Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 5

EDWIN TAEK M SERAN


ERWAN WAHYUDI
FAJAR NOPRITIS HIA
FREDERICK E PENALUN
YOHANES DONBOSCO NDADU
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PEMBELAJARAN
(S.A.P)

Diagnosa Keperawatan : Kurang
pengetahuan tentang diare pada masyarakat
pengunjung Posyandu balita b/d kurang informasi
pada masyarakat.
Judul : Pencegahan
diare
Sasaran : Pengunjung Posyandu Balita.
Tempat: Posyandu RW 10 Kelurahan Terban
Hari/tanggal : Senin, 20 september 2010.
Waktu : 30 menit.
Moderator : Erwan Wahyudi
Presenter : Frederick Ernes
Pendemonstran : Edwin Seran dan Jo Don
Bosco
Penutup : Fajar Noprintis
Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30
menit, diharapkan pengunjung Posyandu
Balita dapat memahami tentang diare.
Tujuan Khusus
Diharapkan masyarakat dapat :
1. Mengerti dan memahami tentang diare.
2. Mengetahui penyebab diare.
3. Mengetahui tanda dan gejala diare.
4. Mengetahui pencegahan diare.
5. Mengetahui makanan yang dianjurkan dan
tidak dianjurkan bagi penderita diare.
Pokok Bahasan
Pengertian diare.
Penyebab diare.
Tanda dan gejala diare.
Pencegahan diare.
Diet bagi penderita diare.
Metode
Ceramah
Tanya jawab
Demonstrasi
Kegiatan

1. Pembukaan salam perkenalan

2. Penjelasan dan Tanya jawab

3. Demonstrasi memperlihatkan jenis oralit dan


cara membuat oralit
4. Penutup, tdd :
Melakukan evaluasi secara verbal

Memberikan kesimpulan dan pujian

Mengakhiri pertemuan
Evaluasi
Masyarakat dapat mengetahui dan
memahami tentang asam urat, penyebab
asam urat, tanda dan gejala asam urat, dan
diet bagi penderita asam urat.
DIARE (MENCET)

Pengertian
Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O
Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih
dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah
atau lendir dalam tinja.
Sedangkan menurut C.L Betz dan L. A Sowden
(1996) diare merupakan suatu keadaan
terjadinya inflamasi mukosa lambung atau
usus.
Landjutan
Menurut Suradi dan Rita (2001), diare diartikan
sebagai suatu keadaan dimana kehilangan
cairan dan elektrolit secara berlebihan yang
terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali
atau lebih dengan bentuk encer atau cair.
Jadi diare dapat diartikan suatu kondisi, buang
air besar yang tidak wajar yaitu lebih dari 3 kali
sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat
disertai atau tanpa disertai darah atau lendir
sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi
pada lambung atau usus.
Penyebab
Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O (1998),
ditinjau dari sudut patofisiologi diare akut dapat
dibagi dalam 2 golongan, yaitu :
1. Diare sekresi, disebabkan oleh:
Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan
apatogen seperti Shigella, Salmonela, E. Coli,
Golongan vibrio, B. Cereus, Colostridium
Perfarings, Staphilococus aureus;
compresiperistaltik usus halus yang disebabkan
bahan-bahan kimia makanan, seperti keracunan
makanan, makanan yang pedas, telalu asam;
gangguan psikis ketakutan atau gugup; gangguan
syaraf; hawa dingin; alergi dan sebagainya.
Devisiensi imun terutama SIGA ( secretory imonol
bulin A), yang mengakibatkanterjadinya belipat
gandanya bakteri/filata usus dan jamur canalida.
Lanjutan
2. Diare osmotic, disebabkan oleh:
Malabsorbsi makanan : karbohidrat, lemak
(LCT), protein, vitamin dan mineral.
Kurang kalori protein.
Bayi berat lahir rendah dan bayi baru lahir.
Patofisiologi
Mekanisme dasar yang menyebabkan diare
adalah yang pertama gangguan osmotik,
akibat terdapatnya makanan atau zat yang
tidak dapat diserap akan menyebabkan
tekanan osmotik alam rongga usu, isi rongga
usus yang berlebihan ini akan merangsang
usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul
diare.
Tanda dan gejala Diare
Bayi/anak cengeng atau gelisah.
Suhu tubuh dapat meningkat.
Nafsu makan berkurang.
Sering buang air besar dengan konsistensi
cair atau encer, kadang disertai lendir dan
darah.
Warna tinja berubah menjadi kehijau-
kehijauan karena bercampur empedu.
Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya
defekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat
banyaknya asam laktat.
Terjadi tanda-tanda dehidrasi.
Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan tinja.
Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam
basa dalam darah, dengan menentukan pH
dan cadangan alkali dan analisa gas darah.
Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk
mengetahui faal ginjal.
Pemerikssan kadar elektrolit terutama kadar
Na, K, Kalsium dan Pospat.
Komplikasi
Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik
atau hipertonik).
Renjatan hipovolumik.
Hipokalemia (dengan gejala mekorismus, hipotini
otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektro
kardiagram)
Hipoglikemia.
Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat
devisiensi enzim lactase Karena kerusakan vili
mukosa usus halus.
Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik.
Malnutrisi ditandai, dengan kekurangan energi
karena selain diare dan muntah, penderita juga
mengalami kelaparan.
Cara Pencegahan Diare
Menjaga kebersihan (diri, lingkungan, alat
makan, makanan, dll).
Mencuci tangan sebelum dan sesudah
memegang makanan.
Tidak jajan disembarang tempat.
Minum air matang.
Mencuci buah dan sayur serta bahan
makanan sebelum dikonsumsi
Pertolongan Pertama Pasien Diare
Rehidrasi dilakukan pada penderita diare
yaitu dengan memberikan cairan pengganti.
Dapat diberikan larutan gula dan garam yang
dibuat sendiri atau membeli oralit yang
banyak dijual di apotek dan toko obat.
Cara membuat larutan gula garam sendiri
yaitu larutkan 1 sendok teh penuh gula pasir
dan sendok teh garam dapur halus dalam
200 cc ( 1 gelas belimbing) air matang yang
sudah didinginkan (tidak panas sekali). 1
gelas larutan gula dan garam harus
diminumkan setiap anak mengalami diare.
Lanjutan..

Segera bawa anak ke pelayanan kesehatan


terdekat apabila anak menunjukkan tanda:
Panas anak tidak turun-turun.
Anak tidak kencing selama lebih dari 6 jam.
Anak tidak mau minum.
Ubun-ubun atau mata anak cekung.
Anak mengalami kejang.
Anak mengalami penurunan kesadaran.
TERIMA
KASIH