Anda di halaman 1dari 12

Tahapan

Pembuatan
Preparat
Histoteknik
P.1/Kelompok 4
Angota :
Siti Srah hsanah J3P115010
Dwiky ramadhan J3P115009
Tata Martha J3P115037
Yuri Haryandi J3P215072
Liskayasti Nuruscelwati J3P215078
Histoteknik adalah metoda atau cara/proses untuk membuat
sajian histologi melalui suatu rangkaian proses hingga
menjadi sajian yang siap untuk diamati atau dianalisa.

Tahapan sebagai berikut ;


Sampling
Fiksasi
Trimming
Casseting
Dehidrasi
Clearing
Embeding
SAMPLING
Sampling adalah
Pengambilan jaringan yang
dilakukan untuk mengambil
jaringan yang dibutuhkan untuk
dijadikan peparat histologi untuk
dilakukan pemeriksaan contoh :
jaringan epitel, organ dll.
FIKSASI
Fiksasi berfungsi untuk mempertahankan bentuk jaringan
sedemikian rupa sehingga perubahan bentuk / struktursel jaringan
yang terjadi hanya sekecil mungkin, menembus jaringan dengan cepat,
bersifat mordent (mengikat), membantu indeks refraksi.

Larutan yang di gunakan :


Hal-hal yang harus
Formaldehid 48% diperhatikan dalam
Bouin fiksasi jaringan histologi
adalah:
1.Tebal irisan.
2.Volume larutan
pengawet.
3.Jenis larutan
pengawet.
*JENIS CAIRAN FIKSATIF
* FORMALIN
* MULLER
* BOUIN
* CARNOY
* ZENKER FORMAL (CAIRAN HELLY)
* ETANOL
* ASAM ASETAT-ALKOHOL-FORMALIN (TELLYESNICZKY)
* dll
TRIMMING

Trimming adalah pengambilan/pemotongan bagian yang kita


inginkan dari sample yang telah difiksasi. Metode pemotongan
sample dilakukan dengan ukuran lebar 0,5cm dan panjang 1-2cm.

Tujuan :
Untuk memperkecil ukran
jaringan dan mempermudah
embedding dan mengambil
daerah dngan lebih spesfik.

Cara penyayatan :
Verikal
Horizontal
oblig
Casseting
Proses memasukkan potongan organ yang sudah di trimming
kedalam tissue cassete dan pemberian label yang kemudian akan
melanjutkan ke tahap dehidrasi dan clearing

Tujuan :
Untuk memposisikan organ
agar posisi tidak berubah
ketika melalui proses
selanjutnya
DEHIDRASI
Dehidrasibertujuan untuk penarikan molekul air dalam
jaringan. Proses ini sangat penting terutama untuk jaringan jaringan
yang akan dibuat preparat irisan. Biasanya proses dehidrasi dilakukan
setelah proses fiksasi selesai.

CLEARING
Penjernihan atau clearing adalah
suatu proses yang dilakukan setelah
tahapan dehidrasi yang berfungsi
untuk membuat jaringan menjadi
jernih dan transparan . Medium
penjernih ini akan menjernihkan
atau mentranparankan jaringan
agar dapat terwarnai dengan baik
dan memperlihatkan warna sesuai
dengan warna pewarnanyadan juga
sebagai perantara masuknya jaringan
kedalam paraffin
Langkah dalam melakukan Dehidrasi dan
Clearing :
Larutan Waktu
Alkohol 80% 24 jam
Alkohol 90% 24 jam
Alkohol 95% 24 jam
Dehidr
Alkohol Abs I 1 jam asi
Alkohol Abs II 1 jam

Alkohol Abs III 1 jam

Xylol I 1 jam
Xylol II 1 jam Clearing

Xylol III 1 jam


Embeding
Tujuan tahap embeding ini adalah untuk mengisi jaringan dengan
parafin sebagi pengikat jaringan agar tetap memiliki bentuk dan
struktur yang sama seperti hidup.

Tahapan Embedding : .
Jaringn diclearing dalam xylol 3 di dalam incubator,
agar suhu tetap hangat.
Lumasi ctakan parafin dengan gliserin, agar tidak
lengke.
Isi cetakan berlapis gliserin dengan parafin cair sampai
bena-benar penuh (membentuk lapisan cembung).
Masukkan sampel ke dalam parafin menggunakan
pinset hangat.
Setelah jaringan ditanamdinginkan di atas cold plate
Setelah sedikit beku lanjutkan
embedding console.
pendinginan di atas air, ketika telah
beku sempurna kemudian
ditenggelamkan

Dan cetakan dapat di masukkan ke


dalam kulkas untuk disimpan unuk
proses selanjutnya
Tahapan Embedding
Terima kasih