Anda di halaman 1dari 22

MALARIA

dr. R. Makimian M.S.


Bagian Parasitologi
F.K. Atma Jaya
MALARIA

4 SPESIES :
Plasmodium vivax
Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
Plasmodium ovale
Plasmodium knowlesi
Distribusi Malaria
MALARIA DI INDONESIA
Saat ini, 396 kabupaten atau 80 persen
daerah di Indonesia merupakan endemi
malaria. Sekitar 45 persen penduduk
Indonesia berdomisili di daerah yang
berisiko tertular penyakit tersebut.
MALARIA

SIKLUS HIDUP :

FASE SEKSUIL (Vektor) : SPOROGONI


FASE ASEKSUIL (Manusia) :
SKIZOGONI (HATI & S.D.M.)
GAMETOGONI
OOKISTA
SPOROZOIT
Sediaan darah tebal
Plasmodium knowlesi

Figure. Giemsa-stained thin blood films of patient infected with


Plasmodium knowlesi, showing a ring form (A), a trophozoite
with Sinton and Mulligan stippling (B), a band form resembling
P. malariae (C), and an early schizont (D). Original magnification x
100
Diagnosis Malaria
Anamnesa
Pem.Fisik
Pemeriksaan darah :

Sediaan darah tebal & tipis


MALARIA
RELAPS (kambuh kembali) :

REKRUDESENSI ( jangka pendek)

REKURENS (jangka panjang)


MALARIA
CARA INFEKSI :
* ALAMI :
Tusukan nyamuk Anopheles betina
* INDUKSI :
Transfusi
Transplacental
KEKEBALAN
MALARIA
Alamiah :
Merupakan sifat genetik yg sudah ada pd
hospes
Parasit malaria pd binatang --/--> manusia
KEKEBALAN
MALARIA

Di dapat
*Pasif : alamiah transplacental
* Aktif :
1.Buatan : vaksinasi sedang dikembangkan
2.Alamiah :
PREMUNISI : kekeb. thd. reinfeksi (parasitemia
asimptomatik)
RESIDUAL : kekeb. thd reinfeksi (parasit tidak ada
lagi)
RESISTENSI TERHADAP OBAT
MALARIA

SENSITIF

RESISTENSI R I

RESISTENSI R II

RESISTENSI R III