Anda di halaman 1dari 40

REFERAT

PATOGENESIS, PENCEGAHAN,
DIAGNOSIS, DAN TATALAKSANA KANKER
PAYUDARA
Pembimbing : dr. Ooki Nico Junior, Sp.B (K) Onk

Disusun oleh : Ivan Buntara 406152056

Kepaniteraan Klinik Ilmu Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi
Periode 26 September 3 Desember 2016
Pendahuluan
Kanker payudara
Kanker yang tersering
Penyebab utama kematian pada kasus kanker yang mengenai
wanita
Hampir 60% kematian terjadi di negara berkembang
Angka penderita yang survive dalam waktu 5 tahun bervariasi
dari < 40% pada negara berkembang hingga 80% pada negara
maju
Keterbatasan sumber daya dan infrastruktur tantangan bagi
negara berkembang untuk memperbaiki deteksi dini,
diagnosis, dan tatalaksana kanker payudara
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terjadinya
Kanker Payudara

Faktor risiko umum


Faktor paparan hormon endogen dan
faktor reproduksi
Faktor paparan hormon eksogen
Faktor gaya hidup dan lingkungan
Faktor Risiko Umum
Usia
Usia risiko >>
Riwayat
individu terhadap kanker payudara
sebelumnya
Terutama pada karsinoma duktal in situ saat usia
dini, kanker stadium IIb, dan usia muda
Gambaran histopatologi payudara
Terutama pada penderita dengan gambaran
hiperplasia atipik duktal dan lobular
Faktor Risiko Umum
Riwayat keluarga
Terutama pada relasi tingkat pertama (ibu atau
saudara wanita) yang didiagnosis kanker payudara
saat usia < 50 tahun
Mutasi genetik
Mutasi delesi pada gen BRCA1 atau BRCA2 risiko
>>
Faktor Paparan Hormon Endogen dan Faktor
Reproduksi
Usia menarke yang dini
Faktorrisiko bagi wanita premenopause dan
postmenopause untuk mengalami kanker payudara
Menurut penelitian cohort European Prospective
Investigation into Cancer and Nutrition, wanita dengan
menarke dini (usia 13 tahun) memiliki risiko mendekati
2x lipat untuk mengalami kanker payudara
Usia saat hamil dan melahirkan aterm pertama kali
Wanita nulipara risiko >>
Usia melahirkan pertama kali yang lanjut risiko >>
Faktor Paparan Hormon Endogen dan Faktor
Reproduksi
Menyusui
Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menyusui memiliki
efek protektif terhadap terjadinya kanker payudara
dianggap dapat menunda kembalinya seorang wanita ke siklus
haid yang reguler dan menurunkan kadar hormon seks
endogen
Testosteron
Kadartestosteron di dalam sirkulasi pada wanita
postmenopause terkait dengan risiko yang >>
Usia saat menopause
Onset menopause yang terlambat risiko >>
Faktor Paparan Hormon Eksogen
Penggunaanterapi pengganti hormon / hormone
replacement therapy (HRT)
Risiko kanker payudara >> pada pengguna
Waktu pemberian dan durasi terapi diduga
merupakan faktor penting terhadap risiko
terjadinya kanker payudara
Wanita yang diberikan terapi pengganti hormon
pada usia mendekati menopause risiko >>
Pemberian terapi kombinasi jangka panjang (> 5
tahun) risiko >>
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Konsumsi alkohol
Risiko >>
Aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang konsisten
menurunkan risiko terjadinya kanker
payudara sebesar 2 - 5 %
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Obesitas
Terutama pada wanita postmenopause risiko >>
Hiperinsulinemia telah terbukti merupakan faktor
risiko independen terjadinya kanker payudara
pada wanita postmenopause
Radiasi
Paparan radiasi dari berbagai sumber, termasuk
terapi medis dan ledakan nuklir risiko >>
Model-Model Prediksi
Skrining Kanker Payudara
Periksa payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan
klinis payudara
Guideline NCCN tahun 2013 pemeriksaan klinis payudara
1 tahun sekali pada wanita berisiko dan berusia > 40 tahun,
begitu pula untuk pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
Mamografi
Guideline NCCN tahun 2013 pemeriksaan mamografi 1
tahun sekali pada wanita dengan usia 40 tahun dan
risikonya sedang, atau lebih cepat pada wanita dengan
risiko yang tinggi serta adanya riwayat sebelumnya atau
riwayat predisposisi genetik
Skrining Kanker Payudara
USG atau MRI
Menskrining kanker payudara yang tidak
terdeteksi dengan mamografi biasa,
terutama pada jaringan payudara yang
padat sensitivitas mamografi menjadi
berkurang
Diagnosis Kanker Payudara
Anamnesis
Tujuan: mendapatkan faktor risiko terjadinya
kanker dan menentukan ada tidaknya gejala-gejala
yang menandakan penyakit payudara
Usiamenarke, status menopause, kehamilan
terakhir, dan penggunaan kontrasepsi oral atau
terapi pengganti hormon saat postmenopause
Riwayat individu terhadap kanker payudara dan
usia saat didiagnosis, serta riwayat keganasan
lainnya yang diterapi secara radiasi
Diagnosis Kanker Payudara
Anamnesis
Riwayat keluarga terhadap kanker payudara
dan/atau kanker ovarium pada hubungan
keluarga derajat pertama
Penilaianterhadap gejala-gejala spesifik :
nyeri payudara, keluarnya discharge dari
payudara, malaise, nyeri tulang, dan
penurunan berat badan
Diagnosis Kanker Payudara
Pemeriksaan Fisik - Inspeksi
Perubahan pada puting, ketidaksimetrisan,
serta massa
Tanda-tanda perubahan pada kulit sekitar :
skin dimpling, eritema, peau dorange
(terkait dengan kanker payudara lokal tahap
lanjut atau inflamatorik)
Diagnosis Kanker Payudara
Pemeriksaan Fisik - Palpasi
Palpasi
nodus limfe area servikal, supraklavikula,
dan aksila. Bila teraba ukuran, jumlah, dan
mobilitasnya
Palpasijaringan payudara dilakukan pada posisi
pasien berbaring dan lengan ipsilateral diletakkan
di belakang kepala
Palpasisecara sistematis pada daerah subareolar
dan setiap kuadran payudara untuk menentukan
letak massa identifikasi ukurannya, bentuknya,
lokasinya, konsistensinya, serta mobilitasnya
Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara
Mamografi
Indikasi: wanita dengan massa yang teraba atau
terdapat gejala penyakit-penyakit payudara,
wanita dengan riwayat kanker payudara dalam 5
tahun terakhir, atau kunjungan ulang karena hasil
skrining mamogram yang abnormal sebelumnya
Gambaran karsinoma terlihat sebagai suatu massa,
asimetris, dan terdapat kalsifikasi
Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara
Mamografi
Bentuk dari suatu massa dideskripsikan bulat, oval,
lobular, atau ireguler, sedangkan batas
dideskripsikan berbatas tegas, tidak tegas, dan
berspikula
Kalsifikasiyang berkelompok, amorfik, tidak
berbatas tegas, pleomorfik (atau heterogen), atau
kalsifikasi yang tipis, lurus, atau bercabang
mengarah kepada karsinoma
Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara
MRI
Indikasi :
Evaluasi pasien yang tidak dapat diperiksa dengan mamogram
Menentukan luasnya kanker payudara pada diagnosis pertama
kali (termasuk mengidentifikasi adanya invasi pada M.
pectoralis major, M. serratus anterior, dan Mm. intercostal)
Evaluasi
temuan yang tidak spesifik pada pemeriksaan fisik,
mamografi, dan/atau USG
Skriningpayudara kontralateral pada pasien yang baru
didiagnosis dengan karsinoma mammae
Skrining
pada pasien asimtomatik yang berisiko tinggi untuk
mengalami karsinoma mammae (sebagai tambahan
mamografi rutin)
Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara
MRI
Kegunaan lain evaluasi respon kemoterapi
neoadjuvan dan identifikasi residu pada pasien post
lumpektomi
Pencitraan Diagnosis Kanker Payudara
USG
Indikasi :
Pasien berusia < 30 tahun dengan lesi yang teraba
Pasien yang hamil atau menyusui
Adanya abnormalitas pada pemeriksaan mamografi / MRI
Menggunakan implan payudara
Diduga terdapat massa dibawahnya disertai mikrokalsifikasi
atau distorsi struktur pada mamografi
Skriningtambahan pada wanita yang berisiko tinggi
mengalami kanker payudara yang tidak memiliki akses
terhadap MRI
Diduga terdapat limfadenopati aksila
Indikator Prognostik Kanker Payudara
Status reseptor estrogen (ER) dan progesteron (PR)
Merupakan faktor prognostik lemah pada pasien
kanker payudara, namun merupakan faktor
prediksi kuat untuk respon terhadap terapi
endokrin
Pemeriksaan kedua reseptor dilakukan secara
imunohistokimia (IHC) pada semua kanker
payudara invasif
Sekitar 70% dari seluruh kasus kanker payudara
positif reseptor estrogen (ER) dan 60 65% dari
seluruh kasus kanker payudara positif reseptor
progesteron (PR)
Indikator Prognostik Kanker Payudara
Ekspresi protein HER2 dan amplifikasi gen
HER-2/neu suatu proto-onkogen yang mengkode
reseptor pertumbuhan transmembran tirosin
kinase. Gen ini terlibat dalam beberapa jalur
regulasi di payudara, termasuk proliferasi,
ketahanan, motilitas sel, dan invasi
HER2 diperiksa secara imunohistokimia (IHC)
HER2 dapat berperan sebagai faktor prognostik
maupun faktor prediktif untuk respon terhadap
berbagai terapi yang memiliki sasaran reseptor ini,
misalnya trastuzumab
Stadium Kanker Payudara (TNM)
Stadium Kanker Payudara (TNM)
Level Nodus Limfe Aksilaris
Stadium Kanker Payudara (TNM)
Tatalaksana Kanker Payudara
Tatalaksana umum
Terapi lokoregional
Tatalaksana area aksila
Terapi adjuvan
Tatalaksana Umum
Breast Conserving Therapy (BCT)
National Institutes of Health (NIH) di dalam
Consensus Conferencenya pada tahun 1990 BCT
sebagai terapi pembedahan utama pada wanita
dengan kanker payudara stadium dini
Kontraindikasi absolutnya : penyakit multisentrik
(tumor terdapat pada > 1 kuadran payudara),
kalsifikasi yang terlihat difus dan maligna, kanker
payudara inflamatorik, riwayat radiasi di dada /
payudara sebelumnya, tidak dapat menerima
radiasi
Terapi Lokoregional
Ditujukankepada pasien kanker payudara
dengan staging I, IIA, atau IIB
Lumpektomi
Mastektomi
Staging aksila
Dengan atau tanpa rekonstruksi
Mastektomi
TM / simple mastectomy : pengangkatan payudara,
kulit yang melapisi, puting, dan kompleks areola
SSM / skin-sparing : sama dengan mastektomi simpel
namun menyisakan kulit sebanyak mungkin dan
lipatan inframammari untuk rekonstruksi segera atau
terencana
MRM / modified radical mastectomy : sama dengan
mastektomi simpel namun disertai diseksi nodus
limfe aksila secara kontinu
Mastektomi
NSM
: sama dengan teknik SSM namun
menyisakan areola dan/atau puting
RM/ radical mastectomy : juga mengangkat
Mm. pectoralis dan nodus aksila level III.
Mastektomi biasanya disertai dengan biopsi
nodus sentinel
PM/ prophylactic mastectomy : mastektomi
yang dilakukan tanpa adanya tanda kanker
payudara
Tatalaksana Area Aksila
Diseksilengkap nodus limfe aksila, atau
pengangkatan nodus aksila level I dan II prosedur
pembedahan standar untuk kanker payudara invasif
hingga saat ini
Indikasi :
Pasien dengan nodus limfe positif, yang
ditunjukkan pada hasil biopsi jarum saat
pemeriksaan awal
Nodus limfe yang secara klinis tidak terlihat namun
dicurigai pada pemeriksaan USG dan dikonfirmasi
dengan biopsi jarum
Terapi Adjuvan
Tujuan : memperbaiki angka survival
Adjuvan hormonal dan kemoterapi
Adjuvan kemoterapi membantu proses eradikasi residu
metastasis, baik setempat maupun metastasis jauh
Pemberian adjuvan hormonal dan kemoterapi setelah
terapi pembedahan bergantung pada ada tidaknya
reseptor hormon, serta ekspresi molekul HER-2/neu
Adjuvan diindikasikan pada pasien dengan tumor sensitif
hormon, yang ditandai dengan adanya ekspresi reseptor
estrogen (ER) dan progesteron (PR) pada pemeriksaan
imunohistokimia (IHC)
Follow-up
Anamnesis dan pemeriksaan fisik dianjurkan untuk dilakukan
setiap 4 6 bulan selama 5 tahun pertama, selanjutnya setiap 1
tahun ditambah dengan pemeriksaan mamografi
Wanita yang diberikan terapi tamoxifen (adjuvan hormonal)
jalani pemeriksaan ginekologis setiap tahunnya bila uterus masih
intak
Wanita yang diterapi dengan aromatase inhibitor (adjuvan
hormonal) / mengalami kegagalan ovarium yang disebabkan efek
terapi monitor kesehatan tulangnya dengan pemeriksaan bone
mineral density (BMD) sebelum terapi dan saat terapi secara
berkala
Edukasi mengenai pentingnya mengendalikan faktor risiko yang
dapat diubah seperti mengurangi konsumsi alkohol,
meningkatkan aktivitas fisik, dan menurunkan IMT
DAFTAR PUSTAKA
Shah R, Rosso K, Nathanson SD. Pathogenesis, prevention,
diagnosis and treatment of breast cancer. World J Clin Oncol.
2014 August 10; 5(3): 283-98.

Anda mungkin juga menyukai