternatif seperti akupunktur dan jahe telah diteliti untuk
penatalaksanaan mual dan muntah dalam kehamilan. Akar jahe (Zingiber
officinale Roscoe) adalah salah satu pilihan nonfarmakologik dengan efek yang
cukup baik. Bahan aktifnya, gingerol, dapat menghambat pertumbuhan seluruh
galur H. pylori, terutama galur Cytotoxin associated gene
Pengaturan diet

Untuk pasien hiperemesis gravidarum tingkat III,


diberikan diet hiperemesis I. Makanan yang diberikan
berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak
diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam setelah makan.
Diet hiperemesis kurang mengandung zat gizi, kecuali
vitamin C, sehingga diberikan hanya selama beberapa
hari.

Jika rasa mual dan muntah berkurang, pasien diberikan


diet hiperemesis II. Pemberian dilakukan secara bertahap
untuk makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak
diberikan bersama makanan. Diet hiperemesis II rendah
dalam semua zat gizi, kecuali vitamin A dan D.

Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan


hiperemesis ringan. Pemberian minuman dapat diberikan
bersama makanan. Diet ini cukup dalam semua zat gizi,
kecuali kalsium.
Evaluasi Terapi

Tujuan terapi emesis atau hiperemesis


gravidarum adalah untuk mencegah
komplikasi seperti ketonuria, dehidrasi,
hipokalemia dan penurunan berat badan
lebih dari 3 kg atau 5% berat badan.1 Jika
sudah terjadi komplikasi, perlu dilakukan
tata laksana terhadap komplikasi tersebut.

Penilaian keberhasilan terapi dilakukan


secara klinis dan laboratoris. Secara klinis,
keberhasilan terapi dapat dinilai dari
penurunan frekuensi mual dan muntah,
frekuensi dan intensitas mual, serta
perbaikan tanda-tanda vital dan dehidrasi.
Parameter laboratorium yang perlu dinilai
adalah perbaikan keseimbangan asam-basa
dan elektrolit.
TERIMA KASIH