Anda di halaman 1dari 26

KETUBAN PECAH DINI

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. L
Umur : 30 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
No. Cm : 01305273
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Status : Menikah
Nama Suami : Tn. A
Tanggal masuk : 03 Januari 2017
Ruang : VK
ANAMNESIS
Autoanamnesis dilakukan pada tanggal 03 Januari 2017
jam 23.30 WIB

Keluhan Utama:
Pasien mengeluh keluar cairan bening dari jalan lahir.

Riwayat Kehamilan Sekarang:


Pasien datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan
lahir pada tanggal 3 Januari 2017 jam 16.30, cairan keluar
dirasakan seperti mrembes, berwarna bening, tidak bau,
dan tidak ada lendir darah. Pasien juga mengeluh perut
kencang namun masih jarang. Gerakan janin masih
terasa. Demam disangkal.trauma/ jatuh disangkal
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Menstruasi
HPHT: 02-04-2016
HPL : 09-01-2017
UK : 39 minggu lebih 1 hari
Menarke : usia 15 tahun
Siklus menstruasi : teratur, 28 hari
Lama menstruasi : 6 hari
Dismenorrhea : disangkal
Riwayat Perkawinan
Pasien menikah pertama kali dengan
suaminya sekarang. Lama pernikahan 7
tahun
Riwayat Obstetri
G 2 P1 A 0
1. Perempuan, usia 7 tahun, BBL 3100 gram, aterm,
persalinan spontan, ditolong bidan, sehat
2. Hamil ini
Riwayat ANC
Rutin memeriksakan di bidan sesuai jadwal
kontrol (10 kali)
Riwayat KB
Tahun 2010 suntik tiap 3 bulan
Tahun 2012 pil (sampai 2015)
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Hipertensi : disangkal
Riwayat DM : disangkal
Riwayat paru : disangkal
Riwayat Penyakit jantung : disangkal
Riwayat Hepatitis : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat Hipertensi : disangkal
Riwayat DM : disangkal
Riwayat paru : disangkal
Riwayat Penyakit jantung : disangkal
Riwayat Sosial Ekonomi dan Gizi
Pasien biaya kesehatan ditanggung BPJS NON PBI,
kesan ekonomi cukup
PEMERIKAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Komposmentis
Vital sign :
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Nadi : 80x/menit,
Suhu : 36C
Frek. Napas : 20x/menit
TB : 149 cm
BB : 64 kg
Status Internus
Kepala : mesocephal
Mata : CA -/-, SI -/-, pupil bulat, isokor, oedem
palpebra (-)
Telinga : normotia, nyeri tekan tragus dan mastoid
(-), oedem (-) secret-/-, serumen-/-
Hidung : simetris, deviasi septum (-), oedem mukosa
(-), sekret (-)
Bibir : simetris, sianosis (-),
Mulut dan Tenggorokan : mukosa gusi tidak ada tanda
radang, lidah tidak kotor, hiperemis (-), lidah tidak
tremor, uvula simetris, terletak di tengah, deviasi
uvula (-)
Leher
Bentuk simetris, KGB tidak teraba membesar, trakea
terletak lurus di tengah, kelenjar tiroid simetris dan
tidak teraba membesar
Paru Abdomen
Inspeksi : simetris statis dan
dinamis
Inspeksi: perut
Palpasi : vocal fremitus lapang cembung, strie
paru kanan dan kiri sama kuat
Perkusi : terdengar sonor pada
gravidarum (+)
lapang paru kiri dan kanan Palpasi : nyeri tekan (-),
Auskultasi : lapang paru kanan
dan kiri vesikuler, rhonki (-/-) dan Perkusi : tidak dilakukan
wheezing(-/-)
Auskultasi: bising usus
Jantung
Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat (+)
Palpasi : iktus kordis tidak teraba. Ekstremitas
Perkusi :
Batas kiri:ICS V, midclavicula Oedem -/- ,-/-
sinistra Sianosis -/-, -/-
Batas kanan :ICS IV, sternal line
dextra Akral dingin -/, -/-
Batas atas: ICS II, linea Varises -/-
parasternalis sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung I-II
Reflek fisiologis +/+, +/
regular, murmur (-), gallop (-) +
Reflek Patologis -/-, -/-
Status Obsetri:
Inspeksi : perut cembung, strie gravidarum (+)
Palpasi :
Leopold I
TFU 3 jari dibawah proc. Xiphoideus (dalam sentimeter
Didapatkan masa bulat, lunak
TFU : 33 cm dengan TBJ= 3410 gram
Leopold II
Teraba tahanan memanjang di sebelah kiri dan bagian kecil
pada sebelah kanan
Leopold III
Teraba masa bulat, besar dan keras
Leopold IV
Pendindingan telapak tangan pada bagian bawah janin
didapatkan bentuk konvergen
Auskultasi : DJJ 11-12-12
HIS : 1 x dalam 10 menit, tidak teratur, kekuatan ringan,
selama 15 detik
Vagina toucher:
Inspeksi/VT : air ketuban (+), lendir darah (-), darah
segar (-), vulva oedem (-), pus (-), massa di vagina
(-)
VT: pembukaan 2 cm, penipisan 30%, KK (-), bagian
bawah kepala, penurunan kepala hodge I, POD uuk,
Lakmus test +
PEMERIKSAAN PENUNJANG
HEMATOLOGI
Hb : 11,7 g/dl
Ht : 34, 2 %
Leu : 9,54 ribu/uL
Tro : 284 ribu/uL
Gol. Darah : B / +
IMUNSEROLOGI
HBsAg non reaktf
DIAGNOSA
Pasien G2P1A0 usia 30 tahun hamil 39
minggu 1 hari janin tunggal hidup
intrauterin letak kepala punggung kiri
Kala I fase laten dengan ketuban pecah
dini (cantumkan logo) , impartu kala satu
fase laten
TINDAKAN
Tunggu persiapan persalinan pervaginam
Definisi
Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya
ketuban (selaput korioamniotik)
sebelum terdapat tanda tanda proses
persalinan.
Etiologi
Infeksi

Servik inkompetensia

Overdistensi uterus

Kelainan letak; sungsang

Faktor lain: gol. darah


Fungsi cairan amnion antara lain
adalah :
Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari
luar
Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi bayi
Hemostasis : menjaga keseimbangan suhu dan
lingkungan asam basa (Ph)
Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam
seluruh ruang intra uteri
Pada persalinan membersihkan, melicinkan jalan
lahir dengan cairan steril sehingga melindungi
bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
Patofisiologi

Infeksi Rokok Trimester ke


3

IL-1 IL-8,PG,
sitokinin
Sintesis
Degenerasi komponen metrik
proteolitik ekstra selulet
(MMP) (TIMP)

Etiologi lain:
- Overdistens Kelemahan
dan tipis - Kontraksi uterus
uteri
- Kelainan letak selaput - Peregangan
ketuban berulang
janin
- Inkompetens
servix
- faktor lain
DIAGNOSIS
Anamnesis
Keluarnya cairan ketuban merembes (cairan bening)
melalui vagina. Aroma air ketuban berbau amis,
dapat ngopyok, merembes atau menetes.
Pemeriksaan Inspekulo
Serviks, dinilai dilatasi dan perdarahan dari serviks.
Dilihat juga prolapsus talipusat atau ekstremitas
janin. Bau dari amnion yang khas juga dinilai.
Pooling pada cairan amnion dari forniks posterior
mendukung diagnosis KPD. Melakukan perasat
valsava atau menyuruh pasien untuk batuk supaya
memudahkan dalam proses melihat pooling.
Cairan amnion nitrazine test. Kertas lakmus akan
berubah menjadi biru jika pH 6 6,5. Kertas nitrazine
ini dapat memberikan hasil (+) palsu jika
tersamarkan oleh darah, semen atau vaginitis
trichomiasis.
Test Mikroskopis (Test Pakis)
Cairan di swab dan dikeringkan diatas
gelas obyek dan dilihat menggunakan
mikroskop. Gambaran ferning menandakan
cairan amnion, menunjukkan gambaran
daun pakis.
Test Busa

Laboratorium
Pemeriksaan Alpha fetoprotein (AFP),
konsentrasinya tinggi didalam cairan
amnion tetapi tidak dicairan semen atau
urine.
Pemeriksaan USG
Pemeriksaan ini untuk melihat cairan
ketuban dalam kavum uteri. Pada kasus
KPD terlihat jumlah cairan ketuban
sedikit (oligohidramnion atau
anhidramnion). Selain itu dinilai
amniotic fluid indeks , presentasi janin,
berat janin dan usia janin.
PENATALAKSANAAN
PENATALAKSANAN

KONSERVATI
F AKTIF
KONSERVATIF
UK 32-37
minggu, blm
UK 32-34 inpartu, tidak
minggu, dirawat infeksi, tes busa UK 32-37, sudah
sampai air -,
inpartu, tidak
ketuban tidak Beri infeksi UK 32-37
keluar Deksametasone minggu, infeksi,
5 mg 4x1 Beri Tokolitik
(ampisilin 4x500 (Salbutamol), Beri antibiotik
mg/ Observasi: deksametason
metronidazole tanda infeksi Induksi
2x500mg dan Induksi post 24
selama 7 hari kesejahteraan jam
atau eritomisin janin
Terminasi pada
UK 37 minggu
KOMPLIKASI
Ibu korioamnionitissepsis
Infeksi Janinsepsis perinatal, asfiksia,
prematur

Hipoksia dan Gawat janin


Afksia Oligohidramion

Sindrom Kompresi muka dan anggota


deformitas badan
Hipoplasi pulmonary
janin
TERIMAKASIH