Anda di halaman 1dari 12

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI,

& AKSIOLOGI
MATA KULIAH : FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN
DOSEN PENGAMPU : PROF. DR. BINSAR PANJAITAN,
M.PD

Di Susun Oleh

ROHIMA {8156122017}
JURIAH SIREGAR {8156122023}
ABDUL AZIZ BATUBARA
{8156122033}
WISNU SYAHPUTRA
{8156122055}
KELOMPOK V (LIMA)
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
MASALAH
Dalam perjalanan sejarah manusia, pemikiran filosofis senantiasa
berkembang. Hal itu dikarenakan pemikiran merupakan hal yang
paling mendasar dalam kehidupan manusia, bahkan merupakan
ciri khas manusia. Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari
anugerah akal yang dimiliki oleh manusia. Pemikiran filosofis
meniscayakan kelahiran filsafat sebagai induk dari semua ilmu.
Pencarian terhadap kebenaran seiring dengan tujuan dari filsafat
itu sendiri, yakni untuk mencari kebenaran yang hakiki. Dengan
kata lain, mengetahui segala sesuatu yang ada sebagaimana
adanya dengan timbul pertanyaan Apa itu kebenaran? (problem
ontologis). Kemudian, timbul pertanyaan setelah mencari Apa itu
kebenaran? yaitu Bagaimana kita bisa mendapatkan
pengetahuan yang hakiki itu atau sesuatu yang ada sebagaimana
Singkatnya, wilayah ontologi bertanya tentang apa wilayah
adanya (kebenaran)?
epistemologi bertanya tentang bagaimana sedangkan, wilayah
aksiologi bertanya tentang untuk apa. Tiga problem filosofis
inilah ontologi, epistemologi dan aksiologi yang hingga kini masih
RUMUSAN
MASALAH
Apa yang dimaksud dengan
ontologi ?

Apa yang dimaksud dengan


epistemologi ?

Apa yang dimaksud dengan


aksiologi ?
BAB II
PEMBAHASAN

1. Ontologi
Secara terminologi, ontologi berasal dari
bahasa Yunani yaitu on atau ontos yang
berarti ada dan logos yang berarti ilmu.
Sedangkan secara istilah ontologi adalah
ilmu tentang hakekat yang ada sebagai yang
ada (The theory of being qua being).
Ontologi juga sering diidentikkan dengan
metafisika, yang juga disebut dengan proto-
filsafat atau filsafat yang pertama atau
filsafat ketuhanan.
Lanjutan
Ontologi adalah cabang dari filsafat yang
membahas realitas. Realitas adalah
kenyataan yang selanjutnya menjurus pada
suatu kebenaran. Bedanya, realitas dalam
ontologi ini melahirkan pertanyaan-
pertanyaan: apakah sesungguhnya realitas
yang ada ini; apakah realitas yang tampak
ini suatu realita materi saja; adakah sesuatu
di ballik realita itu; apakah realita ini terdiri
dari satu unsur (monisme), dua unsur
(dualisme) atau serba banyak (pluralisme).
Lanjutan
Monisme
Paham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh
kenyataan itu hanya satu saja, tidak mungkin dua. Haruslah
satu hakikat saja sebagai sumber yang asal, baik yang asal
berupa materi ataupun berupa rohani. Tidak mungkin ada
hakikat masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Haruslah
salah satunya merupakan sumber yang pokok dan dominan
menentukan perkembangan yang lainnya.

Dualisme
Dualisme adalah aliran yang mencoba memadukan antara
dua paham yang saling bertentangan, yaitu materialisme
dan idealisme.
Pluralisme
Paham ini berpandangan bahwa segala macam bentuk
merupakan kenyataan. Pluralisme bertolak dari
keseluruhan dan mengakui bahwa segenap macam
2. Epistemologi
Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, episteme dan
logos. Episteme biasa diartikan pengetahuan atau kebenaran,
dan logos diartikan pikiran, kata, atau teori. Epistemologi secara
etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar dan
lazimnya hanya disebut teori pengetahuan.

Aspek estimologi merupakan aspek yang membahas tentang


pengetahuan filsafat. Aspek ini membahas bagaimana cara kita
mencari pengetahuan dan seperti apa pengetahuan tersebut.
Dalam aspek epistemologi ini terdapat beberapa logika, yaitu:
analogi, silogisme, premis mayor, dan premis minor. Dalam
epistimologi dikenal dengan 2 aliran, yaitu:
Rasionalisme: Pentingnya akal yang menentukan
hasil/keputusan.
Empirisme : Realita kebenaran terletak pada benda kongrit
yang dapat diindra karena ilmu atau
pengalam
impiris.
3. Aksiologi
Jika ontologi berbicara tentang hakikat yang ada (objek
ilmu) dan epistemologi berbicara tentang bagaimana
yang ada itu bisa diperoleh (cara memperoleh ilmu) maka
aksiologi berkaitan dengan manfaat dari pada ilmu itu
sendiri atau kaitan penerapan ilmu itu dengan kaidah-
kaidah moral. Aksiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu
axion yang berarti nilai dan logos yang berarti ilmu
atau teori. Jadi, aksiologi adalah ilmu tentang nilai.

Dalam aksiologi ada dua penilaian yang umum digunakan


yaitu:
Etika
adalah cabang filsafat yang membahas secara kritis dan
sistematis masalah-masalah moral.
Estetika
Estetika merupakan bidang studi manusia yang mempersoalkan
tentang nilai keindahan.
Kesimpulan
Ontologi atau biasa disebut metafisika umum membahas segala sesuatu
yang ada secara menyeluruh dan sekaligus. Yang memiliki ciri pertanyaan
tentang Apakah realitas itu ada yang begitu beraneka ragam dan
berbeda-beda pada hakikatnya satu atau tidak ?
Ontologi adalah cabang dari filsafat yang membahas realitas. Realita
tersebut terdiri dari satu unsur (monisme), dua unsur (dualisme) atau
serba banyak (pluralisme).
Epistemologi adalah bidang ilmu yang membahas pengetahuan manusia,
dalam berbagai jenis dan ukuran kebenarannya.
Dalam aspek epistemologi ini terdapat beberapa logika, yaitu: analogi,
silogisme, premis mayor, dan premis minor. Dalam epistimologi dikenal
dengan 2 aliran, yaitu:
Rasionalisme: Pentingnya akal yang menentukan hasil/keputusan.
Empirisme : Realita kebenaran terletak pada benda kongrit yang
dapat diindra karena ilmu atau pengalam impiris.
Aksiologi berkaitan dengan manfaat dari pada ilmu itu sendiri atau kaitan
penerapan ilmu itu dengan kaidah-kaidah moral
Dalam aksiologi ada dua penilaian yang umum digunakan yaitu: Etika
( Teori Nilai) dan Estetika
Terima kasih