Anda di halaman 1dari 42

SEROTINUS

Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

IDENTITAS
Nama Pasien : Ny. I
Umur : 36 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
No. CM : 129.69.81
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Genuk Indah
Status penikahan : Menikah
Nama suami : Tn. S
Tanggal Masuk : 28 Januari 2017
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

Anamnesa dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 28 Januari 2017

Keluhan
Utama

sudah lewat dari hari


perkiraan lahir namun
belum merasakan
kenceng-kenceng.
ANAMNESIS

Pasien G3P2A0 usia 36 tahun hamil 42 minggu 5


hari datang dengan keluhan belum kenceng-
kenceng dan sudah lewat HPL. Kenceng-
kenceng (+) jarang, keluar lendir darah dari
jalan lahir (-), keluar air dari jalan lahir (-),
gerakan janin (+) masih dirasakan.
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

HPHT : 2 April 2016


HPL : 9 Januari 2017
Riwayat Usia kehamilan : 42
Kehamilan Minggu 5 hari

o Menarche : 13 tahun
o Siklus haid : 28 hari
Riwayat o Lama haid : 7 hari
Menstruasi o Dismenore : -

G3 P2 A0, Gravida 42 minggu 5 hari


1: Perempuan, 9 tahun, 3000 gr, spontan di
Riwayat bidan, sehat
Obstetri 2: Perempuan, 5 tahun, 2900 gr, spontan di
bidan, sehat
3: Hamil ini
Riwayat
KB
IUD 3 th, Suntik 3 bulan

Riwayat ANC dilakukan di Bidan dari umur kehamilan 4


bulan
ANC

Riwayat Pasien menikah yang pertama kali


Perkawin dengan suami sekarang 12 tahun
an
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

RPD

Disangkal
DM

Disangkal
Penyakit Jantung

Disangkal
Hipertensi

Disangkal
Alergi Obat

Disangkal
Asma
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

RPK

Disangkal
DM

Disangkal
Penyakit Jantung

Disangkal
Hipertensi

Disangkal
Alergi Obat
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

STATUS SOSIAL
EKONOMI
Pendidikan terakhir SMA.
Pasien bekerja sebagai ibu
rumah tangga. Suami pasien
bekerja sebagai karyawan
swasta.
Kesan ekonomi : cukup
Daftar Px
Anamnesis Px Fisik Problem
Masalah Penunjang

Pemeriksaan fisik

Vital Sign:
Keadaan Tensi : 120/70
Baik
umum
mmHg
Nadi : 84 x/menit
compos
Kesadaran
mentis RR : 18 x/menit
Suhu : 36,2 0C
BB : 66 kg
Status gizi
TB : 158cm
PEMERIKSAAN FISIK

Kepala : Mesocephale
Mata : Conjungtiva anemis (-/-), sclera
ikterik(-/-)
Hidung : Discharge (-), nafas cuping hidung (-)
Telinga : Discharge (-), bentuk normal
Mulut : Bibir sianosis (-), bibir kering (-)
Tenggorokan : Faring hiperemis (-), pembesaran
tonsil(-)
Leher : Pembesaran tyroid (-), pembesaran limfe (-)
Kulit : turgor baik, ptekiae (-)
Mamae : simetris, hiperpigmentasi aerola mamae, papilla
mamae menonjol, kolostum (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi :Tidak dapat ditentukan batas batasnya karena
terhalang oleh mamae yang membesar
Auskultasi : Suara jantung I dan II murni, reguler, suara tambahan (-)

Paru
Inspeksi : hemithorax dekstra dan sinistra simetris
Palpasi : stemfremitus dekstra dan sinistra sama, nyeri tekan (-)
Perkusi : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler, suara tambahan (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen
Inspeksi : perut cembung, striae
gravidarum (+), linea nigra (+)
Palpasi : nyeri tekan (-)
Perkusi : tidak dilakukan
Auskultasi : bising usus (+)
PEMERIKSAAN FISIK

Ekstremitas
Superior Inferior
Oedem -/- -/-
Varises -/- -/-
Reflek fisiologis +/+ +/+
Reflek patologis -/- -/-
PEMERIKSAAN FISIK
Status Obstetri
Abdomen

Inspeksi : Perut cembung, striae gravidarum (+)


Palpasi
Leopold I : Teraba massa bulat, besar lunak. TFU 31cm
Leopold II : Teraba tahanan memanjang sebelah kanan dan
bagian-bagian kecil pada sebelah kiri.
Leopold III : Teraba massa bulat, besar, keras. Bagian bawah janin
masih dapat digoyang
Leopold IV : Pendindingan telapak tangan pada bagian bawah
janin didapatkan bentuk konvergen.
Auskultasi : DJJ 11-11-11
TFU : 31 cm
TBJ : (31-12) x 155 = 2.945 gram
Genitalia
Eksterna : air ketuban (-), lendir darah (-), darah segar (-), vulva
oedem (-)
Interna (VT) : 1 cm, portio tebal lembut, effacement 10%,
kepala turun H1, KK (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Pemeriksaan Laboratorium Darah :
Darah Rutin
Hb : 11,9gr/dl
Hematokrit : 32,9 %
Leukosit :11.000/uL
Trombosit : 265.000/uL
Gol.Darah/RH : B/positif
APTT : 27,4 detik
PT : 9,6 detik
RESUME

Pasien G3P2A0 usia 36 tahun hamil 42 minggu


datang dengan keluhan kenceng-kenceng dan
sudah lewat HPL. Kenceng-kenceng (+) jarang,
keluar lendir darah dari jalan lahir (-), keluar air
dari jalan lahir (-), gerakan janin (+) masih
dirasakan.
Status Obstetri :
HPHT : 2 4 - 2016
HPL : 9 1 - 2017
UK : 42 minggu

Abdomen
Inspeksi : perut tampak membesar, striae gravidarum (+), linea nigra(+), bekas operasi (-)
Auskultasi : bising usus (+)
Palpasi : nyeri tekan (-), teraba bagian janin:
Leopold I : bokong, TFU 31 cm
Leopold II : puka dan ekstremitas
Leopold III : kepala
Leopold IV : belum masuk PAP
HIS : jarang
TBJ : 2.945gram
DJJ : DJJ irama reguler, teratur, 11-11-11 = 132
Bishop Pelvic Score

BISHOP SCORE :

Pendataran serviks 10%

Pembukaan serviks 1cm

Penurunan kepala HI

Konsistensi serviks Lunak

Posisi serviks sumbu posterior


DIAGNOSA

G3P2A0 usia 36 tahun, hamil 42 minggu, janin


tunggal, hidup intra uterin, presentasi kepala,
puka, belum inpartu dengan serotinus
SIKAP

1. Pasien di rawat inap


2. Pengawasan : KU, Vital sign, PPV, His, DJJ
3. Pro Induksi dengan oksitosin drip 10 IU dalam 500cc RL dimulai 8 tpm
dinaikan 4 tetes tiap 30 menit sampai 20 tpm

4. Apabila tidak memberikan respon, dapat dilanjut dengan botol ke II, dan
jika botol ke II habis dan tidak terjadi embukaan cervix, maka induksi
diulng 24 jam kemudian, dan infus oksitosin tersebut diatas dianggap
sebagai priming
KEHAMILAN LEWAT BULAN (SEROTINUS)
Sinonim :
Post Term Pregnancy

Prolonged Pregnancy

Extended Pregnancy

Kehamilan Postdatisme

Kehamilan Postmatur

Kehamilan Serotinus
Definisi :
(International Federation Of Obstetrics and
Gynaecology /FIGO/ 1992) adalah :

Kehamilan yang berlangsung


42 minggu (294 hari) atau lebih,
dihitung mnrt. Rumus Naegele
dengan siklus haid rata-rata
28 hari
Penyebab Serotinus

1.Teori penurunan progesteron


2.Teori rangsangan oksitosin
3.Teori kortisol / ACTH janin
4.Teori asam arasidonat/prostaglandin
5.Uterus : struktur, nutrisi, sirkulasi dan syaraf
(Fleksus Franken Hauser)
TEORI PE PROGESTERON
Progesteron sensitivitas uterus thd.

Oksitosin memacu proses persalinan

TEORI RANGSANGAN OKSITOSIN

Oksitosin (Neurohipofisis) hamil


persalinan
TEORI KORTISOL /ACTH JANIN
plasenta
Kortisol janin

progesteron prostaglandin
persalinan

TEORI ASAM ARASIDONAT/


PROSTAGLANDIN
Kortisol Progesteron
Estrogen

Prostaglandin Kontraksi uterus


Struktur Uterus, Nutrisi, Sirkulasi &
syaraf

Uterus membesar Iskemia otot uterus


Gangguan sirkulasi utero
plasenter
Degenerasi plasenta Persalinan

Nutrisi janin Persalinan

Tekanan ganglion servikalis (Fleksus


Frankenhauser) Kontraksi uterus
Persalinan
DIAGNOSIS
1.Riwayat haid
Tidak sulit bila siklus haid teratur
& HPHTdiketahui pasti, diagnosis
kehamilan lewat bulan ditentukan
2 minggu / lebih dari taksiran
persalinan menurut Rumus
Naegele

2.Tes kehamilan
Bila pasien melakukan
pemeriksaan antenatal dalam 2
minggu sesudah terlambat haid &
didapatkan tes imunologik positif
3. Gerak janin
Gerak janin pertama kali
dirasakan oleh ibu (Quickening)
pada umur kehamilan18 - 20
minggu menentukan perkiraan
persalinan Quickening
ditambah 22 minggu pada
primigravida atau 24 minggu pada
multigravida

4. Denyut jantung janin


Stetoskop laennec Djj mulai
didengar uk. 18 20 minggu
5. Tinggi Fundus Uteri (TFU)

Rumus JOHNSON:

[TFU (cm) x] X 155 gr

X : 11 cm bila kepala sudah masuk PAP


X : 12 cm bila kepala belum masuk PAP
TFU : Jarak antara simfisis Fundus Uteri
Syarat : Hanya pada letak kepala
Pem. TFU tidak bermanfaat
untuk menentukan
kehamilan lewat bulan pada
penderita yang tidak
melakukan ANC
7. Ultrasonografi (USG)
Trimester I pem.CRL (Crown-Rump
Lengths panjang kepala tungging)
ketepatan 4 hari dari taksiran
persalinan
Uk.16 26 mg. ukuran BPD
(Bipariental Diameter) & panjang
Femur (Femur Length)
ketepatan 7 hari dari taksiran
persalinan

Para ahli menganjurkan pem.USG


dilakukan uk. 20 30 mg. ok diatas 30
mg. pem. BPD mem. Kesalahan 3
7. Radiologi

Foto lateral & antero posterior


menentukan pusat penulangan

Epiphysis femur bag.distal paling


dini
dapat dilihat pada uk. 32 minggu

Epiphysis tibia bag. proksimal


jarang
terlihat sebelum uk. 36 minggu
8. Pem.Cairan Amnion
Umur kehamilan dapat
ditentukan
dengan mengetahui maturitas
janin
dengan menentukan kadar
lecithin
sphingomyelin, creatinine &
pem.aktivitas tromboplastik,
sitologi
cairan amnion
PEMANTAUAN KESEJAHTERAAN JANIN

1. Pem.denyut jantung janin


2. Gerak nafas janin
3. Gerak janin
4. Tonus otot janin
5. Pem.air ketuban:
a.Jumlah air ketuuban
b.Warna air ketuban
6. Pemantauan gabungan variabel biofisik
7. Pem.kadar estriol
8. Pem. kadar Human Placenta Lactogen
atau Human Chorionic
Somatomammotropin
9. Pem. PH darah janin
10.Pem.USG
PENGARUH PADA JANIN

1. Berat janin
a.Meningkat
b.Tetap
c. Menurun
2. Gawat janin
3. Pertumbuhan janin terhambat
4. Kematian janin
5. Kel. kongenital
SINDROMA POSTMATURITAS

Gg. Pertumbuhan
Dehidrasi
Kulit kering
Keriput
Tangan & kaki panjang
Tlg. Tengkorak lebih keras
Vernik kaseosa & lanugo hilang
Coklat kehijauan atau kekuningan pada
kulit & tali pusat
Kuku panjang
Rambut tebal
Wajah menderita
PENGELOLAAN SEROTINUS
I. Induksi Persalinan

Bila tidak ada kontra indikasi:

CPD

Cacat rahim (Bekas Miomektomi,


SC,Histerorafi)

Gawat janin
Menggunakan:
1. Drip Oksitosin
5 unit oksitosin dalam 500 cc D5%
mulai 8 tts /mnt dinaikan 4 tts /
30 mnt sampai His Adekuat
maks. 40 tts /mnt

Meskipun skor Bishop < 5


Drip oksitosin sebagai Priming
(pematangan serviks)

2. Prostaglandin (Prostine E)
INDUKSI PERSALINAN GAGAL BILA:

a. 2 X Drip Oksitosin dengan


istirahat 1 x 24 jam janin belum
lahir

b. Gawat janin

c. RUI (Ruptura Uteri Imminen)


II. SC bila :

a. Gawat janin
b. Bekas SC
c. Primigravida tua
d. Riw. Obstetri jelek
e. Riw.infertilitas
f. Kelainan letak (letak sungsang, letak
lintang)
g. Gagal drip oksitosin
h. Syarat pervaginam tak terpenuhi