Anda di halaman 1dari 22

Materi kuliah Kimia Analisis I

Keselamatan Kerja di Laboratorium

Oleh:
Dr. Ir. Cut Meurah Rosnelly, MT
Teknik Kimia
Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh
2013
Tingkat Risiko pekerjaan

kecil besar

Tindakan pencegahan

Keselamatan kerja di laboratorium

Usaha-usaha apa yang dapat dilakukan


A. Tata Tertib di Laboratorium
Alat-alat serta bahan yang ada di dalam
laboratorium tidak diperkenankan diambil keluar
tanpa seizin guru.

Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan


petunjuk praktikum yang diberikan.

Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti


atau ragu-ragu, hendaknya segera bertanya
kepada guru.

Bekerja di laboratorium hendaknya memakai jas


laboratorium.
Jika ada alat yang rusak atau pecah, hendaknya
dengan segera dilaporkan kepada guru.

Jika terjadi kecelakaan, sekalipun kecil,


seperti kena kaca, terbakar, atau terkena
bahan kimia, hendaknya segera dilaporkan ke
guru.

Etiket (label) bahan yang hilang atau rusak


harus segera diberitahukan kepada guru, agar
dapat segera diganti.

Tidak diperkenankan makan, minum dan


merokok di dalam laboratorium.
Setelah selesai percobaan, alat-alat hendaknya
dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan
bersih.
Buanglah sampah pada tempatnya.

Sebelum meninggalkan laboratorium, meja


praktikum harus dalam keadaan bersih, kran air
dan gas ditutup, dan kontak listrik dicabut.
B. Pemeliharaan, Penyimpanan, dan Penggunaan
Bahan Kimia
Botol-botol yang berisi bahan kimia disimpan pada
rak atau lemari yang disediakan khusus untuk itu.

Jangan mengisi botol-botol sampai penuh.


Jangan menggunakan tutup dari kaca untuk botol
yang berisi basa, karena lama kelamaan tutup itu
akan melekat pada botol dan susah dibuka.

Semua peralatan/gelas kimia yang berisi bahan


kimia harus diberi label yang menyatakan nama
bahan itu.

Bahan kimia yang dapat bereaksi hebat hendaknya


jangan disimpan berdekatan.

Bahan-bahan kimia yang sangat beracun dan


berbahaya hendaknya dibeli dalam jumlah kecil
dan tanggai pembeliannya dicatat.
Semua bahan persediaan bahan kimia secara
teratur diteliti.
Hal2 yang perlu diperhatikan dalam penggunaan
zat2 kimia, yaitu:
Tabung reaksi yang berisi zat kimia tidak boleh
diarahkan ke wajah sendiri atau orang lain.

Senyawa kimia tidak boleh dibau.

Larutan kimia yang tertuang di meja praktikum/ di


lantai dibersihkan segera dengan caraasam pekat
dinetralkan dahulu dengan serbukNaHC03. Basa
kuat dinetralkan dahulu denganserbuk NH4CI,
kemudian ditambah air yangcukup.
Larutan pekat yang tidak terpakai harus
dibuangsetelah diencerkan dengan air terlebih
dahulu. Mulut tabung reaksi atau bejana, selama
digunakan untuk pencampuran atau
pemanasantidak boleh ditengok langsung.

Senyawa/zat kimia tertentu (asam kuat dan


basakuat) tidak boleh dicampur karena akan
terjadireaksi yang dahsyat, kecuali sudah
diketahui pastitidak menimbulkan bahaya.

Penggunaan pelindung wajah sangat diperlukanjika


menangani zat-zat/senyawa-senyawa kimiayang
berbahaya, dan jangan mengembalikan zat/senyawa
kimia yang terlanjur tertuang untukdikembalikan
ke botol asalnya.
C. Penanganan Neraca
Umumnya laboratorium tidak mempunyai
ruangtersendiri untuk neraca. Namun diusahakan
agar neraca itu mendapattempat yang baik.

Neraca itu harus berdiri di atassebuah meja yang


tahan getaran dan letaknya jangandekat jendela
atau pintu yang sering kali dibuka.

Setiap tahun neraca hendaknya ditera,


untukdapat mempertahankan ketelitiannya.
Setelahmenimbang sesuatu, piring penimbang
hendaknyadibersihkan. Jika ada zat yang
tertumpah ketika sedang menimbang, segera
piring neraca dicuci dengan air, lalu dikeringkan.

Ketika menimbang harus diusahakan agar daya


beban yang telah ditentukan tidak dilampaui.
Juga harus dijaga agar jumlah batu timbang
tetap lengkap.
D. Penanganan Mikroskop atau Alat Optik
Lainnya
Tersimpan dalam kotaknya dan disimpan dalam
lemari yang terkunci.
Ruang tempat menyimpan harus kering (tidak
lembap), mudah tumbuh jamur pada lensa.
Lemari dipasang lampu yang selalu dinyalakan
sebesar 25 watt

Untuk membersihkan lensa digunakan kertas


lensa khusus.
Untuk membersihkan jamur yang melekat pada
susunan lensa dalam sebaiknya diserahkan kepada
seorang ahli.
E. Jenis Bahaya Akibat Kerja di Laboratorium
Bahaya radioaktif, contoh: penyakit akibat
terkena bahan radioaktif.
Radiasi selain ditimbulkan oleh bahan radioaktif
juga disebabkan oleh radiasi sinar ultra ungu,
sinar laser, dan oleh sinar x.
Lampu sinar ultra ungu harus diberi perlindungan
yang baik hingga sinarnya tidak menyebar ke
mana-mana, memakai kacamata pelindung.

Kulit yang terkena langsung oleh sinar laser


dapat terbakar
Bahaya api, akibat: kebakaran, luka terbakar api.
Pemakaian api yang kecil untuk menghindari kebakaran.
Sumber bahaya kebakaran berasal dari pembakaran
spiritus, pembakaran bensin, percikan listrik, benda yang
panas, dan zat pengoksidan.

Zat yang mudah terbakar seperti etil, alkohol, metanol,


aseton, asetaldehida, benzena, eter, petroleum eter, dan
karbon disulfida

Jangan membuang benda panas, benda terbakar, atau


bahan kimia yang sangat reaktif di tempat sampah

Logam natrium dan kalium bereaksi kuat dengan air


menghasilkan percikan api
Fosfor putih di udara akan terbakar dengan sendirinya
sambil menghasilkan asap putih dan gas fosfin yang sangat
beracun. Fosfor putih selalu disimpan terendam dalam air
Jangan memanasi zat cair yang mudah menguap dan
mudah terbakar dengan api telanjang, panaskan dengan
menggunakan penangas air

Bahaya biologi, contoh: penyakit akibat menggunakan


mikroorganisme/jasad renik.

Bahaya listrik, contoh: terkena arus listrik.


Pada waktu memperbaiki alat atau menyambung kabel,
arus listrik harus diputuskan lebih dulu. Jangan
memegang kabel atau kontak listrik dengan tangan
yang basah

Bahaya mekanis, contohakibat terkena alat- alat


bergerak/berputar
Klasifikasi penyebab timbulnya bahaya api dan
jenis pemadam api untuk mengatasinya dapat
dilihat pada tabel berikut.
No. Klasifikasi Jenis Api Jenis Pemadam Api yang
Digunakan
1. Api akibat listrik Putuskan aliran listrik, C02,
tidak boleh menggunakan air,
atau cairan busa.
2. Api akibat logam Serbuk kering, selimut
asbes.
3. Api disebabkan oleh cairan: Selimut basah, C02, cairan
bensin, minyak tanah, spirtus, busa atau serbuk kering
minyak goreng, dan parafin (serat asbes atau serat
4. Api disebabkan kayu, kertas,
gelas).Air, C02 atau karung
kain, karet, atau plastik
basah.
Lambang-lambang pada beberapa kemasan
bahan kimia
1.Iritasi, contoh: kloroform,
alkohol, hidrogen peroksida.
2.Beracun, contoh: sianida,
arsen, merkuri.
3.Mudah meledak, contoh:
perklorat, permanganat.
4.Korosi, contoh: asam-asam
anorganik dan basa kuat.
5.Radioaktif, contoh:
uranium, plutonium, torium.
6. Mudah terbakar, contoh:
gas metana, kerosin,
belerang, fosfor, eter.
F. Rangkuman
1. Tata tertib di laboratorium di antaranya:
-Tidak diperkenankan makan dan minum di dalam
laboratorium.
-Bekerja di laboratorium hendaknya memakai jas
laboratorium, sepatu tertutup.
-Jika ada alat yang rusak atau pecah, hendaknya
dengan segera dilaporkan kepada guru . Dll

2. Penyimpanan bahan kimia perlu memperhatikan


hal-hal berikut, di antaranya.
-Jangan mengisi botol-botol sampai penuh
-Bahan kimia yang dapat bereaksi hebat
hendaknya jangan disimpan berdekatan. Dan lain-
lain.
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penggunaan zat-zat kimia, di antaranya:
Tabung reaksi yang berisi zat kimia tidak boleh
diarahkan ke wajah sendiri/orang lain.
Senyawa kimia tidak boleh dicium/dibau.

4. Neraca setiap tahun harus ditera untuk


dapat mempertahankan ketelitiannya.

5. Mikroskop hendaknya selalu tersimpan dalam


kotaknya dan disimpan dalam lemari yang
terkunci.
6. Bahaya akibat praktikum di laboratorium, di
antaranya:
Bahaya radioaktif, bahaya api, bahaya biologi,
bahaya listrik, bahaya mekanis
7.Pada beberapa kemasan bahan kimia tertera
lambang-lambang yang menunjukkan tingkat
bahaya, misalnya: iritasi, beracun, mudah
meledak, korosi, radioaktif, mudah terbakar.

8. Biasakanlah mencuci tangan dengan sabun dan


air bersih terutama setelah melakukan
praktikum.

9. Bila kulit terkena bahan kimia, janganlah


digaruk agar tidak tersebar.
10. Hati-hati dalam menggunakan bahan-bahan
yang dapat menimbulkan luka bakar, misalnya
asam-asam pekat (H2SO4, HNO3, HCl), basa-basa
kuat (KOH, NaOH, dan NH4OH), dan oksidator
kuat (air brom, iod, senyawa klor, permanganat).

11. Percobaan dengan penguapan menggunakan


asam-asam kuat dan menghasilkan gas-gas
beracun dilakukan di almari asam.

12. Jangan memanaskan zat dalam gelas


ukur/labu ukur.
13. Menetralkan asam/basa
- Asam pada pakaian: dengan amonia encer
- Basa pada pakaian: dengan asam cuka encer,
kemudian amonia encer
- Asam/basa pada meja/lantai: dicuci dengan air
yang banyak
- Asam, basa, dan zat-zat yang merusak kulit:
dicuci dengan air, kemudian diberi vaseline.

14.Dilarang memakai perhiasan yang dapat


rusak karena bahan kimia.

15. Dilarang memakai sandal atau sepatu


terbuka atau sepatu berhak tinggi.
16. Hindari kontak langsung dengan bahan kimia.

17. Hindari menghisap langsung uap bahan kimia,


tetapi kipaslah uap tersebut dengan tangan ke
muka anda.
18.Baca label bahan Kimia sekurang-kurangnya
dua kali untuk menghindari kesalahan.

19. Pindahkan sesuai dengan jumlah yang


diperlukan, jangan menggunakan bahan Kimia
secara berlebihan.

20.Jangan mengembalikan bahan Kimia ke dalam


botol semula untuk mencegah kontaminasi.