Anda di halaman 1dari 45

Juniadi Soetowo

DEPARTEMEN BIOKIMIA
KEDOKTERAN
KOMUNIKASI ANTAR
SEL
ORGANISME MULTISELULER

LOKASI, AKTIVITAS DAN FUNGSI

KOORDINASI,INTEGRASI DAN SINKRONISASI

K OM U NI KA S I
TANGGAPAN SEL
SASARAN
TERHADAP ADANYA
HORMON
A. FAKTOR HORMONAL
B. FAKTOR SEL SASARAN
A. HORMONAL

1.KECEPATAN SINTESIS DAN SEKRESI HORMON

2.JARAK DARI TEMPAT SINTESIS KE SEL


SASARAN

3.KONSTANTE DISOSIASI HORMON-RESEPTOR

4.BENTUK AKTIF HORMON


[H]+[P] [ H-P ]

[H]+[R] [ H-R ]

Kd = [ H ] [ P ] / [ H-P ]
Kd = [ H ] [ P ] / [ H-
AFINITAS HORMON Kd ( P atau
P
)
] R

RESPON BIOLOGIK ~ [ H-R ]


Kd = [ H ] [ R ] / [ H-R
]
,
AKTIFITAS HORMON ~ [ H-P ] , [ H-R ]

[ H ] , T 1/2
B. SEL SASARAN
1. JUMLAH, AKTIFITAS RELATIF ,

LOKASI RESEPTOR

2. METABOLISME HORMON DI SEL


SASARAN

3. FAKTOR DI DALAM SEL SASARAN

4. UP OR DOWN REGULATION
PERBEDAAN DAN PERSAMAAN

ANTARA RESEPTOR DAN PROTEIN


RESEPTOR
PENGANGKUT HORMON PROTEIN
1. KADAR RIBU/SEL MILYAR/UL
2. AFINITAS 10-11-10-9 mol/L 10-7-10-5 mol/L
3. SPESIFISITAS TINGGI RENDAH

4. KEJENUHAN YA TIDAK
KADAR FISIOLOGIK
5. REVERSIBILITAS YA YA
KADAR HORMON
TIROID
TH ( ug/dl ) % FH ( ng/dl ) T 1/2
T4 8 0,03 ~ 2,24 6,5
( days )

T3 0,15 0,3 ~ 0,4 0,4

T3 LEBIH AKTIF / POTEN DARIPADA T4


T3 LEBIH AKTIF DARIPADA T4
OLEH KARENA :

1. Persentase ( % ) bentuk bebas lebih


besar. [ H ] , T1/2

2. Afinitas terhadap TBG lebih lemah.


[ H-P ]

3. Afinitas terhadap reseptor lebih kuat


[ H-R ]
DHT LEBIH AKTIF DARIPADA

TESTOSTERON

1. DHT ( DIHIDROTESTOSTERON )
TIDAK BISA DIUBAH MENJADI
ESTROGEN

2. AFINITAS DHT LEBIH KUAT DAN


LEBIH STABIL DIBANDING
BIOSINTESIS HORMON
1. BENTUK FINAL

2. DIMODIFIKASI DI SEL
A. BERASAL DARI PROHORMON

/ MOLEKUL LEBIH BESAR


B. HORMON GLIKOPROTEIN

3. DIUBAH JADI BENTUK AKTIF DI

PERIFER
A. ORGAN SASARAN
1. STEROID

2. A. 1. ANGIOTENSIN I ---- ANGIOTENSIN II


2. INSULIN, GLUKAGON,
SOMATOSTATIN, PTH DAN
TURUNAN POMC

B. TSH, LH, FSH DAN hCG

3. A. T4 ------ T3 DAN T ----- DHT


O.S
B. DHEA --- ANDROSTENEDION
N.O.S
C. VIT. D3 N.O.S -- 25 OH D3 ------
- - O.S - - KALSITRIOL
PENYIMPANAN HORMON
HORMON SEKRESI DARI SEL

STEROID DAN KALSITRIOL TIDAK

KATEKOLAMIN DAN PTH BEBERAPA JAM

INSULIN BEBERAPA HARI


T3 DAN T4 BEBERAPA MINGGU
INAKTIFASI RESEPTOR
1. DISIMPAN SEMENTARA DI ENDOSOM
2. DIRUSAK DI LISOSOM
3. RESEPTOR ALAMI FOSFORILASI
4. PROTEIN G ALAMI FOSFORILASI

INGAT ADANYA :
1. DOWN REGULATION 1&2
2. UP REGULATION 1&2
3. DAWN PHENOMENE
KLASIFIKASI HORMON

1. KOMPOSISI KIMIA
2. SIFAT KELARUTAN
3. LOKASI RESEPTOR
4. ISYARAT YANG DIGUNAKAN
UNTUK KERJA HORMON
KOMPOSISI / STRUKTUR

KIMIA HORMON
1. DERIVAT KOLESTEROL

2. DERIVAT TIROSIN : tiroid & katekolamin


3. PEPTIDA DENGAN UKURAN
BERBEDA
4. GLIKOPROTEIN : TSH, LH, FSH, hCG
KLASIFIKASI BERDASAR
MEKANISME KERJA
I. HORMON MENGIKAT RESEPTOR DI INTRA SEL
MEDIATOR : KOMPLEKS HORMON - RESEPTOR
II. HORMON MENGIKAT RESEPTOR DI
TRANSMEMBRAN / PERMUKAAN SEL.
MEDIATOR : A. c AMP
B. c GMP
C. ION KALSIUM DAN / ATAU
FOSFATIDIL INOSITIDA
D. RANGKAIAN REAKSI KINASE
KLASIFIKASI HORMON BERDASAR
MEKANISME KERJA
I. MENGIKAT RESEPTOR INTRASEL
HORMON STEROID, TIROID ASAM RETINOAT
II. MENGIKAT RESEPTOR DI PERMUKAAN SEL /
TRANSMEMBRAN
A. MEDIATOR INTRASEL : c AMP
ALFA2, BETA ADRENERGIK KATEKOLAMIN, ANGIOTENSIN II,
KALSITONIN, hCG, CRH/F, FSH, LPH, LH, MSH, PTH
SOMATOSTATIN, TSH, DOPAMIN, ACTH, ADH
B. MEDIATOR INTRASEL : c GMP. ANF .
C. MEDIATOR INTRASEL :KALSIUM DAN /ATAU FOSFATIDIL
INOSITOL. ASETILKOLIN, ALFA1 ADRENERGIK KATEKOLAMIN
, ANGIOTENSIN II, ADH ( VASOPRESSIN ), CCK, GASTRIN,
GRH,
, SUBSTANCE P, TRH , OKSITOSIN
D. MEDIATOR INTRASEL : REAKSI KINASE ATAU FOSFATASE
hPL, EGF, EPO, FGF, GH, INSULIN, IGF I DAN II, NGF, PDGF,
LTH,
ADIPONEKTIN, LEPTIN .
CIRI HORMON GRUP I
1. LOKASI RESEPTOR DI INTRASEL
2. BERSIFAT LIPOFILIK / HIDROFOBIK
3. TERIKAT PADA PROTEIN
PENGANGKUT HORMON
4. WAKTU PARUH : PANJANG
5. FUNGSI : SINTESIS PROTEIN
6. MEDIATOR : KOMPLEKS :
HORMON - RESEPTOR
7. CONTOH ?
STEROID HORMONE MODE OF ACTION

Steroid
+
Target cell

Steroid transporter nucleus


protein

Hsp90
SRC
SRC = Steroid Activated
receptor Hsp90
complex

DNA
Hsp90
mRNA
Biological New Protein
response protein synthesis

Steroid receptor complex in cytoplasm binding steroid activates and moves to nucleus
R = Reseptor

Retinoat , R. Retinoat /

Tiroid , Tiroid +
Kalsitriol Kalsitriol

HRE
korepressor

Steroid R. Steroid
Thyroid hormone action

Deiodinase
T3

RXR TR
T4 T4 T3 DR4 TRE
TR, RAR, VDR
THYROID RECEPTOR, RETINOIC ACID RECEPTOR, VITAMIN
D RECEPTOR

BIND AS HETERODIMERS WITH

RETINOID X RECEPTOR ( RXR )

LIGAND : 9-cis RA

AS PARTNER , TO DIRECT REPEAT


SEQUENCES
HORMONE OR EFFECTOR HRE DNA SEQUENCE

GLUCOCORTICOID GRE
PROGESTINS PRE GGTACA NNN TGTTCT
MINERALOCORTICOIDS MRE
ANDROGENS ARE

ESTROGENS ERE AGGTCA --- TGA/TCTT

THYROID HORMONE TRE


RETINOIC ACID RARE AGGTCA N3,4,5 AGGTCA
VITAMIN D VDRE

cAMP CRE TGACGTCA

NOTES : 1. IMPERFECT INVERTED PALINDROMES / HALF BINDING


SITES
2. VDRE ( N=3 ) , TRE ( N=4 ) AND RARE ( N=5 )
DNA SEQUENCES
Direct repeat AGGTCA N 3,4,5 AGGTCA

Indirect repeat :

Palindrome ATCCG --- GCCTA

Inverted palindrome ATCCG --- CGGAT

Imperfect inverted ATCCG --- CTGAT


palindrome
and thyroid hormone
CIRI HORMON GRUP II
1. RESEPTOR BERADA DI TRANS
MEMBRAN / PERMUKAAN SEL
2.
BERSIFAT LIPOFOBIK / HIDROFILIK
3. TIDAK TERIKAT PADA PROTEIN
DARAH
4. FUNGSI : BER-MACAM-MACAM
5. WAKTU PARUH RELATIF PENDEK
6. MEDIATOR : BER-MACAM MACAM
7. CONTOH : ?
I. HORMON YANG MERANGSANG
ADENILIL SIKLASE
ACTH, ADH, BETA ADRENERGIK, CT, CRH,
FSH, GLUKAGON, hCG, LH, LPH, MSH, PTH,
TSH

II. HORMON YANG MENGHAMBAT


ADENILIL SIKLASE
1
c GMP SEBAGAI MEDIATOR
INTRASEL ( SECOND
MESSENGER )

GUANILIL SIKLASE : SEBAGAI RESEPTOR.

YANG MENGUBAH GTP MENJADI c GMP

ANF ( ATRIAL NATRIURETIC FACTOR )


GUANILIL SIKLASE
1. MEMBRANE BOUND FORMS

ANF : MENGIKAT DAN MENGAKTIFKAN ENZIM


c GMP : NATRIURESIS, DIURESIS, VASODILATASI ,
DAN SEKRESI ALDOSTERON AKAN MENURUN.
2. SOLUBLE FORMS
A. NITROPRUSSIDE, NITROGLISERIN, SODIUM NITRIT, Na
AZIDE, NO MENGAKTIFKAN ENZIM
c GMP c GMP DEPENDENT KINASE
VASODILATASI DAN RELAKSASI OTOT

B. SILDENAFIL ( VIAGRA ) FOSFODIESTERASE


KALSIUM DAN / ATAU FOSFATIDIL
INOSITOL SEBAGAI MEDIATOR
INTRASEL ( SECOND MESSENGER )
Ca++
RESEPTOR

PROTEIN G
ATP ADP ATP ADP DAG
PI PIP PIP2 PLC Ca++
PKC

IP3

LEPASNYA KALSIUM

DARI RUANG INTRASEL


RANGKAIAN REAKSI KINASE
SEBAGAI MEDIATOR
I. ADA TIROSIN KINASE INTRINSIK / ENDOGEN

IGF I, EGF, PDGF, INSULIN

II. TIDAK ADA TIROSIN KINASE INTRINSIK


GH, LTH, EPO, SITOKIN, INTERFERON,
INTERLEUKIN

RESEPTOR MENGGUNAKAN : JANUS KINASE


ATAU TIROSIN KINASE EKSOGEN / EKSTRINSIK
1. INSULIN RECEPTOR
SUB UNIT

CYTOPLASMIC
MEMBRANE

SUB
UNIT
SUB UNIT BINDS INSULIN
SUB UNIT IS A TYROSINE KINASE ACTIVATED BY
BINDING OF INSULIN . IT ACTS ON ITSELF AND
OTHER CYTOPLASMIC PROTEIN
RECEPTOR - INSULIN
Y-P Y-P
IRS 1-4 IRS 1-4
Y Y P-Y P-Y
PTEN PI3K
GRB2/mSOS
DOCKING AND
ACTIVA - TION

PDK1
mTOR +

PKB /Akt ? p70s6K +


SGK P21RAS
aPKC RAF1
MEK
MAPK
PROTEIN TRANSLOCATION CELL GROWTH, DNA SYNTHESIS
ENZYME ACTIVITY EARLY RESPONSE GENE
GENE TRANSCRIPTION
2. Transduksi isyarat oleh reseptor
yang berkaitan dengan
JAK ( Janus Kinase )
L L

RR RR
R R
JAK JAK P JAK JAK P P JAK JAK P

P P P P STAT P

P
P P SH2 P P
X